
Setitik embun menempel di dedaunan pagi ini, menandakan sinar matahari mulai naik meninggih. Weekend membuat sebagian orang bermalas-malasan untuk bangun pagi. Namun sebagian lagi masih tetap melakukan rutinitas pagi seperti hari biasanya. Bagaimana denganku?
Pagi ini aku terbangun sangat awal, biasanya paling pagi jam 5 atau setengah 6. Terkadang bangun jam setengah 5 tetapi setelah sholat melanjutkan untuk tidur lagi.
Tidak untuk pagi ini, tiba-tiba saja jam 4 bangun dan ingin jogging terlalu awal bukan? akhirnya aku pakai buat beberes kamar kost sambil menunggu sampai jam pas buat pergi keluar.
Sudah terdengar riuh suara ibu-ibu komplek yang sedang menanti Bapak penjual sayur, para ibu-ibu biasa menyebutnya pasar dadakan, pengen ketawa rasanya ada-ada saja mereka itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, waktunya aku bersiap untuk keluar. Memakai setelan olah raga berwarna krem aku siap melunturkan sebagian lemak tubuhku, mumpung semangat dan cuaca juga mendukung.
" Astaghfirullah."
Aku terlonjak kaget saat berbalik akan menutup pintu, Ada terlihat selulit bayangan terduduk dibangku teras, karena suasana pagi masih agak remang-remang aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang duduk dan menangkupkan tangan dimeja sebagai alas penopang kepalanya. Dari postur tubuhnya seperti seorang laki-laki tapi entahlah karna dia memakai jaket hody warna hitam menambah susah buatku mengenalinya.
Perlahan aku dekati sosok yang sepertinya sedang tertidur itu, dari bau parfumnya aku seperti mengenali orang itu. Tapi untuk apa dia tertidur disini?
" Kak" sekali aku memanggilnya tak ada jawaban bahkan sosok itu tak bergeming sedikitpun.
"Kak"
Sedikit aku meninggihkan volume suaraku berharap Dia akan segera tersadar, ternyata masih gagal juga.
Akhirnya aku beranikan diri untuk semakin mandekat dan menggoyangkan tubuhnya.
" Kak, Kak Andra" Ya sosok itu adalah Kak Andra, aku sendiri heran kenapa bisa dia tertidur di sini.
" hemm," Gumamnya dan hanya menggeliat sebentar sebelum tidur lagi.
Miris melihatnya tertidur dalam posisi duduk, pasti tidak nyaman buat tubuhnya.
" Kak Andra, bangun Kak! kenapa tidur disini?."
" Hemm, pagi Yan."
" Pagi juga Kak, kenapa tidur disini Kak? dan sejak kapan ada disini?."
" Boleh minta air minum dulu?, Kakak haus."
" Eh, iya tunggu bentar Kak, aku bikinin air hangat dulu."
" Makasih ya."
Aku hanya tersenyum dan berlalu kembali membuka pintu yang tadinya mau aku kunci rapat.
Kembali aku bertanya pada diriku sendiri, untuk apa dan sejak kapan Kak Andra tertidur di teras kost ku. Kebiasaan bukan? aku selalu bertanya dan berasumsi sendiri akan semua kejadian.mungkin itu sebabnya aku sering mengalami sakit kepala dan selalu berfikiran yang bukan-bukan akan banyak hal.
__ADS_1
" Kak, diminum dulu."
Kusodorkan segelas air hangat dan secangkir kopi susu untuknya. Aku tau kebiasaan Kak Andra karna dulu sering meminta aku membuatkan seperti itu saat pagi harus menjemputku dan dia tidak sempat sarapan.
" Kak belum jawab pertanyaan ku tadi, kenapa tidur disini? dan sejak kapan Kak Andra disini?."
" Mau pulang rasanya kok malas, makanya Kakak mampir kesini ternyata kamu dah tidur."
" Jam berapa?."
" Jam 2 kayaknya semalam." Jawabnya tanpa beban seperti biasa.
Pembawaan tenang dan lugas dalam menjawab pertanyaan membuat lawan bicaranya tidak bisa menebak apa kira-kira isi pikirannya.
" Ada masalah ya Kak? mau cerita? siapa tau aku bisa bantu Kak."
" Kalau aku bilang, aku mau kamu yang berdiri disampingku besok lusa. Apakah kamu mau mengabulkannya gadis kecilku? dan apakah jika aku meminta kamu meninggalkan AL, kamu akan melakukannya? Salahkah jika aku ingin bertanya tentang rasamu padaku gadis kecil?." Batin Viandra melirih pilu.
Tentu saja semua pertanyaan itu hanya ada dalam hati dan angannya, karna sampai kapanpun Dia akan berusaha menyembunyikan rasa dihatinya berharap tidak akan ada orang lain lagi yang tau selain AL dan dirinya sendiri.
" Kak, kenapa menatapku seperti itu?ada yang aneh kah?." Aku mencoba melihat ketubuhku sendiri kalau-kalau ada sesuatu yang salah.
" Kamu mau olah raga pagi tadi ya? maaf banget Kakak mala mengganggu ini."
" Gak papa Kak, besok-besok atau lain waktu juga bisa kok. Emm, Kak kenapa tidak pulang kerumah semalam? mala tidur disini?."
" Mungkin nervous itu Kak, biasa mendekati hari H kata orang biasanya begitu."
" Sok tau kamu ya."
Aku hanya tersenyum, masih ingin bertanya tapi aku tahan karna aku tidak mau lagi ada ke salapahaman antara kami semua.
Ting..
Pergi jauh titipkan perih, sedetik pun peduli...
nada dering hp ku terdengar mengalun, aku buru-buru beranjak masuk untuk mengambilnya. Karna tadi aku sempat meninggalkannya sewaktu membuatkan kopi buat Kak Andra.
°°°°°°
Bintang malam sampaikan padanya aku ingin melukis sinarmu dihatinya. Embun pagi katakan padanya biar ku dekap erat waktu dingin membelengguhnya .
Taukah engkau wahai langit kuingin bertemu membelai wajahnya .Ku pasang hiasan angkasa terindah hanya untuk dirinya
lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadari ku tercinta. walau hanya nada sederhana, ijinkan aku ungkap segenap rasa dan kerinduan. (Lagu rindu, krispati)
__ADS_1
Huuf, kuhembuskan nafas beratku.Sungguh tersiksa menahan rindu dalam dada, saat-saat aku bersamanya selalu terbayang tanpa bisa aku tolak dan aku cegah.
Apa yang kau lakukan padaku sebenarnya Yank, hingga rasa ini begitu kuat menancap dijiwaku. Menghindarimu adalah hal sulit yang harus aku lakukan, dan melupakanmu adalah hal paling menakutkan yang pernah aku pikirkan. Sanggupkah aku melaluinya? sepertinya tidak yank tidak akan pernah aku sanggup melakukannya.
Mungkin dengan melihat kamu bahagia adalah jalan terbaik, walau itu bukan aku tapi setidaknya aku masih bisa melihatmu tersenyum.
Tapi, hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat aku tersiksa begini. Berbicara dan merangkai angan memang mudah akan tetapi terlalu sulit untuk melakukannya.
Dan akhirnya aku kalah dengan perasaanku, aku tidak mampu lagi menahan rindu ini.
Kring..kring..
Masih terlalu pagi untuk menghubunginya akan tetapi aku sudah tidak sanggup lagi, rasanya terlalu menyesakkan dada
Bahkan semalam pun aku tak lena dalam tidur ku hanya kamu yang selalu terbayang Yank.
" Hallo."
Aku masih terdiam menikmati suaranya di balik gawaiku, membuat hatiku sedikit melegah karnanya.
" Hallo AL, ada apa? kenapa gak bicara sih?."
" Yank, maaf ya aku hubungi pagi-pagi begini. Kamu sudah terbangun kan? bukan karna aku mengganggumu?."
" Hihihi, aneh-aneh saja kamu ini AL. Sudah jam 6 masa iya aku belum bangun."
" Kan weekend sayank, kebanyakan orang kan bermalasan."
" Tapi tidak berlaku buat ku AL, itu berlaku bagi orang-orang yang memang hanya weekend bisa berlibur penuh."
" AL, ada Kak Andra disini."
Duar.. aku terkejut. Masih pagi Aa Vin sudah disana untuk apa? atau jangan-jangan mereka melewati malam bersama? dan segala macam pikiran buruk kembali bersarang diotakku.
" AL, hallo AL."
" AL ada apa? kamu tidak kenapa-napa kan AL? hallo AL kenapa tiba-tiba diam?."
" Yank, kalian.."
***TBC Genk's🤭
Mohon dukungannya
°like komen rate ☆5 dan favorite
__ADS_1
°vote jika berkenan 🤗
°Terima kasih banyak & love you all 😍***