Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Viandra Nuhril Rahma


__ADS_3

" Sekarang jawab aku Yank, Apa kamu mencintaiku? adakah rasa itu tersisa untuk ku yank?."


AL menatapku lembut, tapi justru semakin membuat Aku gugup


Aku masih terdiam, berusaha mencari kebenaran hatiku. Menelaah dan mencerna, apakah Aku mencintainya? apakah rasa itu sudah hadir? atau hanya rasa nyaman yang Aku rasakan saat bersamanya.


"AL, aku. Aku takut untuk mengakui perasaanku, apakah ini cinta atau rasa nyaman yang aku rasakan kepadamu.


Saat kamu pergi aku meridukanmu, saat kamu tak ada kabar aku sangat mencemaskanmu, saat kamu marah aku sangat takut. Aku mencemaskan segala hal tentangmu tapi, apakah itu cinta?"


" Sejujurnya aku takut terluka, mencintai terlalu dalam. Memakai hati untuk bersumpah itu menyakitkan. Aku tidak mau mengulang sakit yang sama. AL, apakah kau menuntutku untuk menjawabnya sekarang?."


" Tidak, tidak usah menjawabnya kalau begitu. Kita jalani ini bersama, cukup rasakan cintaku untukmu Yank.


AL merengkuhku dalam pelukannya dapat kurasakan debaran itu, maafkan aku. Bukan aku tak tau rasa ini, tapi aku harus berusaha keras membentengi diriku agar tak lagi mengalami luka yang sama. Nanti jika aku sudah merasa yakin dan mampu aku akan ungkapkan semua AL, untuk sekarang maaf aku harus membohongi mu dan juga membohongi perasaanku sendiri. Maaf


Terlalu cinta itu sakit ..


°°°°


Viandra


" Apa yang kau lakukan Lidya? kau sengaja mau mempermalukanku?.


" Kalau iya kenapa? apakah kamu akan marah? bukankah kamu tidak mencintaiku selama ini? bukankah pertunangan ini palsu?"


" Omong kosong, apa yang ada diotakmu? apa yang kau pikirkan?. Berulang kali aku bilang jaga sikapmu, kenapa melakukan hal ini lagi?"


" Kenapa katamu, Vin. Aku sudah cukup bersabar menantimu, perasaanmu dan cintamu. Tapi sampai kapan? status pertunangan kita hanya kau anggap status bukan? kau masih mencintainya kan? jawab Vin. Jika memang begitu kenapa tidak diakhiri saja semuanya."


" Kau ngelantur Lidya, kenapa kau berpikiran sejauh itu."


" Kalau begitu katakan padaku apa kau masih mencintainya? atau mencintaiku?"


Astaga pening kepalaku menghadapi rengekan Lidya tentang hal yang sama, ini bukan yang pertama tapi yang ke dua dia begitu.


Apakah aku terlalu kaku padanya? huuf, aku memang tidak mencintainya tapi selama ini aku sudah berusaha keras untuk dapat menerimanya.

__ADS_1


Gadis kecilku, ya dalam hati ini masih ada gadis kecilku.Ketegarannya, kebawelnya, keuletannya, kemandiriannya juga kerapuhannya masih membekas di benakku.


Seandainya saja waktu itu aku tidak dalam misi membantu dan memantaunya, mungkin aku tidak akan mengenalnya.


Tapi misi itu pula yang menjadi penghalang rasaku, dari awal aku harus mengunci hati dan hanya boleh acuh menganggapnya adik. Walau berat aku harus bisa melewatinya.


Masih teringat hari dimana aku melihat dia menangis, ingin sekali memeluk dia dengan sayang. Tapi pelukan sayang itu hanya bisa aku lakukan sebagai kakak.


" Siang, kamu.."


" Perkenalkan saya Yana Pak, kemarin saya mendapat panggilan untuk datang interview hari ini."


" Curiculum Vitae."


" Oh, ini pak maaf ."


Dia meletakkan map coklat dihadapanku, terdapat semua berkas tentangnya, pandanganku terkunci pada lembaran foto yang menampilkan senyuman manisnya. Senyuman yang selalu menghantui setiap hariku.


Penerimaan karyawan baru ini juga adalah rekayasa, Aku sendiri yang membuat seolah-olah ada lowongan. Dan tepat sasaran, karna sebelumnya Aku sudah mengumpulkan semua informasi tentang Dia.


Aku mendapatkan tugas dari atasanku untuk membantu gadis kecil ku, aku juga harus melaporkan segala kegiatan dan keadaannya. Tugas yang sangat muda karna Dia gadis sederhana yang tidak banyak tingkah. Tapi, menjadi sangat berat karna perasaan yang aku rasakan padanya berubah arah


Aku mengumpulkan semua info tentang nya untuk AL, anak dari Pak Rahma. Keluargaku sangat berhutang budi pada Beliau, karna Pak Rahma lah aku bisa jadi seperti sekarang ini. Dan AL, aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku.


Waktu itu AL masih melanjutkan studinya saat kejadian yang menimpah Gadis kecilku, AL mendapatkan segala info dari temannya Andi. Sejak itulah AL meminta ku untuk membantu Gadis kecilku bangkit sampai menunggu waktu AL kembali .


Aku sendiri tidak pernah menduga akan perasaanku sendiri yang tumbuh tanpa aku minta dan hadir tanpa permisi dalam relung hatiku.


Saat pertama kali aku menyadarinya Aku sempat bingung bagaimana melanjutkan misiku, sampai akhirnya Ayah begitu aku memanggil Pak Rahma datang dan memintaku untuk menemaninya pergi ke Banyuwangi.


Ya, Banyuwangi tempat dimana Gadis kecilku lahir, tumbuh dan mandiri. Awalnya aku tidak tau apa maksud Ayah mengajakku, aku pikir hanya untuk menemaninya berkunjung ke kantor cabang 2, ternyata aku salah.


Pertemua itu untuk mengenalkan ku dengan Lidya, seorang gadis yang menjadi tunanganku saat ini.


Lidya cantik, menarik sama seperti gadis kebanyakan tapi ada yang aku tidak suka dari awal pertemuan itu. Dia gadis manja.


Aku tidak tau apakah penilaianku itu murni karna memang dia begitu atau karna aku sudah terbiasa dengan kemandirian Gadis kecilku yang setiap hari aku lihat.

__ADS_1


Masih teringat jelas kata-kata Ayah waktu itu, dengan bijak beliau menjelaskan semuanya. Aku dapat mengerti kekhawatiran Ayah.


" Vin, sebentar lagi AL akan pulang. Ayah mau dia melanjutkan tugas ayah untuk memikul tanggung jawab memegang kendali perusahaan. Ayah mau kamu membantunya."


" Sudah beres kah study AL yah?


" tiga atau empat bulan lagi adikmu pulang Vin, Saat nanti AL pulang ayah juga mau kamu memikirkan hidup kamu sendiri Vin."


" Maksud Ayah?"


" Maksud ayah, sudah waktunya kamu memikirkan diri kamu sendiri, memulai menjalin hubungan dan membina keluarga. Ayah dan Bapak sudah tua, belum ada seorang pun dari kalian yang berniat membina rumah tangga. Lalu kapan kami bisa punya cucu." Ayah tersenyum


Aku pun tersenyum, tapi taukah ayah jauh direlung hatiku sangat nyilu.


" Menurutmu bagaimana Lidya Vin?" huuf sesuai dugaanku Ayah pasti akan membahas ke arah sana .


" Cantik yah."


" Kau ini, semua perempuan cantik Vin. Maksud ayah, gimana apa ada perasaan aneh setelah bertemu dia tadi?"


" Biasa aja ayah, mungkin karna baru bertemu jadi belum ada apa-apa yah."


Dan itulah kesalahan terbesarku, jawabanku membawaku kedalam dilema yang lebih besar.


Ayah menyikapi jawabanku sebagai pengakuan, dan aku tidak bisa lagi membantahnya. Sampai akhirnya AL menelfonku dan mengabarkan bahwa kepulangannya akan dipercepat.


Semuanya harus aku akhiri, pemilik hati Gadis kecilku akan kembali dan memperjuangkannya. Aku tau AL sangat mencintai Gadis kecilku dan aku harus mundur.


Gadis kecil kesayanganku, maaf aku harus menyerah dengan rasaku.


°°°°°


TBC guys ..


°Mohon dukungannya


°Like , Komen, favorit dan Rate juga vote nya

__ADS_1


°Terima kasih dan love you all


__ADS_2