ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
KEHILANGAN


__ADS_3

1 bulan kemudian....


Clar melakukan rutinitas bolak balik rumah sakit untuk melakukan pengobatan dan cek kesehatan pasca pemulihan operasi yang dilakukannya, Clar tetap melakukan pengobatan dna cek kesehatan di rumah sakit yang sama dan dengan dokter yang sama pula yaitu dr. Bryan tetapi hubungan mereka yang sebelumnya dekat menjadi seperti canggung dikarenakan kejadian sebelumnya. Clar mengalah dengan keadaan karena dirinya tidak ingin ada perdebatan dengan Papanya perihal pengobatannya makanya dia tetap ditangani oleh dr. Bryan ditambah lagi Clar tidak ingin melihat Mamanya bersedih dengan melihat dirinya dan Papanya seperti orang yang sedang melakukan perang dingin. Seperti sekarang ini Clar ditemani kedua orang tuanya untuk general chek up karena rencananya hari ini terakhir mereka akan melakukan pemeriksaan terakhir untuk kesehatan Clar. Sekarang Clar, Bagus, Intan dan tentu saja dr. Bryan ada di ruangannya.


"Bagaimana hasil pemeriksaan kesehatan Clar Dok.." Tanya Intan.


"Sesuai pemeriksaan hari ini, saya menyimpulkan bahwa Clar sudah dalam keadaan sehat tetapi saya harap tetap menjaga kondisi tubuh supaya tetap sehat dan jangan banyak pikiran karena takutnya sel-sel kanker itu akan kembali lagi kalau sampai tidak menjaga kesehatan dengan baik." Jelas dr. Bryan.


"Terimakasih Dok.." Ucap Intan.


"Terimakasih nak Bryan karena selama ini menangani Clar dengan sangat baik" Ucap Bagus dengan menampilkan senyuman hangatnya.


Sedangkan Clar hanya diam sambil mendengar semua penjelasan dr. Bryan dan Ucapan kedua orang tuanya.


"Apakah kamu tidak ingin menyampaikan sesuatu kepada dr. Bryan Clar" Bagus.


Sejenak Clar hanya diam dan menatap ke arah Papanya, sedangkan Bryan merasa canggung setelah mendengar ucapan Bagus.


"Berarti hari ini adalah terakhir saya ke sini kan dok? jadi untuk terakhir kalinya saya ucapkan terimakasih atas bantuan Dokter selama ini. Saya permisi" Ketika Clar ingin beranjak dari kursinya, Bagus langsung mengarahkan tatapan tidak suka dengan tingkah anaknya tersebut.

__ADS_1


" Clar...." Bagus.


" Benar Clar, ini adalah terakhir kamu chek up ke sini. Saya harap kamu selalu tetap sehat" Ucap dr. Bryan menyambar perkataan Bagus sebelum suasana menjadi tidak terkendali dengan perdebatan antara ayah dan anak tersebut.


******


Akhirnya Clar, Bagus dan Intan sampai ke rumahnya setelah kepulangan mereka dari rumah sakit.


"Clar Papa mau bicara sebentar" Ucap Bagus.


Clar menurut dengan ucapan Papanya, di ruang keluarga ini lah Bagus, Intan dan Clar duduk.


"Clar mau kembali ke tanah air Pa.." Jawab Clar.


Bagus terdiam sejenak sambil menatap erat ke arah Clar sedangkan Intan hanya diam mendengarkan pembicaraan antara Ayah dan Anak tersebut.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi sesampai di sana Papa ingin kamu langsung mengurus perceraianmu dengan Ken, kalau kamu merasa berat mengurus itu biar Papa yang ambil alih." Tegas Bagus.


"Maafkan Clar Pa..tanpa mengurangi rasa hormat Clar kepada Papa dan Mama, mengenai urusan rumah tangga Clar dan Kak Ken biar kami berdua yang urus tanpa turut campur tangan orang lain." Ucap Clar.

__ADS_1


"Lancang sekali kamu Clar, jadi kamu anggap Papa dan Mama orang lain ha.." Bentak Bagus setwlah mendengar ucapan Clar yang menurutnya kurang sopan karena dirinya dianggap orang lain oleh anaknya sendiri.


"Pa..tenang dulu, mungkin maksud Clar bukan begitu." Jelas Intan untuk menengahi pembicaraan ini.


"Sekali lagi Clar minta maaf Pa..bukan maksud Clar menganggap Papa dan Mama orang lain tapi biarlah urusan rumah tangga Clar..Clar sendiri yang menyelesaikannya." sebelum Clar beranjak dari tempat duduknya, Clar mengucapkan sesuatu kepada Bagus dan Intan " Besok Clar akan kembali ke tanah air, Clar lelah dan mau istirahat dulu." Clar pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


Bagus sebenarnya ingin menghalangi kepergian Clar tapi dihalangi oleh Intan.


******


Clar masuk ke dalam kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu kamarnya karena dia benar-benar tidak ingin diganggu. Setelah mengunci pintu kamarnya Clar langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya sebentar karena dia merasa letih apalagi baru berbicara dengan Papanya tadi.


Clar mengambil handphone nya dan mencari di kontak handpohone atas nama Bi Imah setelah ketemu Clar langsung menekan nomor Bi Imah tapi sama seperti sebelum-sebelumnya nomor tersebut tidak aktif sama sekali. Sudah satu bulan terakhir ini Clar tidak dapat menghubungi Bi Imah, Clar merasa khawatir karena sudah lama dia tidak mendapat kabar tentang Ken yang sampai sekarang masih berstatus suaminya karena sampai sekarang dia memeng masih belum tanda tangani surat cerai dan surat tersebut masih belum dikirim kepada Ken.


"Apakah aku harus telepon Ken ya.." Clar mencari nomor kontak Ken dan akhirnya ketemu ......


***bersambung ....


Akhirnya bisa up date juga, maaf ya karena sudah lama tidak up date. Semoga teman-teman masih suka dengan jalan cerita novel ini. Jangan lupa Like, vote dan Komen ya***..

__ADS_1


__ADS_2