Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Suara Hati Yana


__ADS_3

I love you AL


" Sayank apa aku selalu membuatmu takut? atau adakah yang salah denganku selama ini hingga kamu memilih diam dan menyembunyikan semua yang ada dihatimu tanpa mau berbagi denganku?. Kamu tau Aku selalu berharap menjadi bagian dari dirimu, setidaknya bisa menjadi bagian dalam pikiranmu."


" Jika kamu terus diam begini bagaimana aku tau apa yang kamu pikirkan? atau memang Aku tidak pantas berada diposisi ini."


" Maksud kamu apa AL? kenapa bicara begitu?."


Aku panik AL berbicara serius sambil menatap ku sayu, gugup? pasti aku tidak pernah melihat sosok AL yang begini.


" Aku berbicara apa yang Aku rasakan, Yank aku selalu berusaha untuk mengungkapkan semua yang aku rasa dan yang aku inginkan kepadamu secara langsung. Tapi kenapa sampai sekarang kamu seakan membatasi semuanya dariku. Kenapa apa aku tidak pantas buatmu? atau apa tidak ada cinta dihatimu untukku?."


" Jujurlah sekarang Yank, katakan apa sebenarnya yang ada dihatimu. Apapun yang kamu pikirkan ungkapkanlah sekarang tanpa ragu, yakinlah Aku akan menerima apapun yang akan kamu sampaikan. Apapun itu jadi jangan lagi ada keraguan dihatimu."


AL memberi waktu tapi juga tekanan buatku, bagaimana dan apa yang harus Aku ungkapkan untuk mengawali semua cerita serta keraguan hatiku selama ini. AL terlalu tinggi untuk aku gapai itu alasan utama yang selalu membayangiku selama ini.


" Tapi janji ya kamu gak akan marah setelah ini."


Aku hanya ingin memastikan, bahwa AL tidak akan berubah setelah apa yang aku katakan nanti. Setidaknya aku masih bisa berteman dengannya kalau-kalau apa yang aku takutkan benar-benar terjadi.


" Aku kan sudah berjanji akan menerima semua yang kamu katakan Yank, kenapa masih ragu sih?."


" Kalau boleh jujur, sebenarnya aku takut yank. Takut mendengar kamu akan pergi dariku." AL hanya bisa berbicara pada hati kecilnya sendiri .


AL menggenggam tanganku menyakinkan akan tetapi aku takut, benar-benar takut. "Takut kehilangannya "


" AL Aku, "


Kembali aku terdiam serasa ada yang menyekat leherku untuk berbicara, aku takut benar-benar takut menghadapi kenyataan pahit seperti dulu lagi. Ditinggalkan dan dihina.( Yana pov)


Kenapa tubuhnya bergetar? apa aku terlalu keras padanya? tapi aku butuh penjelasan itu sebagai peganganku dalam melangkah nanti. Aku harus membuatnya rilex dan nyaman, tapi bagaimana caranya?."( AL pov)


AL akhirnya memelukku erat, aku yakin Dia bisa merasakan sesak yang aku simpan ini.


" Yank, lihat aku. Yakinkan hatimu, bicaralah sayank, bicaralah!!"


Aku tidak tahan lagi diamnya menyiksaku dalam pikiran-pikiran anehku, banyak praduga dan pertanyaan yang mampir menghantui perasaanku. Akhirnya aku peluk Dia erat dia masih terdiam, Aku rasa Dia kesulitan bicara tanpa berfikir lagi aku menciumnya menyalurkan segala rasa yang berkecamuk dalam jiwa, hati dan pikiranku. Berharap dengan begitu Dia akan lebih bisa rilex.


Bisa aku rasakan tubuhnya yang bergetar perlahan melemah, yang tadinya berontak mencoba melepaskan diri dari rengkuhanku perlahan melemah dan rilex, Aku rasa dia akan merasa lebih baik setelah ini. Aku bisa merasakan pelukannya yang semakin mengerat padaku. Maafkan aku sayank, aku harus memaksamu kali ini.( AL pov)


Yaman, sangat nyaman bukan karna pelukan atau ciumannya namun hati dan jiwaku merasa begitu nyaman berada dalam dekapannya. Aku tak mampu menguasai diriku lagi, semua kosong yang ada hanya Aku dan Dia.( Yana pov).

__ADS_1


" Yakinlah padaku yank, apapun itu tidak akan bisa merubah hatiku untukmu." AL berucap sambil menatapku lembut.


" I LOVE YOU" tertunduk malu hanya itu yang mampu terucap dari bibirku.


Bukan sok polos, bukan sok naif ini bukan juga yang pertama kalinya mengucap kata cinta, namun rasa yang membuncah didada sangat berbeda. Aku ingin terbang melambung tinggi tanpa ada penghalang, Aku ingin bebas dari segala keterpurukan masa kelam. Lirih suara hatiku mengalun biru.( Yana)


Aku kaget sekaligus senang, akhirnya aku bisa mendengarkan kata yang selama ini selalu ingin aku dengar Dia ucapkan. Speechless namun aku bahagia sangat-sangat bahagia. Aku hanya mampu mendekapnya erat seolah tak mau lagi untuk melepaskannya. Cintaku akhirnya bermuara


( AL pov)


" Makasih Yank, makasih."


" AL, queen.." Tercekat rasanya kata selanjutnya tak mampu lagi aku ucapkan.


" Queen? astaga jadi itu yang membuat mood kamu berubah tadi hemm?."


" Listen to me my love, my queen is you only you. No one else. I love you."


☆Cinta selalu indah untuk diungkapkan.


°°°°°°°


" Tuhan jika memang ini jalan yang harus aku tempuh, aku rela menjalaninya. Beri aku kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hariku nanti."


" Tuhan Engkau maha tau, sampai detik ini pun hatiku masih terpaut pada orang lain. Bantu aku melepas semua rasa ini, dan ubahlah rasaku padanya menjadi rasa cinta pada adikku sendiri. Hadirkanlah rasa cinta bagiku untuk calon istriku Tuhan."


" Bantu aku melepas belenggu rasa yang menyakitkan ini dan mengubahnya menjadi bahagia, bahagia untukku untuknya dan untuk semua orang."


" Bantu aku menjaganya Tuhan, karna aku sadar mulai besok aku tidak lagi punya hak untuk mengawasinya. Aku sudah memiliki tanggung jawabku sendiri dan aku harus menghormati istriku tidak peduli rasa itu telah hadir atau belum. Tanggung jawab adalah tanggung jawab."


" Gadis kecil doaku akan selalu ada untuk kebahagiaan dan senyum manismu."


" Cinta ini tak salah hanya aku yang salah memendam rasa pada orang yang salah pula, bukan karna keburukan tapi lebih pada kenyataan cintaku hanya bersebelahan."


" Senyummu mengajarkanku bagaimana menghadapi pahit, senyummu juga memberi warna setiap hariku menjadikan semangat pantang menyerah dan ragu."


" Ku lepas cintaku untukmu gadis kecilku, maaf untuk segala rasa dalam diamku selama ini."


☆ ***Bayang mimpi semu merajut kalbu, membawa jiwa yang rapuh untuk pergi menjauh.


☆Melihat senyummu adalah bahagia untukku, mungkin orang akan bilang aku naif tapi inilah cintaku*** .

__ADS_1


°°°°°


" Ga aku capek muter-muter dari tadi, emang mau nyari apaan sih?."


" Jagung bakar"


" Ha, kamu becanda ya? perasaan gak demam juga. Astaga parah kamu ngerjain aku Ga, sadar Ga sadar. Ini mall hello mana ada jagung bakar astaga naga." Dini menepuk jidatnya sendiri yang berdenyut bingung akan tingkah Raga yang absurd.


" Tau kok aku Din"


" Lalu?." Ni anak beneran kesambet deh kayaknya.


" Karna Aku tau gak ada disini makanya Aku mencarinya, kalau dipantai mah banyak Din."


" Fix Ga kamu dah mulai gak waras."


" Ngomel saja dari tadi." Raga melirik jam dipergelangan tangannya. " Pantas saja ngoceh ternyata sudah waktunya makan siang, pasti cacing diperutmu itu yang bikin protes dari tadi Din."


" Eits kupret emang kamu, mala ngeledek. Capek tau dih ikutan stress aku lama-lama bareng kamu Ga."


" hahaha sudah jangan ngomel mulu, cepat tua nanti. Ayo kita makan hot pot."


" what? hot pot . Aish gak salah denger Ga, cuaca panas begini?"


" Iya aku pengen yang panas dan pedas agar bisa melunturkan semua isi otakku yang tidak berguna."


" Terserah kamulah Ga, huuf anggap saja aku lagi jalan-jalan sama pasien rumah sakit jiwa hari ini."


☆ ***Jangan pernah menyia-nyiakan cinta yang ada, karna kamu tidak akan pernah tau kapan dia akan pergi menjauh.


°°°°°


TBC Genk's


Ada yang tau arti cinta sebenarnya ?


° Mohon dukungannya


°like komen rate ☆5 dan favorit


°makasih banyak atas dukungannya & love you all***

__ADS_1


__ADS_2