ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
PENYESALAN CLAR ....


__ADS_3

Sudah 1 minggu dari kejadian di rumah Ken lebih tepatnya masih rumah Ken dan Clar. Sampai saat ini Clar masih berusaha untuk mencari infornasi mengenai keberadaan Ken, dia masih tidak percaya dengan perkataan Rendra yang mengatakan bahwa Ken menghilang akibat dari kecelakaan yang dialaminya sewaktu akan kembali dari luar kota untuk urusan bisnis. Clar berpikir mengapa tidak ada kabar mengenai berita kehilangan Ken termasuk kecelakaan yang dialaminya dan dirinya merasa sangat curiga dengan tingkah laku pak Budi yang sangat gugup ketika menjawab pertanyaan dari nya.


"Aku tidak akan pernah berhenti untuk mencari tahu tentang keberadaan Kak Ken, aku akan menunjukkan kepada asisten kak Ken yang tidak sopan itu bahwa seorang Clar tidak bisa untuk dipermainkan" gumam Clar dengan mimik wajah yang sangat menahan rasa geramnya terhadap Rendra.


******


Pagi hari ini Clar memulai pencarian Ken, dirinya sudah menyusun strategi yang dimulai dari Pak Budi.


Terlihat Pak Budi sedang membuang sampah dan ketika mau masuk kembali ke gerbang rumah Clar langsung menghampiri Pak Budi.


"Pak..tunggu sebentar" Panggil Clar.


"Nyo..nya" seru Pak Budi yang sangat terkejut dengan kehadiran Clar di depannya.


"Apa saya bisa bicara sebentar Pak.." tanya Clar dengan tatapan mengintimidasi, sebenarnya Clar merasa tidak enak kepada Pak Budi karena selama ini Pak Budi sangat baik kepadanya tetapi dia harus melakukan ini semua demi mendapatkan informasi tentang keberadaan Ken.


"Tapi saya masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan Nyonya" jawab Pak Budi.


"Saya masih Nyonya dari rumah ini lho Pak Budi" Clar berpura-pura tegas agar Pak Budi merasa tidak enak terhadapnya.


"Ma..af Nyonya, bukan maksud saya tidak sopan terhadap Nyonya teta.." sebelum Pak Budi melanjutkan ucapannya Clar langsung memotong ucapan PaK Budi.


"Saya tidak mau mendengar alasan apapun Pak, kalau Bapak masih mau bekerja disini saya harap Bapak mau bekerjasama dengan saya" ancam Clar walaupun lagi-lagi Clar merasa tidak tega tapi sekali lagi ini demi mendapatkan informasi mengenai Ken.

__ADS_1


"Tapi Nyonya Tn. Rendra sudah memberi pesan kepada saya agar tidak berbicara dengan Nyonya apalagi menjawab pertanyaan dari Nyonya, sekali lagi maafkan saya" Jawab Pak Budi sambil menundukkan kepalanya.


"Pak Budi tidak perlu mendengarkan asisten Rendra, menurut Pak Budi apakah kedudukan Rendra lebih tinggi dari saya" Ucap Clar yang agak ketus karena kesal dengan penjelasan Pak Budi yang lebih mendengarkan perintah Rendra dari pada dirinya yang jelas-jelas statusnya masih istrinya Ken.


"Sekali lagi maafkan saya Nyonya, bukan maksud saya untuk tidak hormat kepada Nyonya" Ucap Pak Budi.


Clar berpikir keras bagaimana caranya agar Pak Budi bisa di ajak bicara tanpa ada tekanan dari pihak manapun baik dari Rendra maupun dirinya.


"Pak..saya hanya ingin tahu keberadaan suami saya, apakah Bapak tidak kasihan dengan saya karena terpisah dari suami saya apalagi jelas-jelas yang mau memisahkan saya itu asisten dari suami saya sendiri. Saya sangat merindukan suami saya hiks..hiks.." Clar berakting sedih agar Pak Budi merasa iba kepadanya tapi ada satu hal kebenaran di sana bahwa dirinya sangat merindukan suaminya Ken.


"Nyonya jangan menangis saya tidak tega" ucap Pak Budi.


"Yes .. sepertinya akting ku berhasil" gumam Clar dalam hati.


"Baiklah nyonya saya akan menjawab semua pertanyaan dari Nyonya" Ucap Pak Budi lagi.


"Sebenarnya ucapan Tn. Rendra ada benarnya Nyonya, Tn. Ken mengalami kecelakaan sewaktu pulang dari luar kota dan.." tiba-tiba Pak Budi tidak melanjutkan pembicaraannya lagi.


"dan apa Pak.." tanya Clar sangat penasaran.


" dan Tn. Ken memutuskan untuk pergi dari kota ini Nyonya" Ucap Pak Budi.


"Kenapa Kak Ken harus pergi dari kota ini Pak.." desak Clar agar Pak Budi melanjutkan kembali ucapannya.

__ADS_1


"Tu....an Ken....akibat kecelakaan tersebut Tn. Ken menjadi..menjadi..lumpuh Nyonya" Pak Budi meneteskan airmata nya karena merasa sedih mengingat kondisi dari Tuannya.


Clar terkejut dengan ucapan Pak Budi, dia merasa ada suatu benda yang sangat berat yang terjatuh menghimpitnya dan tak terasa buliran air mata jatuh tak tertahankan mengenai pipinya nya yang putih bersih tersebut. Clar hampir tidak bisa berkata apapun semenjak mendengar keadaan Ken yang lumpuh. Sudah 30 menit berlalu semenjak Pak Budi memberitahu keadaan Ken dan selama itu Clar terdiam hanya air matanya saja yang bercucuran sedangkan suara tangisnya tidak terdengar.


"Sekarang Kak Ken dimana Pak..?" suara serak Clar terdengar memecahkan kebisuan selama 30 menit tersebut.


"Tuan ada di luar kota Nyonya, kalau Nyonya mau saya bisa antarkan" Ucap Pak Budi.


"Baiklah Pak, antarkan saya sekarang juga".


******


Saat ini Clar dan Pak Budi sudah ada berada di dalam mobil menuju ke tempat keberadaan Ken, selama perjalanan Clar hanya terdiam pikirannya sekarang sangat campur aduk antara senang bisa berjumpa Ken laki-laki yang sangat dicintai dan dirindukannya, sedangkan kesedihan karena memikirkan kondisi Ken. Dia sangat bersedih memikirkan Ken yang sedang menghadapi keadaan tersebut sendirian di tambah lagi dia baru tahu dari Pak Budi bahwa Ken sudah tidak dianggap oleh Papanya tapi Clar belum tahu pasti apa alasan dari pertengkaran antara ayah dan anak tersebut yang mengakibatkan Ken keluar dari perusahaan keluarganya dna akibat dari mengembangkan perusahaan barunya tersebutlah dirinya mengalami semua nya ini tapi satu lagi yang clar tidak tahu bahwa ketika kecelakaan tersebut terjadi Ken mendapatkan kabar tentang surat cerai mereka.


"Maafkan aku Kak..aku tidak berada di sampingmu ketika dirimu mengalami ini semua, aku sangat menyesal telah mengusirmu ketika dirimu menjenguk diriku di rumah sakit. Tapi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu dan aku akan tetap bersamamu dalam keadaan apapun, tunggu aku Kak" batin Clar.


Tak terasa sudah 4 jam mereka melakukan perjalanan ke tempat Ken dan akhirnya mereka sampai juga. Ketika Clar keluar dari mobil udara sejuk menyambar seluruh tubuhnya, dirinya sangat merasa nyaman dengan suasana di daerah tersebut. Benar adanya sekarang mereka berada di daerah pantai lebih tepatnya rumah kediaman yang di tempati Ken dekat dengan pantai dengan rumah yang menghadap langsung ke pantai. Ketika Clar menyusuri daerah tersebut seketika itu dia melihat seorang laki-laki muda yang sedang duduk di kursi roda sedang mengarahkan pandangannya ke arah laut. Clar merasa seluruh tubuh nya bergejolak seperti ombak yang sedang kejar-kejaran.


"Kak...." lirih Clar.


Seperti ada hubungan telepati antara Ken dan Clar, seketika itu juga Ken mengarahkan pandangannya ke arah Clar yang sedang berdiri di samping mobil yang membawa dirinya ke tempat tersebut padahal suara Clar yang memanggil nama suara Ken hanya terucap pelan.


Tatapan antara Ken dan Clar sangat begitu intens walaupun dari jarak jauh....

__ADS_1


Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia menunggu cerita "Asalkan Engkau Bahagia".


Jangan lupa dukungannya ya melalui Like, Komentar dan Vote..


__ADS_2