ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
JANGAN MEMANGGILKU SAYANG..


__ADS_3

"ya..semua salahku, kakak puas.."sejenak aku terdiam setelah mengucapkan kata-kata tersebut. "walaupun kakak tidak menganggapku istrimu tapi jangan perlakukan aku sesuka hatimu, aku tidak akan menuntut apa-apa darimu sebagai suamiku tapi tolong biarkan kita satu kamar karena aku tidak mau kedua orang tua kita curiga, walaupun mereka jarang ke rumah ini tapi di rumah ini juga ada ART yang akan melihat kita berpisah ranjang" jelasku dengan bulir airmata yang terjatuh tak tertahankan lagi.


"Maafkan aku kak..ini satu-satunya caraku agar kita semakin dekat". Ucapku dalam hati.


Akhirnya perdebatan ini dimenangkan olehku, kak ken mempertimbangkan apa yang kukatakan kepadanya, karena dia tidak ingin menghadapi amarah dari Andry.


Waktu makan malam pun tiba, dan seperti janji kedua orang tua mereka yang akan mampir ke rumah mereka makan sekarang semuanya sudah berada di meja makan. Bi Imah sudah menyiapkan segala sesuatunya dimeja makan. Suasana makan malam terasa tenang dan hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling bertautan dengan piring. Setelah acara makan malam selesai semuanya menuju ke ruang keluarga untuk saling bersenda gurau.


"rumahnya bagus dan nyaman" celetuk mama intan.


"benar jeng.."timpal mami sinta.


Aku hanya bisa tersenyum sambil melirik ke arah kak ken yang sibuk dengan HP nya.


Setelah beberapa jam bercengkrama, kedua orang tua kami berpamitan karena waktu sudah hampir tengah malam. Aku dan Kak Ken mengantar sampai pintu rumah dan melambaikan tangan kepada mereka sampai mobil tidak kelihatan lagi dari balik pagar baru kami masuk dan menutup pintu. Tanpa berbicara kak ken menuju kamar utama yaitu kamar kami berdua pastinya. Aku hanya bisa menghela kan nafas "mm..mengapa orang ini tidak bisa menyembunyikan sikap ketidaksukaannya itu. Jadi gemes.." gumamku.

__ADS_1


"sudah beres Bi.." sapaku kepada ART dirumahku. Sesampai dirumah tadi siang Kak Ken memperkenalkan Bi Imah dan Pak Budi yang akan tinggal bersama kami dan membantu pekerjaan di rumah karena mereka sepasang suami istri jadi tidak harus pulang ke rumah mereka lagi, apalagi mereka dari kampung.


"sudah nyonya.." balas Bi Imah.


"kalau gitu sudah bisa istirahat Bi..saya juga mau langsung istirahat ke kamar. Selamat malam Bi.."ucapku sambil berjalan menuju kamar utama.


Aku melihat Kak Ken berselonjoran di atas kasur king size, "apakah dia mau kami tidur bersama" batinku.


"kamu tidur di sofa" celetuk kak ken ketika melihatku sudah masuk ke dalam kamar.


"kamu yang memilih satu kamarka, jadi kamu harus terima konsekuensinya" ketus kak ken tidak mau kalah dariku.


"huuu.." gumamku, aku mencari cara agar aku tidak tidur di sofa, akhirnya aku dapat ide dan langsung ku jalankan karena aku sudah sangat mengantuk.


"sayang...." manjaku sambil mengedipkan mata ke arah kak ken.

__ADS_1


Kak ken terkejut atas sikapku, mungkin dipikirannya apa aku tidak salah makan obat.


"Jangan pernah memanggilku sayang" ujar kak ken dengan wajah yang dingin.


Aku jadi takut dengan tatapannya" i..iya..iya tapi masa aku tidur di sofa, ranjangnya kan besar mengapa kita tidak berbagi saja" jelasku.


" aku tidak akan pernah berbagi apa pun denganmu" ucap Ken.


"baiklah..kakak jangan marah, apapun yang mau akan aku turuti asalkan bukan berpisah" kataku sambil mengambil bantal dan selimut dari dalam lemari.


Malam ini terasa panjang, karena tidur di sofa tidak terasa nyaman sehingga Clar tidak bisa tidur nyenyak, " aku akan melakukan apapun untukmu Kak Ken..kekasih hatiku" lirihku dan tak terasa airmata jatuh dari sudut mataku.


****bersambung ....


jangan lupa like, komen dan vote ya 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2