Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Rumit


__ADS_3

" Ada yang mau kamu tanyakan yank?."


" Tanya apa?."


" Apa aja, aku tau diotak kecilmu ini banyak sekali pertanyaan yang kamu sembunyikan. Bertanyalah akan Aku jawab semua yang ingin kamu tau yank."


AL berucap seraya menunjuk pelipisku pelan.


"AL, Aku.."


" Apa yang ingin kamu ketahui yank, soal Rio dan pertunangannya, soal Viandra ?. Atau soal Aku ?."


" Semua nya AL, semuanya. Boleh kah ?."


" Boleh, nanti sepulang dari sini kita mampir dulu ke suatu tempat. Nanti Aku akan ceritakan semua dari awal, supaya kamu gak penasaran lagi."


" Beneran?." Tanyaku ragu


AL hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ku, padahal aku sangat menanti jawaban darinya.


" Ayo, sarapan dulu. Mau disini aja atau ke depan?."


" Depan ya, mau makan di lesahan. Boleh?."


" Anything for you my love ."


AL membimbing ku turun dari bale bengong ( nama tempat duduk santai berbentuk pondok yang terkenal dari Bali).


Kami berjalan beriringan sambil bercerita, bukan cerita tentang masa lalu dan masa kini tapi, cerita tentang ayam dan telur lebih dulu mana keluar. Konyol bukan?


Pondok-pondok lesehan tertata rapi, biasanya akan ramai pengunjung disaat hari libur dan weekend.


Aku dan AL memilih lesehan paling pojok, karna kami menginginkan ketenangan. Menu dimsum menjadi pilihan kami sedangkan menu breakfast aku meminta nasi pecel, air putih hangat dan just Alpukat serta jus Wortel kesukaan AL.


°°°°


Setelah berpamitan, sekitar jam 10 pagi kami berangkat. Dan di sinilah kami sekarang di sebuah hutan wisata yang asri.


Hutan wisata ini terletak di daerah selatan Banyuwangi, hutan jawatan namanya.

__ADS_1


Sungguh aku takjub, tempat ini sangat indah. AL tersenyum melihat ketakjubanku, Dia sangat bisa membuat hatiku nyaman. Jujur saja sepanjang perjalanan tadi hatiku berdebar tak karuhan, aku gugup sekaligus cemas.


Aku takut akan kenyataan yang sebentar lagi akan aku tau kebenarannya.


Tapi suasana di hutan wisata ini dapat mengalihkan kecemasanku.



Udara sejuk melegahkan hati yang gundah, sungguh AL bisa merubah segala mood hatiku menjadi lebih rilex lagi. AL kau memang sesuatu


Aku merasa ada di dunia lain saat berada di hutan ini, mengingatkanku akan film" The Lord Of The Rings." Jajaran pohon trembesin tua yang bercabang tertata rapi, berjajar indah memanjakan mata.


AL membimbing langkahku mencari tempat ternyaman buat kami bercerita.


" Kita duduk disini ya yank, tempatnya tidak begitu ramai ."


" Cerita bagian mana dulu yang mau kamu dengar yank?"


" Em, semua AL. Aku mau dengar semuanya, tentang kamu, Rio dan juga Kak Andra. Apa hubungan kalian sebenarnya ?"


" Baiklah dengar kan baik-baik ya." AL menghela nafas sebelum memulai cerita .


" Di waktu itu juga Papa banyak mempunyai teman karna, Papa orang yang supel. Beliau banyak mempunyai saudara angkat selanjutnya.Aku sendiri sebenarnya masih bingung dengan semua kejadian ini. Tapi karna Papa sudah memulainya jauh sebelum adanya Aku dan Cila, maka kami hanya bisa meneruskannya tanpa bisa protes."


Aku terdiam, cerita AL masih membuat aku bingung. Tapi aku tau AL sedang berusaha mengumpulkan semua informasi dan mengubahnya menjadi kepingan cerita yang mudah aku pahami.


" Papa Aa Vin, adalah sudara angkat Papa yang tertua. Beliau dulunya diberi kepercayaan untuk memegang cabang satu."


" Seiring berjalannya waktu, Papa memberi kepercayaan itu pada Aa Vin. Namun Aa Vin tidak mau memimpin makanya cabang satu di pegang orang lain, tapi tetap orang yang memegang adalah kepercayaan Aa Vin."


" Aa Vin memilih menjadi teman sekaligus asistenku sampai saat ini yank, Kami berteman sejak lama, bisa dibilang sejak umurku baru 15 tahun dan Aa Vin 18 tahun"


AL menggenggam tanganku seolah dia mau berkata, bahwa saat ini pun AL lagi mencoba mengingat semua penggalan cerita masa lalu yang pernah dialaminya.


Aku mengerti, karna terkadang akan ada sepenggal cerita yang hilang atau terlupa. Butuh waktu untuk mengumpulkannya kembali"


Aku menyandarkan kepalaku di pundaknya, berharap dengan menunjukkan ketenanganku AL akan lebih santai mengulang masa lalunya.


" Untuk Rio, terus terang aku tidak begitu mengenalnya. Yang Aku tau Rio adalah anak dari teman Papa yang diangkat anak oleh Papa. Aku hanya bisa menganggap Rio sepupuh bukan saudara karna tidak ada surat adopsi resmi, hanya pembicaraan keluarga yang menyatakan bahwa Rio anak angkat Papa."

__ADS_1


" Kami kecewa dengan keputusan Papa waktu itu, tapi kembali lagi tidak ada yang bisa kami perbuat lagi selain menerima keputusan"


Helaan nafas berat kembali Aku dengar, terkejut? sangat. Aku tidak menyangka bahwa ada kejadian begini yang akan terjadi dikehidupan sempurna yang aku lihat pada diri AL. Ada luka dan kecewa yang tersimpan dalam hati .


Cup.


AL mengecup keningku lama, aku hanya bisa memejamkan mata. Membiarkan dia menyalurkan rasa yang mungkin menggumpal didadanya sejak lama.


Tidak semua laki-laki bisa berkata jujur, jangankan pada orang lain. Tak jarang mereka juga membohongi diri sendiri, untuk menutupi luka mereka karna gengsi.


" Maaf kan Aku Yank." AL mendekap dan memelukku erat


Aku bingung, kenapa AL meminta maaf. Tapi untuk bertanya Aku belum sanggup, dari penuturannya Aku faham kalau ada luka yang bergelanyut di hati AL. Dan demi melegakan rasa keingin tahuan ku AL rela mengoreknya kembali.


" Maaf kan Aku sayank, Aku yang menyuruh Aa Vin selama ini menguntitmu."


" Ha, maksudnya gimana Al? Aku belum mengerti dengan arah pembicaraanmu. Kak Andra menguntitku untuk apa?."


" Untuk mengetahuai segala kegiatan mu selama ini, atas kemauan ku Yank. Aku yang meminta Kak Andra masuk dan menghibur mu . Setelah kejadian tentang Mu dan Rio waktu itu."


" Kamu mengetahui nya? mengetahui hubungan ku dan Rio?."


Aku bertanya sambil menunduk dalam, aku takut kejadian dimana penolakan dan penghinaan itu terulang lagi. Walau aku sudah katakan bahwa aku ikhlas tapi sakit karna luka itu masih terasa.


" Aku tau semuanya Yank, aku juga tau luka yang kamu alami selama ini, dan alasan itu yang membuat aku nekat mengirim Aa Vin untuk menjadi teman mu. Tapi aku tau ada rasa yang terpendam diantara kalian waktu itu, aku sudah merelakan jika memang Aa Vin bisa jadi pengobat lukamu."


" Tapi keputusan Papa menjadikan Lidya tunangan Aa Vin, menjadi penyelamat hatiku. Aku egois kan Yank? aku tau waktu itu pun kamu pasti terluka. Tapi aku bahagia karna lagi-lagi aku masih punya kesempatan mempertahankan perasaan ku."


" Aku mencintaimu yank, sejak lama. Tapi aku terlalu pengecut untuk mengungkap kan nya."


Huuu, AL nanggung nya ..hahahah


TBC genk's AL nakal ya


Mohon dukungan


°Like, Rate , Komen dan favorit ya guy's


°Terimakasih dan love you all

__ADS_1


__ADS_2