Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Ruang Rindu


__ADS_3

Pesta pernikahan Viandra dan Lidya berlangsung sederhana bila diukur tingkatan kelas mereka, sangat tidak sesuai dengan expetasi dari keluarga Lidya yang menginginkan pesta nan mega. Viandra sendiri yang mengatur acaranya sedemikian rupa menurut konsep dan kesukaannya. Viandra tidak mau acaranya terlalu mencolok karna Dia tidak mau suatu saat jika terjadi kesalahan akan menjadi senjata buat orang-orang yang menghujatnya.


Viandra sangat memikirkan dengan matang segala konsekwensi yang akan dihadapi kedepannya. Dia sadar bahwa hati dan jiwanya tidak sejalan dengan kenyataan yang harus dijalani, jadi Dia memikirkan semua cara antisipasinya dari awal.


Seluruh keluarga Rahma tidak keberatan sama sekali dengan semua keputusan Viandra, hanya keluarga Om Tyo saja yang sempat protes keras dan ngotot menginginkan pesta mega nan glamore untuk putrinya. Namun pernyataan Viandra yang tegas akhirnya membuat keluarga itu menurut tanpa lagi membanta.


" Bagaimana ini? kenapa cuma begini saja? Lidya anak kami satu-satunya bagaimana bisa menikah hanya dihadiri kurang dari seribu undangan. Padahal kami sudah punya banyak calon undangan yang akan hadir nantinya."


" Kami mau yang sederhana saja Tyo, sesuai keinginan dari Vian. Aku pribadi tidak bisa memaksakan keinginan karna mereka yang menjalaninya."


" Tapi aku tidak terima Rahma , masa 500 orang undangan saja tidak ada. Seperti pernikahan sembunyi-sembunyi, ingat Lidya anakku satu-satunya Rahma."


" Maaf sebelumnya Om Tyo atau calon Ayah mertua, boleh Vian bertanya sedikit?."


" Ya silakan bertanya saja tidak perlu bertele-tele."


" Seandainya saya mengabulkan permintaan Ayah mertua untuk pesta mewah seperti usulan apa Ayah yakin itu akan menimbulkan kesan yang baik kedepannya?, lagi pula Vin pribadi tidak suka keramaian yang begitu. Bukankah dalam pernikahan acara ijab kabul yang paling penting dari yang penting Ayah?."


" Ayah tidak ada komentar apapun untuk segala keputusanmu Vin, sebaiknya kamu bicarakan pelan-pelan dengan Ayah mertuamu ini."


Pak Rahma memilih jadi pendengar yang baik dari pada harus terlibat dalam perdebatan yang tidak penting ini menurutnya.


" Aku mau pasta yang bisa dihadiri banyak orang Vin, kamu taukan Ayah mertuamu ini punya banyak kenalan. Bagaimana tanggapan mereka nanti kalau Ayah cuma mengundang sedikit orang, padahal semua orang tau Lidya anak Ayah satu-satunya dan menikah dengan anak tergua dari keluarga Rahma. Siapa yang tidak mengenal Ayah kamu Vin? Bagaimana Ayah bisa menjawab jika mereka bertanya nanti?"


" Ayah cukup jawab kalau Vin sendiri yang menentukan konsepnya."


" Mana bisa begitu, mau di taruh mana muka Ayah nantinya."


" Jadi Ayah mertua masih tetap pendirian untuk mengadakan pesta mega ?."


" Iya Ayah sama keluarga pengennya begitu, supaya tidak ada lagi yang menghina keluarga kita lagi nantinya Vin."


"Yess akhirnya anak curut ini bisa ditakhlukkan juga, muda ternyata cukup dengan sedikit gertakan dan paksaan dia sudah kena" Sorak Tyo dalam hati


" Baiklah kalau memang itu keinginan Ayah Vin akan kabulkan, tapi tentu saja ada syarat yang harus Ayah penuhi sebagai gantinya."


" Boleh katakan saja, Ayah akan penuhi semua syaratmu."


" Jangan terburu nafsu Ayah, Vin takut Ayah mertua tidak bisa memenuhinya nanti."

__ADS_1


" Kamu meremehkan Ayah?"


Viandra hanya tersenyum simpul menanggapi pernyataan Om Tyo


" Persyaratan Vin sangat mudah, ada dua syarat utamanya."


Viandra berhenti berbicara hanya demi melihat reaksi dari kedua keluarga besar yang sedang berkumpul.


" Pertama jika Ayah keberatan dengan segala konsep yang sudah Vin susun silakan Ayah boleh menggantinya akan tetapi segala biaya dari awal sampai akhir Vin maupun Ayah Rahma tidak akan ikut ambil bagian."


" Kedua, jika nanti konsep yang diusung tidak sesuai dengan keinginan Vin maka Vin bisa membatalkan semua acara tanpa protes dan tuntutan."


" Kenapa bisa begitu? itu namanya tidak adil. Kamu mau lepas tanggung jawab dengan membebankan semua biaya pada keluarga Ayah?"


" Tidak sama sekali Ayah, bukankah tadi Vin bilang jika Ayah masih bersikeras dengan keinginan Ayah silakan tapi itu syarat dari Vin. Kalau soal tanggung jawab bukankah sekarang Vin sedang menjalankan tanggung jawab Vin."


" Atau jika Ayah mertua masih bersikeras bagaimana kalau kita batalkan saja acaranya, simpel bukan?"


" Mudah sekali kamu berbicara, kamu tidak memikirkan bagaimana Ayah nanti dihadapan teman-teman Ayah?"


" Semua keputusan ada ditangan Ayah, Vin menunggu jawabannya Ayah. Lanjut dengan segala konsep yang Vin buat atau batal semuanya."


°°°°°


Raga pov


Berlalu pergi membawa kenanganmu dihati, mencoba mengala demi kenyataan yang ada. Memang benar aku mencintaimu itu terbukti saat melihat air matamu menetes hatiku pun sakit.


Ingin rasanya aku membawamu pergi jauh, mencari tempat dimana kita bisa merajut rindu dan membangun rumah kita sendiri berdasarkan cinta. Namun logika kembali bertanya apakah pantas Aku melakukan itu semua. Melukai kebahagiaan dua keluarga hanya demi cinta dan kebahagiaan kami berdua namun apakah semua itu akan menjamin kebahagiaan akan kami raih?


Masih ada Ibu dan adikku, aku tidak boleh egois dengan hanya memikirkan hatiku tanpa menoleh pada mereka. Jika Aku melakukan kesalahan Ibu pastilah akan jadi orang pertama yang Aku kecewakan dan Aku tidak mau itu.


Aku mengubur cintaku padamu dalam gelapnya malam dan terangnya pagi. Aku menitipkan sayang dan rindu ini pada cakrawala dan fajar yang menyingsing.


Cintaku akan pudar seiring bergantinya hari, bukan karna kasih sayangku padamu yang semu tapi lebih pada kenyataan bahwa cakrawala dan fajar tidak akan pernah bersatu begitupun malam dan siang.


Mungkin dengan begini sakitnya akan hilang perlahan bersama bergantinya suasana. Maaf aku harus rela melepaskan segalanya. Harapku Engkau akan selalu berbahagia Aamiin.


Raga mendongak seolah sebagai tanda dia merelakan semua dan kembalikan pada kenyataan. Saat ini dia sedang berdiam seorang diri mencoba untuk berdamai dengan hatinya sendiri.

__ADS_1



Kupejamkan mata, kurasakan semua. Yang pernah, yang pernah singgah. Kuteteskan lara, kukenangkan cinta. Perih terasa menggores jiwa.


Sendiri ku kini dalam sunyi, tanpa dirimu ada disisiku. Menetes air mata dipipi, coba menggapai bayang dirimu. Kuhanya bisa mengenangmu.( Rosa , mengenangmu)


sepenggal lagu rosa mewakili suara hatiku saat ini. Semoga Kau selalu bahagia Cantika.


Aku menyerah bukan karna tak cinta, tapi aku menyerah karna banyak orang yang membutuhkan cintaku. Kamu, keluargaku dan para sahabatku. Pada mereka cintaku akan berlabu untuk sementara waktu.


°°°°


" Yank, kenapa aku ikut deg-deg'an ya?"


" Memang kenapa sih?"


" Melihat Aa Vin melakukan banyak persiapan ini itu membuat ku ikut nervous."


" Ish ada-ada saja kamu ini, mana mungkin bisa begitu AL?"


" Queen boleh tidak panggilan nama dirubah, masa iya masih manggil AL terus"


" Panggil gimana? kamu jelek amat kalau mayun begitu Ayy"


" Panggil apa barusan?". Al menoleh kearahku


" Ha, panggil apa memang ?" Aku kembali berpura-pura tak sadar dengan ucapanku


" Sayank,,"


°°°°


***TBC Genk's


°Mohon dukungannya


°Like komen rate ☆ 5 dan favourite


°Makasih banyak atas dukungannya & love you all***

__ADS_1


__ADS_2