Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
INTERMEZO


__ADS_3

VIANDRA


" Sayank, Kita jalan-jalan ke taman belakang yuk. Kamu pasti suka, sekalian ada yang mau Abi sampaikan padamu."


" Tumben Bi mau bicara nyari tempat dulu, hihihi pasti kejutan buat Lid ya Bi."


" Memang tentang Kamu sayank, tapi janji ya setelah Abi ceritakan semuanya Sayank harus tetap ceria dan bahagia seperti ini."


" Kok jadi deg deg'an ya Bi, hal penting ya Bi?."


" Kita jalan dulu ya Yank!."


Bukan hanya hal ini penting namun sangat-sangat sensitif, Lid Aku saja bingung harus memulai dari mana menceritakan semua kepadamu. Namun jika semakin lama Aku menyimpan rahasia ini akan semakin membuat rasa bersalah semakin besar kepadamu.Viandra berbisik pada hatinya sendiri.


Aku tidak tau apa yang akan Abi ungkapkan, apa Abi berencana menceraikanku? lalu bagaimana nasibku setelah ini? Aku harus kemana dan bagaimana pulang kerumah Ayah sudah tidak mungkin Dia pasti akan mengamuk jika tau Aku gagal. Lidya sibuk bertarung dengan pikirannya sendiri menebak dan menerka segala macam kemungkinan yang akan dihadapinya sebentar lagi.


°°°°


RAGA


" Sal, kalau kita singgah makan dulu gimana? ini sudah lumayan sih barang-barang yang mau Aku beli tinggal beberapa aja yang belum. Kita lanjut setelah makan gimana?."


" Boleh Kak tapi Sal lagi pengen makan Sabu boleh Kak?"


" Haa, gak salah Sal udara panas begini makan begituan?"


" Hehe pengen Kak, udara panasnya kan diluar Kak didalam sana kan dingin, boleh ya Kak?"


" Baiklah tapi janji jangan yang pedas nanti perut Kamu sakit."


" Sip makasih banyak Kak, sudah lama Sal pengen keluar begini Kak. Banyak hal yang pengen Sal lakukan, seperti makan es dikedai eskrim sudah lama Sal tidak melakukannya Kak, semenjak Kak Ricky melarang Sal keluar rumah sembarangan banyak hal yang dulu Sal lakuin jadi tidak pernah Sal jamah."


Salma menunduk ada sedih terlihat jelas dimatanya namun Dia tau apa yang dilakukan Kakaknya semata-mata demi kebaikan dirinya sendiri.


" Sudah jangan bersedih, sekarang kita makan Sabu nanti pulangnya kita singgah ke kedai eskrim tempat Aku dan Yana biasa nongkrong."


" Wah beneran nih Kak, asyik makasih banyak Kak."


Senyum Salma mengembang menampilkan dua lesung pipit yang membuat senyumnya semakin indah.


°°°°

__ADS_1


KAILANDAR


" Queen ayo kemarilah."


AL menggandeng tanganku memasuki sebuah ruangan yang terletak dibelakang rak buku diruang kerjanya. Awalnya Aku menduga itu kamar pribadi yang kecil sebagai tempat istirahat saat Dia lelah sewaktu menyelesaikan pekerjaannya, namun ternyata Aku salah besar. Ruangan itu terhubung langsung dengan kamar utama. Pantas saja Aku tidak melihat banyak pintu ternyata antara ruangan satu dan lainnya saling terhubung.


" Masuklah Yank, ini adalah kamar Ku saat Aku pulang dan menginap disini, dan dibalik lukisan itu ada pintu keruang sebelah kamar Mama dulu."


Aku memandang takjub pada kamar ini, luas dan banyak sekali hiasan yang terpasang, tapi yang membuat Aku terkejut ada fotoku terpajang disana diatas tempat tidur itu, astaga kapan AL mengambil foto itu. Aku sendiri sudah lupa kapan tepatnya Aku pergi ke pantai dan berfoto ria. Sudah lama semenjak Aku pergi dari kampung Aku meninggalkan semua kenangan itu dipantai saat terakhir Aku pergi berkunjung.



" Ayy, kapan Kamu dapat foto itu. Seingatku itu foto dua tahun lalu sebelum Aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Rio dan pergi mengadu nasib disini."


" Aku lupa Yank, yang jelas Aku mendapatkannya. Ada satu lagi disebelah sana."


AL menunjuk sisi kiri tempat tidur yang bersebelahan dengan jendela disana terpasang juga wajahku. Astaga dari mana AL bisa mendapatkan semua itu.



" I love you Queen."


AL melabukan ciuman dikeningku membuatku kembali kedalam kenyataan setelah tadi mencoba berlayar didalam ingatan masa lalu yang tersimpan dalam foto-foto itu.


" Ayy, malam ini kita menginap disini? apa tidak apa-apa Ayy. Maksud aku." Bingung Aku mau bagaimana berbicara.


" Jangan khawatir Yank, Aku tau batasanku. Lagipula Kamu pikir Aa akan biarkan kita berdua saja."


" Maksudnya Ayy, Kak Andra?"


" Hem, tidak percaya? tunggu bentar."


Al mengambil gawainya dan menekan tombol entah siapa yang akan dia hubungi.


" Hallo Bim, siapa yang bertugas disini?." Tanya AL tanpa basa-basi, bahkan Aku pun tidak tau Bim itu siapa.


" Ok, berapa orang? kirim nomer telfone nya padaku ya Bim."


" ???"


" Segera Bim, Aku tunggu."

__ADS_1


Al kembali menekan tombol-tombol digawainya


" Bik, bisa datang keapartement?."


" ???"


" Iya ini Bik pacar saya ikut menginap jadi tidak enak saja kalau Kami hanya berdua, bentar lagi juga ada teman-teman Aa tapi semua laki-laki Bi. Kasihan kan pacar AL gak ada yang nemenin Bi."


" ???"


" Hahah makasih banyak Bik, Bibik memang terbaik. AL tunggu ya Bik."


" Beres Queen, bentar lagi Bibik akan datang. Kamu tidur dikamar ini saja bersama Bibik. Aku akan berada di ruang depan bersama beberapa anak buah Aa."


" Anak buah Kak Andra?" Aku bertanya bingung


" Iya Sayank, kami masing-masing memiliki anak buah tapi khusus saat ini anak buah Aa yang banyak pegang kendali karna Anak buahku ada tugas tersendiri. Sudahlah Yank jangan terlalu banyak berfikir nanti kalau Kita menikah Kamu akan tau sendiri semuanya."


Dasar orang kaya mana aku tau segala pemikiran dan cara kerja mereka, huff silsilah keluarga mereka saja sudah membingungkanku apalagi tentang sistem kerja. Cukuplah buatku pusing mengerjakan laporan keuangan perusahaan.


" Ayy, Kuta tidak membawa baju ganti kan, mana mungkin Aku bisa tidur dengan pakaian begini." Tunjukku pada baju yang Aku kenakan.


" Lemari paling tengah, disitu ada baju untukmu Yank. Sudah lama Aku menyiapkannya untukmu namun tidak pernah ada keberanianku untuk mengajakmu kesini. Maaf Queen."


Aku melangkah kearah lemari yang ditunjuk AL, disana tergantung beberapa dress, celana dan jaket semua jenis sesuai gayaku dan warna favoritku.


Ada juga beberapa gaun tidur dan pakaian dalam, eh ini yang Aku tidak habis pikir AL membeli semua ini untukku bagaimana Dia tau segala ukuranku, hanya dengan memikirkannya saja membuat Aku malu. Astaga AL kau penuh kejutan.


" Itu Aku meminta Bibik memilihkan yang bagian itu Yank, Aku mengajak Bibik berbelanja dan menyuruhnya memilih yang sesuai denganmu."


" Lo kan Aku belum pernah bertemu dengan Bibik itu juga Ayy, bagaimana Dia bisa tau?."


" Bibik mengamati fotomu Sayankku, mungkin Dia juga menerka-nerka jadi kalau ada yang kurang sesuai makhlumi ya Sayank."


Pengen tertawa melihat expresi AL yang lucu, namun Aku juga tau usahanya sangat perlu dihargai.


" Queen, besok hari meninggalnya Mama. Semua keluarga akan berkumpul disini dan Aku janji setelah semua acara selesai Aku akan menceritakan bagian yang belum selesai padamu. Aku tau otak kecilmu ini banyak menyimpan pertanyaan bukan? Akan aku ceritakan besok Sayank bersabarlah."


°°°°


***TBC Genk's

__ADS_1


° Mohon dukungannya like komen rate ☆5 & favorite


° makasih & love you all***


__ADS_2