
Sudah 2 minggu sejak kepulangannya dari rumah sakit, hari ini Clar check up kesehatannya ke rumah sakit sendiri tanpa di temani oleh Papa dan Mamanya dikarenakan ada yang harus di urus oleh mereka.
Clar sekarang berada di ruang dr. Bryan setelah sebelumnya di lakukan pemeriksaan secara menyuluruh pada tubuhnya.
"Bagaimana Dok..hasil pemeriksaan kesehatan saya setelah lebih kurang 2 minggu menjalani operasi terutama pada kepala saya." Tanya Clar antusias.
"Hmmm..hasilnya semakin membaik Clar." Ucap dr. Bryan.
"Clar kamu bisa panggil namaku saja." Pinta Bryan.
"Ini rumah sakit jadi sepatutnya saya panggil dr. Bryan, dan saya juga tidak ingin memberi harapan apa pun kepada Dokter." Jelas Clar dengan sedikit penegasan di dalam kata-katanya.
Selama 2 minggu setelah makan malam tersebut, Bryan sering berkunjung ke rumah Clar entah itu undangan makan atau sekedar dengan alasan ingin melihat keadaan Clar. Tapi Clar adalah seorang wanita yang pintar membaca gelelagat seseorang karena tingkah laku Bryan ketara sekali saat ingin mendekati Clar.
"Maksudku bukan begitu Clar, aku hanya ingin lebih dekat dengan mu apalagi kamu adalah pasienku." Ucap Bryan berkelit.
"Sudahlah Dokter aku sudah tahu rencana Papa ku terhadapmu karena aku juga sudah mendengar percakapan kalian berdua beberapa hari yang lalu. Clar terus mencerca Bryan karena kebetulan di ruang tersebut hanya mereka berdua. Bryan sangat terkejut karena Clar mendengar pembicaraan dirinya dengan Bagusbyang ingin mendekatkan Bryan dan Clar.
"Apakah kamu masih mencintai Pria itu? bukannya kalian akan bercerai?" tanya Bryan.
"Aku masih mencintainya atau tidak aku rasa itu bukan urusan Dokter dan soal perceraianku, aku harap Dokter tahu batasannya" Ucap Clar yang langsung beranjak dari kursi yang di dudukinya.
"Tunggu Clar, aku minta maaf atas perkataanku yang membuat kamu tersinggung, tapi aku sangat berharap kamu memberi kesempatan padaku untuk bisa lebih dekat denganmu baik itu sebagai teman atau nantinya bisa menjadi pasanganmu." Bryan benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya, mungkin dia tidak bisa menahan perasaannya terhadap Clar.
"Maaf Dokter saya tidak bisa memberi anda kesempatan tersebut baik sebagai teman atau apapun itu karena saya ingin menjaga perasaan anda supaya tidak terluka. Dan satu lagi hari ini adalah terakhir saya memeriksakan kesehatan saya kepada Anda, mungkin saya juga akan pindah rumah sakit. Saya mohon maaf atas semuanya tapi saya hanya menganggap hubungan kita sebagai Dokter dan pasien saja. Terimakasih atas kebaikan dan pertolongan anda selama saya jadi pasien di rumah sakit ini sekali lagi saya ucapkan terimakasih." Clar melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Tunggu Clar ...." Panggil Bryan.
Clar pun berbalik ke arah dr. Bryan dan dokter tersebut beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Clar yang sudah berdiri di depan pintu.
"Ada yang mau aku katakan, aku melihat Ken di rumah sakit ini pada saat kamu telah selesai menjalani operasi dan saat kamu sadar dari koma dia ada di kamar kamu dirawat dan dia lah orang yang memencet tombol panggilan darurat yang menandakan kamu sadar. Maaf aku baru mengatakannya, aku harap kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu." Jelas Bryan.
Clar begitu terkejut mendengar perkataan dr. Bryan, ternyata Ken menemaninya saat dia operasi dan koma di rumah sakit.
"Kak...." gumam Clar.
*****
"Tuan besok ada pertemuan dengan rekan bisnis yang berasal dari Amerika tetapi beliau hanya ingin ketemu dengan pemilik perusahaannya yang artinya harus Tuan sendiri yang harus bertemu dan tempatnya di kota .... " Ucap Rendra.
"Baiklah atur semua keperluan untuk pergi ke sana." Perintah Ken.
"Saya akan memesankan tiket untuk keberangkatan Tuan ke kota ...." Ucap Rendra.
"Tidak perlu Ren..saya akan menggunakan mobil karena perjalanan ke sana hanya butuh waktu kurang lebih 2 Jam." Ucap Ken balik.
"Tapi Tuan cuaca sekarang tidak bersahabat, saya sarankan Tuan memakai pesawat ke kota tersebut." Rendra.
"Tidak masalah kalau soal cuaca, saya sudah sering menghadapi cuaca seperti apapun itu dalam mengendarai mobil" Ken.
"Saya akan memberitahukan supir kantor untuk menemani Tuan ke sana, karena saya tidak dapat menemani Tuan di karenakan di sini saya mewakili perusahaan kita untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan asing dan besok adalah keputusan untuk kerjasama kita dengan mereka." Perusahaan Ken yang didirikannya ini memang lebih menjalin kerjasama dengan perusahaan asing termasuk rekan bisnis yang akan di temuinya nanti.
__ADS_1
"Tidak perlu Ren..saya akan mengendarai mobil sendiri, kamu hanya perlu siapkan dokumennya hari ini agar saya bisa membawanya pulang, karena saya akan berangkat pagi sekali untuk menghindari macet." Ken.
"Tapi Tuan...." Ucapan Rendra langsung di potong oleh Ken.
"Sudahlah Ren..hidup dan mati itu di tangan Tuhan, hidupku sudah tidak berarti lagi ketika Clar akan menandatangani surat perceraian tersebut." Gumam Ken.
******
Di belahan negara lain Clar tampak memandang langit yang cerah tapi tidak secerah hatinya melalui pintu jendela kamarnya.
"Clar ada kiriman paket untukmu" Ucap Intan.
Intan memasuki kamar Clar yang terbuka dan memberikan paket tersebut kepada Clar tanpa menanyakan apa pun tentang paket tersebut karena kebetulan Intan lagi memasak di dapur. Setelah memberikan paket tersebut Intan langsung pergi dari hadapan Clar.
Clar sudah menebak paket itu berasal dari mana. Di tangannya ada sebuah amplop berwarna coklat yang dibalut dengan plastik pengiriman paket tersebut. Perlahan Clar membaca pengirim surat tersebut dan di sana tertera nama Kenny Putra Nugraha.
Clar merobek plastik paket tersebut setelah itu dia kembali merobek bagian atas dari amplop berwarna coklat tersebut. Setelah dia merobek bungkusan paket tersebut diambilnya lah isi dari dalam paket tersebut, yang isinya berupa lembaran surat perceraian atas nama dirinya dan Ken.
Tangan Clar bergetar memegang lembar kertas tersebut tetapi setelah diperhatikannya lebih lama, dia tidak melihat ada tanda tangan Ken di sana. Clar bingung mengapa Ken tidak menanda tangani surat tersebut. Tapi Clar menepis pikiran tentang alasan Ken tidak menandatangani karena saat ini Clar sangat bimbang, apakah dia akan menandatanganinya atau tidak.
******
Ken sudah bersiap-siap untuk pergi ke luar kota dan Bi Imah seperti biasa sudah di dapur dari subuh, walaupun majikannya satu orang Bi Imah tetap profesional di dalam pekerjaannya.
"Bi..saya berangkat dulu ya. Jaga rumah ya Bi..walaupun nanti saya tidak ada tetap rawat dan jaga rumah ini dan yang terpenting selalu bersihkan photo istri saya. Saya hari ini tidak sarapan, jadi Bibi dan Pak Budi bisa langsung sarapan saja. Saya mohon maaf kalau ada kesalahan ya Bi..salam dengan Pak Budi" Ucap Ken yang tidak seperti biasanya berbicara seperti itu kepada orang yang bekerja di rumahnya, Bi Imah juga merasa tingkah Ken lain dari biasanya.
__ADS_1
***Bersambung ......
Kalau mau lebih seru lagi buruan like, komen dan vote ya ......di tunggu ni ok..ok****