Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Berdamai Dengan Waktu


__ADS_3

" Habisin, kamu suka kan semua ini ? "


" Kamu tau dari mana, aku suka semua makanan ini Al" Astaga mulutku tak mau berhenti mengunyah, seolah roti dan segelas susu yang tadi pagi masuk ke perutku hanya numpang lewat saja.


" Aa vin "


" Oh, Kak Andra " Pantes dia tau kesukaanku, apa saja yang sudah kak Andra ceritakan pada Al.


Perasaanku? kembali berpikir keras. Aku bingung harus bagaimana menyikapi semua kejutan-kejutan yang silih berganti datang menghampiri.


" Tadi siapa yang bilang terlalu banyak takut gak habis, ini isinya pindah kemana semua ya "


" Kan mubajir kalau gak dihabisin, gak baik tau buang-buang makanan " Kila kuh


" Sudah selesai aku boleh kembali keruanganku kan, aku harus bekerja. Pasti tim ku sudah pada datang ini " Kulihat jam di tangan astaga lewat empat puluh menit dari jam masuk kantor.


" Hemm, padahal aku lebih suka kamu disini yank, temani aku "


"Ngaco ah, mana boleh begitu. Ini kantor kita harus profesional. Aku keruanganku dulu ya"


Aku beranjak dari dudukku memungut sterofoam tempat makanan tadi dan membuangnya ke tempat sampah.


Berbalik melangkah kearah pintu, langkahku terhenti karna cekalan di lengan ku.


" Ada ap.."


Cup..


Apa ini, gila Al menciumku. Ini bukan ciuman pertamaku tapi ini pertama yang dia lakukan setelah dua hari lalu dia mengaku kalau dialah AL kekasih bayanganku selama ini.


Aku terpaku tak tau mau berbuat apa, bahkan kakiku pun kaku untuk melangkah. Kembali kurasakan hatiku berdebar dan jantung ini memompa begitu cepat.


Haruskah aku menerima ini dan berdamai dengan waktu?. Memulai kembali segala rasa yang terpendam menjadi kisah nyata?


Takut...


Ya aku akui rasa takut itu selalu datang mendera jiwaku. Takut akan luka yang tergores perih di jiwaku.


" Bekerja yang giat ya, I love you " Kembali sebuah ciuman mendarat dikeningku, setelah tadi tanpa permisi mencolek bibir ini.


" Kenapa diam, kurang ? "

__ADS_1


Ledeknya sambil mengusap-ngusap pelan pipiku karena sedari tadi kedua tangannya menangkup wajahku hingga tak bisa berpaling ataupun beralih dari tatapannya .


" Eng, enggak " Sela ku cepat dan segera berbalik keluar dari ruangannya. Semakin lama aku disana tidak akan baik buat kesehatan jantungku.


Masuk kedalam ruanganku sudah sedikit aneh, hanya ada deratan gelas dan cangkir yang tertata rapih di sudur ruangan. Meja kursi tertata rapi di tengah. Astaga begonya aku, kenapa aku bisa masuk ruang pantri berarti tadi aku berjalan melewati ruanganku.


Berjalan membuat secangkir coklat panas, paling tidak ini bisa buat alibiku nanti. Ternyata ada gunanya langkah kaki tak terarah membawa ku ke pantri, jadi punya alasan.


Mencoba cuek aja sekarang pada pandangan orang-orang disekitar, mungki itu lebih baik.


" Tumben Yan, masih pagi dah nyoklat ."


" Lagi pengen aja Ci," Aku menggeser bangku dan duduk " Oh ya gimana laporan minggu ini?, amankan ? " Lanjutku


" Lumayan sih."


" Lo, kok lumayan. Ada apa kenapa ragu-ragu begitu? "


" Lue periksa laporan dari cabang Resto yang dipegang Reza. Kita dapat kesulitan disana ." Raga ikut menimpali obrolan kami sembari menyodorkan laporan keuangan dari cabang.


Aku menerima data yang disodorkan Raga, semua angka-angka dengan nominal besar. Aku dan tim ku adalah tim khusus bidang keuangan di kantor pusat. Kantor ini menaungi 3 Resto dan Hotel. Setiap minggu kami akan menerima laporan dari cabang-cabang itu untuk di teliti dan cocok'an ulang, agar tidak ada kesulitan saat penutupan buku tiap akhir bulan .


" Sudah diperiksa laporan minggu kemarin?, ada yang timpang kah? .


" Ok biar aku coba cek, minta tolong laporan minggu kemarin Ga. Dan Ci, minta tolong laporan bulan kemarin yang dari Reza ya ."


" Siap" Ucap mereka serempak


" Eh busyet kalian ngapain, kaya mau berangkat perang aja hahaha"


Candaku saat ku lihat ketegangan di wajah mereka, aku tau pasti ada yang tidak beres sampai bisa membuat mereka begitu.


" Perlu laporan dari dua bulan terakhir gak Yan? "


" Kagak usah kaya nya Ga, cukup bulan kemarin saja. Kan yang tidak balance baru minggu ini, yg bulan-bulan lalu aman kan ? "


" Siapa tau sebagai bahan pertimbangan Yan "


" Benar juga ya, ok siapkan aja Ga biar aku pelajari ulang nanti "


Bertarung dengan angka-angka adalah keseharian kami. Laporan keuangan dari tiga cabang rutin kami terima tiap minggu.

__ADS_1


Laporan itu akan kami cek ulang untuk mendapat hasil akhir yang sesuai dengan laporan pembukuan di kantor cabang.


Data yang harus aku teliti banyak, ada enam laporan yang harus aku cek ulang.


Kepalaku pening, tapi ini tugasku dan harus aku selesaikan secepatnya sebelum masalah semakin panjang dan rumit.


" Gimana, udah ada tanda-tanda dimana kesalahan itu bermula? " Raga mendekat dan mencoba membantu ku


" Belum, ini baru berkas ke dua dari bulan lalu. Masih banyak yang harus di data dan cek ulang "


" Kalau ada yang perlu aku bantu, katakan aja Yan, biar segera selesai masalah bisa segera diatasi " Tambahnya


" Coba lue urus yang berkas nomer empat Ga, kalau ada yang gak beres segera kasih tau ya. Biar aku urus yang nomer 3 ini, nanti kita cocok kan hasil akhirnya."


" Ok gue bawa yang ini "


" Kayakny kita bakal lembur ini hari ya ?" Suci menimpali sembari membawa berkas minggu ini dari cabang dua.


" Kagak juga, kalau kita kebut ngerjainnya. Ini kan baru jam sebelas siang, masih ada waktu buat kita untuk selesaikan ini " Yakinku


Aku bertekat sebelum jam makan siang paling tidak aku selesaikan laporan bulan kemarin, sehingga kami gak perlu lembur untuk hari ini.


" Gimana kalau aku juga bantu kerjain Yan, kan biar lekas beres "


" No , kamu tetap kerjain laporan cabang dua dan tiga. Biar kami yang urus ini, jadi semua pekerjaan bisa kehandle dan gak keteteran kita nantinya "


Astaga otakku beneran panas hari ini, isinya hanya angka dan angka.


" Belum kelar ? " Sebuah kecupan mendarat di kepalaku. Terkejut ? pasti, aku yang sedang fokus tak menyadari kehadiran AL


" Belum, dikit lagi ini sudah laporan terakhir ."


" Ada apa kok ini laporan bulan lalu dikerjakan kembali " Al membolak balik laporan yang ada di atas mejaku.


" Ada laporan yang tidak balance minggu ini, makanya ini mau nyari tau dimana letak kesalahannya ." Aku menjelaskan sembari tanganku tetap memencet tombol berhitung di depanku


" Cabang satu ya ? " Al manggut-manggut


"Nanti terusin lagi, sekarang kita makan siang dulu. Aku lapar. Dia turun dari meja yang didudukinya


Perjalanan cintaku dimulai, saatnya aku berdamai dengan waktu , semoga

__ADS_1


Mohon dukungan Like, Komen dan Rate ya teman-teman


Makasih , love you all


__ADS_2