
Pov Viandra
" Apa kamu sudah yakin Vin, jalan kamu ini akan sulit."
" Yakin Ayah, Vin akan berusaha untuk itu. Vin pasti bisa melakukannya, Ayah hanya perlu mendoakan agar Vin bisa lebih bersabar lagi Ayah."
" Tapi Vin, Ayah lihat kamu tidak begitu menyukai Lidya. Lalu bagaimana kamu akan menjalani pernikahan ini nak?."
" Vin masih berusaha untuk itu Ayah, berusaha untuk bisa menerima Lidya menjadi bagian dari Vin."
" Tapi kamu akan mengorbankan hidupmu nak, ayah tau dan sangat faham tentang masalah hati. Tidak bisa dipaksa nak, ada baiknya kamu pikirkan ulang keputusanmu itu."
" Vin tidak bisa mundur lagi ayah, kalau Vin lakukan semua itu sama saja Vin permalukan Lidya kan ayah?"
" Astaghfirullah, iya kenapa ayah tidak berfikir kesana?."
" Vin tidak akan melakukan itu ayah, seandainya nanti Vin gagal setidaknya Lidya tidak harus menanggung malu yang terlalu. Tapi Vin akan selalu berusaha agar hal itu tidak akan pernah terjadi Yah."
" Baiklah nak, Ayah tidak bisa lagi berbuat sesuatu. Jika itu sudah menjadi keputusanmu, ayah hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu nak. Hubungi ayah jika nanti kamu ada sesuatu yang sekiranya butuh pendapat ayah."
" Baik ayah, Vin sangat berterimakasih pada ayah. Selama ini Ayah sudah sangat baik pada Vin, mohon doa restu ayah agar acara Vin lusa bisa berjalan lancar."
" Aamiin, tentu saja nak. Kamu, AL dan juga Rio, kalian bertiga adalah anak-anak ayah."
°°°°°
" Selain es krim adalagi yang mau kamu beli? atau adakah tempat yang mau kamu datangi Queen?"
" Hem siapa queen?"
" Siapa ya? sepertinya aku salah panggil orang barusan."
Queen? siapa Dia? Pacar AL atau siapa? lalu aku siapa?
Kupandangi AL yang sedang mengemudi dalam diamku berfikir siapa itu yang dipanggil Queen olehnya? adakah yang lain selain aku wanita didekatnya?. Kenapa tidak toh AL punya kemampuan dan kesempatan untuk itu, Dia punya segalanya tanpa cacat tanpa cela cewek manapun pasti akan berlomba untuk bisa berada didekatnya.
" Hey kenapa diam? mikirin apa sih?"
" Tidak ada, habis dari kedai es kita langsung pulang saja ya. Aku pengen istirahat saja di rumah."
" Kamu kenapa? serius'an. Katakan ada apa?"
" Apaan sih AL, tidak ada apa-apa juga. Pengen tidur."
Tiba-tiba AL menepikan mobil dan berdiam tanpa suara. Membuat aku kembali dilanda kebingungan.
__ADS_1
" Kenapa berhenti disini AL?"
" Katakan ada apa? aku tidak suka kamu berbohong. Aku tau bagaimana kamu dan sifatmu, sekarang katakan apa yang kamu pikirkan."
" AL beneran .."
" Kalau tidak mau jawab ya sudah kita akan disini sampai kamu mau bercerita."
" Kenapa kamu egois sekali sih AL, kalau begitu biarkan aku turun. Aku mau pulang sendiri."
Aku kesal, AL selalu saja begitu. Dia selalu memaksa setiap kali ingin tau sesuatu, padahal aku sendiri tidak mau bagaimana mengungkapkan semua kegundahan dihatiku. Aku tidak tau bagaimana harus memulai berbicara padanya, Aku membutuhkan waktu untuk merangkai kata yang tepat sebagai perwakilan dari rasa ingin tahuku.
" AL buka pintunya, kenapa harus dikunci sih?."
AL masih saja terdiam hanya saja dia bergerak membuka seatbelt. Tanpa mebuka pintu seperti yang aku pinta.
" AL bukain pintunya aku mau..hemm, AL mau apa?."
" Mau kamu mengatakan semuanya, semua yang kamu sembunyikan dariku selama ini."
°°°°°
Raga
Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku memang mencintai Cantika akan tetapi Aku tidak bisa melakukan apapun karna Dia tunangan orang lain. Saat ini pun aku berada dalam posisi yang salah karna harus berada diantara hubungan mereka.
" Ga, kamu lagi mikirin apa sih? dari tadi aku lihat bengong melulu."
" Aku sedang bingung, mau cerita akan tetapi aku bingung harus mulai dari mana."
" Gak perlu mendetail Ga, cukup garis besarnya saja. Siapa tau aku bisa membantu."
Namanya adalah Andini .Dia adalah temanku, tapi mungkin hubungan kami tidak seakrab hubungan persahabatan antara Aku, Yana dan Suci,karna memang beda devisi.
" Tapi itusih kalau kamu percaya sama aku Ga, kalau kamu keberatan untuk bercerita juga tidak apa-apa juga."
" Bukan begitu Din, astaga kamu ini. Huff kamu taukan cewekku kemarin. Masih ada hubungannya sama Dia, lebih tepatnya Aku belum bisa melupakannya Din."
" Kamu masih mencintainya Ga?."
" Ya, kami masih saling mencintai Din. Hanya saja keadaan yang mengharuskan kami untuk berpisah."
" Huuf Ga, coba kamu berfikir logis. Mungkin memang benar kalian masih saling mencintai namun kenyataan didepan kalian terpampang jelas. Cobalah menerima keadaan dan kenyataan bahwa kalian tidak berjodoh, anggap ini sebagai cara Tuhan untuk memberitahu pada kalian.
Penjelasan dan penjabaran yang Dini berikan menamparku telak. Apa yang Dia katakan memang benar adanya. Mungkin ini cara Tuhan untuk memberitahukan pada kami akhir dari semua kisah.
__ADS_1
Namun mengapa terkadang rasa ragu untuk melangkah itu datang menghinggapi tanpa mau memberi penjelasan. Rasa ragu yang membuat bingung.
" Ga jangan terlalu terpuruk dalam keadaan ini, seberapa pun kalian saling mencintai Tuhan lebih tau apa yang terbaik. Cobalah untuk ikhlas menerima jalan dan takdir yang telah Tuhan tunjukkan padamu, siapa tau dengan begitu perasaan kamu bisa lebih baik."
" Iya kamu benar Din, tidak seharusnya Aku terus berada disituasi ini. Situasi yang membelengguhku dalam ketidakpastian."
" Ada kami Ga, ada Aku,Ricky, Yana dan teman-teman yang lain. Mungkin kamu melihat sebagian dari kami cuek bebek terhadapmu, terkadang kami punya masa dan alasan tersendiri untuk itu. Sebuah masalah bukan punya seorang atau individual saja, tapi masalah bisa mendatangi siapapun tanpa kenal lelah. Kami juga punya masa terpuruk sama sepertimu, dan tugas sahabat adalah hadir sebagai penguat."
" Makasih banyak Din, Aku akan mencoba saranmu.Terus terang belakangan ini hari-hariku kacau. Semua tidak berjalan sesuai planningku."
" Dimana teman-teman yang lain Ga, tumben weekend biasanya kalian juga berkumpul?.
" Mereka punya acara sendiri hari ini, Suci sedang menikmati cutinya, sedangkan Yana biasalah menghabiskan waktu dengan Pangerannya."
" Oh iya Suci baru merit ya lagi masa anget-angetnya kata orang sih hahhahah."
" Kenapa kamu gak mencoba Din?"
" Dih soak kamu Ga? mana bisa yang begitu dicoba. Hal-hal sensitif seperti pernikahan dan hubungan harus kita pikirkan lagi dengan matang agar tidak salah dalam mengambil jalan."
" Iya deh ngerti tapi bagaimana kalau seandainya karena kebanyakan mikir Ricky keburu digaet orang lain nih."
" Heleh muter lagi kemasalah tadi Ga, kalau dibahas kapan berakhirnya."
" La iya juga hahahhah, sudahlah kamu ada acara lain tidak hari ini?."
" Tidak ada Rick sedang ada urusan, makanya aku jalan sendiri. Kenapa mau mengajakku kencan."
" Bisa saja kamu."
°°°°°°°°
***☆Cinta tak pernah salah, hanya waktu keadaan yang membuatnya serba salah.
☆Cinta itu membahagiakan namun sedih juga kadang menghampiri tanpa bisa dicegah.
☆Namun cinta adalah cinta tetap indah untuk dikenang .
TBC Genk's
° Mohon dukungannya
° like komen rate ☆5 dan favorite
° Terima kasih & love you all***
__ADS_1