ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
HASIL PEMERIKSAAN ....


__ADS_3

Keesokan harinya Clar diantar ke suatu tempat bukan ke kampus seperti biasa melainkan ke rumah sakit atas referensi dokter yang menanganinya kemarin di kota ....


Sesampainya di rumah sakit tersebut dia langsung ke meja informasi dan menanyakan prihal konsultasi dengan dokter yang tertera di kartu nama tersebut. Pegawai rumah sakit tersebut melayani Clar dengan ramah kemudian dia menelepon seseorang, setelah selesai berbicara ditelepon pegawai tersebut menuntun Clar ke sebuah ruangan dokter dan didalam sana sudah ada yang menunggunya.


Tok..tok..tok....


Pegawai tersebut mempersilahkan Clar masuk setelah mengetuk pintu ruangan tersebut terlebih dahulu.


"Selamat pagi Nona" sapa dokter tersebut sambil berdiri dan menyalami Clar.


" Selamat pagi Dok.." sapa Clar balik.


" Begini Dok saya dapat referensi dari dokter di kota .... untuk menemui anda dan menjalani beberapa test kesehatan terutama dibagian kepala saya" Jelas Clar.


" Saya sudah dengar dari Dokter Ivan, terlebih dahulu kita jalani tahap pertama terlebih dahulu kemudian sampai tahap terakhir dan ini membutuhkan waktu 2 hari, setelah satu minggu kemudian hasil semua test tersebut akan keluar dan baru saya bisa mendiagnosa penyakit anda nona" Jelas Dokter Bryan.


"Baiklah Dok.." Ucap Clar.


"Tetapi anda harus menginap disini Nona" ujar Dr. Bryan.


"Menginap..apa tidak bisa saya pulang balik Dok?" tanya Clar.


"Tapi ini sudah prosedurnya Nona" ucap Dokter tersebut.


"Baiklah Dok, kapan kita mulai test tersebut?" tanya Clar.


"Besok bisa kita mulai tapi anda harus menginap disini hari ini, agar kami bisa mempersiapkan segala sesuatunya" Jelas Dokter tersebut.


"Baiklah, saya minta waktu untuk membicarakan persoalan ini dengan keluarga saya" Jelas Clar.


"Anda bisa datang ke rumah sakit ini malam hari sekitar jam 7 Malam" ujar Dr. Bryan.


"Baiklah Dok, terimakasih atas semuanya" Ucap Clar.


Setelah pamit dengan Dr. Bryan, Clar pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Di dalam mobil Clar memikirkan semua yang terjadi padanya beberapa hari ini terlebih hari ini ada perasaan takut yang menghantuinya. Dari penjelasan dokter mengenai serangkaian test yang akan dijalaninya Clar merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada dirinya, apalagi dia harus menginap. Clar memutar otak untuk cari alasan selama 2 hari keluar dari rumah. Akhirnya dia sampai ke sebuah rumah yang lumayan besar setelah dia menyuruh Pak Budi untuk mengantarnya ke sana, dan benar itu adalah rumah Helen sebelum sampai ke rumah tersebut Clar sudah menelepon Helen terlebih dahulu.


" Clar..mari masuk" ajak Helen yang sedari tadi sudah menunggu Clar di teras rumahnya.

__ADS_1


Clar menghampiri sahabatnya tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke dalam rumah tersebut sedangkan Pak Budi seperti biasa menunggu di dalam mobil.


****


Helen memeluk sahabatnya tersebut dengan erat dan kedua wanita tersebut menangis bersama-sama. Clar menceritakan semuanya kepada Helen tanpa terkecuali tapi ini hanya sebatas prihal kedatangannya ke rumah sakit, soal dia ditinggalkan Ken pulang Clar tidak menceritakannya karena takut Helen akan marah besar kepada Ken.


Mereka sekarang berada dikamar Helen, itu dilakukan supaya mereka leluasa berbicara tanpa takut didengar orang lain.


"Aku akan menemanimu pulang ke rumahmu dan meminta izin sama Kak Ken, kita akan membuat alasan bahwa kita akan menginap dirumah teman kita yang lain. Jadi kamu tenang saja" ucap Helen.


Sekali lagi Clar memeluk Helen, Clar sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Helen. Bukan Clar tidak mau menceritakan masalahnya kepada Papa dan Mamanya tapi Clar tidak mau mereka bersedih terlebih Clar anak semata wayang mereka. Sedangkan kepada Ken, Clar tidak terlalu banyak berharap.


****


Setelah mendapat izin dari Ken, Clar dan Helen menuju rumah sakit dengan menaiki mobil Helen.


Clar menjalani serangkaian test selama 2 hari dengan ditemani sahabatnya Helen.


Setelah menjalani tahap akhir, Clar diperbolehkan pulang. Helen mengantarkan Clar ke rumahnya. Setelah merasa Clar sudah dalam keadaan baik Helen pamit pulang.


****


Sekarang mereka sudah ada dihadapan Dr. Bryan.


"Apakah anda sudah siap nona" Ucap Dr. Bryan.


"Saya siap Dok.." balas Clar dengan memasang wajah meyakinkan padahal dalam hatinya merasa gugup.


"Begini..." Dr. Bryan menghela napas sebelum melanjutkan perkataannya " ada kabar buruk nona" ucap Dr. Bryan.


Jantung Clar berdetak sangat kencang mendengar perkataan Dr. Bryan, tapi dia harus kuat karena jauh hari sebelumnya dia sudah bisa memprediksinya.


"Anda terkena Kanker Otak stadium 2" Jelas Dr. Bryan.


Clar tidak bergeming seakan ada suatu kekuatan besar yang menghantamnya dan seketika air matanya jatuh tak tertahankan. Sedangkan dikursi sebelahnya Helen nampak tak percaya dan matanya berkaca-kaca seakan tidak percaya akan hasil diagnosa dokter tersebut.


"Dok..mungkin hasilnya tertukar" ujar Helen sambil menatap Dokter yang didepannya dengan wajah sangat berharap bahwa telah terjadi kesalahan dalam diagnosa tersebut.

__ADS_1


"Maaf nona, tidak ada kesalahan dalam hasil test ini. Dokter yang menangani anda sebelumnya juga sudah memprediksi bahwa anda terkena kanker tapi beliau ingin memastikan kembali lewat serangkaian test agar tidak terjadi kesalahan. Maafkan saya harus mengatakan ini semua" ujar Drn Bryan sambil memandang wajah pasiennya yang terlihat sangat kuyu.


"Apa ada cara penyembuhannya Dok..? Tanya Clar.


"Tentu ada apalagi kanker otak anda masih stadium 2" ujar Dr. Bryan.


Dr. Bryan menjelaskan semua pengobatan yang akan dilakukan untuk menangani pasien kanker otak seperti Clar.


"Berapa persen" tanya Clar.


"50-50, dan satu lagi yang belum saya beritahu. Ketika anda berhasil menjalani pengobatan ini ada kemungkinan juga anda akan hilang ingatan tetapi itu hanya sekian persen" seketika Clar merasakan batu menghantam kepalanya dengan sangat keras.


"Hilang ingatan....? Apakah aku tidak akan mengingat Kak Ken ..? Apakah akhir cerita cinta ku akan setragis ini? " Semua pertanyaan bergelayut dipikiran Clar.


"Tolong beri keputusan anda secepatnya prihal pengobatan ini, karena lebih cepat lebih baik agar sel-sel kankernya tidak semakin menyebar" Ucap Dr. Bryan.


"Baiklah Dok, saya harus membicarakan ini terlebih dahulu kepada keluarga saya" Ucap Clar.


Clar dan Helen meninggalkan rumah sakit dan selama perjalanan Clar hanya diam, Helen mengerti akan keadaan sahabatnya tersebut.


"Mau langsung pulang Clar" tanya Helen.


"Apakah boleh mengantarkanku ke rumah orang tuaku" Ucap Clar dengan suara yang lemah.


"Baiklah.." ucap Helen.


Sesampainya di rumah orang tua Clar, Helen langsung pamit setelah berpamitan dengan mamanya Clar.


****


"Ada apa sayang" tanya Intan yang menatap wajah anaknya yang tampak sendu.


"Ma..Clar sangat rindu" Ucap Clar sambil memeluk Mamanya dengan erat dan tak terasa air matanya pun menetes.


Intan merasa ada sesuatu yang terjadi kepada anaknya ....


****bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya man teman semua dengan LIKE, KOMEN DAN VOTE, Terimakasih*....


__ADS_2