ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
MENGHILANGNYA KEN ....


__ADS_3

Clar mengambil handphone nya dan mencari di kontak handpohone atas nama Bi Imah setelah ketemu Clar langsung menekan nomor Bi Imah tapi sama seperti sebelum-sebelumnya nomor tersebut tidak aktif sama sekali. Sudah satu bulan terakhir ini Clar tidak dapat menghubungi Bi Imah, Clar merasa khawatir karena sudah lama dia tidak mendapat kabar tentang Ken yang sampai sekarang masih berstatus suaminya karena sampai sekarang dia memeng masih belum tanda tangani surat cerai dan surat tersebut masih belum dikirim kepada Ken.


"Apakah aku harus telepon Ken ya.." Clar mencari nomor kontak Ken dan akhirnya ketemu tapi Clar mengurungkan niatnya.


******


Akhirnya Clar sudah kembali ke rumah nya setelah melakukan perjalanan panjang dari London, Inggris.


Clar langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sudah lama di tinggalkannya.


"Haaa....akhirnya sampai juga" gumam Clar sambil menghembuskan nafas nya secara kasar.


Clar dan kedua orang tuanya memutuskan kembali ke tanah air secepatnya bukan karena hanya permintaan Clar tetapi memang ada masalah bisnis di perusahaan Papanya yang harus campur tangan Papanya secara langsung.


Clat memejamkan matanya untuk beberapa lama, setelah mengistirahatkan tubuhnya Clar langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa sangat lengket.


******


Keesokkan harinya Clar sudah berniat untuk datang ke rumah yang dulu di tempatinya bersama Ken karena dia sangat khawatir dengan keadaan Ken ditambah orang yang selama ini memberikan informasi tentang Ken kepada dirinya setelah perpisahan mereka tidak kunjung bisa dihubungi makanya Clar memberanikan diri untuk menemui Ken secara langsung. Sebenarnya dia bisa menghubungi Rendra asistennya Ken tapi setelah melalui pertimbangan Clar memutuskan tidak perlu menemui Rendra. Sedangkan Helena yang merupakan sahabat sekaligus sepupunya Ken sampai sekarang juga tidak bisa dihubungi. Clar merasa bingung mengapa orang-orang terdekatnya tidak dapat dihubungi akhir-akhir ini khususnya orang-orang yang dekat juga dengan Ken.


Clar menggunakan taxi untuk pergi ke rumah Ken karena dia dilarang keras oleh Mamanya untuk menyetir mobil sendiri sedangkan supir mereka sedang menyetirkan Papanya ke Kantor karena pagi-pagi sekali Papanya harus berada di kantor untuk memimpin rapat yang sangat penting.


Clar akhirnya sampai juga di depan rumah tersebut, rumah tersebut tidak banyak berubah tapi dari luar tampak sepi tak berpenghuni.


"Permisi.." Sahut Clar dari balik pintu gerbang rumah tersebut, tapi cukup lama Clar memanggil tapi tetap tidak ada jawaban dan tak selang berapa lama muncullah Pak Budi yang sebagai supir di rumah tersebut sekaligus penjaga rumah.


"Nyo..nya." Ucap Pak Budi kaget karena tidak menyangka kalau Clar akan datang ke rumah tersebut.


"Pak Budi..apa kabar?" Tanya Clar dengan memberikan senyuman yang sedikit lebar.

__ADS_1


"Baik Nyonya, Nyonya sendiri apa kabar?" Jawab dan tanya balik Pak Budi.


" Saya baik juga Pak.., Apakah Kak Ken di rumah?" Tanya Clar karena setahu dirinya dulu Ken jam segini belum berangkat kerja.


"Tu..an..sedang tidak ada di rumah Nyonya." Jawab Pak Budi sedikit gugup tetapi Clar menyampingkan itu semua karena dipikirnya kegugupan Pak Budi karena tidak menyangka akan bertemu dirinya lagi dan mungkin juga Ken ada urusan kantor yang mengharuskan dirinya berangkat pagi sama seperti Papanya.


" Mmm..Bi Imah ada Pak?" Tanya Clar kembali.


"Mmmm Bi Imah juga tidak ada Nyonya" Pak Budi.


"Kemana Pak? Apakah ke pasar?" Tanya Clar.


" Bi Imah pulang kampung minggu kemaren Nyonya." Jelas Pak Budi yang berusaha untuk tidak gugup.


"Pulang kampung???? ada urusan apa Pak? Jadi yang mengurus rumah siapa?." Tanya Clar penasaran.


Clar merasa Pak Budi sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya, tapi Clar tidak akan menyerah dan akan mengorek informasi dari Pak Budi tapi sebelum dia melakukan hal tersebut tiba-tiba ada sebuah mobil yang datang dan berhenti di halaman rumah tersebut. Pria tersebut turun dari mobil tersebut dan setelah dilihat ternyata yang datang adalah Rendra asistennya Ken. Rendra berjalan mendekati Clar dan Pak Budi.


"Pagi Nyonya, apa kabar? sudah lama tidak bertemu?" Tanya Rendra denga wajah datarnya, Rendra sekarang sangat berubah dengan Rendra yang dulu dikenalnya.


" Pagi Ren, kabarku baik" Ucap Clar tanpa memalingkan wajahnya dari arah Rendra.


"Kalau boleh tahu ada keperluan apa Nyonya datang kemari, apakah Nyonya ingin mengembalikan surat cerai tersebut karena sampai sekarang surat cerai tersebut tak kunjung kami terima." Ucap Rendra dingin.


Clar terkejut dengan pertanyaan Rendra, dia tidak menyangkan kalau asisten Ken tersebut akan menanyakan hal tersebut.


"A..aku, surat itu masih di rumah, nan..ti aku kirimkan." Jelas Clar dengan gugup.


Rendra tampak menyunggingkan sudut bibirnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, jadi apa keperluan Nyonya datang ke sini?" Tanya Rendra yang tampak sedikit tegas.


"Ada apa dengan dirinya, dulu dia sangat ramah tapi mengapa dingin begini, apakah karena aku sudah bukan istri Kak Ken lagi....tapi aku kan belum tanda tangan jadi aku kan masih sah istrinya Kak Ken. Awas saja dia kalau nanti aku...ahhh apa yang sedang kau pikirkan Clar." Gumam Clar.


Clar tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut. Clar memberanikan diri untuk berbicara terus terang dengan Rendra karena percuma saja mengorek informasi dari Pak Budi karena pasti tidak akan mau memberikan informasi kepadanya.


" Aku mau bertemu dengan Kak Ken, tapi barusan kata Pak Budi Kak Ken sedang tidak ada di rumah. Dimana bisa aku temui Kak Ken?" Tanyaku dengan muka tembok alias menahan rasa malu.


Rendra mencermati raut wajah Clar dan itu membuat orang yang dilihat merasa tidak nyaman. Setelah selesai melihat Clar, Rendra akhirnya menjawab pertanyaan Clar.


"Tuan Ken tidak bisa ditemui saat ini dan sampai kapan pun." Ucap Rendra.


"Apa maksudmu Rendra?" Ucap Clar sedikit menahan amarah karena mendengar ucapan Rendra yang dirasa sangat keterlaluan.


"Seperti yang Nyonya dengar, Tuan Ken tidak bisa ditemui saat ini atau sampai kapan pun." Jelas Rendra kembali.


"Kamu jangan lancang, aku akan menghubungi Kak Ken sekarang juga." Clar tampak mengambil handphone nya tapi sampai beberapa kali nomor tersebut tetap tidak bisa dihubungi. Clar sangat kesal karena setiap orang yang ingin dia hubungi selalu berakhir dengan tanda tidak bisa dihubungi.


"Bagaimana Nyonya? Apakah Anda bisa menghubungi Tuan Ken?" Tanya Rendra dengan wajah datarnya.


"Jangan banyak tanya, sekarang kamu hubungi Kak Ken aku akan bicara langsung dengannya." Perintah Clar yang sedikit terpancing emosinya.


"Percuma Nyonya, Tuan Ken tidak akan bisa dihubungi karena Tuan Ken Menghilang....."


Deg..deg....Jantung Clar terasa berpacu dengan kencang mendengar ucapan Rendra.


***bersambung ....


Jangan lupa Like, Vote dan Komen yang banyak ya*** ..

__ADS_1


__ADS_2