Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
LUKA


__ADS_3

" AL, boleh Aa masuk?."


" Masuklah Aa."


" Mana Yana? tumben kamu sendiri?." Aa Vin celinguk'an mencari keberadaan Yana, makhlum setiap jam makan siang bisa dipastikan dia ada disini bersamaku.


" Lagi keluar Aa, makan siang bareng Raga katanya di cafe sebrang."


" Kok tumben kamu gk ikut, sibuk banget apa."


Aa Vin mendekati meja kerjaku, membolak balik kertas kerja yang berserakan karna belum selesai aku susun ulang.


" Gak juga sih Aa, ini tuh kerjaan buat minggu depan mala. Tapi semua aku cicil, soalnya minggu depan aku berangkat ke Sidney bareng Rio. Ada kunjungan kerja."


" Jadi kamu ajak Rio AL?."


" Iya Aa, aku mau dia belajar mulai sekarang. Perlahan aku akan merubahnya jadi lebih baik."


" Ehmm, hati-hati dan pelan-pelan AL. Gak akan muda merubah sifat seseorang, butuh waktu dan ketelatenan."


" AL tau Aa, akan AL coba perlahan hanya untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya saja dulu. Setelah itu baru kita bawa dia kejalan yang seharusnya dilalui bersama kita. Jujur saja Aa, aku kasihan sama Dia. Mau bagaimanapun dia tetaplah adikku Aa."


Aku menunduk pilu mendapati kenyataan pahit keluargaku, keluarga yang didepan semua orang terpandang dan terlihat adem ayem tanpa adanya konflik, keluarga yang hangat dan membuat semua orang iri dan berlomba untuk bisa masuk kedalamnya.


" Perlahan AL, Aa yakin kamu pasti bisa."


Seperti biasa Aa Vin selalu memberi semangat dan dukungan untukku. Untuk saat ini hanya Aa Vin lah yang tau semua cerita kelam keluargaku. Bahkan my queen pun belum mengetahuinya, aku masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.


" Ada apa Aa, tumben juga gak makan siang hari ini?."


" Ada yang ingin Aa bicarakan dengan kalian sebenarnya tapi sayang Yana gak ada disin."


" Hal penting pasti sampai harus melibatkan kami berdua!."


" Karna kalian adek-adekku jadi wajib tau terlebih dahulu."


" Tak apalah nanti aku kembali lagi, kalau Yana sudah balik ya. Sekarang aku mau makan dari tadi bahas makan siang jadi lapar juga akhirnya."


Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan Aa Vin, mengiringi langkahnya keluar dari ruanganku dengan tatapanku saja.


" Sayank kok lama sih, aku kan juga lapar!."


°°°°°


" Kalian berdua ada disini?."


Aku dan Raga menoleh kearah suara yang sangat familiar ditelinga kami


" Lo kok, kalian berdua makan siang bareng. Hem kalian selingkuh ya?."


" Huu, dasar julid kau mau tau aja urusan orang lain."


Aku segera menoleh ke arah Raga yang duduk tepat dihadapanku. Raga hanya menunduk, aku tau Raga sedang berjuang untuk menekan perasaannya. Pasti sakit karna dia harus melihat bagaimana Rio memeluk pinggang Cantika dihadapannya.

__ADS_1


" Kalau tidak selingkuh lalu apa? tumben sekali kan kamu makan siang dengan orang lain tanpa AL?."


" Mending kamu menjauh lah Rio, urus aja urusanmu jangan mengurusi kami lagi." Ketusku karna sudah jengah dengan kekepo'an si Rio


" GA, udahan kan? bentar ya aku mau ambil pesanan AL tadi."


" Biar aku saja Yan, sekalian bayar."


" Ya udah, aku nunggu disini ya?."


Raga segera melenggang pergi, sekilas aku melirik Cantika yang hanya diam seribu bahasa, mereka berdua terlihat begitu tersiksa. Kenapa cinta mempermainkan hati mereka?


°°°°


" Sayank kenapa lama sekali?, aku sudah kelaparan


" Uluh-uluh pangeranku merajuk, kasihan lapar ya."


" Panggil aku apa tadi Yank, ulangi lagi aku tadi tidak mendengarnya dengan jelas." AL melangkah ke arah sofa tempat aku menata makan siang untuknya.


" Panggil apa sih, gak panggil gimana-mana juga."


" Nakal ya, cepat bilang panggil aku apa tadi hemm."


AL melingkarkan lengannya memelukku dari belakang, dan meletakkan dagunya dipundakku


" AL, katanya tadi lapar, kalau begini gimana aku siapin makanannya?."


" Ngaco, emang aku capjay apa dimakan segala."


" Aku serius, kapan kita menikah Yank?."


" Makan dulu AL, nanti perutmu sakit!."


Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, karna sampai saat ini pun aku belum yakin dengan diriku sendiri. AL terlalu tinggi untuk ku jangkau .


" Jawab dulu, atau aku gigit nih."


" Eh jawab apaan?."


" Tadi panggil aku apa?." AL semakin menyerukkan kepalanya dileherku, membuat ku merinding karna hembusan nafasnya yang menyapu kulitku


" Pangeran." Ucapku cepat


" Apa?, kurang jelas."


" Pangeran AL, ish sudah ya! sekarang makan dulu nanti mag kamu kambuh lagi."


AL tersenyum, melepaskan belitan tangannya ditubuhku. Duduk dan makan siang dengan tenang, menimbulkan tanya dibenakku kenapa lagi dia?


" Tadi Aa Vin kemari, katanya ada yang mau dibicarain ama kita. Cuma karna kamunya lagi gak ada jadi dia urungkan, katanya sih mau kesini lagi."


" Tumben AL, ada apa ya?."

__ADS_1


" Gak tau mungkin hal penting. Kalau tidak kan bisa nitip pesan aja sama aku."


" Belum tau kapan kesininya kan? kalau gitu aku kembali ke ruangan dulu ya."


" Hem, nanti aku panggil saja kalau Aa dah datang."


" Ok." Aku segera beranjak dari dudukku


" Yank." Aku menoleh tapi AL hanya terdiam sambil menatapku


" Ada apa?."


Dia bertingkah aneh lagi, kenapa sih Dia hari ini? aku berusaha mencari jawaban pada diriku sendiri, tapi jelas saja tidak akan ketemu karna aku bukanlah AL.


" Makasih ya, nama barunya aku suka."


Eh, jadi karna panggilanku untuknya astaga ayam kok dia lucu ya, jadi pengen tertawa tapi tentu saja harus aku tahan kalau tidak ingin dia marah. Alhasil yang aku lakukan hanya mengangguk dan berlalu pergi setelahnya.


°°°°


" Kenapa kamu begitu usil sih."


" Apa memang, kalau ngomong yang jelas jangan setengah-setengah!."


" Harusnya tadi gak bicara begitu dihadapan Yana dan Raga, bisa saja mereka tersinggung dengan ucapanmu."


" Kenapa kamu jadi peduli? jangan-jangan benar ya gosip yang beredar kalau kamu pacar Raga sebelum denganku?."


" Iya, memang kami pernah menjalin hubungan sebelum aku tau kalau dijodohkan denganmu."


" Oh, jangan bilang kalau kamu masih punya perasaan padanya?."


" Kamu sendiri tau kan perjodohan kita ini mendadak buat ku, jujur saja aku tidak mengetahuinya padahal sudah terjadi bertahun-tahun lamanya."


" Kamu pikir aku tau? terus terang aku sebenarnya tidak menyetujui perjodohan ini. Lagi pula aku tidak mencintaimu oh salah jangankan cinta sayang pun aku gak punya untukmu tempat didalamnya." Rio berbicara tanpa beban dan tanpa expresi. Aku memang tidak mencintainya tapi jujur saja kata-katanya sangat melukai harga diriku tapi, aku bisa apa?


" Terserah kamu mau bicara apa dan bagaimana Rio, yang jelas aku tidak setuju dengan tindakanmu hari ini."


" Hei, dengar ya Cantika. Aku tidak membutuhkan persetujuan darimu atas semua yang aku lakukan, jangan sekali-kali kamu mencoba mengaturku! karna aku tidak suka, paham! ."


Pilu menusuk kalbu, membuat hati keras menjadi batu karna satu kata yang mengharu biru. Terkadang berfikir untuk menjauh tapi kenyataan menarikku kembali membuat luka ini mengaga dan berdarah lagi. Cantika hanya bisa terdiam mendapat bentakan demi bentakan. Hanya satu yang ada dalam pikirannya " Semua demi Ayah".


°°°°°


***TBC genk's


mohon dukungannya


°like komen rate ☆5 dan vote jika berkenan


°Terima kasih & love you all***


__ADS_1


__ADS_2