
Terkadang suatu kenangan membuat kita sadar bahwa dibalik kepedihan ada kebahagiaan yang tertunda begitupun dengan keluarga Rahma.
Sekilas tentang persahabatan yang terikat antara Rahma muda, Rudi, Mira dan Yona.
Rudi teman sekolah Rahma mereka bersahabat cukup dekat, sampai pada suatu hari Rudi mendapat pekerjaan sebagai sales dan Rahma menganggur. Saat itulah Rudi membantu Rahma mencari pekerjaan, selama menunggu Rahma membantu Rudi berkeliling mencari pelanggan.
Keberuntungan berpihak pada Rahma waktu itu, beberapa kali dia bisa gool target dan mencapai batas penjualan tertinggi, hingga membuat namanya dikenal dijajaran direksi perusahaan tersebut. Rahma sendiri tidak tau menahu masalah itu karna Dia tidak tau kalau Rudi mengundurkan diri dan mengajukan dirinya menjadi pengganti sementara Rudi menekuni pekerjaan barunya sebagai pengepul barang seken bekas resto dan hotel.
Rahma mengetahui semua setelah ada panggilan dari kantor tempat Rudi bekerja yang diwakilinya. Pada saat itu Rahma takut kalau-kalau pemanggilan dirinya berhubungan dengan pekerjaan Rudi yang dia kerjakan.
Alangkah terkejutnya Rahma mengetahui kebenaran yang disembunyikan Rudi hingga terucaplah janji Rahma dalam hati kalau Dia akan terus menjalin persahabatan dan menganggap Rudi serta keluarganya sebagai keluarga Rahma sendiri.
Di bantu Rudi, Rahma berhasil mendirikan ladang bisnisnya sendiri. Berbekal dari pendapatannya bekerja selama ini. Rahma mendirikan rumah penginapan sederhana. Bisnisnya berkembang hingga akhirnya Rahma bisa membangun tiga Hotel.
°°°°
" AL kapan kamu melaksanakan acara pertunanganmu dan Yana?"
" Em untuk tanggal belum kami tentukan Ayah, besok lusa rencananya Aku dan Yana mau berkunjung ke tempat orang tua Yana dulu Yah."
" Kalau begitu tidak usah berrunangan saja, kalian menikah langsung saja." Pak Rahma tersenyum menggoda putra tampannya.
Saat memandang AL hati Pak Rahma menghangat, kemiripan wajah AL dan Mamanya seakan jadi pengobat rindunya pada mendiang sang istri.
Penyesalan terdalamnya adalah sikapnya yang terlalu acuh akan keadaan sang istri sampai-sampai Dia sendiri tidak mengetahui penyakit yang diderita istrinya selama ini.
" Benar kata Ayah AL sebaiknya kalian langsung menikah saja, kelamaan nanti Aku rebut lagi lo Dia." Canda Vin yang membuat AL langsung menoleh garang.
" Hahahaah lihatlah Ayah, wajahnya langsung berubah jadi singa kalau ada yang mau mencolek buruannya."
Vin tertawa puas menggoda AL. Dia hanya ingin keluar dari situasi sedih dan haru yang tercipta di beberapa menit yang lalu.
" Aa suka sekali bikin mood ku naik turun." AL merajuk tak ubahnya anak kecil.
Pak Rahma tersenyum melihat kedua putra kebanggaannya, Dia bahagia anak-anaknya bisa akur tanpa ada yang menyakiti. Hanya tinggal Rio yang belum bisa diberi pengertian.
°°°°°
Sore berbunga Lidya
" Bibi saya mau belajar bikin bolu, hahaha tapi belum pernah nyoba. Bibi bantuin ya." Lidya tertawa kecil mengungkapkan keinginannya.
__ADS_1
" Iya Non, nanti Bibi bantu."
" Oh ya Bi, tau tidak kue kesukaan Abi?"
" Wah kalau itu Bibi tidak tau Non, Den Avin tidak pernah menyuruh Kami buat camilan. Paling kalau mau Aden cuma pesan dibuatkan pisang goreng Non."
" Oh begitu ya Bi, gimana terus ini ya. Kalau bikin apa Abi mau memakannya nanti."
" Den Avin tidak pernah memilih makanan Non setahu Bibi sih, Aden sangat menghargai makanan. Aden juga selalu ingetin Kami untuk memasak sesuai kebutuhan saja tidak berlebih agar tidak ada sisa yang mubazir nantinya."
Lidya hanya manggut-manggut mendengar cerita dari Bibi tentang suami tampannya. Jauh berbeda dengan dirinya selama ini yang hanya tau makan gak sesuai selera buang semua dan marah.
°°°°
Pagi mendebarkan AL
" Yank, Aku harus bagaimana nanti disana?."
" Memang Kamu kenapa sih Ayy?"
" Huft Aku tidak tau nerveous banget Sayank." AL bicara sambil menggenggam tangan ku.
" Mending Aku rapat deh Yank, huuft beneran Aku gugup banget."
" Tapi Aku gugup sekali Yank."
" Tenanglah Ayy, tidak akan terjadi apa-apa. Aku bisa menjaminnya." Aku tersenyum geli seorang AL bisa gugup juga.
AL menghentikan laju mobil membuatku mengernyitkan dahi, masih setengah perjalanan namun kenapa AL berhenti. Atau mungkin Dia capek.
" Ayy kenapa? ada masalah sama mobilnya?"
" Yank istirahat sebentar ya Aku beneran gugup ini Yank."
" Baiklah Kita istirahat dulu, tenangkan dirimu. Aku sebenarnya ingin tertawa Ayy, namun Aku tau kamu serius."
" Nakal ya, Aku beneran gugup Yank mala diketawain."
Al menarikku dan mendekapku dalam pelukannya, Aku bahagia memiliki cinta AL yang entah seberapa besar namun Aku bisa merasakan kehangatan kasih sayangnya padaku.
°°°°
__ADS_1
Raga
" Ci bentar lagi Yana merit sama si Boss Kita masih bisa tidak ya ajak dia hank out." Raga
" Gak tau juga Ga, Aku juga bingung nanti Kita panggil Dia gimana? tetap Yana apa Ibu? atau bahkan Nyonya Boss?." Suci mala memperumit bahasan
" Nah itu Dia Ci, Kita harus belajar dari sekarang ini biar tidak canggung lagi nantinya." Raga
" Apa perlu latihan Ga, kan biasanya mengalir begitu saja?" Suci
" Huu lemot Kamu kambuh lagi Ci." Raga menepuk jidatnya.
Suci hanya tersenyum Dia sudah biasa dengan candaan begitu dari teman-temannya. Baginya tidak ada masalah asal semua gembira.
°°°°°
Rahma pov
Ma putra Kita sudah dewasa, sudah mengenal cinta dan wanita. Sudah juga Dia belajar untuk memperjuangkan apa yang Dia mau, Ma andai Kamu disini pasti Kita berdua akan sangat bahagia menyaksikannya tumbuh menjadi laki-laki tampan dan berkarakter.
Mama tau tidak?AL mempunyai sifat dan sikap sepertimu, tertutup, misterius dan tak tersentuh. Kamu tau mah, sebagian orang bahkan menganggap putra Kita sombong dan angkuh.
Tapi itulah karakter Dia Ma, karakter yang membangun dirinya menjadi orang yang tak muda menyerah dan takhluk pada rintangan.
Ma, saat Aku merindukanmu Aku melihatmu didalam diri putra Kita, dan itu sangat membantu mengobati kerinduanku padamu.
Andai Kamu bisa merasakan Aku sangat kehilangan dirimu Ma, ketidak hadiranmu membuat Aku tumbang. Aku sempat berputus asa dan kehilangan semangat hidup waktu itu. Aku ingin menyusulmu Ma, namun wajah AL mengingatkanku padamu dan itu menyadarkanku pada kewajiban yang harus Aku pikul.
Ma, tunggu Aku disana jemput Aku nanti jika waktu itu tiba. Aku hanya ingin bersamamu ma, setiap waktu Aku meminta pada Tuhan agar nanti Aku bisa bertemu denganmu lagi.
Aku ingin menebus semua kesalahanku padamu Ma, taukah Kamu hatiku hancur mengetahui kenyataan Kamu telah pergi. Tidak ada yang mampu menggantikan posisimu dihatiku Ma, dari dulu awal Kita bertemu hingga nanti waktuku menjemput dan mengantarkanku kembali bertemu denganmu.
Aku mencintaimu selalu istriku, sangat sangat mencintaimu. Rasa ini tak pernah mati bahkan akan tumbuh semakin dalam walau Kamu telah pergi Sayank.
Yona weilin Rahma.
°°°°
☆ ***Orang bilang cinta sejati itu tidak akan lekang walau termakan waktu. Namun adakah cinta yang seperti itu??
°Like komen serta dukungan rate ☆5 juga favourite
__ADS_1
° Makasih dan love you all***