
Sudah 10 bulan perjalanan pernikahan antara Clar dan Ken, tetapi tidak ada perubahan berarti dalam hubungan mereka walaupun sekarang Ken tidak terlalu irit untuk sekedar bicara dengan Clar. Kesibukan Ken dalam mengurus perusahaan Papinya membuat Clar tidak banyak waktu bersama dengan Ken.
"Hei..termenung aja" Sahut Helen.
"Siapa yang termenung.." ucap Clar.
"huuu.. dasar, ngaku aja dech" desak Helen sambil meminum Jus Mangganya.
Ya sekarang mereka berada di Cafe dekat kampus. Karena hanya ada satu mata kuliah aja hari ini jadi mereka ingin hang out hari ini.
Helen yang merupakan saudara dan sahabatnya sudah mengetahui prihal rumah tangga Ken dan Clar. Itupun secara tidak sengaja karena melihat secara langsung bagaimana Ken memperlakukan Clar, sehingga Clar menceritakan semuanya kepada Helen dan hanya Helen saja yang tahu soal ini, sedangkan Ken tidak mengetahui kalau Helen sudah tahu soal keadaan rumah tangganya dengan Clar.
Flash back On,
"Apa kakak bermain dibelakangku bersama dengan Jessica" tanya Clar dengan suara sedikit bergetar dan menatap ke arah Ken dengan wajah sendu.
"aku tidak pernah berhubungan dengan Jessica dan asal kamu tahu aku sangat mencintainya tapi aku tidak akan menodai ikatan pernikahan ini selama aku masih terikat denganmu, aku tidak akan pernah berhubungan dengannya atau dengan wanita manapun. Jadi kamu tenang saja aku masih memegang janjiku padamu untuk tetap setia dengan pernikahan ini tetapi...aku tetap tidak menganggapmu sebagai istriku. Jadi jangan pernah kamu menanyakan hal ini lagi kepadaku" Jelas Ken sambil menatap laptop yang ada di atas meja kerjanya tepatnya meja kerja yang berada di ruang kerja rumahnya.
"Tapi aku melihat kalian berdua keluar dari hotel bersama-sama" tanya Clar lagi karena masih kurang puas dengan jawaban Clar.
"ohh jadi kamu melihat itu" sejenak Ken terdiam "kami bertemu dihotel tersebut untuk rapat di sana, kami ada kerjasama karena Jessica adalah manager disalah satu perusahaan rekanan bisnis Papi. Bagaimana kamu bisa berpikir aku melakukan hal seperti yang kau pikirkan di hotel milik Papamu sendiri, ..." jelas Ken.
Sejenak Clar mencerna perkataan Ken dan dia menganggukkan kepalanya pelan pertanda dia mengerti.
"Baiklah aku percaya padamu Kak" ucap Clar.
"Aku tidak butuh kepercayaanmu Clar, sebenarnya kamu percaya atau tidak aku tidak peduli akan hal itu. Jadi sekali lagi aku katakan jangan pernah mengganggu kehidupanku" tegas Ken sambil meneruskan pekerjaannya.
Mata Clar berkaca-kaca mendengarkan perkataan Ken barusan akhirnya Clar memilih keluar dari ruangan tersebut tanpa berkata apa pun juga. Ketika Clar menutup pintu ruang kerja Ken tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang dan membawanya ke taman belakang rumah tersebut.
"He..len apa yang kau lakukan dirumahku" tanya Clar sambil mengusap air mata yang jatuh dipipinya akibat kejadian di ruang kerja tadi.
"Aku berniat main ke rumah sambil curhat" jelas Helen tapi niatnya berubah karena sesuatu yang dilihatnya barusan.
"Apakah selama pernikahan kamu bahagia?" deg..deg..pertanyaan Helen membuat dada Clar berdegup dengan kencang namun secara perlahan dia menjawabnya.
"Ten..tu aku bahagia Helen" Jelasku dengan berpura-pura tersenyum untuk mengelabui Helen.
"Aku sudah mendengar semuanya apa yang terjadi di ruangan tersebut, jadi kamu jangan berbohong padaku lagi" ucap Helen sambil menatap wajah Clar dengan penuh penasaran.
"A..aku.." Clar tidak bisa menahan tangisnya, dia tidak bisa menahan tangisnya lagi dan Helen langsung memelyknya memberi kekuatan kepada sahabat sekaligus saudaranya tersebut. Clar menceritakan alasan dia menerima perjodohan ini, semua perkataan Ken yang harus dia turuti dan perlakuan yang diterima nya sekaligus dia tidur di ranjang yang terpisah lebih tepatnya Ken di kasur sedangkan Clar di sofa. Helen memeluk kembali sahabatnya tersebut dengan erat karena dia tidak menyangka selama ini Clar tersiksa dan berpura-pura bahagia di depan orang.
"Helen aku mohon jangan ceritaka semua ini kepada orang lain termasuk kepada kedua orang tua dna mertuaku. Aku juga berharap kamu tidak mengatakan apa pun kepada Kak Ken anggap saja kamu tidak mengetahuinya" Jelad Clar.
"Tapi .." sebelum Helen meneruskan bicaranya Clar langsung memotong perkataan Helen.
__ADS_1
"Aku mohon Helen, kalau kamu sampai mengatakan sesuatu kepad Kak Ken aku tidak mau bicara denganmu lagi" ancam Clar sambil menatap Helen dengan serius.
"Aku janji tapi kamu harus cerita kepadaku kalau kamu diperlakukan tidak baik oleh Kak Ken dan kamu harus memberitahuku kalau butuh bantuan" ucap Helen yang tidak tega melihat keadaan Clar saat ini.
Flash back off,
"Lagi mikirin apa sih Clar" tanya Helen lagi.
"G mikirin apa-apa kok" jawab Clar sambil memegang gelas minumannya.
Helen tidak mau memaksa Clar untuk berbicara, biarlah dia sendiri yang berbicara kalau dia mau mencurahkan isi hatinya.
"Kapan Kak Ken mau keluar kota lagi?" tanya Helen.
"Kemungkinan 2 hari lagi" balas Clar sebenarnya dia pun belum tahu pasti karena itupun dia tahu karena secara tidak sengaja mendengar pembicaraan Ken melalui telepon dengan asistennya.
"oo..loe g mau ikut?" timpal Helen.
Clar ketawa kecil mendengar perkataan Helen.
"Kamu lucu deh Len, bukannya aku sudah ceritakan semuanya sama kamu tentang hubungan kami" jelas Clar.
"Kamu kan belum coba, katanya mau berusaha. Kalau tidak dicoba mana tahu hasilnya." ucap Helen.
"Jessica..kamu kok g pernah cerita sama aku" tutur Helen sedikit kecewa karena dia baru tahu bahwa Jessica rekan kerja Ken.
"Maaf..aku kira itu tidak masalah karena aku tetap percaya sama Kak Ken dan aku lihat Jessica juga bukan tipe penggoda" ucap Clar walaupun dia masih ragu-ragu tentang kepribadian Jessica.
" Namanya mantan pasti masih berbekas apalagi kalau terus berdekatan" jelas Helen.
" Sudahlah tidak usah bicarakan mereka kita kesini kan untuk hang out" ucap Clar sambil tersenyum simpul.
Sedangkan Helen seperti sedang memikirkan sesuatu..
Keesokkan harinya lebih tepatnya jam 9 Malam, Ken sedang berkemas untuk persiapannya keluar kota besok pagi. Clar tampak membaca novel online nya.
"Kamu tidak berkemas?" tanya Ken ketus.
"berkemas .. Untuk apa kak?" tanya Clar balik.
"Papi nyuruh aku ngajak kamu besok keluar kota. Aku heran kenapa tiba-tiba Papi suruh kamu ikut. Cepatlah berkemas aku tidak mau besok terlambat gara-gara kamu belum mempersiapkan barang-barangmu" Ucap Ken masih dengan nada tidak suka.
"Mengapa Papi tiba-tiba suruh aku ikut ya..jangan..jangan ini ada hubungannya dengan Helen" gumamku.
******
__ADS_1
"Clar..cepatan, nanti terlambat" teriak Ken dari depan pintu masuk rumah.
Helen melangkahkan kakinya dengan cepat, dia takut Ken tambah marah kalau dia belum juga sampai didepan pintu. Clar pagi ini bukannya terlambat bangun tetapi karena sibuk mempersiapkan sarapan padahal Bi Imah sudah menyuruh Clar untuk bersiap-siap tapi Clar menolaknya karena dia sudah berjanji akan selalu menyiapkan sarapan untuk Ken walaupun ada Bi Imah karena ini salah satu strategi untuk memikat hati Ken apalagi yang dia masak kesukaan Ken dan rahasia masakan itu dia dapat dari maminya Ken.
"Kamu ini buatku susah saja. Ayo berangkat" gerutu Ken
"Maaf Kak.." balas Clar dengan wajah tertunduk.
Sesampainya mereka di bandara, Ken duluan masuk ke ruang tunggu dan di sana sudah menunggu rombongan mereka yang akan ikut serta termasuk Jessica.
"Ken.." sapa Jessica dengan senyum manisnya.
"Jes..sudah lama" tanya Ken.
"Baru aja nyampe, kamu sudah sarapan" tanya Jessica balik.
"Sudah tadi di rumah" jawab Ken.
"oo..ya sudah. Ayo kita bergabung dengan rekan yang lainnya" ajak Jessica. Ketika mereka mau melangkahkan kakinya tiba-tiba ada wanita yang memanggil Ken.
"Kak..tunggu" teriak Clar.
Seketika Ken dan Jessica melihat ke arah suara tersebut.
"Clarissa.." gumam Jessica.
Sedangkan Ken hanya menatap Clar dengan wajah datar.
"Selamat pagi nona Jessica" Sapa Clar.
"Pagi.." balas Jessica dengan senyuman tipis.
Ketika mereka sedang berbicara terdengar suara panggilan untuk penumpang tujuan kota .... dipersilahkan menaiki pesawat.
Ken, Clar, Jessica beserta rombongan yang lainnya segera menaiki pesawat yang akan menuju kota ....
Di dalam pesawat Ken dan Clar duduk berdampingan sedangkan Clar tepat berada dibelakang mereka.
"Kenapa sih dia ikut, kalau dia tidak ikut aku kan bisa duduk disamping Ken.." gumam Jessica.
Perjalanan yang akan mereka tempuh sekitar 2 jam, Clar seperti boneka yang hanya membisu karena di sampingnya juga boneka beku....ha..ha..
****bersambung......
Jangan lupa dukungannya ya man teman semua dengan LIKE, KOMEN DAN VOTE, Terimakasih*....
__ADS_1