
Drama ngambek nya Al kemarin membuat aku pusing, bagaimana tidak Al bertingkah seperti layaknya anak kecil yang ngambek dan minta dibujuk supaya mau makan.
Jengkel tapi juga pengen ketawa aku kalau mengingatnya.
Pagi ini aku tidak berangkat ke kantor pusat, tapi tujuanku adalah kantor cabang dua. Tempat sumber masalah kemarin dipicu. Kedatanganku kesana hanya untuk mngecek ulang laporan dan menyelidiki kebenaran nota pembelian barang yang dobel.
Rencana awal aku hanya berangkat sendiri, karna kami harus membagi tugas tapi kemudian berubah mengingat aku seorang wanita.
Kak Andra pergi menemani ku ke kota yang jaraknya hanya dua jam perjalanan saja dari tempat ku tinggal sekarang ini.
"Da siap?." Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dengan koper kecil tempat barang-barang keperluanku selama 2 hari disana, aku melangkah pasti. Hitung-hitung liburan gratis.
"Makasih kak."
"Masuklah! Biar kakak yang urus ini." Tunjuknya pada koperku dan mengambil alih, menaruh benda itu dibagasi mobilnya
Sudah lama, sudah lama sekali aku tidak naik mobil ini. Dulu hampir tiap hari, karna kak Andra sering mengantar jemput aku kerja.
Sunyi, hanya itu suasana yang ada didalam mobil. Kak Andra diam seribu bahasa, aku pun sama. Tak tau harus biacara apa dan memulai dari mana. Karna tak kunjung menemukan topik yang pas untuk dibicarakan, akhirnya aku memilih untuk memejamkan mata dan tidur.
...****************...
"Yan, bangun dah sampai kita." Sebuah goncangan terasa di lenganku.
Ku kerjapkan mataku beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatanku karna kabur.
"Hu,,sudah sampai kak. Maaf aku ketiduran kak?."
"Tak apa, mau langsung kekantor atau istirahat dulu?."
"Kalau langsung gimana kak?."
"Boleh, biar cepat beres juga. Oh ya kata AL berapa hari kita dikasih waktu beresin masalah disini?."
"Dua hari kak, makanya mending segera kelar kalau bisa hari ini atau besok. Jadi lusa kita bisa sedikit santai kak."
"Maumu itu Yan, pasti mau belanja."
"Itu kak Andra tau ." Jawabku sambil tersenyum
Berjalan memasuki hotel pemandangan asri pertama terlihat jelas.
__ADS_1
Berjalan penuh semangat, berharap segala masalah cepat terselesaikan dan kami bisa cepat kembali.
Tujuan kami langsung ke kantor manager yaitu si Reza. Aku sudah menyiapkan laporan dan bukti sesuai dengan laporan yang masuk.
"Siang mbak Iin." Sapaku pada kasir.
"Siang, wah tumben berkunjung Yan? pasti ada yg salah ini." Tebak Mbak Iin.
"Tau aja mbak, oh ya yang dinas pagi siapa aja nih mbak. Kok sepi amat." Tanyaku sambil celinguk'an ke kanan kiri .
Tumben kantor sepi, biasanya teman-teman karyawan suka ngumpul di sini menunggu tamu datang.
"Mereka lagi pada beresin kamar-kamar yang baru ditinggal tamu, bentar lagi juga pasti pada ngumpul. Jam makan siang kan." Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan nya
"Tumben gak ngasih kabar dulu kamu mau datang Yan, sendirian ini?."
"Mendadak ini juga mbak, aku bareng.."
"Sama aku In." Jawab kak Andra yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Mbak Iin duduk.
"Lo sama mas to, wah pasti ada yang penting ini ya. Kalau sampai kalian yang datang langsung." Mbak Iin beringsut memberi jalan buat Kak Andra duduk berkumpul bersama kami.
"Reza sudah datang?." Lanjut Kak Andra
"Belum mas, katanya tadi agak siangan. Bilangnya ada urusan lain .
"Bentar saya ambilkan dulu."
Mbak Iin berjalan menuju ruangan di sebelah kanan kami. Tak lama kemudian Dia muncul membawa berkas yang kami mau.
"Ini laporan yang bulan lalu, dan ini yang minggu ini."
"Makasih Mbak." Mbak Iin hanya tersenyum dan berlalu memberi ruang pada Aku dan Kak Andra untuk memeriksa laporan yang di berikannya tadi.
Lembar demi lembar kami teliti, sama isinya dengan yang kemarin Aku dan teman-temanku kerjakan.
Sampai ke laporan minggu ke 4 dimana masalah kami temukan kami terhenti, Kak Andra menengok dan memberi kode untuk membuka laptop di mana Aku menyimpan semua data.
"Kak, bukannya data itu ada dilaporan dua bulan lalu ya. Sedang yang ini kan bulan kemarin?". Heranku
"Nanti yang asli bulan lalu itu kita bongkar langsung saat Reza sudah datang, jadi Dia tidak akan bisa mengelak lagi kan."
Benar juga, setelah dipikir kalau kami menemukan kesalahan disaat tersangkanya sedang tidak berada ditempat. Bisa jadi Dia akan mengelak dan lepas dari segala tuduhan dan yang lebih fatal. Dia akan berbalik menyalahkan dan menuduh kami memanipulasi data .
" Ternyata Aku harus belajar lagi." Kak Andra tersenyum mananggapi perkataan ku .
__ADS_1
Kulirik jam disudut ruangan, hampir jam setengah dua belas. Pasti bentar lagi para karyawan hotel akan berkumpul di halaman belakang kantor atau tepatnya tempat loundry dan makan para karyawan.
"Kak, kita makan disini apa di resto?."
"Resto aja, sekalian kita liat situasi resto." Aku mengangguk mengiyakan .
Terdengar suara gelak tawa dari lobi samping hotel, Aku menengok dan benar saja kulihat teman-teman berjalan masuk ke area belakang lewat samping.
"Kak, aku sapa teman- teman dulu boleh?."
"Jangan lama ya, kita juga perlu makan."
"Oce boss." Cengir ku sambil melangkah ke arah belakang
Sudah sering Aku melakukan kunjungan ke cabang dua, bukan karna ada masalah saja. Tapi kadang untuk acara meeting kantor.
"Hai, apa kabar semua ." Sapaku pada teman-teman yang bekerja siang ini.
"Weh Yan, dah lama sampai ya ?." Sapa mas Wawan menghampiriku dan bersalaman
"Lumayan lama sudah mas, tadi jam sepuluh. Cuma ada kerjaan dan kebetulan gak ada orang di sini tadi".
Beralih bersalaman ke semua orang yang ada disana . Sungguh senang melihat kebersamaan mereka di sini. Acara makan siang jadi nikmat kalau bersama walau hanya dengan sayur lodeh dan ikan pindang.
"Sini Yan nimbrung, kita makan bareng ." Tawar Bu Wati
"Silakan dilanjut saja, Saya cuma bentar. Nanti kalau kerjaan kelar pasti gabung lagi ke sini ya ". Mereka semua mengangguk
Aku secepat mungkin berjalan menjauh karna tidak enak mengganggu acara makan bersama mereka.
"Udah? ."
"Udah kak, Ayo kita makan ." Semangatku berjalan mendahului
Jarak antara hotel dan restaurant tidak terlalu jauh, hanya beberapa meter saja .
Cabang dua ini termasuk yang luas, masuk dalam jajaran hotel bintang dua . Selain hotel dan restaurant ada kolam renang juga sebagai penunjang, untuk menarik minat para tamu datang berkunjung.
Restaurant sendiri ditunjang dengan adanya lesehan yang tertata apik di atas kolam ikan, pengunjung bisa bebas memberi makan ikan. Ada sembilan lesehan yang ada di resto ini sebagai pilihan. Hanya ukuran saja yang membedakan .
......................
mohon dukungan
like , komen dan rate nya guy's..terimakasih
__ADS_1
love you all