
Tuhan, keputusanku ini sudah benar atau salah aku pasrahkan Padamu,
Kemarin malam sepulang kerja AL mengajakku ke rumah Pak Rahma, disana beliau menanyakan keseriusan hubungan kami. Saat AL menjawab serius Pak Rahma langsung menyarankan Kami melangsungkan pertunangan atau bahkan langsung kepelaminan.
Aku hanya terdiam, jujur Aku minder keluargaku bukan dari kalangan orang berada tak sebanding dengan keluarga AL yang serba berkecukupan bahkan berlebih. Aku merasa tidak pantas namun Aku mencintai AL dan sayang dia.
" Mikirin apa sih Yank, dari tadi Aku perhatiin kurang fokus?."
" Mikirin kamu." Jawabku asal berbalik dan memeluknya membenamkan kepalaku didadanya.
AL balas memelukku lembut. Mungkin Dia bisa merasakan kegelisahanku, AL dan Kak Andra tau semua tentang masa laluku bukan?
" Aku disini sayank dan akan selalu disini didekatmu, Aku akan selalu ada untukmu kapanpun kamu mau. Jangan sedih, tenanglah my Queen." AL mecium kepalaku sayang membuatku semakin merapatkan pelukan dan mendekapnya erat.
°°°°°°
Viandra dan Lidya
" Bi, kita mau kemana ini? sepertinya Aku belum pernah kedaerah sini Bi."
" Nanti juga kamu pasti tau sayang, sekarang duduk yang tenang nikmati perjalanan ok."
" Ih Abi selalu bikin penasaran, kan pengen tau Bi."
" Kata orang kepo itu tidak baik sayangku."
Lidya manyun menanggapi perkataan Viandra, sedangkan Vin hanya tersenyum melihat sifat kekanakan Lidya yang manja. Viandra tidak keberatan dengan sifat itu hanya saja Dia lebih suka wanita yang tangguh dan cuek. Huff pikiran Viandra kembali berkelana pada sosok gadis kecilnya.
Andai kamu yang ada disampingku saat ini gadis kecilku, pasti aku akan sangat bahagia. Astaghfirullah mikir apa Aku ini, Viandra menggelengkan kepala demi mengenyahkan pikiran buruknya .
" Abi ada apa?."
" Tidak ada apa-apa sayang, hanya leher Abi kerasa kaku-kaku. Sepertinya kalau dipijit akan nyaman nanti."
" Mau Lid pijitin nanti Bi?."
" Emangnya sayang gak keberatan?."
" Ya enggak lah Bi, dari pada orang lain yang pijit kan mending Lid aja Bi."
" Istri baik, makin sayang deh. Sayangnya masih nyetir jadi hadiahnya nanti ya."
" Ih apaan sih Abi, kan Lid jadi malu Bi."
__ADS_1
Viandra tersenyum, sungguh dalam hati Dia sangat merasa berdosa pada istrinya. Karna bagaimanapun rasa itu belum hadir menyentuh hatinya, mungkin masih butuh lebih banyak waktu lagi.
" Sayang kalau nanti malam Kita bermalam disana Kamu bakal keberatan tidak ya?."
" Nah itu Lid susah jawabnya Abi, kan Lid belum tau tempatnya gimana?."
" Jadi harus lihat tempatnya dulu ya baru bisa menjawab?."
" Tidak juga sih, tapi kan bisa jadi bahan pertimbangan Abi?."
" Kalau Aku bilang tempatnya jelek, agak kumuh dan juga bukan hotel berbintang atau penginapan yang bagus. Apa kamu masih mau menginap ditempat seperti itu, tentunya menemaniku?."
" Kalau Abi mau kenapa Lid harus keberatan, sekarang Lid adalah bagian dari Abi, dimanapun Abi berada maka Lid akan ada disana pula asal Abi membawa Lid ikut serta ."
" Terima kasih sayank, Abi menantikan jawaban Kamu yang itu sebenarnya. Abi senang karna sayank sekarang bisa lebih terbuka dan mau mengikuti gaya hidup Abi, Abi harap sayang akan selalu konsisten dengan pilihan dan komitmen yang sudah diputuskan."
" Makasih Abi."
" Love you sayank."
" Love you juga Abi."
°°°°
Dini pov
" Kan cuma kenalan gak ada yang salah kan, lagi pula Raga cowok yang baik. Aku kasihan aja sama Dia, apalagi setelah mendengar curhatannya padamu, aku semakin yakin pengen membantunya keluar dari belenggu cinta kusutnya. Bagaimanapun jalan Dia menjadi bayangan dalam hubungan Cantika dan Rio sudah salah."
" Aku sih faham Rick, kenapa Raga belum bisa melepaskan Cantika begitu saja. Mereka berdua sebenarnya saling mencintai namun kenyataan yang ada tidak sejalan dengan harapan mereka."
" Itu artinya mereka memang tidak berjodoh, makanya Tuhan memberi jalan begini untuk menjauhkan mereka. Mungkin memang caraNya yang sangat perih tapi jika yakin dan ikhlas menerima pasti akan ditemukan hal lain yang berharga dalam keperihan itu."
" Iya, Aku jadi makin sayang deh sama kamu Rick. Kamu sangat dewasa dan mau memikirkan orang lain."
" Baru tau ya, kemarin-kemarin Kamu tersesat dimana sayang?." Canda Erick sambil mencolek dagu Dini.
°°°°
Yana pov
" Malam Om, maaf Yana baru bisa berkunjung."
Gugup? pasti karna ini pertama kalinya Aku bertemu muka dengan Om Rahma. Apalagi bertemu bukan cuma sebagai karyawan di perusahaannya namun sebagai kekasih AL yang notabenya " Anak Emas keluarga Rahma"
__ADS_1
" Tidak apa-apa Om bisa ngerti kok, kesibukan anak muda." Sindir Om Rahma sambil tersenyum
" Ayah jangan buat my Queen ku takut Yah, kalau nagis gimana? AL lupa siapin balon dulu tadi waktu mau kesini."
Astaga AL sudah tau Aku gugup mala bikin guyonan garing, mala bikin aku kikuk aja.
" Aduh sayank kenapa nyubit sih, kan sakit. Cium aja harusnya."
" AL." Rajukku
Takut-takut aku melirik OM Rahma yang terlihat santai dan terseyum melihat tingkah kami. Aku tau AL berusaha mencairkan suasana agar Aku lebih rilex lagi.
" Kalian ini masih saja seperti anak kecil, bentar lagi menikah masih saja seperti ini. Bagaimana terus mau lanjut apa mundur saja ini?."
Ha, apalagi ini Om Rahma bicara begitu apa maksudnya coba? menikah? bahkan memikirkannya pun Aku belum berani karna Aku masih ragu dengan keadaanku.
" Ayah kami belum membicarakan ke arah sana Yah, Kami masih menikmati masa bersama ini Yah."
" Aku sangat menginginkan pernikahan itu Ayah sebagai pengikat cintaku untuk Queen, namun Aku juga tidak boleh egois hanya memikirkan tentangku saja tanpa memikirkan perasaannya." AL berdebat dengan hatinya sendiri.
" Apapun alasan kalian Ayah gak mau tau yang jelas Ayah mau kalian segera memikirkan untuk hubungan kalian kedepannya mau serius atau cuma main-main. Ayah mau jawaban sesegera mungkin."
" Viandra sudah Ayah lepas dari pikiran karna Dia sudah berkeluarga sekarang jadi Dia bisa bertanggung jawab atas keluarganya sendiri. Bukan berarti Ayah benar-benar lepas tangan karna kalian sudah menikah, namun Ayah tidak lagi memfokuskan pikiran."
" Tinggal AL dan Rio yang jadi pikiran Ayah."
AL menggenggam tanganku sebagai penguat, Aku tersenyum dalam kegelisahan. Aku tau dan sadar kekhawatiran Om Rahma. Beliau menanggung tanggung jawab atas ketiga anaknya. Tiga? tapi Rio kenapa Om Rahma mengakui kalau Rio anaknya, sungguh keluarga Rahma penuh misteri.
" Kami akan merundingkannya Ayah, harap Ayah bisa bersabar dan beri Kami waktu sedikit lagi. Kami juga tidak mau asal bertindak jadi Kami akan membicarakan baik buruknya dulu Ayah."
AL mencoba berbicara, aku tau itu hanyalah alasan AL agar aku bisa tenang dan keluar dari situasi yang membuat ku gugup setengah mati.
AL sudah tepatkah aku melabukan hatiku padamu dan apakah aku pantas untuk berada disisihmu nanti?
°°°°
☆ ***Cinta mudah diucapkan dan diungkapkan namun yakinkah ada ketulusan didalamnya?
☆Semua orang bisa mengatakan cinta namun ingatlah ada kadar yang berbeda disetiap kata
Happy reading guys
°mohon dukungannya
__ADS_1
°like komen rate ☆5 dan favorite
° Terima kasih & love you all***