
Sinar matahari menyapa wajah Ken yang tampak masih terlelap dalam tidurnya, sekejap matanya berkedip-kedip dikarenakan tembusan sinar matahari pagi. Perlahan-lahan matanya terbuka secara penuh dan mengarahkan pandangannya ke sebelahnya dan ternyata Clar tidak ada di sampingnya. Ken turun ke bawah untuk mencari Clar tetapi tidak ada ditemuinya dan akhirnya dia mencari ke dapur tetapi yang ada hanya Bi Imah.
"Apakah Bi Imah ada melihat Clar" tanya Ken.
"Bibi belum melihat Nyonya pagi ini Tuan" Jawab Bi Imah memberhentikan sejenak aktivitasnya di dapur.
"Oo..mungkin Clar sedang berolahraga Bi, ya sudah saya ke kamar dulu" Ken.
"Baik Tuan.." Bi Imah melanjutkan kembali aktivitasnya di dapur.
Ken bersiap-siap pergi ke kantor, dia memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Clar. Ya..benar saja Clar sudah menyiapkan pakaian Ken untuk hari ini sebelum dirinya pergi dari rumah, tetapi ada satu lagi yang ditinggalkan Clar yaitu sebuah surat dan amplop coklat yang berada di meja dekat sofa, mungkin karena terburu-buru Ken tidak sadar akan lembaran kertas tersebut.
******
Ken melakukan aktivitas kantor nya seperti biasa dan kebetulan hari ini tidak terlalu banyak kerjaan hari ini setelah dia melakukan meeting pagi tadi. Sebenarnya Ken merasa ada sesuatu hal yang membuat perasaannya tidak enak pagi ini, tapi dia cepat-cepat menepis semua pikiran tersebut dan mungkin karena pagi ini Ken belum bertemu dengan Clar.
Ken berencana pulang cepat hari ini dan ingin sekali bertemu dengan Clar.
"Tuan mau pulang sekarang" Tanya Rendra.
"Iya Ren..apakah masih ada yang harus saya kerjakan?" tanya Ken.
"Tidak ada Tuan.." Ucap Rendra sedikit menundukkan kepalanya.
"Ya sudah, saya mau pulang dulu" Ken.
"Tapi bukannya sore ini Tuan ada pertemuan dengan nona Jessica di cafe dekat kantor ini" Ucap Rendra mengingatkan.
"Oh iya aku sampai lupa .. ya sudah aku akan hubungi dia biar kami ketemu sekarang do cafe tersebut " Ken mengambil handphonenya yang berada di sakunya dan segera menghubungi Jessica. Setelah selesai menghubungi Jessica, Ken langsung pergi menuju cafe dekat kantornya karena Jessica sebentar lagi akan sampai karena kebetulan Jessica lagi berada disekitar cafe tersebut.
__ADS_1
******
"Ada apa Jes..kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan" tanya Ken sambil memegang cangkir teh nya.
"Ken..apakah tidak ada kesempatan untuk kita bersama?" Ucap Jessica sambil meremas kedua tangannya karena dia merasa canggung untuk berbicara hal tersebut dengan Ken tapi dia sudah tidak bisa menahan perasaannya selama ini.
Ken terkejut mendengar pertanyaan Jessica dan dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa-apa karena perasaannya sekarang saja dia tidak mengerti. Setelah kedekatannya beberapa minggu ini dengan Clar membuat sesuatu yang beda pada dirinya tapi dia tetap menepis perasaan itu.
"Jes..aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu untuk sekarang ini, tetapi mungkin nanti setelah..." Ken tiba-tiba terdiam, dia langsung mengambil handphone nya dan langsung melihat aplikasi kalender dan tiba-tiba tangan kanannya menutup mulutnya.
Ken langsung beranjak dari kursinya dan segera pamit ke Jessica tanpa penjelasan, sedangkan Jessica merasa sedih karena Ken meninggalkan dirinya dengan jawaban menggantung.
Ken berulang kali menghubungi Clar tetapi hanya jawaban operator yang didengarnya. Berulang kali tangannya memukul stir mobilnya.
"Kenapa aku tidak sadar kalau semalam adalah...arghhhh. Clar....." tanpa di sadarinya matanya sudah berkaca-kaca.
Ken menatap ke setiap sudut ruangan tersebut dan seketika matanya tertuju ke lembaran kertas dan amplop berwarna coklat yang ada di atas meja. Ken berjalan ke arah meja tersebut dan mendudukkan dirinya di sofa.
Ken membaca tulisan yang ada di selembar kertas tersebut.
" ****Untuk Suamiku Kenny Putra Nugraha,
Maafkan aku Kak..karena tidak pamitan padamu terlebih dulu sebelum pergi dari darimu dan rumah ini. Aku tidak sanggup pamit berhadapan muka denganmu, seperti yang Kakak tahu aku sangat mencintaimu itupun sejak sekolah menengah atas dan sampai saat ini.
Kak aku minta maaf karena telah membuatmu menjalani pernikahan ini, aku yang sangat egois tanpa memikirkan perasaanmu. Sekarang aku akan membebaskanmu dari pernikahan ini, di dalam amplop coklat itu ada lembaran surat cerai yang sudah aku tanda tangani jadi setelah Kakak tanda tangani kita resmi bercerai. Kak..aku sudah temui Papi dan Mami dan menjelaskan semuanya tapi kakak tenang saja Papi tidak akan marah sama Kakak karena semuanya ini adalah permintaanku dan Papi sudah menerima alasan kita berpisah.
Aku sangat berterimakasih karena selama 1 bulan ini aku sudah menjadi istri sesungguhnya yang bisa melayanimu dan lebih dekat denganmu. Jujur aku tidak menyangka akan bisa sedekat itu dengan Kakak, apalagi setelah Kakak meninggalkanku sendiri di kota tersebut.
Kak..kembalilah dengan cinta sejati Kakak, aku akan berdoa semoga Kakak bahagia dan sukses selalu.
__ADS_1
Sekali lagi aku minta maaf dan mungkin kita tidak akan bertemu lagi Kak."
Jangan lupa untuk berbahagia Kak dan terimakasih atas kenangan terindah di hari Anniversary pernikahan kita.
ttd,
Clarissa Wijaya**."
Ken membuka amplop coklat tersebut dan mengeluarkan surat cerai yang sudah ditanda tangani Clar.
Ken memegang erat lembaran kertas tersebut.
"Arghhhhh..." Ken berteriak, dia menjambak rambutnya dan tidak sedikit bulir air mata jatuh dari sudut matanya. Ken menyenderkan tubuhnya ke belakang sofa sambil melihat ke atas langit-langit kamarnya.
Ken mengingat kembali kenangan kebersamaanya dengan Clar. Seharusnya Ken merasa senang karena akhirnya dia bisa bebas dari pernikahan ini tetapi malah sebaliknya, Ken tampak kusut dan tatapannya kosong. Dia sungguh merasa kehilangan Clar apalagi Clar pamit pergi dengan sebuah surat bukan langsung berbicara dengannya langsung. Dia sangat menyesal kenapa dia tidak sadar bahwa hari terakhirnya bersama Clar pada saat anniversary nya, pantas saja Clar sangat antusias dengan hari itu dan malamnya dia tidak langsung tidur padahal biasanya dia tidur lebih cepat dibandingkan Ken.
"Clar..kamu kenapa tidak menemuiku sebelum pergi dan teleponmu juga tidak aktif saat kuhubungi, maafkan aku Clar. Mengapa semua ini terjadi, seharusnya aku bahagia karena bisa kembali dengan Jessica tetapi sekarang malah sebaliknya" Gumam Ken.
******
Ken tidak dapat memejamkan matanya malam itu, tidurnya sangat gelisah. Akhirnya Ken dapat tidur Pukul 2 Pagi dan itupun mungkin karena badannya yang sangat kelelahan.
Keesokkan paginya Ken terbangun dari tidurnya dan berharap yang terjadi adalah sebuah mimpi tetapi kenyataannya Clar tidak berada di sebelahnya.
Setelah selesai mandi Ken berniat mengambil pakaiannya ditempat yang biasa Clar letakkan, tapi ternyata tidak ada pakaian kantornya di sana dan Ken menyadari bahwa Clar benar-benar sudah pergi meninggalkan dirinya.
***bersambung ......
Jangan lupa semangat like, komen dan vote ya..ya..***
__ADS_1