
Ternyata semua rencana tinggal rencana, kemarin kami tidak dapat menyelesaikan semua laporan. Karena selesai makan siang ada rapat yang harus kami lakukan mendadak.
Ada komplain yang masuk dari castemer Hotel cabang dua, yang mengatakan ada beberapa poin kurang memadai mengenai pelayanan para pegawai hotel. Kami perlu evaluasi ulang, setau ku soal beginian bisa diselesaikan langsung oleh pihak management hotel tidak perlu sampai ke kantor pusat. Pasti ada sesuatu.
Pagi ini aku berencana berangkat lebih awal, aku ingin semua laporan kelar sebelum makan siang. Paling tidak hanya menyisahkan permasalahan pokok saja yang harus kami bereskan.
Dua lembar roti tawar dan segelas coklat selalu setia menemani pagi hariku .
Aku memesan angkutan online untuk menyingkat waktu agar lebih cepat sampai ke kantor.
" Pagi pak Agus." Sapaku pada penjaga kantor
" Pagi bu "
" Astaga pak, panggil Yana aja ya pak. Biar akrab gitu" Manyunku masa iya dipanggil ibu
" Apa boleh begitu? Bapak gak mau dianggap gak sopan nanti ."
" Boleh, kan saya sendiri yang minta Bapak panggil begitu. Anggap saya anak bapak.Boleh kan pak? "
Pak Agus tampak ragu, tapi tak urung beliau menganggguk juga .
Aku memang lebih suka dipanggil nama, karna itu cara termuda untuk mengakrabkan diri.
" Makasih ya Pak Agus "
" Sama-sama Neng,Bapak gak bisa panggil nama. Rasanya kaku, jadi panggil Neng gak papa ya?." Aku mengangguk sebagai jawaban
" Pagi Yan." Raga merangkul pundakku, mensejajari langkah ku masuk
" Lo kamu berangkat pagi juga Ga? ."
" Yup, aku nemuin sesuatu. Cepetan kita bahas "
" Serius amat Ga, penting kah?." Heranku, Raga hanya menghardikkan bahu tanpa menjawab. Buat penasaran aja batinku
" Aku temuin kejanggalan dalam laporan cabang satu. Kemarin aku sengaja bawa pulang data agar bisa aku teliti ulang ". Tuturnya saat kami tiba dilorong ruangan yang kami tempati
" Aku menemukan laporan yang tumpang tindih, laporan pengeluaran itu sudah pernah dicantumkan dalam laporan dua bulan lalu. Tapi dicantumkan lagi bulan sekarang dengan nota yang berbeda tanggal " Lanjutnya setelah kami duduk di meja kerja kami masing-masing.
" Coba cek data di draf ke empat, aku sudah kasih tanda disana "
" Untuk laporan ini bulan lalu tidak ada masalah kan, maksudku baru ketemu masalahnya dilaporan minggu ini ? "
__ADS_1
" Semua balance kecuali laporan pengeluaran itu yang di catat ulang ".
" Pagi " Suci datang membawa dua cangkir kopi untuknya dan Raga dan satu cangkir coklat hangat untuk ku.
Pasti semua heran, roti selai coklat dan coklat atau susu coklat yang sering aku konsumsi. Aku penikmat coklat karna bagiku coklat bisa memberi kabahagiaan pada kita. Aroma coklat menenangkan.
" Maaf aku kesiangan, padahal alarm sudah aku setel jam lima ." Sesal Suci karna datang terlambat menurutnya, padahal jam masuk kerja pun masih kurang tiga puluh menit lagi.
" Gak apa-apa kali Ci, belum telat juga" Ku minum coklat hangat pemberian Suci. Menenangkan ! , dan aroma coklat membuat aku rilex.
Berhadapan dengan angka-angka membuat otak cepat mendidih. Untuk menyiasatinya kami biasanya bercanda dan bercerita atau sekedar berjalan mengelilingi ruangan.
Sebenarnya tim kami ada lima orang, kebetulan Winda dan Tandi, tapi bulan lalu mereka resign.
" Pagi "
" Pagi pak "
" Sayank, kenapa tidak kasih tau kalau berangkat awal hari ini?. Aku nunggu di depan kost lo!! " Al datang menghampiri dan langsung melayangkan protes nya.
" Maaf, tadi buru-buru jadi lupa kirim pesan "
Aku menangkupkan kedua tanganku didada sebagai tanda minta maaf.
" Ada hukumannya!" Ucapnya sambil berlalu
" Sepertinya ada berita yang kita lewatkan Ci " Raga bersuara
" Sepertinya iya, aku tadi juga lupa mampir ke mading kantor. Biasanya kalau ada berita baru kan langsung viral." Suci menimpali sambil tangannya tetap asyik memainkan keyboard
" Sudah gak usah pada ngeledek ya, nanti kalau ada waktu senggang aku pasti cerita. Sekarang selesaikan pekerjaan dulu itu yang lebih penting "
Sampai waktunya jam makan siang kami berkutat dengan file dan laporan. Untung saja semua bisa kelar, penyisipan nota dobel yang kami temukan pemicunya total anggaran yang tadinya buat oprasional dan gaji karyawan sebesar 85 juta menjadi 98 juta
Dugaan sementara dari nota pembelian bahan dan gaji karyawan fiktif.
Kenapa dibilang fiktif karna setau ku belum ada penambahan karyawan dalam periode waktu ini. Jumlah karyawan masih sama.
Dalam satu cabang Resto dan Hotel jumlah karyawannya sama, itu untuk mempermudah kami dalam penghitungan bulanan.
Dalam satu cabang terdiri 1. manager(beliau yang bertanggung jawab atas kelangsungan perkembangan Resto dan Hotel). Satu supervisor hotel, tiga orang resepsionis hotel , lima orang room boy 3 orang room girl, dua orang jasa nyuci.
Dalam resto ada supervisor, 3 orang watriss dan 4 orang watheer, satu kepala dapur, dua koki, dua cook halper, dua pembantu serabutan dan dua tukang cuci piring
__ADS_1
Tapi dalam laporan cabang dua yang dipegang Reza ada tiga jabatan yang bertambah yaitu cook halper dan dua room boy. Dalam hal ini belum ada pelaporan penambahan karyawan dari cabang manapun.
...----------------...
" Yan, dipanggil tuh "
" Siapa Ga? " Tanpa menoleh karna aku sedang menyelesaikan tahap akhir laporan ku
" Si boss "
" Ok bentar, dikit lagi beres kok. Sekalian mau laporan ini file aku "
Sepuluh menit kemudian semua laporan sudah aku rekap dan rapikan.
Berjalan ke arah ruangan yang hanya berjarak beberapa langkah dari ruang kerjaku.
"Masuk lah". Ucapnya saat aku mengetuk pintu, ada yang sedikit aneh dari nada suaranya.
" Maaf agak terlambat karna sekalian selesaiin laporan" Ucapku takut-takut, baru kali ini aku melihat wajah AL yang kurang bersahabat. Biasanya dia selalu tersenyum dalam segala waktu.
" Huu, kamu mau buat saya sakit karna kelaparan ! " Eh kok jadi ke lapar apa jangan-jangan ..
Aku menengok kiri kanan mencari sesuatu yang bisa kujadikan jawaban, dan ketemu.
" Astaga" Aku menutup mulut ku dengan telapak tangan.
menoleh cepat aku ke arah Al, yang hanya diam tak bergeming
" Kenapa kamu gak makan? "
" Masih nanya kenapa ?" Eh ada yang salah lagi ya sama omongan ku, astaga beneran bingung aku dibuatnya .
Aku berfikir keras akhirnya kutemukan jawaban, dia tadi manggil saya pasti mau ngajak makan siang .
Diatas meja sofa ada bungkusan yang aku yakini makanan yang tadi dia pesan.
" Ayo sini makan dulu, maaf aku kira tadi kamu manggil buat nanyain laporannya "
Aku menjelaskan sambil menyiapkan makanan, apa ini gak salah banyak banget .
Jangan bilang kalau AL juga tidak sarapan tadi
...****************...
__ADS_1
°mohon dukungan Like , komen dan Rate..
°Makasih banyak love you all