
Hari sudah menunjukkan jam 5 sore dan pekerjaan Ken sudah selesai dikerjakannya, hari ini Ken berencana pulang lebih cepat dari hari-hari sebelumnya karena Clar juga sedang menunggunya untuk pulang bersama.
" Sudah siap kerjanya sayang "
" Hmmm.." hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Ken.
Ken beranjak dari kursi kebesarannya kemudian melangkah mendekati Clar.
"Kamu mau tidur disini?"
"Apa ada kamar disini?" tanya Clar dengan polosnya.
"Jadi kalau ada kamar kamu mau tidur disini?"
"Asalkan sama kakak aku mau" Ucap Clar dengan menampilkan raut wajah seperti wanita yang sedang menggoda pria.
"Haaaa...apa-apaan dia ini, makin lama membuat ku merinding disko" batin Ken menggelengkan kepalanya.
"Jadi sayang.."
"Jadi apanya" Ken.
"Tidur disini" Clar.
"Kalau kamu mau, ada kok disini kamar. Kamu bisa nginap disini dan tak usah ngajak-ngajak" Ken melangkahkan kakinya menuju pintu, sebelum handle pintu bergerak....
"Benar ni .... nyesel lho hadiahnya hilang" Ucap Clar meledek.
Ken menghembuskan napasnya dengan kasar dan berbalik.
"Sayang....mari kita pulang" Ajak Ken dengan senyum yang terpaksa.
"Baiklah sayang...."
******
Setelah selesai beraktifitas satu harian Ken dan Clar sekarang berada di kamar utama. Waktu sudah hampir malam setelah membersihkan badan dan mengganti pakaian tidur, Clar menuju ranjang dan menaikinya perlahan karena takut mengganggu Ken yang sedang mengetik di laptopnya.
Ken merasakan ada pergerakan diatas kasur.
"Clar benar-benar serius mau satu tempat tidur dengan ku ya" batin Ken tapi matanya tetap ke arah laptop.
Setelah pekerjaannya selesai Ken menaruh laptopnya di meja sebelah ranjangnya.
__ADS_1
"Sayang.." Panggil Clar dengan lembut.
"Mm.." tapi hanya jawaban singkat ini yang didapat Clar.
Ken mengambil guling dan meletakkannya di tengah-tengah mereka.
"Aku tidak akan melakukan hal yang aneh kok Kak" Ucap Clar karena dia seakan mengerti atas tindakan Ken tersebut.
"Bagaimana aku bisa percaya sedangkan satu harian ini kamu agresif dan seperti orang lain saja" Ucap Ken sambil mengambil selimut dan membelakangi Clar.
Melihat Ken membelakanginya, Clar merasa sangat sedih. Sebenarnya Clar ingin menjadikan momen kebersamaan mereka ini menjadi ajang lebih mendekatkan diri dan mengenal satu sama lain karena dari yang dia dengar tempat tidur adalah tempat yang paling tepat untuk saling berbicara di antara pasangan suami dan istri. Tapi harapan tinggal harapan ternyata itu tidak berlaku buat Ken. Namun Clar memakluminya mungkin ini baru hari pertama dan masih ada beberapa hari lagi.
Sekuat apapun Clar mencoba memejamkan mata, dia tetap tidak bisa tidur. Padahal waktu sudah menunjukkan Pkl. 11.45 malam. Clar memberanikan diri membangunkan Ken.
"Sayang..sayang...." Panggil Clar berulang kali.
"Apaan sih Clar.." Ucap Ken yang sangat mengantuk.
"Panggil sayang lho Kak.."
"Haaaaaa....ada apa" tanya Ken.
"Aku belum mengantuk" gerutu Clar.
"Aku mau kamu temani ku sampai aku ngantuk"
"Ya ampun .. Apa dosa ku sehingga harus menghadapi ini semua" gumam Ken sambil memukul jidatnya.
"Ya sudah..aku temani tapi tolong usahakan untuk mengantuk" Jelas Ken dengan berbicara belibet saking berat matanya menahan kantuk.
"Mmmm..Kak, kalau kita sudah berpisah apakah kamu akan menikah dengan Jessica?" tanya Clar sesekali menatap ke arah Ken.
Ken hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Clar, bukan karena dia tertidur tapi dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Kakak marah ya?" Clar.
"Aku tidak tahu tapi mungkin saja itu terjadi karena sampai sekarang hanya dia di dalam hatiku" Ken.
Clar yang mendengar semua itu merasakan sesak didadanya dan ada butiran air mata disudut matanya, untung saja Ken membelakanginya sehingga tidak melihat air mata yang tergenang disudut mata Clar.
Clar mencoba bertanya lagi tapi dia harus mengkondisikan keadaannya terlebih dahulu.
"Kakak tahu.. aku senang saat ini karena semenjak menikah baru hari ini aku banyak bicara sama Kakak."
__ADS_1
Ken mendengar perkataan Clar dan entah mengapa ada perasaan bersalah dihatinya. Dia tahu Clar adalah gadis yang baik karena mereka saling mengenal sejak sekolah menengah atas.
"Apakah Kak Ken membenciku" tanya Clar kembali.
1 Menit ....
2 Menit ....
3 Menit ....
4 Menit ....
" Aku tidak pernah membencimu Clar, tapi aku tidak bisa untuk lebih dekat denganmu. Aku hanya tidak suka atas keputusanmu menerima perjodohan ini karena yang hancur bukan hanya aku tapi dirimu juga. Mungkin dengan kita berpisah nantinya kamu akan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dariku." Jelas Ken.
Tapi tidak ada tanggapan dari Clar sudah lebih 10 menit Ken menunggu tapi tidak ada suara kemudian dia berbalik dan melihat Clar sudah menutup matanya.
"Sebenarnya kamu gadis yang baik dan sangat cantik, tidak ada satu pria pun yang tidak menyukaimu. Sebenarnya aku tahu kamu menyukaiku Clar dan itu semenjak kita di sekolah menengah atas. Aku sempat kecewa denganmu karena menerima perjodohan ini aku menganggap kamu mengambil kesempatan atas semua ini. Aku dan Jessica sudah merencanakan pernikahan kami tapi semua berantakan karena pernikahan kita. Aku sudah membuat dia menangis dan membuat impian kami berdua hancur berkeping-keping. Kamu tahu Clar sebenarnya selama kita menikah aku seperti orang yang tidak tahu lagi arah tujuan hidup, aku mendapat tekanan dari keluargaku baik dari segi perusahaan maupun dalam membahagiakanmu. Aku sempat berpikir untuk memintamu melepaskanku tapi ternyata kamu sendiri yang memberikannya kepadaku. Sekali lagi aku sangat berterimakasih kepadamu, yang pertama berkat mu perusahaan keluargaku sudah bangkit dan yang kedua kamu sudah memberikan napas kebebasan kepadaku. Aku berjanji selama satu bulan ini aku akan berusaha berbuat yang terbaik untukmu" Ucap Ken pelan tapi dia tidak sadar bahwa Clar mendengar semuanya.
Clar membalikkan badannya memunggungi Ken setelah Ken berbicara panjang lebar didepannya walaupun dengan mata terpejam. Clar sudah tak bisa menahan tangisnya tapi dia sekuat tenaga menahannya agar tidak ada suara yang keluar hanya air mata yang terus keluar walaupun matanya terpejam.
"Maafkan aku Kak, kamu sangat menderita dan aku telah menghancurkan impian kalian. Ternyata kamu menyadari perasaanku sejak lama dan itu membuat aku sadar bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku. Aku tidak akan membebanimu lagi dan aku akan memberi kebebasanmu satu bulan lagi maafkan keegoisanku yang masih menahanmu lebih lama. Beri aku kesempatan untuk bisa menjadi istri yang baik selama 1 bulan." gumam Clar dalam hati.
******
Hari berganti hari dan tepat hari ini adalah weekend dan sesuai kesepakatan, mereka akan pergi kencan. Karena Ken libur makanya Clar meminta kencannya dimulai lebih cepat.
Ya..dia meminta dari siang hari sekalian mau makan siang berdua sama Ken diluar.
"Ayo Sayang..aku sudah lapar" Ajak Clar bersikap manja.
"Kalau lapar makan aja dulu" Ucap Ken
"Aku mau makan di luar" Clar.
"Kakak tahu? Hari ini aku pertama kali kencan dan itu dengan orang yang paling spesial" Ucap Clar sambil mengedipkan matanya ke arah Ken.
"Kamu ini.." Ken menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak disadarinya tangan kanannya mengusap kepala Clar.
Deg....deg....deg....(Kira-kira bunyi jantung siapa ya ππ)
*******bersambung......
Jangan lupa dukungannya ya man teman semua dengan LIKE, KOMEN DAN VOTE, Terimakasih*** ......
__ADS_1