Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Aku Tau Segalanya


__ADS_3

" Ayo pulang bersamaku ! ."


Suara itu ,,


Aku menoleh cepat ke arah datangnya suara, ku lihat Kak Andra menuntun tangan seorang wanita pergi ke luar kedai. Karna posisi yang sedang membelakangi Aku tidak bisa menebak siapa wanita itu .


" Bukannya itu Andra ya ?. "


" Sepertinya begitu Mbak . "


Selama kenal dengan Kak Andra aku tidak pernah melihat sisi pemarah Dia yg seperti ini. Timbul tanya dalam benak ku, menerka dan menduga, ada apa ? dan siapa wanita itu ? pastinya orang special . Karna aku tau Kak Andra tidak akan bertindak berlebihan pada orang-orang selain yang dekat dengan nya.


Dekat dalam artian yang luas bukan hanya sebagai pacar atau keluarga Kak Andra sangat perhatian pada sahabat dan rekannya juga .


Pergi jauh, titip kan perih, sedikitpun peduli..


Buru-buru ku angkat telfon dari Kak Andra, siapa tau ada hal penting .


" Ya Kak "


" Tetap di kedai ya ! bentar lagi ada yang datang menjemput mu." Suara Kak Andra terdengar biasa tapi penuh nada penekanan sepertinya dia sibuk menata emosinya


" Iya, saya tunggu kok Kak ."


Panggilan tertutup tanpa salam, kan tumben. Sepertinya memang Kak Andra lagi dalam emosi tinggi .


" Siapa Yan ?" Tanya Mbk Nia


" Oh ini Kak Andra Mbak, kasih tau kalau akan ada yang datang jemput saya bentar lagi ."


" Gak ada niat mampir ke rumah Mbak gitu Yan bentar ?"


"Kayaknya gak cukup waktu deh Mbak, nanti malam kami balik ke kota."


Setelah kepergian Mbak Nia, aku memilih untuk menambah pesanan es krim ku. Aku butuh pelampiasan untuk semua rasa yang bergejolak di hati ini.


Seandainya ada yang bertanya sanggup kah aku terus menapaki jejak masa lalu yang terpampang nyata kembali di hadapanku? maka aku akan menjawabnya dengan jujur bahwa aku gak mau dan gak sanggup.


Tapi semua ini nyata dan bukan lagi dongeng atau mimpi. Nyata aku alami tanpa tau keadaanku yang mulai sedikit bisa menata kembali hidup dan hatiku. Mereka datang mengusik jiwaku yang telah menerima keadaan ini, membuat pertahanan hatiku goyah kembali .


" Maaf lama nunggunya ya sayank? ."


Sebuah kalimat dan kecupan mendarat di pelipisku.


" AL, kau selalu saja suka mengagetkanku ya." Ku tepak lengannya Al hanya tersenyum


" Kapan kamu datang AL? bukannya kamu ada rapat ya ?"


" Sudah selesai, tadi setelah jam makan siang aku berangkat kesini. Kangen kamu yank, seharian kemarin gak melihatmu rasanya kangen banget ."


Gombalnya sambil menikmati es krim yang aku pesan tadi


" Hele gombal aja kamu bisanya, paling juga senang kan kalau gak ada aku bisa bebas." Godaku

__ADS_1


" Apaan kamu yank, gak suka ya ama kalimat itu. Tarik lagi ! aku beneran gak suka ."


" AL, kan hanya becanda. Kok marah sih ! kalau mau marah aja ngapain nyusul ke sini."


" Bukan marah yank, tapi aku gak suka kata-kata itu. Jangan ucapin lagi ya !"


Dia ini kenapa sih ? sensitif sekali.


°°°°


" Yank, mau langsung pulang malam ini juga atau besok pagi ?."


Setelah perdebatan kecil tadi kami menghabiskan waktu berjalan-jalan dan membeli oleh-oleh. Melupakan Kak Andra yang membuat penasaran tadi sore.


" Barang-barang ku kan masih di hotel AL, masa iya aku pulang tanpa pamit teman-teman juga sih." Manyun ku


" Panjang amat jawaban yank, padahal cukup bilang aja besok pagi."


" Di jelasin sekalian, kalau jawab besok aja pasti kamu akan tanya mengapa?" Ejekku AL hanya menggelengkan kepala


" AL, bagaimana dengan Kak Andra?."


" Dia sudah pulang."


" Lo, kok kita ditinggal sih."


" Aa Vin, pulang duluan bersama tunangannya."


" Tunangannya?, jadi yang tadi siang itu Lidya?."


" Tidak bertemu secara langsung sih, cuma sempat melihat mereka saja tadi. Tapi aku kira bukan Lidya tadi karna belum sempat lihat wajahnya."


" Biarkan saja yank, kasih waktu mereka buat menyelesaikan masalahnya. Ada yang mau di beli lagi tidak ini?.


AL berucap tanpa menoleh ke arahku, aku tau ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan .


Malamnya aku tidak bisa tidur, banyak hal yang datang silih berganti mengganggu pikiranku. Pertemuan dengan Mbak Nia, pertengkaran Kak Andra, dan kedatangan AL yang tiba-tiba. Semuanya menimbulkan tanda tanya yang besar dibenakku. Aku tidak punya keberanian yang cukup untuk bertanya secara langsung, terlalu pengecut memang hanya bisa memendam semua pertanyaan sendiri.


Mereka bersaudara bukan ? pertanyaan itu selalu melintas dibenakku. Rio,Kak Andra dan AL. Seharusnya mereka tau semua kisahku dan Rio waktu itu.


Selama mengenal Kak Andra, tidak pernah sekalipun dia menyinggung tentang Rio maupun AL. Seolah-olah mereka tidak saling mengenal satu sama lain .


...----------------...


Matahari pagi ini bersinar begitu terangnya, seolah tak terpengaruh suasana hatiku yang sedang kacau. Sebelum tidur semalam AL mengatakan kalau kami akan pulang ke kota jam 9 pagi, masih ada sedikit waktu buatku untuk bercengkrama sekedar berpamitan pada teman-teman di hotel cabang dua ini.


" Pagi." Sapaku saat melihat Mbak Yuli dan Mas Wawan melintas


" Pagi Yan, tumben nih udah nongkrong di bale. Biasanya kan masih molor." Canda Mas Wawan


" Hahahha, bisa aja kamu Mas. Mau pulang nih Aku bentar lagi."


" Lo kok cepet Yan, biasanya kan satu minggu paling cepet.

__ADS_1


" Ini kunjungan singkat ahahhah."


" Nanti kalau cuti aku main ke sini lagi deh ya, kita keliling kaya dulu ya Mbak yul?."


"Bener ya Yan, aku tunggu lo."


" InsyaAllah."


" Aku gak diajak nih?, dilupakan ."


" Hahaha, apaan mas.Kalau mau ikut ya ikut aja bebas kok, masalahnya sekarang kapan cuti saya turun hahaah."


Kami tertawa lepas, becanda begini sedikit mengurangi kegundahan hatiku.



" Siapa yang mau cuti." AL datang dengan coolnya


" Yana pak, katanya kalau cuti nanti dia mau main ke sini dan kita mau jalan-jalan bareng."


Astaga kan baru rencana tapi Mbak Yuli sudah antusias merencanakannya. Kapan cutiku? kalau lama kan kasihan juga Mbak Yuli. Sepertinya dia sangat berharap untuk itu .


" Beneran Yank mau ambil cuti?."


" Ya kalau boleh dan sudah tidak ada hal yang mendesak lagi di kantor ."


" Kapan?."


" Eh maksudnya gimana?, aku boleh ambil cuti ?."


" Ehmm, kapan mau ambil. Bulan ini kah ? atau bulan depan?."


" Ish kan ini baru ngobrol, belum ditentukan juga kapannya."


" Atur aja, nanti kasih tau Aku kalau sudah diputuskan." Sebuah kecupan singgah di pucuk kepalaku


Astaga AL tak bisakah kamu liat keadaan, masih ada Mas Wawan dan Mbak Yuli .


" Kami permisi dulu kalau gitu ya Pak, Yan. Nanti kita kontekan ya." Ucap Mbak Yuli seraya pergi menuju kamar yang mau dibereskan karna tamu yang sudah cek out diikuti Mas Wawan


"Ada yang mau kamu tanyakan Yank?."


" Tanya apa?.


" Apa aja, aku tau diotak kecilmu ini banyak sekali pertanyaan yang kamu sembunyikan. Bertanyalah akan aku jawab semua yang ingin kamu tau yank."


" AL, Aku..


TBC genk's


Mohon dukungan


Like , Komen, favorit, dan Rate ya

__ADS_1


makasih dan love you all


__ADS_2