
Keesokkan harinya..
Setiap pagi dengan rutinitas yang hampir sama, serapan disatu meja tetapi seperti serasa serapan sendiri. Dan seperti biasa setelah habis serapan Ken pergi begitu saja tanpa pamit kepada Clar, namun Clar tidak seperti kemaren yang akan menyapa ketika Ken akan berangkat kerja, walaupun hanya untuk minta diantarkan ke kampus tapi sebenarnya niat Clar juga ingin supaya dia lebih dekat denga Ken, tapi pagi ini Dia hanya membisu bukan karena dia sudah pasrah akan keadaan namun karena mimpinya semalam.
Setelah kepergian Ken ke kantor, Clar langsung naik ke atas menuju kamarnya tetapi sebelum itu dia masih membantu Bi Imah membereskan meja makan walaupun sudah beberapa kali Bi Imah melarang tapi Clar tetap bersikeras membantunya.
Didalam kamar utama, Clar bersiap-siap untuk pergi bertemu Helen karena kemaren Clar sudah setuju untuk pergi jalan-jalan bersamanya.
Drrrt..drrrt...bunyi Hp Clar yang terletak dimeja riasnya, tanpa menunggu lama Clar langsung menggeser tombol hijau yang tertera di Hpnya.
" Hallo..Len " sahutku sambil duduk disofa yang ada dikamar lebih tepatnya kasurku ntah sampai kapan.
" aku sudah didepan rumahmu..aku g masuk ya, q tunggu di mobil" jawan Helen.
" ok..bentar lagi aku turun " balasku sambil menutup panggilan telepon.
Setelah selesai teleponan dengan Helen, Clar mengambil tas yang sudah disiapkan sebelumnya dan bergegas keluar dari kamar kemudian menuju dapur untuk pamitan sama Bi Imah karena jam segini Bi Imah biasanya sudah siap-siap untuk makan siang.
"Bi..saya pergi sebentar ya" pamitku.
"tidak diantar Pak Budi Nyonya" ucap Bi Imah.
"saya pergi sama Helen Bi..saya pergi dulu karena Helen sudah menunggu di luar" jelasku.
"hati-hati nya.."ucap Bi Imah. sambil mengikuti langkah Clar menuju pintu keluar.
Setelah mobil yang dinaiki Clar pergi, Bi Imah kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.
Tidak berapa lama Clar dan Helen sampai disebuah Mal, salah satu mal terbesar dikota tersebut. Setelah memarkirkan mobilnya Helen dan Clar menuju ke lantai paling atas Mal tersebut atau lebih tepatnya gedung bioskop karena Helen ingin menonton film yang baru launching dan bergenre romantis.
"kita nonton dulu ya Clar.." ajak Helen.
"ok.."sahur clar singkat karena sebenarnya saat ini Clar lagi tidak konsen akan keadaan disekitarnya.
"loe kenapa sih Clar dari tadi hanya diam" tanya Helen.
"tidak kenapa-napa kok len.."jawab Clar walaupun mungkin saat ini dia tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang keliatan tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"oh ya sudah kalau tidak kenapa-kenapa"ucap Helen walaupun sebenarnya dia masih penasaran tapi dia tidak mau merusak acara mereka hari ini.
Setelah membeli tiket mereka langsung memasuki gedung bioskop dan duduk dibagian tengah. Setelah film yang diputar selesai dan lampu bioskop dinyalakan, Helen melihat air mata yang berjatuhan dipipi Clar.
"duhh..saking menghayati filmnya tuh air mata jatuh seperti air mancur" canda Helen sambil terkekeh.
"dasar melankolis"ledek Helen lagi.
Clar langsung menghapus air matanya karena malu dilihat Helen dan orang-orang yang ada di sana.
"apaan sih Len, filmnya sedih banget tentu gue terbawa suasana g mungkinkan gue ketawa ketiwi"balasku.
"iya..iya..jangan ngambek dong cayanggg"ucap Helen sambil mencubit pipi Clar yang punya pipi meringis kesakitan walaupun tidak terlalu sakit.
Setelah keluar dari gedung bioskop, kami melangkahkan kaki ke sebuah toko sepatu karena Helen mau membeli sepatu sneaker karena sepatu sneaker lamanya sudah minta diganti alias ganti mesin.
"kita ke toko sepatu langgananku ya Clar terus baru kita makan siang" ajak Helen sambil menarik tanganku pelan.
"aku ikut aja Len.."kataku dengan pasrah.
" kamu benaran g mau beli sepatu " tanya Helen.
" sepatuku masih bagus Len.."jawabku sambil tersenyum tipis.
" kalau begitu ayo kita makan siang, kata temanku ada tempat makan di Mal ini yang lagi hits" ajak Helen.
Clar hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Setelah sampai di tempat makan tersebut, mereka menuju salah satu meja di sudut restoran itu. Akan tetapi sebelum sampai dimeja yang telah mereka pilih, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Ken dan Jessica yang merupakan mantannya Ken.
"Kak Ken disini juga.."ucap Helen sambil mengernyitkan alisnya karena merasa heran ada Jessica yang sedang duduk bersama Ken karena setahunya mereka sudah putus semenjak pernikahan Ken dan Clar.
"kalian disini juga" balas ken dengan wajah datarnya.
Clar hanya terdiam menyaksikan kejadian yang didepan matanya dan dia sekuat tenaga menahan air matanya yang akan menetes, sebenarnya Clar bukan sedih karena ken dan Jessica makan siang bersama tetapi dia merasa kecewa kepada dirinya karena dialah penyebab Ken dan Jessica berpisah padahal mereka ada rencana untuk menikah tapi karen keputusannya semua rencana mereka hancur lebur. Helen melihat ke arah Clar yang hanya terdiam dan menundukkan kepala tapi Helen tidak akan memperpanjang pembicaraan ini karena dia tahu pasti bahwa Clar tidak nyaman akan keadaan ini.
"ya kak..kami habis nonton. Kalau gitu kami ke meja kami dulu ya" ucap Helen sambil menarik tangan Clar.
__ADS_1
"are u ok" tanya Helen sambil mengusap punggung tangan Clar.
"a..apa" sahutku yang tersadar dari pikiranku yang lagi berlari ntah kemana.
"kamu baik-baik saja Clar" tanya Helen kembali.
"memangnya aku kenapa" tanya Clar balik.
Helen membuang nafasnya dengan kasar, tiba-tiba pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka. Setelah pesanan dicatat pelayan tersebut juga pamit meninggalkan meja mereka.
Tidak berselang lama pesanan kami sudah tersedia dimeja, lain dengan Helen yang langsung makan dan minum setelah makanan tersedia Clar hanya diam sambil memainkan sendok diatas makanan yang ada dihadapannya. Helen sebenarnya memperhatikan tingkah Clar yang tidak seperti biasanya ditambah lagi ketika ketemu Ken dia tidak menyapa suaminya malah bersikap seperti tidak kenal begitu juga sebaliknya. Ada apa sebenarnya dengan pernikahan mereka, kira-kira itulah isi pikiran dari Helen.
"makan dong Clar..jangab dimainin seperti itu nanti makanan ya nangis lho hiks..hiks.."canda Helen untuk membuat suasana hidup kembali setelah tadi seperti ruko kosong.
"i..iya Len, sebenarnya aku masih kenyang" ucap Clar walaupun sebenarnya sudah jadwalnya makan siang tapi karena sesuatu hal Clar lagi tidak nafsu makan.
Ditengah acara makan siang Clar dan Helen, Ken dan Jessica menghampiri meja kami.
"Kak Ken .. pamit dulu mau ke kantor, kalian kalau sudah selesai makan langsung pulang saja" ucap ken sambil sekali melirik Clar yang hanya menatap makanannya.
"Baik Boss..Kak Ken pulang dengan dia" celetuk Helen sambil menatap Jessica yang sedang menampilkan wajah tak berdosanya.
"g..kami hanya bertemu disini tadi tidak sengaja aku kesini bersama asisten pribadiku yang sekarang menunggu diparkiran" jelas Ken.
Setelah mendengar penjelasan Ken, Clar menegakkan kepalanya dan menatap Ken dengan tatapan yang tidak seperti biasanya antara lega bercampur rasa bersalah.
"Ternyata Kak Ken memegang janji suci pernikahannya yaitu akan tetap setia dan tidak berbuat dosa. Tapi secara bersamaan rasa bersalah menyelimuti dirinya dan terlintas dikepalanya apa yang harus dilakukannya untuk membuat keadaan ini menjadi tidak rumit"
Setelah berpamitan Ken langsung pergi dari restoran dan diikuti Jessica tapi dengan arah yang berbeda....
"auww kepalaku...." terdengar suara ringisan kesakitan dari mulut Clar.
****** ***bersambung.....
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya ....
Diharapkan dukungan dari pembaca novelkuππππππ***
__ADS_1