
Kailandar
Benar kata AL semalam kalau keluarga besar Rahma akan datang berkumpul di apartement AL. Tepatnya apartement tante Yona, ya nama ibu AL Yona weilin Rahma.
Nama yang indah dan cantik seperti yang menyandangnya. Namun nasib cintanya yang membuat semua orang menggeleng dan iba.
Kita tidak akan tau jalan apa yang akan kita lewati didalam perjalanan hidup ini, yang kita tau hanya pasrah dan menerima segala macam bentuk cobaan sesuai porsi kita.
" Pagi sayangku, gimana tidurmu Queen nyenyak?"
AL memelukku saat mendapatiku sedang menata nasi goreng untuk sarapan bersama sebelum semua tamu yang lain tiba. Sebuah kecupan selamat pagi sebagai pengantar hari kami dengan sejuta harap dalam doa meminta hari ini akan berjalan lancar.
" Pagi Ayy, tidurku nyenyak tidak ya?" Aku berpura-pura berfikir dan menggoda AL.
Benar saja Dia langsung melepas pelukannya dan merangkum wajahku dengan kedua tangannya.
" Kenapa? ada masalah Queen katakan padaku ada apa hem?."
" Tidak ada Ayy, semalam Aku tidur nyenyak bahkan hampir kelewat tadi bangun kesiangan." Aku tersenyum dan memegang lengan AL dan mencium tangannya sebagai tanda makasih dan sayangku padanya.
" Queen."
" Ihh beneran kok, Aku hanya ingin ngerjain Kamu saja Ayy."
" Nakal ya, harus dihukum untuk ini."
" No Pangeranku Kita akan kehabisan waktu, harus sarapan buat semua sebelum tamu yang lain datang bukankah begitu?" Aku mencoba berkelit dan menjauh.
" Enak saja."
__ADS_1
Sudahlah memang Aku yang salah membangunkan singa yang lapar, Aku ingin melihat senyummu menghiasi sepanjang hari ini Pangeranku.
°°°°°
VIANDRA
" Sayank, eh kemana Dia? astaga jangan-jangan."
Viandra segera terbangun mendapati Lidya tidak berada disebelahnya. Dengan hanya menggunakan kolor dan kaus tipis Vin menyusuri setiap ruangan di rumahnya.
" Yank, sayank kamu dimana?"
Astaga apa Lidya pergi setelah mengetahui semua kebenaran tentang jati dirinya? semalam sangat terlihat wajah kaget dan terpukulnya.
VIANDRA POV
" Yank sejujurnya Abi bingung mau memulai cerita dari mana, namun bagaimanapun Abi harus menceritakan hal sebenarnya padamu Yank. Berjanjilah setelah ini kamu jangan merubah apapun tetaplah menjadi Lidya istri Vin yang manis, tetaplah berada disisi Abi."
" Kemarilah lebih dekat dengan Abi." Vin mendekap pundak Lidya lembut agar menyandar didadanya.
" Yank, apa Ayah Tyo menyanyangimu selama ini? bagaimana Ayah memperlakukanmu?"
" Ba,,baik Abi, kenapa Abi menanyakan hal itu?"
" Kalau seandainya Ayah Tyo bukan Ayah kandung Sayank apa sayank percaya itu?"
" Bi !!."
Lidya menatap lekat mata suami tampannya mencoba mencari kebohongan disana. Namun tak ada Dia dapatkan itu, dulu sewaktu kecil sempat Lidya bertanya kepada salah seorang pengasuhnya, apa benar dia bukan anak kandung Ayah Tyo? dan pengasuh itu hanya memberi satu jawaban tak pasti untuk Lid kecil " bersabar lah neng, neng harus bisa sabar". Namun sayang setelah itu dia harus kehilangan pengasuh kesayangannya karna kecelakaan.
__ADS_1
" Yank baca ini perlahan ya, Abi tau Kamu pasti kaget dan syok namun apa yang ada disini adalah benar. Abi sendiri yang ngecek langsung dan hasilnya akurat Yank."
Vin menyerahkan amplop coklat yang dibawanya, dengan hati berdebar Vin menanti reaksi dari Lidya. Raut muka terkejut terpampang jelas dimata Vin, namun itu hanya sesaat dan Lidya kembali tenang tanpa expresi. Vin menelan ludah kasar, Dia tidak tau apa yang harus diperbuat setelah ini.
" Yank, Kamu baik-baik saja kan?" Pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Vin menambah kegelisahannya. Sikap diam Lidya membuat otak cerdas Vin seketika tumpul.
" Abi,, Lid sudah pernah mengira semua ini. Waktu itu Lid bertanya pada pengasuh Lid, Mamak Lid memanggilnya. Mamak tidak menceritakan apapun namun Mamak hanya berpesan agar Lid selalu bersabar dalam menjalani hari-hari Lid kedepannya. Mamak juga minta Lid menjaga diri Lid dan selalu bahagia apapun yang terjadi." Lidya menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ceritanya.
" Keesokan harinya Mamak pergi kepasar untuk keperluan harian rumah, sebenarnya hari itu bukanlah jadwal berbelanja namun entah mengapa tiba-tiba Ayah bilang Mamak harus kepasar membeli sayuran yang Ayah suka. Mamak pergi dengan diantar Pak Jupri namun ditengah perjalanan Ayah meminta Pak Jupri putar balik karna ada kerjaan mendadak yang harus Pak Jupri lakukan, Ayah menyuruh Mamak naik andong saja untuk ke pasar. Namun naas waktu perjalanan hampir sampai pasar andong yang ditumpangi Mamak tertabrak mobil kijang yang sedang melaju kencang. Mamak terpental jauh dan kepalanya menatap pembatas jalan, namun Mamak masih selamat waktu itu. Beliau dirawat di puskesmas selama tiga hari."
" Lid masih enam tahun waktu itu Abi, masih teringat jelas saat Mamak menggenggam tangan Lid dan bilang kalau Mamak sangat menyayangi Lid. Dua hari setelah pulang dan dirawat dirumah Mamak mala meninggal dunia Abi, tidak ada yang tau pasti jam berapa Mamak meninggal karna saat ditemukan oleh Bi Sara jam sepuluh pagi Beliau sudah dalam keadaan meninggal. Mamak adalah pengasuh kesayangan Lid Abi, sejak Mamak pergi Lid menjadi kurang semangat."
" Ayah sering memarahi Lid hanya karna hal-hal sepele saja, tak jarang Ayah memukul dan membentak Lid. Sejak saat itu Lid bertekat untuk jadi anak penurut agar tidak dimarahi Ayah terus, dan itu berhasil sampai sekarang Ayah menyayangi Lid."
Vin tak mampu lagi berucap, Dia hanya mampu mendekap erat tubuh Lid yang terguncang karna tangisnya yang sudah pecah. Vin tidak menyangkah Lidya yang terlihat seperti anak manja dan selalu ceria mempunyai masa lalu yang kelam. Dibalik sifat manjanya Dia menyembunyikan luka hatinya, miris
" Bi apa Abi juga akan ninggalin Lid saat tau kebenaran kalau Lid bukan anak kandung Ayah Tyo?"
" Bicara apa kamu? justru karna hal inilah yang membuat Abi memutuskan untuk mempercepat acara kita waktu itu Yank. Aku ingin membawamu keluar dari situasi sulitmu selama ini. Abi tau Ayah Tyo menyuruhmu untuk melakukan hal tidak benar, Abi tidak mau itu Sayank."
" Tapi Bi bukankah Lid juga termasuk jahat selama ini karna mengikuti kemauan Ayah Tyo?"
" Hentikan segera selagi ada waktu Yank, percayalah kamu pasti bisa. Abi akan selalu mendukungmu."
" Makasih banyak Bi."
Viandra tertegun terbayang wajah Lidya yang sembab semalam membuatnya bergidik, Dia takut Lid akan berbuat nekat tanpa sepengetahuannya. Hanya dengan memikirkannya membuat Vin gelisa.
Segera Vin berlari menuruni tangga rumahnya tujuannya hanya satu taman belakang, namun langkahnya terhenti saat samar-samar terdengar suara kikikan tawa dan orang mengobrol dari arah dapur. Dengan perlahan Vin mendekat memperjelas pandangan dan penglihatannya.
__ADS_1
Bersandar didepan pintu dapur, Vin menarik nafas lega mendapati Lidya masih berada disisinya dan melihat senyum nya yang mengembang membuat hatinya menghangat. Masih meragu mengartikan rasa diharinya Vin bertanya dalam diam" Apakah Aku sudah mencintainya?."