ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
SESUATU YANG BARU DISADARI


__ADS_3

Hari sudah hampir sore ketika Ken sudah berada di depan rumah Helen. Ken tidak terlalu canggung untuk bertamu ke rumah Helen karena sebelum menikah dirinya sering berkunjung ke rumah sepupunya tersebut hanya setelah menikah dirinya sudah jarang ke rumah Helen.


Kebetulan sore itu Helen sedang berada di teras depan rumahnya sambil bersantai membaca novel kesukaannya. Helen mendengar suara mobil yang parkir di depan rumahnya, sekilas dia mengenali mobil tersebut dan tidak salah lagi itu adalah mobil sepupunya Ken. Helen memandang ke arah seorang pria yang sedang berjalan untuk menghampirinya.


"Hallo Len.." Sapa Ken.


"Tumben ke sini Kak" Ucap Helen dengan malas, Helen memang sedikit kurang suka dengan Ken semenjak dia mengetahui sikap Ken selama ini kepada Clar.


"Memang tidak boleh ke rumah Pamanku" Ketus Ken.


"Ya kali ada maunya." Gumam Helen tanpa menatap Ken, dia lebih suka menatap buku novelnya.


"Len..ada yang mau aku tanyakan" Ucap Ken sambil duduk bersebelahan Helen dengan kursi yang berbeda.


"Kakak mau tanya apa" Ucal Helen dan lagi tanpa menoleh ke arah Ken.


"Aku mau tanya keberadaan Clar" kata Ken yang direspon dengan tatapan tajam oleh Helen.


"Mengapa Kakak mencari Clar? bukannya sekarang Kakak sudah bebas bersama Jessica. Lebih baik lupakan Clar, biarkan dia hidup bahagia tanpa diganggu sama Kakak lagi" Ucap Helen dengan sedikit tegas.


"Helen..aku hanya ingin bertemu dengan Clar sekali saja." Pinta Ken dengan wajah memohon.


"haaaa..Aku tidak tahu Clar sekarang dimana Kak, jadi sia-sia kedatangan Kakak kemari dan kalau tidak ada yang mau ditanyakan lagi aku mau masuk ke rumah. Apakah Kakak mau masuk atau mau pulang langsung" Helen benar-benar sudah kecewa kepada Ken sehingga dirinya tidak memandang persaudaraannya lagi dengan Ken.


"Apa kamu tahu Clar sedang sakit Helen.." tanya Ken.


Helen menatap Ken dengan rasa penasaran bagaimana sepupunya tersebut mengetahui tentang penyakit Clar.


"Kediamanmu menunjukkan bahwa kamu mengetahuinya, tolong Helen aku hanya ingin bertemu Clar sekali saja" Mohon Ken.


"Dari mana Kakak mengetahui soal penyakit Clar?"


"Aku menemukan obat di kamar ku dan ternyata itu obat untuk penderita penyakit kanker otak........"Ken menceritakan dari dirinya menemukan obat tersebut sampai dirinya datang ke rumah orang tuanya Clar.


Helen mencerna semua perkataan Ken dan menaruh sedikit rasa empati terhadap sepupunya tersebut.


"Kenapa Kakak mencarinya sekarang, apakah karena dia sakit jadi merasa kasihan kepadanya?" tanya Helen.

__ADS_1


"Aku tidak tahu Len, aku tidak punya alasan untuk ini semua" Ken menjelaskan semuanya kepada Helen sambil menjambak rambutnya.


"Aku bingung, sewaktu masih bersama dengan nya sikap Kakak dingin kepadanya, sekarang dia pergi Kakak mencarinya."


"Mungkin ini sesuatu yang baru disadari oleh ku Len." Ucap Ken yang sedang menundukkan kepalanya.


"Aku sebenarnya kecewa padamu Kak, sedikit banyak nya aku mengetahui kehidupan pernikahanmu. Perlakuan mu terhadap Clar terlebih lagi pada saat Kakak mengajak Clar keluar kota. Apa kamu tahu Kak..pada saat Clar kamu tinggalkan sendirian di kota tersebut sebenarnya dia ada di rumah sakit karena pingsan yang disebabkan penyakitnya tersebut dan kalau mau tahu alasan kenapa dia sampai pingsan salah satu faktornya karena kebohonganmu yang mengatakan mau bertemu rekan bisnis tetapi malah Kakak datang ke pernikahan temannya Jessica. Itu adalah salah satu yang membuat Clar hancur sehancurnya di tambah lagi haisl diagnosa Dokter akan penyakitnya." Jelas Ken dengan menggebu-gebu.


Ken terperangah dengan kata-kata Helen. Laki-laki tersebut tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari sudur matanya tapi buru-buru dihapusnya karena dia akan sangat malu apabila sepupu perempuannya tersebut melihat air mata nya.


"Maafkan aku Clar.." batin Ken lirih.


******


Dikamar utama inilah sekarang Ken berada, setelah pulang dari rumah Helen dan mendapatkan sebuah informasi yang membuat dirinya benar-benar merasa bersalah kepada Clar.


Ken tidak dapat memejamkan matanya dan walaupun mencoba tidur dirinya tetap gelisah. Ken melewati makan malamnya hari ini, dia merasa tidak selera makan padahal kesehatannya belakangan ini menurun.


******


"Tuan belakangan ini makan nya kurang teratur" Ucap Bi Imah.


"Sudah Nyonya .... tapi Tuan tidak menggubris perkataan saya, saya khawatir dengan keadaan Tuan kalau seperti ini terus beliau akan jatuh sakit. Hari ini saja wajah Tuan tampak pucat."


"Tolong beritahu Asisten nya ya Bi..supaya lebih memperhatikan Bos nya"


"Baik Nyonya"


Panggilan telepon pun terputus lebih tepatnya diputuskan dari lawan bicara Bi Imah.


******


"Tuan..tuan..." Panggil Bi Imah dari balik pintu kamar Ken.


Ken terbangun akibat suara Bi Imah dan ketukan pintu, Dia pun beranjak dari tempat tidurnya. Dengan langkah lemah Ken pun berusaha menggapai handle pintu kamarnya dan perlahan membuka pintu tersebut menjadi setengah terbuka. Kepalanya keluar dari pintu sedangkan badannya masih berada di dalam kamar seperti orang yang lagi mengintip.


"Pagi Tuan .... ada Asisten Tuan di bawah." Ucap Bi Imah dan sambil melihat perawakan majikannya yang begitu lesu seperti tidak ada semangat semangatnya untuk menjalani hidup.

__ADS_1


"Oo..bilang tunggu sebentar saya mandi dulu" ujar Ken.


Setelah mendapatkan jawaban dari Ken, Bi Imah turun ke bawah dan meyampaikan pesan Ken kepada Rendra.


*****


Ken berjalan turun dari tangga dan langsung menemui Rendra yang sedang menunggunya di ruang tamu.


"Ren.." Sapa Ken yang terlihat lesu.


Rendra menatap bos nya yang tampak pucat dan lesu.


"Anda baik-baik saja Tuan" tanya Rendra yang merasa khawatir dengan keadaan Ken apalagi Bi Imah baru menyampaikan prihal keadaan Ken yang tampak pucat dan pola makannya yang tidak teratur.


"Aku baik-baik saja" Ucap Ken.


"Bagaimana hasil meeting dewan direksi kemaren?" tanya Ken.


"Oh itu, Tuan Andry marah besar dan meninggalkan meeting yang belum sempat di mulai." Jelas Rendra yang masih fokus dengan melihat keadaan Ken.


"Ohhh..nanti aku yang berbicara dengan Papi" Ujar Ken.


"Tuan tampak pucat, apakah mau saya antar ke dokter atau saya panggil saja dokter pribadi Tuan?" Ucap Rendra.


"Tidak usah, aku baik-baik saja. Ren..apakah aku boleh minta tolong?" tanya Ken.


"Tuan mau minta tolong apa, saya akan berusaha semampu saya untuk menolong Tuan" Rendra.


"Tolong cari tahu keberadaan istriku Clarissa Wijaya" Ucap Ken.


Sebelum Rendra menjawab permintaan Ken, tiba-tiba Andry datang dengan muka yang memerah.


"Untuk apa kamu masih mencari wanita itu" Bentak Andry.


Ken dan Rendra tersentak karena tidak menyangka akan kedatangan Andry. Keduanya saling menatap ......


***bersambung ......

__ADS_1


Ayo dong dukungan nya dengan cara like, komen dan vote, terimakasih 😊😊***


__ADS_2