ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
MAAFKAN AKU


__ADS_3

Setelah seharian berjibaku dengan pena dan kertas akhirnya bisa pulang. Clar berniat mengambil HP dari dalam tasnya bermaksud untuk menghubungi Pak Budi agar menjemputnya di kampus tapi niat itu tertunda karena tiba-tiba Helen dan Andy menghampiriku.


"pulang sama siap Clar" sapa Helen, sebenarnya Helen mau memanggilku kakak karena aku menikah dengan kakak sepupunya tapi aku menolak karena merasa tidak nyaman karena sebelumnya Helen adalah sahabatnya apalagi umur mereka hanya beda bulan saja malahan sebenarnya Helen lebih tua 2 bulan.


"mau minta jemput ..."tiba-tiba Helen memotong pembicaraanku.


"suamiku" ledek helen sambil ketawa dan andy juga sama ikut menertawai perkataan Helen.


"kamu ni..bukan Kak Ken tapi Pak Budi supirku" jelasku...."boro-boro kak ken menjemputku sedangkan tadi pagi saja dia sudah menolak untuk mengantarku" gumamku yang hanya bisa di dengar olehku sendiri.


"oo..ya sudah kamu sama kami saja sekalian aku mau bermain ke rumahmu yang baru dan sebentar lagi Kak Ken pasti pulang dari kantor.


"kalau tidak merepotkan kalian, aku akan ikut"kataku sambil menggoda mereka.


Kami sejenak ketawa atas pembicaraan kami yang basa basi ini.


Akhirnya aku, Helen dan Andy sudah berada dalam satu mobil menuju ke arah rumahku, selagi dalam perjalanan aku mengecek media sosialku dan punya Dia (Kak Ken). Setelah selesai mengecek akun ku kemudian lanjut ke akunnya dan tiba-tiba hatiku terasa perih karena disana tertulis sebuah status dengan bertuliskan "HANYA ENGKAU YANG KUCINTA SELAMANYA, TEMPATMU TAKKAN TERGANTI OLEH DIA YANG KUANGGAP ORANG ASING. BIARKAN WAKTU YANG AKAN MENYATUKAN KITA WALAUPUN SAAT INI KITA BERPISAH AKU YAKIN TIDAK LAMA LAGI KITA AKAN BERSAMA" Clar sudah bisa menebak ini ditujukan untuk siapa, Clar duduk dibelakang sendiri jadi Helen maupun Andy tidak melihat apa yang sedang ku lakukan termasuk bulir air mata yang jatuh tak tertahankan lagi.


"Orang asing..",sejenak terdiam " maafkan aku Kak..maafkan aku....karena keputusanku kamu menderita bukan hanya kamu tapi kekasihmu juga. Apa yang telah ku lakukan, aku seperti orang jahat, aku telah memisahkan sepasang kekasih" lirihku.


Tak terasa mobil kami sudah sampai dihalaman rumahku dan sebelum tiba di rumah aku segera menghapus air mataku agar Helen dan andy tidak curiga.


"huu..sampai juga" gumam Helen.


"ayo masuk" ajakku.


Tidak berselang lama ketika kami mau masuk ke rumah, mobil Kak Ken kebetulan datang dari arah luar gerbang dan terparkir di samping mobil Andy.


"Hi Bro.." sapa Andy sahabatnya Ken.


"kok bisa kesini"tanya Ken to the point.


"jadi g boleh ni ke sini" lanjut Andy.


"bukan gitu bro, biasanya kan telepon"balas ken tampak tak enak hati kepada Andy.


"tadi aku dan helen jumpa sama Clar sewaktu mau pulang jadi kami berinisiatif mau mengantarnya dan sekalian Helen mau main ke rumah baru loe bro" ucap Andy sambil memegang bahu ken.


"oo.." hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut ken.


Aku memperhatikan raut wajah Ken yang tidak tampak semangat itu sudah terlihat dari ikrar janji suci sampai saat ini, walaupun Dia tersenyumbl tapi raut muka tidak akan berbohong.


"Clar..kita mau sampai kapan diluar? Dari tadi tidak disuruh masuk" ledek Helen sambil menepuk bahuku.

__ADS_1


"maaf ya..ayo masuk"ajakku.


Helen melihat sesuatu yang aneh dengan hubungan kakak sepupunya dengan sahabatnya, tapi dia berusaha menepis pikiran tersebut mungkin perasaanku saja.


Kami akhirnya duduk di ruang tamu, aku duduk di samping Helen, sedangkan Ken duduk berdampingan dengan Andy karena mereka lagi membahas sesuatu hal.


Bi imah datang dengan membawa Jus dan cemilan buat kami.


"silahkan nyonya, tuan, kalau ada yang dibutuhkan lagi jangab sungkan panggil Bibi" pamit Bi Imah.


"terimakasih ya Bi.."ucapku.


"Clar..kamu kalau suami pulang kantor tidak cium punggung tangannya Kak Ken" bisik Helen.


Seketika aku kaget dengan bisikan Helen yang begitu tiba-tiba.


"i..itu a..aku belum ter..biasa Len" balasku dengan sedikit gugup.


"mm..ya..ya..tapi dibiasakan dong jangan terlalu lama membiasakannya"canda Helen tapi masih dengan cara berbisik takut Ken mendengar.


Aku hanya bisa mengangguk..


Sudah hampir 2 jam Helen dan Andy dirumah kami, dan mereka pamit pulang karena sudah hampir malam.


"mm.."gumam Ken.


"sudah sana pulang nati dicari om dan tante anak gadisnya kok belum pulang" ucapku agar tidak terjadi pembicaraan yang panjang antara Helen dan Ken.


"baiklah .. Besok kita jalan-jalan ya Clar" ajak Helen tanpa minta persetujuan ku lagi.


"ya.."jawabku cepat, kalau ku tolak pasti akan lama ni pulangnya. Bukan maksudku mengusir tapi aku tahu Helen ada menaruh curiga antara hubunganku dengan Ken, daripada dia Nanya-nanya lagi lebih baik di iyakan saja ajakannya.


Setelah Helen dan Andy pulang, aku langsung menuju kamar dan meninggalkan ken yang masih berdiri di depan pintu setelah melihat kepergian Andy dan Helen.


Clar masih kepikiran status dimedia sosial Ken, sehingga dia merasa tidak sanggup menatap mata Ken atas rasa bersalahnya. Tapi tingkah Clar diperhatikan oleh Ken karena tidak seperti biasanya.


Clar langsung membersihkan diri setelah selesai dan berpakaian, clar langsung turun ke bawah untuk membanti Bi Imah menyiapkan makan malam. Sedangkan Ken membersihkan dirinya karena badannya terasa lengket niat hati habis sampai di rumah langsung mandi tapi karena ada sahabat dan sepupunya jadi tertunda rencananya.


"Bi..boleh minta tolong" kataku kepada Bi Imah yang sedang menyusun makan malam di meja makan.


"apa yang bisa Bibi Bantu nyonya"ucap Bi Imah.


"tolong panggilkan Kak Ken untuk makan malam" ucapku.

__ADS_1


" baik nyonya.."balas Bi Imah sambil menuju tangga tapi ketika mau menaiki tangga rupanya Ken sudah menuju ke bawah dan Bi Imah mengurungkan niatnya.


"Makan Malam sudah siap Tuan"ucap Bi Imah.


"ya Bi.."ucap ken dengan dingin.


Dimeja makan terasa sunyi senyap, setelah selesai makan clar langsung menuju ke kamar setelah membantu Bi Imah membereskan meja makan, sedangkan Ken pergi ke ruang kerjanya. Tapi sebelum Clar ke kamar dia membuatkan segelas kopi untum Ken tapi yang disuruh mengantar ke ruang kerja adalah Bi Imah. Sebenarnya Bi Imah mau nanya tapi dia urungkan karena dia segan ikut campur urusan majikannya.


Tok..tok..terdengar bunyi ketukan pintu ruang kerja ken.


" masuk " perintaj ken.


"kopinya tuan.."ucaP Bi Imah sambil menuju meja kerja Ken dan meletakkan kopi tersebut.


" terimakasih Bi..padahal saya belum minta" ucap Ken sambil tersenyum tipis.


"sebenarnya yang buat kopi ini nyonya dan saya hanya mengantarkannya saja tuan" jelas Bi Imah.


Tiba-tiba kopi yang sedang disirup Ken sedikit tersembur karena pada saat Bi Imah bicara soal siapa yang buat kopi, Ken sedang meminum kopi tersebut.


Didalam kamar utama....


Clar membaringkan tubuhnya di sofa, sebenarnya dia tidak mau tidur di sofa karena badannya akan terasa sakit dan pasti tidurnya tidak akan nyenyak. Untuk menghindari adu mulut lagi dengan Ken Clar harus ikhlas tidur di sofa.


Tidak berapa lama pintu kamar terbuka dan terlihat Ken memegang laptopnya. Ken langsung merebahkan badannya di atas kasur king nya setelah meletakkan laptopnya terlebih dahulu dimeja dekat sofa Clar tiduri. Sebenarnya sebelum menaiki tempat tidur sekilas Ken melirik Clar yang sedang tidur yang terlihat gelisah tapi Ken mengurungkan niatnya untuk mendekati Clar.


"maafkan aku....maafkan aku....hiks..hiks.." suara tangis yang berasal dari arah sofa dan benar saja Clar ternyata mimpi sepertinya dia bermimpi buruk.


Tak berselang lama Ken terbangun karena Clar terus bergumam memanggi papa dan mamanya, dengan rasa kantuk Ken turun dari tempat tidur dan mendekati Clar.


" Clar..Clar..bangun" ucap Ken sambil menggoyang lengan Clar berulang kali dan akhirnya Clar bangun dengan butiran air mata yang menempel dipipinya dan keringat yang mengguyur tubuhnya. Sejenak Clar menatap Ken dan sedikit mengernyitkan keningnya.


"kamu baik-baik saja Clar" tanya Ken karena melihat keadaan Clar seperti ini dia merasa kasihan.


"tidak apa-apa kak..maaf kak jadi terganggu tidurnya " balas Clar sambil menarik kembali selimutnya yang terlepas dari tubuhnya.


"ya sudah .. Tidurlah lagi " perintah ken tapi kali ini dengan sedikit lembut jauh dari sebelum-sebelumnya.


Setelah ken kembali ke kasur, Clar belum juga menutup matanya. Tiba-tiba Clar menangis dalam diam " apakah itu akan menjadi kenyataan??" tanya Clar dalam hatinya.


Kira-kira Clar mimpi apa ya??πŸ€”


****bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman ....


__ADS_2