
Tibalah mereka disebuah restoran yang ada di sebuah Mal, ya..mereka sedang berada di salah satu Mal terbesar dikota tersebut. Clar sudah membuat rangkaian acara kencan mereka. Ken tidak sedingin sebelumnya, dia terlihat melebur dengan Clar mungkin dia jua mau berikan yang terbaik buat Clar untuk sisa kebersamaan mereka. Itu semua terlihat dari tidak adanya penolakan dari Ken ketika Clar memegang tangannya seperti layaknya pasangan yang sedang kasmaran, tentu saja itu juga termasuk dari daftar kesepakatan dari Clar yang mau tak mau harus disetujui oleh Ken tetapi semua nampak natural bukannya ada paksaan.
Disinilah mereka sekarang, disudut dalam restoran sambil menunggu pesanan datang.
"Sayang..hari ini aku sudah buat rencana daftar acara kencan kita." Ucap Clar yang merasa hari ini adalah suatu keajaiban dalam hidupnya maklum ini pertama kalinya.
"Pakai daftar segala, haaa .. ya sudah aku nurut saja" pasrah Ken.
"Gitu dong itu baru namanya suamiku" Ucap Clar tanpa sadar dengan ucapannya.
Ken sebenarnya merasa sedikit terkejut dengan ucapan Clar tepatnya dengan kata 'suamiku' , tapi Ken merasa ada yang berbeda dirasakannya bukan merasa marah malah dia merasa sedikit senang akan hal tersebut.
Setelah makanan yang sudah dipesan tersaji dimeja , mereka langsung menyantapnya apalagi Clar yang sedari tadi sudah menahan rasa lapar dengan lahapnya menghabiskan makanan yang ada didepannya.
"Pelan-pelan makannya nanti kamu tersedak." Ken.
"Hmm.." Saking menikmati makanannya dia hanya membalas perkataan Ken dengan berdehem.
Ken hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Clar saat makan sekarang ini.
"Kenapa..?" tanya Ken karena melihat Clar yang hanya terdiam setelah menyelesaikan makan siangnya.
"Kenyang Kak..tunggu sebentar ya perut Clar masih beradaptasi nih" Clat
"Kan sudah dibilangin tapi tetap ngeyel, apa perutnya sakit?" tanya Ken dengan sedikit khawatir karena terlihat Clar yang memejamkan matanya dan dikeningnya terlihat banyak keringat bertebaran.
"Sedikit..tapi g pa pa kok, tenang aja Clar masih bisa menahan rasa sakit ini sedangkan sakit dikepa..." Clar hampir keceplosan.
"Sakit dikepa..apa Clar" tanya Ken penasaran.
"ohhhh itu...sakit dikepalan tangan Kak.." Clar sangat gugup menjawab pertanyaan Ken. Dia tidak menyangka akan seceroboh ini.
"Kamu lagi tidak menutupi sesuatu kan Clar?" Ken.
__ADS_1
"Tidak ada Kak..sudah jangan dipikirin tapi tumben ni memperhatikanku." Ledek Clar.
"Kamu ni ya....masih sakit g?"
"Tidak sakit kok Kak, hanya perlu istirahat sebentar aja" Clar.
"Kalau masih sakit lebih baik kita pulang saja" Ujar Ken sambil memperhatikan raut wajah Clar dan memastikan bahwa Istrinya tersebut dalam keadaan baik-baik saja.
"g mau..aku sudah mempersiapkan semuanya untuk acara kencan hari ini" Ucap Clar.
" Ya sudah kalau mau dilanjutkan acara kencannya" ucap Ken walaupun dia masih khawatir terhadap kesehatan Clar.
Setelah 30 menit istirahat Clat mengajak Ken untum menuju bioskop kesayangan. Ken dan Clar sudah sampai digedung bioskop dan menuju ke arah antrian tiket masuk.
"Kak ..mau nonton film genre apa" tanya Clar sambil melihat daftar tontonan hari ini.
"Aku ikut saja Clar.." Ken.
"Hmm..ok, kita nonton film romantis aja ya biar lebih menghayati" Ucap Clar sambil membeli 2 tiket nonton dengan genre romantis.
Film sudah akan dimulai Ken dan Clar mendapat tempat duduk dibagian tengah. Tak berapa lama film pun dimulai dan selang beberapa lama filmnya pun selesai dam tampak Clar sesegukan habis menonton film tersebut.
"Terlalu menghayati sekali, namanya film kan itu hanya fiksi semata." gumam Ken.
" Clar .. ayo kita keluar, ni hapus air matanya" Ajak Ken sambil memberikan sapu tangan yang diambil dari saku celananya.
"Makasih Kak.." Clar menerima sapu tangan pemberian Ken.
Setelah mereka keluar dari gedung bioskop tiba-tiba Clar menghentikan langkah kakinya.
" Kita pulang saja Kak..aku sangat capek hari ini" Ucap Clar.
Ken melihat Clar dengan tatapan heran, karena tadi siang wanita ini sangat semangat dengan daftar acara kencannya.
__ADS_1
Ken mengikuti maunya Clar dan sekarang mereka berada dimobil dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Selama perjalanan Clar hanya diam tidak seperti biasanya, Clar menatap pemandang luar dari balik kaca mobil sedangkan Ken sekali kali melirik ke sebelahnya yaitu menatap Clar.
Mobil Ken terparkir di halaman rumah dan Clar membuka pintu mobil dan langsung menuju masuk ke rumah meninggalkan Ken seorang diri.
"Ada apa dengannya, tadi baik-baik saja" gumam Ken.
Clar langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri sekalian mengganti pakaiannya. Ken gantian ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Clar sekarang berada di atas kasur sambil menyelimuti dirinya, Ken melihat ke arah Clar tapi dia tidak berniat menanyakan keadaan istrinya tersebut. Ken melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju ruang kerjanya untum mencek pekerjaannya.
Clar mengetahui kepergian Ken, sebelum Ken menghilang dari pintu kamar Clar sempat melirik punggung Ken.
"Hiks..hiks..apakah nasibku akan seperti yang ada difilm itu?? aku sangat berat melepaskanmu Kak..tapi ini harus terjadi. Kamu memang bukan untukku dan aku harus ikhlas, jika suatu hari nanti aku tidak ada di dunia ini apakah Kakak akan mengingatku?? Mengapa begitu sakitttt..tolong aku ini sakit sekali" Clar memegang kepalanya, sakit dikepalanya menyerang lagi.
"Arghhhhh......" teriak Clar.
Clar beranjak dari tempat tidur dan mencari kotak obatnya. Setelah menemukannya dia langsung meminum obat tersebut dan berangsur-angsur sakitnya menghilang. Clar mendapat obat penahan rasa sakit itu dari Dr. Bryan sewaktu mereka bertemu pada saat pembacaan diagnosa penyakitnya.
Ketika Clar ingin kembali tidur, terdengat bunyi tanda pesan dari handphonenya. Clar membuka pesan tersebut dan terlihatlah pesan tersebut daRi Helen.
"Clar besok aku main ke rumahmu ya, aku sudah sangat rindu padamu semenjak loe cuti kuliah aku tidak ada teman yang bisa ku ajak hang out" Helen.
"Ok..aku tunggu ya" Clar
"See you.." Helen.
Setelah membalas pesan Helen, Clar membaringkan tubuhnya di atas kasur. Clar tampak mengantuk mungkin karena efek obat yang diminumnya tadi.
Ken memasuki kamar setelah selama 2 jam berada diruang kerjanya. Dia melirik ke arah Clar yang sedang tertidur dengan wajah nya yang terlihat imut. Entah mengapa hari ini Ken merasakan sesuatu yang berbeda apabila dia berdekatan denga Clar.
"ada apa denganku, mengapa perasaan ini tiba-tiba muncul" batin Ken. Tapi Ken berusaha menampik semua itu. Ken pun membaringkan tubuhnya di kasur dan tak seperti biasanya membelakangi Clar saat ini Ken tidur menghadap Clar tapi sayang sekarang dia yang dibelakangi Clar....ππ
***bersambung ....
__ADS_1
Like, komen dan vote ya ..ditunggu lho***