
Malam sudah berganti Pagi, sinar matahari menghangatkan tubuh seorang gadis yang sedang tertidur pulas, sebenarnya yang lebih tepatnya kurang tidur akibat pembicaraan Papa nya semalam. Rasanya tidak ingin kuliah tapi masa baru kuliah sudah bolos. Akhirnya Clar mendorong pikiran dan tubuhnya untuk berjalan ke arah kamar mandi untuk bersiap-siap kuliah karena ada jadwal kuliah pagi. Setelah selesai bersiap-siap clar langsung menuju ruang makan untuk bersama-sama makan bersama kedua orang tuanya walaupun bisa ditebak suasana pagi ini akan berbeda dengan suasana pagi sebelumnya, apalagi alasannya kalau tidak karena pembicaraan semalam mengenai PERJODOHAN.
Flash back on Clarissa
"maksud papa dengan perjodohan?" jelas mama karena masih kurang yakin dengan perkataan papa.
"sebenarnya papa juga berat mengatakan ini ma..terlebih kepada Clar, tapi papa tidak memaksakan perjodohan ini kok. Semuanya ini tergantung kepada Clar" ucap papa sambil melirik ke arahku.
"tolong dijelaskan mengenai perjodohan ini Pa.." ucap mama sambil memegang tangan papa.
"Andry mempunyai seorang putra dan dia lagi kuliah dan sebentar lagi akan wisuda, setelah wisuda putranya tersebut akan membantunya untuk kelola perusahaannya, tetapi karena finansial ini Andry berpikiran untuk menjodohkan kedua anak kita sehingga perusahaannya tidak akan jatuh ke tangan orang lain melainkan akan menjadi perusahaan keluarga apabila kedua anak kita bersatu dalam ikatan pernikahan dengan kata lain papa akan membantu dengan mengkucurkan dana untuk menutupi hutang perusahaan andry dan sebagian dana tersebut untuk dana kelola perusahaan. Tapi mama dan Clar tenang saja, papa belum menjawab usulan dari Andry. Papa bialng akan mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan mengajak kalian berbicara" jelas papa panjang lebar.
"pa..Clar tidak suka dijodohkan, Clar mau menikah dengan pria yang Clar cintai" sahutku.
"tenang sayang papa tidak memaksa kok, mama juga tidak akan mendukung perjodohan ini apabila kamu tidak setuju. Iya kan Pa" ucap mama sambil melirik ke arah papa.
"benar sayang apa yang dikatakan mamamu, jadi kamu tenang saja ya" akhirnya aku bisa bernapas lega tapi entah mengapa aku tidak sepenuhnya bisa lega karena apapun bisa terjadi kan. Semuanya bisa berubah.
Flash back off Clarissa
Walaupun suasana terasa berbeda tetapi sarapan tetap habis ha..ha..
"sudah siap Clar" tanya papa yang dari tadi melihat ke arahku seperti memikirkan sesuatu.
"oh..sudah pa" sahutku sambil merapikan bajuku.
Sedangkan mama sudah beranjak dari kursi dari tadi karena sedang mengambil tas kerja papa.
"terimakasih sayang" sambil mengambil tas kerja yang diserahkan oleh mama.
"sama-sama sayang" balas mama dengan senyum manisnya.
Seperti biasa mama akan mengantar aku dan papa sampai didepan pintu dan seperti biasa aku akan mencium punggung tangan mama dan papa akan menciun kening mama dengan mesra. Akhirnya kami masuk mobil dan menuju kampusku. Aku dan papa sedang berada dibelakang kemudi karena papa selalu memakai supir kemana dia akan pergi tetapi terkadang menyupir sendiri apabila ada keadaan mendesak atau lagi moodnya pengen nyetir sendiri.
"Clar..masalah perjodohan itu jangan kamu pikirkan ya sayang, papa tidak maksa kok. Tapi.." tiba-tiba papa menghentikan bicaranya.
"tapi apa pa.." ucapku penasaran.
"tapi kalau diajak bertemu sama keluarga om Andry, Clar mau ikut?" tanya papa dengan berharap jawaban dariku adalah iya.
"pa..kalau hanya sekedar bertemu Clar tidak akan menolak apalagi om andry kan sahabat kental Papa"ucapku sambil tersenyum tipis.
"terimakasih ya sayang, papa segan kalau kiranya kita menolak ajakan makan malam om andry".
"rupanya sudah ada ajakan makan malam ya Pa.."celetukku.
"sebenarnya baru rencana Clar, waktunya belum tahu kapan" ucap papa sambil membelai rambutku.
"mm.." gumamku.
__ADS_1
Tak terasa kami sudah sampai didepan kampusku, dan sebelum membuka pintu mobil terlebih dahulu aku mencium punggung tangan papaku dan mencium pipinya.
"Clar kuliah dulu ya Pa.."ucapku
"belajarnya yang semangat ya sayang, soal yang kemaren jangan terlalu dipikirkan ok.."ucap papa sambil mengelus kepalaku dengan lembut dan itu membuat hatiku semakin tenang karena aku sangat beruntung mempunyai papa dan mama yang sangat menyayangiku.
Setelah keluar dari mobil dan melihat mobil papa sudah tidak nampak lagi dari pandanganku aku langsung berbalik arah menuju ruangan kelasku. Tetapi tiba-tiba aku mendengar suara seseorang memanggilku.
" Clar..tunggu aku " teriak seseorang dan ternyata itu adalah Helen.
Aku menoleh dan tersenyum tipis menyambut kedatangan Helen.
" Pagi Helen " sapaku.
" Pagi juga Clar " balas Helen sambil memegang lengan tanganku. Kami berjalan berdampingan menuju kelas, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepada Helen mengenai kak Ken tapi aku urungkan karena waktu masuk kuliah hampir dimulai dan lebih baik pada saat siap kuliah saja.
Hari ini jam kuliah hanya ada 1 pertemuan dan aku bisa pulang lebih cepat, namun tiba-tiba Helen menarik tanganku dan mengajak ke suatu tempat.
" kita mau kemana Helen " tanyaku penasaran karena Helen menarik tanganku secara tiba-tiba.
" kita ke cafe dekat kampus karena hari ini kitakan tidak ada jadwal kuliah siang dari pada di rumah lebih baik kita nongkrong bentar " jelas Helen tanpa minta persetujuan dariku, begitulah Helen yang seenak jidatnya tapi sebenarnya dia anak yang baik dan ceria.
" Baiklah, tapi lain kali tanya aku dulu dong " pintaku.
" sorry .. Lain kali aku akan mengatakannya terlebih dahulu, jangan manyun dong " ledek Helen sambil cengar cengir.
" siapa yang manyun huu..." balasku.
Sesampainya di cafe tersebut aku dan Helen mengambil meja yang view nya sangat indah dilihat dari tempat kami duduk.
" mau pesan apa nona? " sapa seorang pelayan kepada kami.
" aku lemon tea dan red valvet 1 ya " pesanku kepada pelayan tersebut.
" aku es cappucino dan donat " pesan Helen.
"baiklah pesanannya segera diantarkan" ucap pelayan tersebut setelah mencatat pesanan kami dan berlalu dari meja kami.
Selagi menunggu pesanan, aku dan Helen memainkan ponsel masing-masing untuk menyibukkan diri tapi tiba-tiba aku teringat akan pertanyaan yang mau kuajukan ke Helen.
"len..aku boleh tanya tidak"ucapku sambil menatap helen.
" boleh..tanya saja asalkan yang bisa kujawab ya..ha..ha.." ucap Helen sambil senyam senyum dan matanya tidak teralihkan dari HP nya.
" Kemaren sewaktu kita pulang kuliah kamukan bilang lagi nunggu gebetan loe..jadi yang loe maksud itu Kak Ken" tanyaku saking penasaran.
Bukannya menjawab Helen malah tertawa cekikan..Helen tidak langsung menjawab malah melirik ke arahku dan berpikir sejenak.
" kalau iya kenapa Clar?" tanya balik Helen.
__ADS_1
" oo g kenapa-kenapa cuma mau nanya aja " jawabku walaupun perasaanku sangat sedih karena Kak Ken hampir mempunyai kekasih.
Beberapa menit suasana hening tapi tiba-tiba Helen menepuk lenganku.
"kamu suka ya sama Kak Ken?" tanya Helen.
" a..apa su..suka??" ucapku dengan jantung yang berdetak lebih kencang "apaan sih loe Len" ucapku.
"kalau loe suka tenang aja masih ada kesempatan kok" jelas Helen.
"maksudnya??"tanyaku penasaram dengan jawaban helen selanjutnya.
"iya..kesempatanmu masih ada kok kalau loe mau gebet Kak Ken" deg..deg..benar-benar ni Helen buatku jadi deg deg serr.
"maksudnya apa sih aku g ngerti ni, kamu kan lagi pdkt sama kak Ken kok ngomong seperti itu, nanti digebet orang lain baru tahu rasa"ujarku.
"bagaimana bisa aku gebet sepupuku sendiri" ucap Helen dibarengi ketawa khas nya.
"sepupu??"tanyaku lagi dengan rasa penasaran tingkat tinggi.
"Kak Ken itu sepupuku, sedangkan yang lagi pdkt sama ku itu Kak Andy sahabatnya Kak Ken. Jadi kemaren kak Andy minta tolong sama Kak Ken untuk menjemputku dan mengantarku ke Cafenya karena dia tidak bisa menjemputku dari kampus" jelas Helen.
"oo begitu toh" jawabku dengan hati yang lega karena aku tidak jadi saingan sama Helen.
Waktu kami di cafe kami gunakan dengan membahas berbagai hal termasuk soal pria dan tak terasa waktu menunjukkan jam 3 Sore..dan waktunya kembali ke rumah.
"kamu sudah dijemput Clar" tanya Helen.
"sebentar lagi nyampe len..kamu sendiri?"tanyaku balik.
"lagi nunggu calon kekasihku Kak Andy, nah tuh dia panjang umur baru aja diomongin. Kamu tidak papa ku tinggal sendiri di sini" ucap helen.
"g papa, pergi sono, paling bentar lagi jemputan sampai" ucapku sambil mendorong Helen perlahan keluar dari cafe tersebut dan helen akhirnya pergi juga dari cafe. Dan tidak beberapa lama jemputanku juga datang dan tidak terasa sampai juga di rumah. Sesampai di ruang keluarga Papa langsung berbicara sama mama dan aku.
" ma..clar hari ini kita makan malam sama om Andry ya" ucap papa dengan tatapan penuh harap supaya aku setuju. Agak lama baru ku jawab perkataan dari Papa.
" baiklah Pa..tapi ini hanya untuk menghormati om Andry ya Pa..tidak lebih" ucapku sambil tersenyum tipis.
"ya sayang, kan sudah kita bicarakan tadi pagi kalau soal itu" sahut papa.
" kalau Clar sudah ok, mama ikut aja deh"kata mama sambil mengambil tas kerja yang berada di tangan papa.
" ok ..kalau begitu jam 7 kita langsung berangkat ya" jelas papa sambil menuju kamarnya.
Jam sudah menunjukkan jam 7 malam dan kami sudah berada di dalam mobil menuju restoran mewah dan terkenal makanannya yang serba enakkkk. Setelah sampai kami langsung menuju ke meja reseptionis dan menanyakan meja pesanan Bapak Nugraha.
"meja pak nugraha" tanya papa ke receptionis restoran tersebut.
****bersambung..
__ADS_1
ayo like, vote dan komen dijamin penasaran dengan ceritanya😊