
Ken dan Rendra tiba di bandar udara London Heathrow, bandara ini terkenal dengan bandara yang tersibuk di Britania Raya tersebut.
"Kamu sudah dapat alamat rumah sakitnya Ren?" tanya Ken memastikan nya kembali kepada asistennya tersebut.
"Sudah Tuan" Jawab Rendra.
Mereka pun menggunakan taxi untuk menuju rumah sakit dimana Clar di rawat. Ken sebenarnya bisa menyewa mobil untuk transportasinya di kota tersebut tapi tidak dilakukannya agar dia bisa menikmati juga suasana di kota London tersebut.
******
"Ada apa sayang, kenapa dari semalam kamu seperti tampak memikirkan sesua?" Tanya Intan.
"Clar baik-baik saja kok ma, jangan khawatir" Ucap Clar sambil tersenyum simpul supaya Mamanya tidak menaruh curiga dengan dirinya.
"Kalau begitu lebih baik kamu istirahat supaya besok kamu dalam keadaan feet karena besok ada jadwal operasi mu" nasehat Intan.
"Baiklah Ma...."
"Hallo sayang .... bagaimana kabar mu hari ini?" tanya bagus sambil menarik kedua sudut bibirnya yang menunjukkan dirinya sedang tersenyum. Bagus dan Dr. Bryan bersamaan masuk ke dalam kamar tempat Clar di rawat.
"Baik Pa.." Jawab Clar.
"Oh..iya sayang, Papa dan Mama mau ketemu orang tua nya Dr. Bryan dulu ya. Di kantin rumah sakit ini juga Kok. Ga papa kan sayang di tinggal sebentar" Tanya Bagus kepada putrinya tersebut.
"Ga papa Pa..Clar juga mau istirahat." Ucap Ken.
"Kenapa kita mau bertemu orang tua Dr. Bryan Pa..?" Tanya Intan berbisik di dekat telingan suaminya itu.
"Sabat Ma..nanti juga Mama tahu sendiri" bisik Papa sambil tersenyum membuat Intan semakin penasaran.
Akhirnya Bagus, Intan dan dr. Bryan meninggalkan kamar Clar. Mereka bersama-sama menuju kantin yang berada di gedung rumah sakit tersebut.
******
"Tuan apakah lebih baik istirahat dulu karena wajah tian tampak masih pucat" Ucap Rendra.
"Aku baik-baik saja Ren.. sebentar lagi aku akan dapat vitamin kok" Ujar Ken sambil menampilkan senyum manisnya layaknya orang yang sedang bahagia yang ingin berjumpa kekasih hatinya.
"Vitamin?? sebenarnya dia mau menemui Nyonya Clar atau berobat sih" batin Rendra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tibalah mereka di rumah sakit tempat Clar di rawat. Rendra sebagai asisten tampak sibuk menanyakan kamar yang ditempati Clar setelah mendapatkan informasinya, mereka menuju ke kamar Clar. Sampailah mereka di depan pintu kamar Clar tapi bukannya masuk Ken tampak ragu-ragu untuk masuk.
__ADS_1
"Kenapa tidak masuk Tuan?" Ucap Rendra.
"Aku takut Ren..apakah Clar masih mau menemuiku?" Ucap Ken.
"Kalau mau tahu jawabannya lebih baik do coba saja Tuan" Ucap Rendra dengan sedikit bijak yang dia sendiri tidak percaya akan ucapannya barusan.
"Baiklah...." Ken.
Cek..lek..pintu pun terbuka dan tampaklah sebuah ruangan yang bisa dikatakan cukup mewah seperti bukan berada di rumah sakit.
Ken memasuki ruangan tersebut bersama Rendra dan langkah Ken terhenti di sebuah tempat tidur pasien dan di sana tampak seorang wanita yang sedang tidur tapi walaupun sedang tidur masih tampak terlihat cantik.
"Tidur pun masih tampak cantik, kamu sedikit tampak kurus" gumam Ken pelan sampai-sampai Rendra pun tidak dengar.
Ken yang tampak mendekati Clar yang sedang tidur sedangkan Rendra duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut karena maklumlah tubuhnya tampak rontok karena harus berjam-jam duduk di pesawat di tambah lagi langsung menuju ke rumah sakit tanpa ada istirahat di hotel.
Clar mengerjapkan matanya, perlahan-lahan dia melihat seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya.
"Kak Ken..kamu kah itu?" Ucap Clar.
"I..iya sayang" Jawab Ken yang tanpa disadari nya kata terakhir yang di ucapkannya membuat Clar mengernyitkan keningnya.
"Kok bisa sampai di sini Kak..?" tanya Clar.
"Ha....kerjaan??" Ucap Rendra yang dapat pelototan dari Ken.
"I....iya ada kerjaan " Ucap Rendra dengan terbata-bata.
Sebenarnya Clar pun tidak percaya dengan alasan Ken tapi dia tidak ambil pusing dengan alasan tersebut.
"Dari mana Kak Ken tahu kalau aku berada di sini?" tanya Clar lagi.
Ken tidak bisa menjawab dan hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. Clar menghelakan napasnya dan melirik ke arah Ken.
"Apakah Kak Ken tahu alasan ku berada disini." tanya Clar.
Ken hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Rendra hanya menatap kedua majikannya tersebut secara bergantian seperti melihat seorang ibu yang sedang menasehati anaknya.
"Apakah Kak Ken datang ke sini untuk mengantarkan surat cerai kita?" tanya Clar walaupun di hatinya sangat berat mengucapkan itu semua.
"Tidak Clar, aku datang ke sini untuk menemuimu. A..aku mau minta maaf kepadamu". Ucap Ken sambil meraih jari jemari Clar.
__ADS_1
"Sudah terlambat" Tiba-tiba terdengar sudara bass yang datang dari arah pintu kamar Clar yang sejak Ken dan Rendra masuk tidak di tutup dengan rapat dan entah sejak kapan mereka berlima sudah berada di ruangan tersebut.
"Papa.." Ucap Ken kepada Papa mertuanya.
"Ha..ha..kau masih memanggilku Papa, bukannya Kau dan Clar sudah berpisah" Ucap Bagus dengan sedikit ketus.
Ken tampak terkejut dengan jawaban ketus Bagus, tapi dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Pa..sabar." Nasehat Intan kepada suaminya tersebut.
"Aku sudah cukup sabar untuk tidak memukul orang ini, sekarang lebih baik kamu tinggalkan ruangan ini sekarang juga dan jangan kembali lagi ke sini atau menemui Clar lagi." Bentak Bagus.
Semua orang yang ada di ruangan tersebut merasa terkejut dengan bentakan Bagus dan mereka belum pernah sebelumnya melihat kemarahan Bagus seperti ini termasuk istri dan anaknya.
"Sudah Pa..Clar mohon" Ucap Clar sambil terisak.
Ken merasakan sakit hatinya melihat Clar menangis dan itupun dikarenakan dirinya.
"Ken minta maaf Pa..atas perbuatan yang telah Ken lakukan kepada Clar selama ini. Tapi percayalah saat ini Ken menyesali semuanya. Dan sampai saat ini Clar masih berstatus istri Ken karena surat cerai itu sudah Ken robekkan." Jelas Ken.
Clar dan kedua orang tuanya tampak terkejut sedangkan 3 orang yang datang bersama orang tua Clar hanya bisa menyaksikan drama pertengkaran keluarga ini. 3 orang tersebut adalah dr. Bryan dan dua orang tua dr. Bryan yaitu Benny Atmaja dan Rita Atmaja.
"Baiklah kalau begitu saya yang akan mengurus perceraian tersebut karena aku tidak sudi mempunyai menantu seperti mu" Ucap Bagus dengan tegas.
Awalnya Bagus tidak menaruh rasa sebenci itu kepada Ken tapi setelah dia mendengar semua cerita dari sahabatnya sekaligus orang tua dr. Bryan rasa kecewa dan bencinya menggunung. Benny menceritakan semua kejadian yang terjadi di pertemuan pebisnis di kota....sebenarnya Benny sudah mengetahui siapa Clat sebenarnya tapi dia mencoba untuk berpura-pura tidak mengetahui tentang Clar dan Ken. Benny memperhatikan tingkah Ken yang tampak tidak peduli dengan istrinya di acara tersebut dan yang tidak kalah terkejutnya yang membawa Clar ke rumah sakit adalah Benny dan istrinya, Benny kuga menghadiri resepsi pernikahan yang dihadiri Ken dan Jessica, yang paling membuat Bagus sangat marah Ken meninggalkan Clar di kota tersebut sendiri dan pulang bersama wanita lain.
"Maaf Om..lebih baik membicarakan semua ini jangan di depan Clar karena ini sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya" Ucap dr. Bryan.
"Maaf Dok..saya tidak tahan melihat wajah orang ini disini" Ujar Bagus yang masih menahan amarah.
"Maaf Tuan, lebih baik anda pergi dari sini. Karena saya tidak mau melihat pasien saya mempunyai beban pikiran karena kondisi kesehatannya sangat saya utamakan." Ucap dr. Bryan.
Ken menatap dr. Bryan dengan rasa tidak suka, tapi tidak mungkin dia melawan perkataan dokter tersebut saat ini melihat kondisi sekarang yang tidak kondusif.
Ketika Ken ingin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat sekarang dia berdiri, tiba-tiba tangannya digenggam Clar.
"Maaf untuk semua orang yang ada di sini, tolong sekarang tinggalkan ruangan ini kecuali suami saya" Ucap Clar tegas.
Semua orang yang ada di sana terkejut, semuanya menatap ke arah Clar dengan tatapan tidak suka dengan keputusan Clar tapi lain halnya dengan Ken dan Rendra yang merasa dapat hawa kemenangan.
***bersambung ....
__ADS_1
Dukung novelku ini dengan Like, Komen dan Vote ya***....