ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
AKU MOHON ....


__ADS_3

Malam ini terasa panjang, karena tidur di sofa jadi tidak terasa nyaman sehingga Clar tidak bisa tidur nyenyak dan lagi memikirkan tentang Ken, " aku akan melakukan apapun untukmu Kak Ken..kekasih hatiku" lirihku dan tak terasa airmata jatuh dari sudut mataku.


Pagi hari dimulai dengan teriakan khas seorang pria yang baru saja bangun dari tidurnya.


" apa yang kau lakukan ditempat tidurku Clar " ucap Ken sambil menggoyang-goyangkan badanku.


Aku langsung bangun dari tidur nyenyakku karena seperti ada bunyi petasan dipendengaranku.


"ada apa sih kak.." ucapku yang masih setengah sadar.


"ada apa kamu bilang? Kenapa kamu tidur di sini" jelas Kak Ken sambil melototkan matanya ke arahku.


Untuk beberapa waktu aku terdiam sebentar untuk menyadarkan sepenuhnya alam sadarku. Dan akhirnya aku melirik ke arah Kak Ken yang tetap menatapku dengan wajah dinginnya. Padahal dulunya dia orang yang sangat supel dan hangat.


"maaf kak, semalaman badanku sakit tidur di sofa dan aku tidak bisa tidur dan setelah ku lihat masih ada lahan yang nganggur di sebelahmu jadi apa salahnya ku gunakan" jelasku dengan polosnya.


"lahan nganggur..kamu pikir tanah kosong, cepat beranjak dari tempat tidurku". Sambil mendorong badanku untuk turun dari tempat tidur.


"huu..pelit sekali, 1000 ranjang seperti ini bisa dibelikan papa kok" gurutuku tapi hanya terdengar oleh ku saja alias suara batin.


Akhirnya aku segera beranjak dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan karena hari ini mulai kuliah setelah cuti beberapa hari.


Setelah bersiap-siap ke kampus, aku duluan turun ke bawah menuju dapur untuk melihat bi imah sedang memasak apa. Sedangkan Kak Ken masih di kamar mandi sewaktu aku mau turun ke dapur tetapi aku tidak melupakan kewajibanku untuk menyiapkan segala keperluan kantornya seperti menyiapkan pakaian kantornya walaupun nantinay dia mungkin tidak akan memakainya.

__ADS_1


"masak apa Bi.." sapaku.


"nyonya sudah bangun rupanya, masak nasi goreng nyonya dan roti panggang juga sudah saya siapkan di atas meja makan" jelas Bi Imah.


"oh..ya sudah, saya ke ruang makan dulu ya Bi.."ucapku sambil melangkah menuju ruang makan.


"baik nyonya" ucap Bi Imah sambil tersenyum melihat nyonya rumah yang sangat ramah kepadanya walaupun dirinya hanya ART.


Waktu sudah menunjukkan jam 7, aku dan kak ken sarapan bersama dan sudah ku tebak dia tidak memakai pakaian yang sudah ku siapkan di atas tempat tidurnya. Tapi aku tidak akan protes karena aku mau memulai pagi ini dengan hati yang tenang tanpa embel-embel tangisan yang teriris (lebay ya).


Kegiatan sarapan sudah selesai dan kami bersiap berangkat dengan tujuan berbeda, aku ke kampus sedangkan kak ken sudah mulai bekerja di perusahaan Papi Andry.


Aku memberanikan diri berbicara kepadanya.


"kak..apakah bisa mengantarku ke kampus, karena kalau pakai angkutan umum atau taxi online nanti akan terlambat" pintaku dengan wajah memohon.


"aku mohon kak..berbaik hatilah untuk hari ini, setelah itu aku tidak akan pernah minta diantarkan sama kakak lagi" ucapku sekali lagi dengan wajah yang memohon.


Tampak terlihat Ken sedang memikirkan permohonan Clar dan ...."aku tidak bisa" ken langsung meninggalkan Clar yang hanya bisa terdiam sampai melihat ken sudah melaju dengan mobilnya meninggalkan dirinya yang masih berdiri didepan rumah mereka.


"apakah begitu sulitnya untuk menerimaku Kak" gumam Clar dan tanpa sepengetahuannya Pak Budi dan Bi Imah melihat kejadian tersebut dan mereka sangat kasihan kepada Clar.


Kepalaku tiba-tiba sangat pusing dan hampir saja aku terjatuh kalau tidak ada yang menahan dan memegang tubuhku.

__ADS_1


"nyonya kenapa" tanya Bi Imah yang masih memegang tubuhku dan membawaku duduk dibangku teras depan rumah.


"kepalaku terasa pusing Bi.."ucapku sambil memijit-mijit keningku.


"ke dokter saja Nyonya?" saran Bi Imah.


"tidak perlu Bi..nanti pasti sembuh kok, karena pusing seperti ini sudah biasa" jelasku dan hanya dibalas anggukkan kepala oleh Bi Imah. Sedangkan Pak Budi menawarkan untuk mengantarkan Clar.


"nyonya mau ke kampuskan? Biar saya antar, di garasi masih ada satu mobil lagi" ucap pak Budi.


"boleh pak, takutnya kalau pesan taxi online g sempat lagi"ucapku.


Akhirnya aku diantar oleh Pak Budi ke kampus dan selama diperjalanan Pak Budi mengatakan akan mengantar dan menjemputku kemanapun aku akan pergi. Aku menyetujui perkataan pak budi karena Kak Ken tidak akan pernah mau mengantarku berpergian. Akhirnya sampai juga di kampus, setelah turun dari mobil, aku menyuruh pak Budi untuk pulang ke rumah karena jadwal kuliah sampai sore.


Aku berjalan menuju ruang kelas dan sesampai nya di kelas, Helen sudah menungguku di sana.


"Pagi Sis.."sapa Helen.


"pagi len.."sapaku balik.


"gimana Malam Pertamanya? Mantaplah ya" cerocos Helen.


"apaan sih len.."ucapku tertunduk malu dan untungnya dosen sudah masuk dan itu pertandanya pelajaran akan di mulai.

__ADS_1


****bersambung ....


ditunggu like, komen dan vote nya ya πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


__ADS_2