ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
BEGITU BERAT MELEPASKANMU


__ADS_3

Ketika Ken ingin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat sekarang dia berdiri, tiba-tiba tangannya digenggam Clar.


"Maaf untuk semua orang yang ada di sini, tolong sekarang tinggalkan ruangan ini kecuali suami saya" Ucap Clar tegas.


Semua orang yang ada di sana terkejut, semuanya menatap ke arah Clar dengan tatapan tidak suka dengan keputusan Clar tapi lain halnya dengan Ken dan Rendra yang merasa dapat hawa kemenangan.


******


Tinggallah Clar dan Ken diruangan ini setelah ada perdebatan kecil antara Clar dan Papanya, namun akhirnya Bagus mengalah dikarenakan dia tidak mau kondisi Clar menurun apalagi besok Clar harus menjalani operasi.


Sejenak ruangan tersebut hening dikarenakan tidak ada suara diantara dua anak manusia tersebut.


"Hmm.." Deheman Ken memecah keheningan di ruangan tersebut.


Clar menatap Ken yang sedang menggaruk-garuk kepalanya.


"Kamu jarang mandi ya Kak.." Ucap Clar.


"A..apa.. sembarangan, aku ini pria yang memperhatikan penampilan ya jadi tidak mungkin aku jarang mandi. Kenapa kamu bilang seperti itu" Tanya Ken sambil menatap mata Clar yang sangat dirindukannya.


"Habis aku lihat dari tadi Kakak menggaruk-garuk kepala jadi ku kira ketombean" ledek Clar sambil menahan ketawanya.


"Apa kabar Clar?" tanya Ken dengan serius.


"Aku baik-baik saja Kak, seperti yang Kakak lihat aku masih hidup" Ucap Clar dengan senyum yang dipaksakan.


"Maafkan aku karena tidak di sampingmu menjalani ini semua" Ken mengatakannya sambil menundukkan kepalanya sebenarnya Ken ingin menghindari tatapan Clar karena di sudut matanya sudah ada bulir air mata yang akan jatuh ke pipinya tapi Ken tidak ingin Clar melihatnya.


"Aku tidak apa-apa Kak, ini hanya penyakit kecil yang hanya sementara bersarang di tubuhku" Ucap Clar yang sengaja ingin bercanda dengan Ken padahal dirinya saja merasa takut dengan penyakitnya ini.


Ken tertawa mendengar ucapan Clar, Dia tidak menyangka dalam keadaan sepert ini Clar masih bisa bercanda dengan penyakitnya.


"Apakah kamu besok akan di operasi?" Ken.

__ADS_1


"Hmm...." Clar.


"Bolehkah aku menemanimu..maksudku Bolehkah aku menunggumu di luar ruang operasi sampai semuanya selesai?" Ucap Ken dengan wajah sendu.


Clar sebenarnya senang ada Ken menemaninya menghadapi operasi besok tapi dia juga tidak ingin ada pertengkaran antara Papanya dengan Ken. Clar menatap wajah Ken yang sedikit pucat.


"Apa Kakak sehat, aku lihat Kakak sedikit pucat?" Ucap Ken yang masih memperhatikan kesehatan Ken.


Ken tersenyum karena Clar masih memperhatikannya, tetapi Ken masih belum puas karena Clar belum menjawab pertanyaannya.


"Clar..bolehkah aku" Ucapan Ken dipotong oleh Clar yang seakan tahu Ken aku berbicara apa.


"Kak..boleh kah aku minta satu permohonan padamu?" tanya Clar.


"Apa yang kamu minta Clar" Ken.


"Lepaskan aku Kak, aku mohon. Anggap ini permohonan terakhirku karena akupun tidak tahu apakah besok aku akan tetap hidup atau tidak." Clar mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Ken menatap nanar ke arah Clar, harapannya pupus sudah karena wanita yang dia harapkan kembali kepadanya malah meminta untuk melepaskannya. Ken tidak menjawab permintaan Clar karena saat ini tubuhnya terasa beku.


******


Keesokan harinya tibalah saatnya Clar akan menjalani operasi. Clar sudah dibawa ke ruang operasi dan kedua orang tua Clar dan dr. Bryan menunggu di ruang tunggu kamar operasi.


Disisi lain yang tidak jauh dari kamar operasi tersebut ada seorang pria yang menatap kamar tersebut dengan mata yang berkaca-kaca dialah Ken seorang pria yang bodoh yang tidak menyadari akan perasaannya sendiri dan setelah di sadari dirinya pun sudah terlambat.


Sudah hampir 10 jam Clar masih di dalam kamar operasi dan belum tampak akan selesai juga namun beberapa menit kemudian dr. Bryan keluar dari ruangan tersebut dengan raut muka yang sulit diartikan. Kedua orang tua Clar langsung mendekati dr. Bryan dan menanyakan keadaan Clar.


"Om, Tante operasi berjalan dengan lancar tapi di akhir ketika operasi sudah selesai, tiba-tiba kondisi Clar menurun dan jantungnya melemah. Jadi saat ini Clar dalam keadaan...." dr. Bryan tidak meneruskan kata-katanya karena dia merasa tak sanggup mengatakannya kepada kedua orang tua Clar.


"Terus apa dok.." desak Bagus.


"Clar koma" Ucap dr. Bryan.

__ADS_1


"Apaaaa....." teriak Intan dan seketika wanita tersebut terjatuh dan untung saja ada bagus yang memegangnya sehingga tidak sampai jatuh ke lantai.


Di sisi yang lain tampak Ken yang benar-benar luluh lanta seluruh hidupnya karena mendengar Clar koma. Laki-laki tersebut menangis terisak-isak, dirinya tidak peduli dengan orang-orang yang melihat dirinya sedang menangis.


"Clar .. Clar...mengapa seperti ini, apakah kamu marah karen aku menolak permintaanmu kemaren. Aku hanya ingin bersamamu sayang, bangunlah aku berjanji akan memberikanmu hadiah spesial seperti aku juga pernah mendapat hadiah spesial darimu" Batin Ken.


******


Sudah 2 hari Clar masih dalam keadaan koma dan keadaannya semakin menurun, keluarga sangat mencemaskan keadaan Clar. Sebenarnya dokter sudah memberikan penjelasan tentang operasi ini apa saja bisa terjadi kepada pasien setelah menjalani operasi termasuk koma atau hilang ingatan terlebih lagi kehilangan nyawa. Tapi Clar sudah mengambil segala konsekuensinya.


Siang itu kebetulan tidak ada satupun orang yang berada di ruangan Clar dan di situlah Ken mengambil kesempatan untuk datang melihat Clar lebih dekat pasca operasi.


Ken memasuki ruangan tersebut dan tampak tubuh wanitanya banyak terpasang kabel-kabel dari alat pendeteksi jantungnya dan jarum yang tertancap di lengan tangan Clar. Ken merasa sangat sakit melihat keadaan Clar saat ini. Ken menggenggam tangan Clar dan sambil berkata.


"Sayang aku datang hari ini, sebenarnya sewaktu kamu operasi aku menunggumu di luar ruang operasi tapi aku sangat terpukul melihat keadaanmu saat ini. Clar jangan marah padaku, bangunlah aku akan memberikan hadiah padamu. Kita akan bernegosiasi Clar, apabila saat ini kamu bangun dari tidurmu aku berjanji memberikanmu kebebasan, aku akan melepaskanmu sayang tapi janjilah kamu akan bangun. Aku janji tidak akan mengganggumu lagi dan tidak akan menampakkan wajah pria bodoh ini lagi tapi bangunlah Clat hiks..hiks..hiks..hiks" Ken tidak bisa menahan tangisnya dan perlahan Ken mendekatkan tubuhnya ke arah wajah Clar, Ken memberi kecupan di kening dan turun ke bibir Clar yang untuk pertama kalinya Ken melakukan itu walaupun mereka sudah satu tahun menikah.


Tiba-tiba tangan Clar bergerak dan Ken melihat pergerakan tangan Clar, Ken langsung menekan tombol darurat yang ada didekat tempat tidur Clar dan Ken langsung keluar dari ruangan tersebut karena dia tidak ingin ada orang lain yang melihat dirinya disana.


Setelah dokter memeriksa keadaan Clar, dr. Bryan tersenyum ke arah kedua orang tua Clar.


"Clar sudah sadar Om, Tante dan yang paling menggembirakan keadaannya sudah stabil. Ingatannya juga dalam keadaan baik" Jelas dr. Bryan.


Ken mendengar penjelasan dokter tersebut dan dirinya merasa sangat bahagia.


"Ternyata kamu menunggu hadiah dariku sayang, hiduplah berbahagia sayangku. Begitu berat melepaskanmu tapi itu harus aku lakukan." Ken melangkahkan kakinya ke luar dari rumah sakit tersebut dan menaiki sebuah taxi.


Di dalam taxi tersebut Ken hanya melihat pemandangan yang ada di jalanan dibalik kaca jendela taxi, sesekali air mata jatuh ke pipinya hidupnya seakan hampa. Ken mengambil handphone yang ada di sakunya dan menelepon Rendra.


"Ren..hari ini kita pulang dan satu lagi urus perpisahanku dengan Clar tapi jangan sampai siapa pun tahu termasuk keluargaku khusunya papiku, jangan membuat Clar susah dengan perpisahan ini aku yakin kamu bisa mengurus semuanya dengan baik" Perintah Ken.


"Baik Tuan akan saya kerjakan." Sahut Rendra, walaupun sebenarnya Rendra cukup terkejut mendengar perintah dari Ken.


Panggilan telepon pun terputus setelah dapat jawaban dari Rendra.

__ADS_1


***bersambung,


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya....yang banyak lhoπŸ˜†πŸ˜†***


__ADS_2