Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
CINTA ??


__ADS_3

Kailandar


" Mama mengakhiri hidupnya, meninggalkanku sendiri Queen. Saat itu Aku ingin sekali ikut Mama, namun Aa Vin selalu datang menghiburku. Aku tidak tau apa jadinya Aku tanpanya dulu Queen."


Aku tertegun, begitu kuat ikatan antara AL dan Kak Andra. Pantas saja selain memiliki sifat yang sama, mereka sama-sama misterius.


" Yank, Aku tidak tau setelah mengetahui semua kebenaran tentang Aku dan keluargaku ini apa Kamu masih bersedia berada disisiku." Aku menetap AL benar-benar tak percaya dia yang bicara seperti ini sekarang.


Semua kepercayaan dirinya dan kecuekannya selama ini yang terkenal hilang menjadi AL yang lemah dan rapuh. Aku yang tidak tau kronologi aslinya pun kaget dan tidak percaya semua cerita andai itu bukan dari orangnya langsung.


" Bicara apa sih Ayy." Aku memeluknya erat.


Ingin Aku menangis namun rasanya Aku harus tahan semampuku, AL lebih membutuhkan semangatku saat ini.


" Queen, Mama menyuruhku meminumkan air itu saat Mama masih terjaga, andai waktu itu Aku tidak menurutinya mungkin Mama masih bisa terselamatkan."


Sudah pecah tangisnya dan itu memancing air mataku ikut turun. Tak bisa Aku pungkiri hatiku pun ikut ngilu mendengarnya.


" Aku turut andil dalam kematian Mama Queen. Aku memberikan air itu untuk Mama minum. Aku pembunuh Mama Queen Aku pembunuh."


°°°°°


Viandra


" Siang boss."


Bim bim meletakkan banyak berkas diatas meja membuat Vin menatapnya heran, bukannya Vin hanya meminta berkas tentang istrinya? kenapa jadi banyak berkas yang datang sekarang?


" Bukankah hanya berkas istriku yang Aku minta Bim?."


" Saya tau boss, semua berkas nyonya sudah saya persiapkan."


Bim menyerahkan 4 berkas yang terpisah, masing-masing berkas berada dalam amplop coklat bertulis isi masing-masing.


" Lalu yang itu buat siapa? dan berkas apa?." Vin menunjuk 3 amplop lagi yang masih berada diatas meja.


" Ini berkas tentang Rio boss, eh maaf boss Rio maksud saya."


" Rio? jelaskan ringkas sebelum Aku baca laporanmu!"


" Lebih tepatnya ini penjelasan tentang siapa dan bagaimana boss Rio, maksud Saya siapa boss Rio sebenarnya dan keluarganya."


" Misteri lagi? astaga huuf, simpan informasi hanya untuk kita berdua Bim. Ingat jangan ada orang lain yang tau tentang ini!."


" Saya selalu ingat itu boss."


" Bagaimana dengan AL saat ini?."


" Boss kecil masih berada diApartement nyonya Boss."


" Yana masih menemaninya?"

__ADS_1


" Iya boss, mereka masih ber dua disana, apa perlu Kami ikut masuk ke dalam Boss."


" Tidak perlu Bim, Aku percaya mereka berdua bisa jaga diri. Suruh anak buahmu untuk tetap bersiaga saja, menjaga kemungkinan yang tidak Kita inginkan."


" Baik boss siap laksanakan."


" Mau perang kamu Bim?"


" Ah maksudnya Boss?."


" Siap laksanakan kayak prajurit mau perang aja Kamu."


" Astaga si boss hahahha."


" Makan siang disini aja Bim, nanti selepas dzuhur baru Kamu berangkat."


" Baik Boss, tapi berangkat kemana ini boss?"


" Pulang emang Kamu mau tetap disini, ganggu yang ada nanti." Viandra tersenyum entahlah sekarang Dia merasa selalu ingin tersenyum.


" Astaga Boss, mana berani saya mengganggu. Yang ada Saya jadi pengen Boss."


" Pengen apaan Kamu jangan ngaco, nikah dulu Bim."


" Ya itu maksud saya Boss."


°°°°°°


Raga


" Sudah Kak, tadi urusan Salma ternyata tidak begitu ribet Kak makanya cepat sekali beresnya."


" Bagus dong, kalau begitu bisa temani saya jalan-jalan lebih lama lagi."


" Iya Kak," Salma tersenyum menyambut Raga yang membukakan pintu mobil untyknya.


" Hey Kalian tidak sopan ya, main pergi gitu saja tanpa pamit." Ricky keluar memasang wajah pura-pura marah.


" Eh Kakak maaf Salma lupa."


Salma keluar kembali dari mobil sambil nyengir tanpa dosa, menghampiri Ricky yang sudah berkacak pinggang di depan pintu rumah.


" Astaga Gue kira Lue kaga ada dirumah Bro." Raga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Terus kalau tau Gue gak dirumah Lue mau seenaknya nyolong gitu aja?."


" Ya kagak gitu juga Bro."


" Kak maaf ya tadi Salma lupa kasih tau Kak Raga kalau Kakak lagi ada dirumah, hhihihi habis Salma senang sekali Kakak ijinin Salma nemenin Kak Raga."


" Iya nyesel Kakak kasih ijin, baru saja diijinin sudah lupa sama Kakak."

__ADS_1


" Heheh Gak lupa Kak cuma tidak ingat saja sedikit."


" Sama saja itu, ingat pesan Kakak ya."


Salma mengangguk faham akan kekhawatiran Kakaknya, sudah dua kali Salma menjalin hubungan namun dua-duanya berakhir dengan Salma yang depresi berat. Itu sebabnya Ricky sangat menjaga adiknya agar tidak lagi berhubungan dengan orang sembarangan.


" Gue nitip adik Gue ke Lue ya bro, Dini sudah menceritakan semuanya ke Lue pasti kan. Jadi tolong jaga Dia, Gue yakin kalau Lue bisa buat adik Gue tersenyum lagi Bro."


" Akan Gue usahain Ric tapi Gue tidak bisa janjiin apa-apa buat keberhasilannya itu sudah diluar kemampuan Gue."


" Gue tau itu, Gue cuma pengen lihat Adik Gue kembali tersenyum."


" Kami pamit ya Bro, Gue ajak Salma dulu ya."


" Hati-hati." Ricky menepuk pundak Raga hangat


Dia sangat yakin Raga orang baik, Ricky ingin mengembalikan keceriaan adiknya yang menjadi pribadi murung dan hanya mau bergaul dengan orang-orang yang dikenalnya saja.


" Kakak Salam pergi dulu ya."


Salma tersenyum sambil melambaikan tangannya. Dia bahagia bisa berjalan-jalan keluar lagi. Beberapa waktu ini Ricky sangat menjaganya hingga Salma tidak lagi bisa bebas keluar rumah, bukan karna Kakaknya itu jahat. Tapi Ricky melakukan itu juga demi kabahagiaan Dirinya, Ricky melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Salma dihina dimuka umum oleh mantan pacarnya dulu. Itu membuat Ricky murka apalagi yang Dia tau laki-laki itu yang datang padanya memohon untuk bisa menjadi kekasih Salma.


°°°°


Kailandar


Ku pandangi wajah tampan yang sedang terlelap dihadapanku, melihat wajah tenang itu siapa yang akan menyangkah bahwa baru beberapa waktu lalu pria itu meratap pilu dan rapuh, menangis terseduh dan putus asa tergambar jelas diwajahnya.


Setiap manusia mempunyai kisah kelam dalam hidupnya tak terkecuali seorang AL, dan Aku tentunya. Dulu aku sempat berfikir kalau hanya Aku orang yang tidak beruntung didunia ini, mendapat cemoohan, hinaan dan dikucilkan hingga memilih pergi dari kampung halaman demi memulai kisah yang baru.


" Aku sayank Kamu Ayy."


Aku mencium keningnya lembut, tak ingin mengganggu tidurnya yang tenang. Aku yakin beberapa hari ini AL sangat kurang istirahat.


" Aku juga sayank kamu Queen." Tiba-tiba AL merengkuhku hingga jatuh terjerembab kearahnya.


Aku tidak bisa memikirkan apapun lagi. Kami hanya ingin bahagia, ciuman demi ciuman kami lakukan saling berbalas hanya demi mengungkapkan bahwa hati kami satu. Tidak peduli masa lalu, tidak peduli kisah pilu. Yang kami tau Kami bahagia.


" Aku mencintaimu"


°°°°°


☆ Seriusan Aku bingung cinta itu apasih? kok bisa bikin mupeng wwkwkk


***TBC Genk's


° mohon dukungannya


°like komen rate ☆5 dan favorite


° Makasih & love you all

__ADS_1


Mampir juga cerita ke dua ku ya*** ..



__ADS_2