ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
PERJODOHAN


__ADS_3

Ok Mam.." jawabku sambil berjalan menuju kamarku, ke ruanganku yang membuatku selalu betah berada di dalamnya.


"bagaimana pertemuan dengan client nya Pa" tanya mama sambil memegang lengan Papa dan sambil berjalan menuju ke kamar mereka.


"nanti malam aja bicaranya ya Ma..Papa mau bersihkan diri dulu"


" Ok Pa.."


Waktu sudah menunjukkan Jam 7 malam dan saatnya waktu makan malam dikediaman Wijaya, semua anggota keluarga inti sudah lengkap yang terdiri Papa, Mama dan Clarissa. Mengapa mereka hanya bertiga karena Clar anak semata wayang dari keluarga Wijaya, bukannya tidak mau nambah anggota baru tetapi mungkin rezeki anak hanya satu yaitu Clarissa.


Dimeja makan hanya terdengar bunyi suara sendok dan garpu yang bersenggolan dengan piring dan semuanya pasti tahukan bunyinya seperti apa karena dikeluarga Wijaya terbiasa kalau makan tidak ada yang bersuara karena kalau makan berarti hanya makan dan tidak ada kegiatan yang lainnya dan kalau ada yang mau dibicarakan mereka akan menggunakan ruangan keluarga. Setelah selesai makan malam, keluarga inti tersebut langsung menuju ruang keluarga untuk quality time bersama keluarga setelah rutinitas seharian yang dilakukan oleh masing-masing mereka. Sedangkan untuk membereskan semua peralatan makan sudah ada ART.


Setelah 30 menit beristirahat sambil menonton TV, dimulailah pembicaraan santai yang diawali oleh Mama Clar.


" bagaimana pertemuan dengan client Papa tadi?" tanya Mama karena penasaran jawaban dari Papa yang sudah ditunggu dari semenjak pulang kerja.


" hm.." gumam papa seperti sedang berpikir dengan keras.


"mengapa hanya Hm.."kepo mama


" sebenarnya client Papa tadi bukan hanya sekedar client tetapi beliau sahabat Papa dari masa kuliah dulu" ucap Papa sambil menghembuskan napas dengan kasar.


"terus.." tanya mama kembali karena penasaran.

__ADS_1


" Namanya Andry..mama pasti kenal karena waktu pernikahan kita dia datang bersama istrinya dan beberapa kali pesta ulang tahun Clar dia juga datang bersama istri dan anaknya" jelas Papa.


Mama berusaha mengingat siapa gerangan sahabat dari suaminya tersebut, sekitar 5 menit untuk mengingat dan akhirnya ingat juga.


"oo..ya..ya Mama ingat, terus jadi kerjasamanya" tanya mama balik.


" itulah masalahnya Ma..Papa tidak bisa membantunya dalam menjalin kerjasama dari segi bisnis karena proposalnya tidak masuk kategori dari perusahaan kita saat ini dan bukan hanya itu saja karena ada perusahaan lain yang lebih pantas untuk kerjasama dengan kita." jelas Papa dengan mimik serius.


"mungkin lain kali bisa kerjasama lagi Pa.." ucap mama.


Aku dari tadi menonton TV sambil sedikit-sedikit mendengar pembicaraan antara Papa dan Mama karena jujur saja aku belum kepikiran untuk terjun ke rana bisnis apalagi perusahaan Papa.


" bukan se simple itu Ma..Andry saat ini sedang kesulitan dalam hal finance, perusahaannya hampir bangkrut jadi Andry sangat membutuhkan kerjasama ini, sedangkan Papa tidak bisa seenaknya menerima kerjasama ini karena ini menyangkut dengan Perusahaan Walaupun Saham yang Papa pegang dominan tapi Papa juga harus lihat dari segi keuntungan Perusahaan" Jelas Papa sambil meminum teh yang disajika oleh ART.


Papa hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar sambil memijit pangkal hidungnya.


" sebenarnya ada satu hal yang kami bicarakan selain kerjasama itu, tapi.."tiba-tiba papa tidak meneruskan pembicaraanya dan lebih anehnya tatapan papa mengarah kepadaku.


"pembicaraan apa Pa.."tanya mama penasaran.


Papa tidak langsung menjawab tetapi sekali lagi dia menatapku dan tiba-tiba keluarlah perkataan "PERJODOHAN Ma.."sahut Papa.


Aku dan mama secara bersama-sama menatap papa dan secara kompak kami berkata" APA PA..".

__ADS_1


seperti tidak ada angin dan badai tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang dan pikiranku melayang kemana-mana seakan tak percaya dengan perkataan Papa, apalagi kalau bukan kata perjodohan. Siapa lagi yang mau dijodohkan kalau bukan aku, tidak mungkin mama kan (ha..ha..).


Di tempat lain dikediaman Nugraha..


"Ken tidak mau menerima perjodohan ini Pa..dan Ken juga sudah punya Jessica".


"tolong papa sekali ini saja Ken, kalau ada cara lain pasti akan Papi lakukan. Selama ini apa yang kamu inginkan selalu Papa dan mama kabulkan dan sekaranglah saatnya kamu membalasnya". Ucap Andry dengan nada yang tegas tapi dengan nada yang tidak tinggi.


"jadi papa mau menjual Ken hanya untuk perusahaan Papi?" Ken sangat emosi dengan perkataan papanua barusan.


"Ken sayang bukan maksud papa untuk menjual mu nak tapi ini untuk masa depan keluarga kita" ucap Sinta maminya ken dengan nada getir.


"tapi ma.."tiba-tiba perkataan ken dipotong oleh Andry.


"jika kamu tidak mau dijodohkan dengan anaknya sahabat Papi, lebih baik mulai sekarang jangan pernah anggap papi sebagai orang tuamu dan satu lagi jika suatu saat papi tidak ada lagi didunia ini jangan pernah melihat papimu untuk yang terkahir kalinya karena papi tidak pernah mempunyai anak yang tidak punya hati dan sayang pada orang tuanya". Seketika itu juga Ken merasa hatinya hancur atas ucapan papinya dan dia tidak dapat berkata apa-apalagi selain pergi meninggalkan ruangan tempat mereka berkumpul menuju kamar pribadinya.


"pa..jangan bicara seperti itu" ucap sinta sambil mengelus punggung suaminya.


"biarin Ma..kalau bukan karena hal terdesak papi tidak mungkin melakukan ini".


****bersambung....


jangan lupa like, vote dan komen ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2