
London, Inggris....
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang, Mama sangat takut kehilanganmu ketika kamu dinyatakan koma setelah menjalani operasi" Ucap Intan yang tampak masih ada guratan kecemasan terhadap kondisi anak semata wayang nya.
Clar mengusap pipi Intan karena di sana ada bagian yang basah akibat air mata yang jatuh.
"Clar sekarang sudah baik-baik saja Ma.., maaf karena sudah membuat Mama dan Papa khawatir.
"Kamu tidak perlu minta maaf sayang, malah kami sangat bersyukur kamu sudah sadar dan keadaanmu sudah semakin membaik" Celetuk Papanya yang juga sedang berdiri di samping tempat tidur Clar.
Di ruangan tersebut bukan hanya ada Clar dan kedua orang tuanya tetapi ada dr. Bryan juga dan seorang perawat.
"Terimakasih Dok..karena sudah menyelamatkan hidup saya." Ucap Clar dengan tulus.
"Sudah kewajiban saya untuk menyelamatkan pasien saya." balas Ken sambil menampilkan senyuman yang khas, karena senyuman inilah yang membuat beberapa para wanita yang melihatnya langsung klepek-klepek.
" Kalau begitu saya pamit dulu, 2 Jam lagi saya akan datang dan memeriksa keadaan Nona" Jelas dr. Bryan.
"Jangan panggil Nona, panggil nama aja. Iyakan Clar" Sahut Bagus sambil melirik ke arah Clar.
Clar menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Papanya, walaupun Clar sendiri bingung dengan tingkah Papanya seakan-akan ada sesuatu hal yang sedang di rencanakan oleh Papanya. Sedangkan dr. Bryan tersenyum menanggapi ucapan Bagus dan akhirnya dia pun ikut menyetujuinya.
"Permisi Om, Tante dan kamu Clar jangan terlalu banyak berpikir ok" Ucap dr. Bryan dan kemudian berlalu dari hadapan mereka bersama perawat yang mendampinginya.
Sedangkan Bagus melihat kepergian dr. Bryan dan sepertinya ada sesuatu yang akan direncanakannya dan sepertinya Clar pun memperhatikan sikap Papanya tersebut tetapi untuk saat ini Clar ingin fokus dengan kesehatannya.
1 bulan kemudian ....
Akhirnya hari ini Clar pun diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.
"Sekali lagi terimakasih dok..karena telah menyelamatkan anak saya." Ucap Bagus.
"Sama-sama Om, sepertinya kata terimakasih sudah banyak saya terima dari Om, Tante maupun Clar jadi kantong baju saya tidak sanggup menyimpannya" Canda dr. Bryan.
__ADS_1
Mereka pun tertawa dengan perkataan dr. Bryan. Semua pakaian Clar dan barang-barangnya sudah siap di packing dan merekapun pun pamit pulang, rupanya Bagus belum puas dengan ucapan terimakasihnya ternyata ada rencana yang sedang dibuat Bagus.
"Apakah dr. Bryan ada waktu besok malam? Kalau ada waktu, besok malam saya mengundang dokter ke rumah kami untuk makan malam. Bagaimana Dok..? Ucap Bagus dengan penuh harap kepada dr. Bryan.
"Baiklah Om saya akan datang kebetulan besok saya off." Balas dr. Bryan.
"Baiklah kami tunggu kedatangan Dokter" Ucap balik Bagus.
Diantara 4 orang yang sedang berada di satu ruangan tersebut hanya ada 1 orang yang merasa kurang suka dengan rencana Bagus tapi dia berusaha untuk berpikiran positif mungkin sang Papa hanya ingin mengucapkan rasa terimakasihnya bukan hanya melalui kata-kata tetapi juga ingin berbuat sesuatu untuk seseorang yang telah menolong anaknya.
Sesampainya Clar dan kedua orang tuanya di rumah, Clar pun langsung pamit untuk istirahat ke kamarnya. Keluarga Wijaya memiliki rumah di London sejak lama karena sebelumnya Bagus pernah tinggal beberapa tahun di London sehingga dia pun membeli rumah di sana, makanya ketika mereka tahu dr. Bryan pindah ke London Bagus pun menganggap ini suatu kebetulan sehingga mereka tidak memerlukan tempat tinggal untuk menetap dengan waktu yang lama di London.
Sudah sekitar 1 bulan tidak menghubungi Bi Imah, Clar memang selama ini memantau keadaan di rumah kususnya keadaan Ken yang masih menyandang sebagai suaminya. Clar mengambil handphone nya dan mengetik nomor kontak yang ingin di hubunginya dan tidak butuh lama akhirnya panggilan darinya di jawab oleh Bi Imah.
"Hallo Bi, apa kabar? sudah lama tidak mendengar suara Bi Imah" Ucap Clar.
"Kabar bibi baik nyonya, bagaimana dengan kabar nyonya sendiri." Bi Imah.
"Maksud nyonya mungkin Tuan Ken ya." ledek Bi Imah, Bi Imah memang suka meledek Clar sejak mereka sering bertelepon ria satu bulan sebelumnya.
"Bibi bisa saja.." Clar yang merasa di ledek jadi malu dan pipinya merona tapi tentu saja Bi Imah tidak dapat melihatnya.
"Kabar Tuan baik nyonya tapi...." Bi Imah tidak meneruskan ucapannya sehingga Clar pun penasaran dengan lanjutannya.
"Tapi tuan tampak lebih kurus dari sebelumnya Nyonya, lebih tepatnya satu bulan setelah mengunjungi Nyonya" Bi Imah memang sudah mengetahui prihal Ken yang menemui Clar di London dan bukan itu saja dia pun mengetahui soal operasi Clar sampai koma terus sadarnya Clar.
"Apakah Kak Ken sakit Bi.." tanya Clar yang tampak khawatir.
"Saya tidak tahu pasti Nyonya, karena Tuan tetap bekerja dan di tambah lagi Tuan selalu pulang larut malam bahkan sampai jam 2 pagi itupun beberapa jam kemudian pergi lagi karena sudah ada panggilan kerja mungkin karena perusahaan Tuan masih baru kali Nya.."
Clar mengerutkan keningnya, mendengar perkataan Bi Imah yang mengucapkan perusahaan baru padahal setahu Clar, Ken itu bekerja di perusahaan Papinya.
"Maksud dari perusahaan baru apa ya Bi..?" tanya Clar.
__ADS_1
"**Begini Nyonya semenjak terakhir Tuan Andry datang ke rumah dan bertengkar dengan Papinya, sejak itulah Tuan tidak kerja lagi di perusahaan Papinya dan itu terjadi sebelum Tuan berangkat untuk menemui Nyonya" Jelas Bi Imah.
"Tapi mengapa mereka bertengkar." Tanya Clar kembali.
"Saya tidak sengaja mendengar pembicaraan Tuan dengan Papinya Nya..yang Bi Imah dengar dan lihat waktu itu Tuan Ken merobek surat cerai di depan Papinya dan Tuan Andry marah kemudian mengancam Tuan Ken kalau tidak menuruti perintahnya maka Tuan Ken tidak boleh lagi bekerja di perusahaan Tuan Andry. Bi Imah tidak sepenuhnya mendengar pembicaraan mereka Nya..karena Bi Imah takut ketahuan dikira nanti dibilang mengupimg pembicaraan majikannya. Tapi Nya..setelah Tuan Andry pergi tiba-tiba Tuan en jatuh pingsan karena memang waktu itu kelihatan sekali kalau Tuan Ken kurang enak badan tapi untuk saat itu asistennya tuan ada di sana juga jadi semua keadaan bisa di atasi." Jelas Bi Imah**.
Clar sangat sedih mendengar keadaan Ken dan merasa bersalah dengan sikapnya kepada Ken waktu di rumah sakit pantas saja wajahnya tampak sedikit pucat. Clar pun tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh ke pipinya.
"Nyonya..baik-baik saja kan." Panggil Bi Imah
"tidak apa-apa kok Bi..sudah dulu ya Bi, nanti kita lanjutkan lagi" Ucap Clar.
"Baik Nyonya." Bi Imah.
Sambungan telepon pun terputus. Tak berselang lama Clar mendapat panggilan dari nomor yang tak dikenal namun Clar pun segera mengangkat panggilan telepon itu.
"Hallo Nyonya, saya Rendra asistennya Tian Kenny Putra Nugraha." Ucap Rendra.
"Iya , ada perlu apa menelepon saya?"
"Begini Nyonya Clar, saya mau mengirimkan berkas perceraian Nyonya dengan Tuan Ken. Boleh saya tahu alamat Nyonya di London?" tanya Rendra.
Clar terkejut bukan main baru saja mendengar kabar dari Bi Imah dan sekarang dia pun mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak asing lagi di telinganya tapi tetap saja membuat dirinya merasa sedih.
"Nanti saya Chat, kalau tidak ada lagi saya tutup teleponnya."
Clar langsung membaringkan tubuhnya setelah menutup sambungan telepon dengan asisten Ken.
Hiks..hiks..Clar menangis sesegukan, hari ini perasaannya benar-benar diaduk seperti sebuah adonan kue. Clar tidak tahu harus merasa senang atau sedih mendapatkan berita dari Rendra......
***bersambung ....
Up nya kan tiap hari ni, jadi jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman, terimakasih ππππππ***
__ADS_1