ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
SEBUAH KEPUTUSAN


__ADS_3

Di balkon dalam kamarnya tepatnya dikamar sebelum dia menikah Clar menatap langit malam tanpa bintang, rupanya kesedihan Clar diikuti juga dengan mendungnya malam ini. Clar memikirkan sesuatu yang bisa mengubah segala impian sebuah hubungan pernikahan yang sudah dirancangnya. Tetapi semua itu masih tampak abu-abu karena Clar sendiri masih ingin impiannya tersebut terwujud.


"Clar.." tiba-tiba Intan memasuki kamar Ken yang tidak terkunci dan menuju balkon.


"Ya ma.."sahut Clar.


"Apakah mama boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Intan penuh kelembutan.


"bolek kok ma..mau tanya apa?" balas dan tanya Clar kembali.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu saat ini" tanya Intan sambil menatap wajah anaknya yang tampak sendu.


"tidak ada ma..jangan khawatirkan Clar" Ucap Clar yang semampu mungkin berusaha tegar.


"Mama tidak akan memaksamu berbicara tetapi kapanpun kamu membutuhkan Mama dan Papa kami akan selalu ada untukmu sayang" Ucap Intan sambil memegang erat kedua tangan Clar.


Clar hanya menganggukkan kepalanya karena apabila dia mengeluarkan suaranya sudah dipastikan terdengar suara serak orang yang menahan tangis.


"Kamu tidurlah dulu biar besok badanmu menjadi segar" Ucap Intan dan kemudian meninggalkan Clar di balkon kamarnya.


Clar sekarang menginap di rumahnya dan sebelumnya sudah memberitahukan kepada Ken.


****


Keesokkan harinya Clar berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pulang dan diantarkan oleh supir Papanya.


Secara kebetulan ketika Clar tiba dirumahnya tampak Ken yang sedang bersiap berangkat ke kantor.


"Ka.." Ucapan Clar berhenti karena Ken melewatinya tanpa melihat ke arahnya.


Setelah mobil Ken keluar dari halaman rumah, Clar masuk ke dalam dan langsung menuju kamar utama.


Clar membersihkan badan dan berganti pakaian, pandangan Clar tertuju ke sebuah photo yang ukurannya lumayan besar. Sebuah photo pernikahan yang tidak ada maknanya dimata seseorang cukup lama Clar memandangi photo tersebut dan tak terasa bulir-bulir air mata jatuh tanpa bisa ditahan lagi.


"Apa yang harus ku lakukan Kak..sebentar lagi anniversary kita yang pertama, haruskah aku memberikan hadiah yang spesial untukmu..?" gumam Clar dengan pelan yang terdengar lirih.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah menunjukkan sore hari dan Ken pulang lebih cepat dari biasanya, sedangkan ikut membantu Bi Imah menyiapkan makan malam.


****


Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, Ken dan Clar sudah berada di ruang makan. Makanan sudah tersaji di atas meja makan dan tidak seperti biasanya menu yang disajikan lumayan banyak dan semuanya kesukaan Ken.


Ken sedikit mengernyitkan keningnya dan sekali-kali memandang Clar dan Bi Imah yang masih berada di ruangan tersebut.


"Banyak sekali makanannya Bi.." tanya Ken heran.


"Nyonya yang memasak semuanya Tuan, saya hanya membantu sekedarnya" Jelas Bi Imah.


"Hmm.." Ucap Ken singkat.


Makan malam akhirnya selesai juga, Ken tidak seperti biasanya habis makan malam langsung ke ruang kerja sekarang dia langsung masuk kamar dan tak berapa lama diikuti oleh Clar.


Ken yang diduduk di kepala ranjang sambil memegang laptopnya sedangkan Clar duduk disofa sambil menatap Ken. Clar memberanikan diri memulai pembicaraan.


"Sebentar lagi Anniversary kita, apa yang akan kita lakukan untuk merayakannya" Ucap Clar penuh antusias.


"Kakak dengar tidak? " Ucap Clar sedikit teriak.


"Aku tidak akan merayakan apa-apa Clar dan ku harap kamu pun demikian" Ucap Ken tanpa memandang Clar.


Seketika Clar beranjak dari duduknya dan berjalan menuju Ken dan seketika menutup laptop yang ada dipangkuan Ken.


"Apa yang sedang kamu lakukan Clar" Ucap ken yang meradang karena kerjaannya diganggu oleh Clar.


"Apa begitu sulit untuk memandangku saat berbicara Kak..dari sejak kita menikah sampai saat ini Kakak begitu dingin kepadaku. Walauoun kakak tidak menganggapku sebagai istri tapi bisakan menganggapku sebagai teman" Ucap Clar yang tampak berusaha sekuat mungkin agar tidak menangis walaupun suaranya sedikit bergetar.


"Ada apa denganmu mengapa kamu bertingkah seperti ini" Tanya Ken balik sambil turun dari ranjangnya.


"Aku hanya ingin kita berdamai Kak..Jangan seperti orang asing. Aku dan kakak sudah saling mengenal sejak kita masih di tingkat sekolah menengah dan hubungan kita cukup baik walaupun tidak terlalu dekat. Tapi setelah kita menikah Kakak membuatku seperti orang asing yang mengganggu kehidupanmu" Ucap Clar sambil menatap tajam Ken.


"Kamu benar Clar..yang menjadi pengganggu dalam hidupku adalah dirimu, seandainya waktu bisa diputar aku akan menentang perjodohan ini karena jujur aku sudah tidak tahan lagi" Ucap Ken tegas dan membalas tatapan Clar dengan tatapan yang tajam pula.

__ADS_1


Ken melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan Clar seorang diri.


"Kenapa setiap kita berbicara tidak pernah selesai Kak? Kakak selalu menghindar dan tidak pernah menyelesaikannya" Ucapan Clar seperti angin saja karena Ken tidak menggubris dan tetap melangkah pergi.


"Kak..aku mau kita bicara dari hati ke hati jangan menghindar dariku hiks..hiks.., apakah kita tidak bisa membuat kenangan yang indah dipernikahan kita ini. Sekali saja pandang aku sebagai orang yang kau cintai aku akan sangat bersyukur dan aku tidak akan meminta apa-apa lagi kepada Tuhan, walaupun itu untuk kesembuhanku aku pasti akan menukarnya Kak, hiks..hiks..hiks..hiks" gumam Clar sambil terisak-isak dan menepuk-nepuk dadanya dengan sebelah tangannya.


****


Dua minggu berlalu dan keadaan sama seperti sebelumnya, malah Ken tambah dingin dengan Clar. Setelah mereka berada di dalam kamar Ken mendekati Clar yang tengah duduk ditepi ranjangnya.


"Kak..aku mau bicara" Ucap Clar.


"Bicaralah..tapi jangan berbicara omong kosong lagi kepadaku" Ucap Ken dengan sedikit tegas.


"Baiklah Kak..hmm.." Clar menghembuskan napasnya kasar, "Aku sudah membuat keputusan" Ucap Clar.


Ken memandang Clar dengan sedikit bingung dengan ucapannya.


"Keputusan apa yang telah kamu buat" tanya Ken penasaran.


"Aku mau selama satu bulan ke depan aku dan Kak Ken hidup seperti sepasang suami istri" Ucap Clar dengan percaya diri....


Ken sejenak menatap Clar dan terdiam lalu tampak bibirnya yang menyungging ke atas dan seketika terdengar ketawa Ken yang menggema di kamar tersebut.


"Apa kau sudah tidak punya akal Clar.." Ucap Ken dan sekarang tidak ada suara tertawa lagi, yang ada tatapan datar dan menakutkan.


Clar terdiam karena menatap mata Ken yang tajam "raut wajah yang tidak pernah kulihat sama sekali, sangat menakutkan" batin Clar.


" Aku masih punya akal dan permintaan ku itu tolong dipertimbangkan karena aku akan memberikan hadiah yang selalu kakak harapkan, hanya satu bulan..satu bulan Kak" Ucap Clar.


Ken memikirkan perkataan terakhir dari Clar .. "sebuah hadiah?" gumam Ken.


**** ***bersambung


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya😊😊***

__ADS_1


__ADS_2