
Pagi ini Ken menjalankan aktivitasnya seperti biasa dengan pergi ke kantor, tapi pagi ini Ken melewati sarapan paginya bukan karena ada pekerjaan yang mendesak melainkan karena merasa tidak semangat untuk sarapan.
Ken menyibukkan dirinya dengan berbagai macam pekerjaan sehingga dia pun melupakan waktu makan siangnya dan hal ini diperhatikan oleh Rendra yang saat ini sedang duduk berhadapan yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja. Biasanya Ken selalu memperhatikan waktu makan siangnya karena Ken mempunyai penyakit maag.
"Maaf Tuan, sudah waktunya makan siang dan pagi ini Tuan juga melewati sarapan pagi." Ucap Rendra. Asisten Ken ini mengetahui segala sesuatu tentang Ken termasuk asupan makanan Bos nya .
"Aku sedang tidak ada selera makan Ren dan aku juga masih kenyang, lebih baik kamu sekarang istirahat makan siang nanti saja dilanjutkan lagi pekerjaan ini" Ucap Ken yang masih menatap dan memegang berkas-berkas yang ada dihadapannya.
Rendra sebenarnya mengetahui apa yang sedang terjadi pada bos nya tapi untuk saat ini dia belum bisa berbuat apa-apa karena Krn sendiri belum meminta bantuannya.
"Tapi anda ada maag Tuan, lebih baik makan sedikit dari pada tidak makan sama sekali" Ujar Rendra.
Ken menatap dingin ke arah Rendra sedangkan yang ditatap menundukkan kepalanya karena dia merasa akan ada amarah yang akan didapatnya.
"Kamu tidak perlu peduli dengan kesehatanku, lebih baik sekarang kamu istirahat" Tegas Ken dan seketika membuat Rendra menganggukkan kepalanya.
Rendra berdiri dari kursinya dan pamit keluar ruangan Ken. Rendra bukan sakit hati terhadap perkataan Ken namun dia merasa khawatir terhadap nya, karena saat ini sepertinya Ken sedang menghukum dirinya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan Pukul 5 Sore, sebenarnya Ken tidak mau pulang secepat ini karena dia merasa tidak ada semangat apabila ada di rumah tersebut sepertinya rumah itu tidak ada yang menerangi .. ya benar saja yang menerangi sudah pergi meninggalkan rumah itu dan dirinya. Sebelumnya Ken mendapat panggilan telepon dari Andry yang mengharuskan dirinya segera pulang karena kedua orang tuanya sedang menunggunya di Rumah.
Ken keluar dari ruangannya dengan raut muka yang tidak semangat seperti biasanya. Ken merasa ada dalam dirinya yang hilang tapi sampai sekarang Ken belum menyadari akan hal itu. Semua karyawan heran melihat Bos nya yang sepertinya tidak punya gairah hidup.
******
Ken memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya dan tampak sebuah mobil yang sangat dikenalinya.
Ken memasuki rumahnya dengan langkah yang gontai, rambutnya yang berantakan dan raut mukanya yang terlihat kusut.
"Ken.." Seru Intan.
Intan terkejut dengan penampilan anaknya saat ini yang jauh dari penampilan yang seperti biasa dia tampilkan.
"Mi..Pi.." Sapa Ken dan mengambil posisi duduk disofa yang berhadapan dengan kedua orang tuanya.
Sekilas Andry menatap penampilan Ken, kemudian dia langsung bicara to the point tanpa menanyakan kabar anaknya.
__ADS_1
"Apakah Clar sudah memberikanmu surat ceraoli yang sudah ditanda tanganinya?" Tanya Andry.
Ken hanya menganggukkan kepalanya yang menandakan kata Iya untuk jawaban untuk pertanyaan Andry.
"Bagus, apakah kamu sudah menandatanganinya?" tanya Andry kembali.
Sekali lagi Andry hanya mendapat jawaban gerakan tubuh dari anaknya yaitu dengan menggelengkan kepala.
"Cepat kamu tanda tangani langsung urus perceraian dirimu dengan Clar. Lanjutkan hidupmu dan jangan lihat ke belakang. Papi tidak ingin melihat dirimu seperti ini, jangan hancur karena seorang wanita." Andry.
Ken menatap ke arah Andry, dia mengingat tulisan Clar yang mengatakan bahwa dirinya tidak perlu khawatir karena Papinya tidak akan marah kepadanya karena perceraian ini.
"Apa yang sudah kamu katakan kepada Papi dan Mami Clar, apakah kamu berkorban untukku?" batin Ken.
"Papi dan Mami pulang dulu, kalau kamu mau kembali ke rumah silahkan nak mungkin lebih baik kamu tinggal sama kami." Andry.
"Ken akan tinggal disini Pi.." ujar Ken yang masih menundukkan kepalanya.
"Terserah kamu, kami pulang dulu" Andry.
Andry sebenarnya merasa berat karena malam ini dia tidak bisa bersama istrinya tapi dia mengalah karena saat ini Ken butuh Maminya untuk berada di sampingnya.
"Baiklah malam ini Mami boleh menginap disini" Andry berlalu pergi meninggalkan istri dan anaknya.
"Sayang lebih baik sekarang kamu mandi dan setelah itu kita makan malam bersama" Ucap Intan.
" Ya Ma.." Ken beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Intan.
Intan merasa sedih dengan keadaannya anaknya saat ini dan malam ini dia akan mengajak Ken untuk bicara dari hati ke hati.
******
Setelah selesai makan malam, Intan mengajak Ken untuk berbicara di dalam kamar.
Disinilah mereka sekarang dikamar utama.
__ADS_1
"Kamu tahu ken beberapa hari yang lalu Clar dan kedua orang tuanya datang ke rumah untuk membicarakan prihal perceraian kalian, Clar memberitahukan alasannya kepada kami dan alasannya tersebut membuat Papi marah kepada Clar tapi kamu tahu Ken sebenarnya Mami tidak percaya kepada ucapan Clar. Kamu tahukan kalau mami seorang psikolog jadi Mami bisa mengetahui apakah orang ini sedang berbohong atau tidak. Jadi Mami minta kamu mau berkata jujur sama Mami" Ucap Intan.
Ken merasa mulutnya tidak bisa berucap tapi Intan dengan penuh kesabaran untuk membuat anaknya untuk berbicara dan benar adanya Ken akhirnya membuka mulutnya untuk berbicara.
Ken menceritakan hal sebenarnya dan memberikan surat yang ditulis oleh Clar. Intan menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Apakah kamu merasa kehilangannya Ken?" tanya Intan.
"Ken tidak tahu Ma.." Jawab Ken.
"Kalau kamu merasa tidak kehilangan mengapa penampilan saat ini seperti orang yang terurus dan sinar diwajahmu meredup" Intan.
Ken tidak menjawab perkataan Intan dan hanya menundukkan kepalanya.
"Apakah kamu mencintai Clar"
Ken langsung menegakkan kepalanya dan menatap ke arah Mamanya.
"Tidak mungkin Ma.."
"Apanya yang tidak mungkin Ken, lihat dirimu sekarang seperti orang yang kehilangan kekasih. Lebih baik sekarang kamu tanya apa kata hati mu, jangan sampai kamu kehilangan orang yang sangat berarti di hidupmu Ken."
Ken hanya bisa diam tanpa mau menjawab perkataan Maminya.
"Bagaimana mungkin aku mencntai Clar, mungkin ini hanya kehilangan sesaat karena satu tahun hidup bersamanya. Aku akan menjalani hidup tanpa Clar dan aku akan mencoba menjalin hubungan kembali dengan Jessica." batin Ken.
Intan melihat Ken yang hanya diam tanoa membalas perkataannya.
"anak ini..sudah dewasa tapi tidak menyadari apa arti dari perasaannya sendiri, semoga kamu menyadarinya secepatnya Ken karena apabila semuanya sudah terlambat kamu akan jatuh ke jurang yang lebih dalam lagi." batin Intan."
Malam ini pun dilalui Ken dengan hati yang penuh gunda gulana apalagi kalau bukan karena pembicaraan dirinya dengan Maminya......
***bersambung ....
Jangan bosan-bosan untu like, komen dan vote ya teman-teman***.....
__ADS_1