
"2 hari lagi adalah Anniversary kita, aku mau membuat kenangan yang terindah dengan Kakak" seru Clar dengan mata berbinar walaupun direlung hatinya begitu sakit karena ini yang pertama dan terakhir baginya π
sedangkan Ken terkejut dengan ucapan Clar karena dia baru ingat bahwa 2 hari lagi adalah Anniversary mereka yang ke -1 tahun.
"Tidak terasa sudah hampir satu tahun aku menikah dengan Clar, apa aku harus memberi dia kejutan yang tidak akan dilupakannya" Ken.
Ken mendekati Clar kemudian mengecup keningnya dan berkata dengan tatapan serius.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun di hari itu Clar, jadi aku harap kamu mengerti akan hal itu"
Ken berlalu dari hadapan Clar dan tidak berselang lama mobilnya pun keluar dari halaman rumah mereka.
Mendengar ucapan Ken membuat hatinya sedih dan air matanya pun jatuh membasahi pipinya. Clar hanya ingin memiliki kenangan manis di hari terakhirnya bersama Ken tapi semua jauh dari harapannya.
Dengan jalan gontai Clar langsung masuk menuju kamarnya dan langsung membersihkan diri karena sedikit berkeringat, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian santai Clar merasakan sakit yang teramat dikepalanya dan hampir membuatnya terjatuh ke lantai untuk saja dia berada didekat lemari sehingga dia bisa berpegangan untuk menjaga keseimbangan. Dengan tertatih-tatih Clar berusaha menggapai sebuah laci tempat penyimpanan obatnya, setelah mendapatkan obatnya Clar langsung meminumnya dan tak berselang lama dia merasakan kantuk. Clar membaringkan tubuhnya sebentar di atas ranjang, mungkin karena efek obat yang diminumnya.
******
Dilain tempat Ken sedang berada di ruang kerja kantornya bersama asistennya yang bernama Rendra.
"Ren..tolong kamu membuat suatu perayaan anniversary pernikahanku yang ke 1 tahun tapi aku tidak mau mengundang orang lain cukup aku dan istriku" Perintah Ken.
Sejenak Rendra terdiam karena dia merasa mimpi melihat perubahan dari bosnya belakangan ini.
"Ren .. kamu dengarkan aku tidak?" tanya Ken sedikit kesal karena merasa dicuekin.
"I..iya Tuan saya dengar. Kapan harinya Tuan? Tanya balik Rendra.
"2 hari lagi, kamu harus membuat yang spesial mungkin" Jelas Ken.
"Baiklah Tuan, perintah anda akan segera saya laksanakan" Rendra.
"Hmm.." hanya sesingkat itulah balasan dari Ken.
******
Ken pulang ke rumah lebih cepat dari sebelumnya, entah mengapa dia ingin melihat Clar secepatnya. Ken memasuki rumahnya dan langsung menuju kamar karena jam sore begini Clar pasti ada di kamar. Saat mau melangkah menaiki anak tangga, Bi Imah memanggil Ken.
"Tuan..maaf ada yang mau saya bicarakan" pinta Bi Imah dengan sedikit rasa keraguan yang terbersit diraut wajahnya tersebut.
"Ada apa Bi.." tanya Ken.
"Begini Tuan ....saya sudah beberapa kali melihat Nyonya merasakan kesakita, dan ketika kesakitan beliau memegang kepalanya. Saya takut terjadi apa-apa sama nyonya" Jelas Bi Imah yang masih merasa gugup berhadapan dengan Ken.
"Terimakasih infonya Bi, nanti akan saya tanyakan langsung sama Clar" Ken.
"Baikla Tuan saya permisi ke belakang dulu" Ucap Bi Imah.
Setelah berbicara denga Bi Imah, Ken melanjutkan langkahnya menuju kamar utama. Pintupun dibuka dengan salah satu tangan Ken yang memegang handle pintu.
Ceklek....pintu pun terbuka, mata Ken menyusuri setiap sudut ruangan tersebut. Matanya terhenti di arah tempat tidur dan disitulah terlihat istrinya yang sedang tertidur dengan pulas.
Ken perlahan mendekati Clar yang sedang tertidur dan menatap wajah polos dan imut istrinya.
"Apa yang terjadi pada diriku, mengapa belakangan ini aku sering memikirkannya" batin Ken.
Kurang lebih 15 menit Ken menatap erat Clar dan setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena badannya sudah lengket semua.
Ken sudah sudah terlihat segar setelah mandi dan berpakaian santai. Ken melihat jam yang hampir menunjukkan jam 7 malam, Ken memberanikan diri membangunkan Clar.
__ADS_1
"Clar bangun..Clar bangun ..."
Setelah beberapa kali dibangunkan akhirnya Clar bangun juga dan perlahan matanya terbuka dan terkejut memandang Ken yang berada didekatnya.
"Maaf ya aku ketiduran.."Ucap Clar.
"Sana mandi sebentar lagi makan malam" Perintah Ken.
"Baiklah sayang.." ledek Clar sambil berlari kecil ke arah kamar mandi.
Ken menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Clar. Sejenak dia melupakan pembicaraannya dengan Bi Imah tadi.
******
Ken dan Clar makan malam bersama dan sekali lagi yang terdengar hanya bunyi sendok dan garpu yang saling bersahutan.
Makan malam pun selesai, Ken beranjak menuju ruang keluarga dan berselonjor sambil menonton chanel kesukaannya. Clar nampak membawakan teh dan cemilan walaupun habis makan, cemilan wajib berada di rumah itu. Setelah meletakkan teh dan cemilan dimeja Clar memberanikan diri untuk berbicara dengan Ken.
"Sayang...." rayu Clar sambil mengedip-ngedipkan matanya.
Ken heran menatap tingkah laku Clar yang aneh itu.
"Mengenai pembicaraan kita pagi tadi apakah bisa kita bahas sekarang karena aku rasa itu belum selesai dikarenakan kamu kan mau ke kantor" Ucap Clar dengan senyum simpulnya.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi " Ucap Ken datar. Ya disini Ken sedang berakting agar semuanya berjalan dengan lancar padahal tadi siang Ken sudah menginstruksikan Rendra untuk menyiapkan semuanya. Ken tidak menyadari bahwa itu adalah hari terakhirnya bersama Clar.
Ken beranjak dan pergi meninggalkan Clar yang hanya terdiam membisu. Ken sengaja pergi dari ruangan tersebut karena dia merasa tidak tega melihat raut muka sendu Clar tapi dia ingin membuat sebuah kejutan untuk Clar padahal tanpa dia sadari setelah kejutan yang dia berikan pada Clar keesokkannya dialah yang akan lebih terkejut.
******
Tibalah hari anniversery mereka, Clar lagi-lagi sudah bangun terlebih dahulu karena dia mau berolah raga pagi dan seperti biasanya Ken mencari-cari Clar dan itu tanpa sepengetahuan Clar karena Ken menyuruh Bi Imah menutup mulut agar tidak menceritakan bahwa setiap pagi dia mencari Clar.
"Tuan cari Nyonya?" Bi Imah.
"Nyonya olah raga pagi Tuan."
"Oooo..terimakasih infonya Bi" Ucap Ken dan kembali menuju kamarnya .
******
Ken sudah mandi dan berganti pakaian santai tali sedikit formal karena hari ini dia akan merayakan Anniversary pernikahannya dengan Clar tapi terlebih dahulu dia akan membawa Clar jalan-jalan mengitari kota tapi sebenarnya hatinya merasa gelisah dan Ken tidak tahu mengapa dia merasakan itu. Tapi dia tidak mau merusak semua rencana yang telah dibuatnya untuk Clar.
"Kak Ken tidak kerja" Clar memang sudah berada dikamar tersebut ketika Ken masih mandi.
"Lagi mau refreshing, apakah kam mau ikut" ajak Ken.
Sebenarnya Clar merasa malas pergi keluar karena hari ini dia tidak bisa membuat kenangan manis di anniversary pernikahannya bersama Ken.
"Baiklah Kak, aku mandi dulu" Clar langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah tidak berapa lama Clar sudah siap dengan dress berwarna biru toska nya, Clar tampak cantik hari ini sehingga mata Ken tidak bisa berkedip menatapnya.
Clar menatap Ken seakan-akan berpikir.
"Jangan menyukaiku Kak..karena semuanya sudah terlambat. Aku akan melakukan apapun Asalkan Engkau Bahagia termasuk membuat diriku bersalah dihadapan orang tuamu agar amarah Papi Andry tidak tertimpa kepadamu." batin Clar.
Flash back on,
Satu minggu sebelum hari ini Clar berada dirumah orang tuanya dan tampaklah wajah yang penuh kesedihan dimata Papa dan Mamanya. Clar menceritakan kondisi kesehatannya kepada orang tuanya karena mereka pantas untuk tahu segalanya bukan hanya soal penyakitnya tapi dia juga menceritakan kondisi pernikahannya tapi dia tidak menceritakan seluruhnya karena dia tidak ingin orang tuanya membenci Ken dan tidak ingin persoalan pribadi merembet ke persoalan bisnis karena sedikit dia tahu juga bahwa Papanya adalah orang yang berhati dingin di dunia bisnis dan bisa-bisa perusahaan Nugraha akan kena imbasnya.
__ADS_1
"Pa .. Ma .. tolong bantu aku untuk menemui Papi Andry dan Mami Sinta untuk membicarakan perpisahan ini sekalian pamit, aku tidak ingin mereka menyalahkan Kak Ken cukup selama ini Kak Ken menderita. Kak Ken selama ini memperlakukan ku dengan sangat baik." Jelas Clar. Dalam hatinya "bagaimana kalau Papa tahu bahwa Kak Ken pernah meninggalkan ku waktu di luar kota sendirian, aku jadi merinding memikirkannya. Tapi beberapa minggu ini dia sudah sedikit berubah memperlakukan jauh lebih baik".
******
Tibalah Clar beserta kedua orang tuanya di rumah mertuanya dan mereka sudah berada diruang keluarga.
"Pi..kedatangan Clar kesini ingin menyampaikan bahwa satu minggu lagi Clar akan berpisah dengan Kak Ken...."
Belum Clar melanjutkan bicaranya, Andry langsung berdiri dan berkacak pinggang.
"Apa yang sudah dilakukan anak kurang ajar itu padamu Clar" Tanya Andry dengan muka yang merah padam.
Bagus tidak pernah melihat kemurkaan Andry yang seperti ini sebelumnya
Clar memberanikan diri mendekati Andry dan menyuruhnya untuk duduk kembali, sedangkan Sinta bingung dengan ucapan anak menantunya itu.
Akhirnya Clar menceritakan alasan perpisahan mereka kepada kedua mertuanya dan tentu saja dengan sebuah cerita yang menyudutkan Clar.
"Kamu yang mau menikah dengan Ken dan sekarang kamu bilang sudah bosan padanya dan mau mencari kebahagiaan di luar sana. Saya menyesal sudah menjodohkan anak saya kepadamu, saya menjodohkan kalian bukan semata persoalan bisnis tapi karena saya tahu prilakumu selama ini dan kamu anak yang baik. Tapi saya tidak menyangka anak saya mendapat istri yang seperti ini" Ucap Andry dengan penuh rasa amarah.
Sebenarnya Bagus dan Intan tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu dan hampir saja Bagus hilang kendali namun Intan mencegahnya karena ini semua adalah permintaan Clar. Sedangkan Sinta hanya bisa diam karena dia masih tidak percaya dengan semua yang diucapkan Clar karena tatapan mata tidak bisa berbohong. Dan perlu tahu Sinta sempat belajar psikolog sampai selesai tapi dia tidak meneruskan karirnya dibidang psikolog, cukup dia yang menjadi psikolog bagi keluarganya.
Flash back off,
Ken dan clar sudah keluar rumah dari pagi hari, mereka seharian berada diluar. Mereka benar-benar mengitari kota dan Clar tidak henti-hentinya menampakkan senyum kebahagiaannya.
Tibalah rencana dari Ken, hari sudah semakin gelap dan mereka sudah memasuki sebuah restoran yang sangat mewah dan benar saja Ken telah memboking untuk malam ini.
Clar tampak takjub akan semua ini dan langsung memandang Ken.
"Apakah semua ini Kakak yang merencanakan? berarti 2 hari lalu Kakak hanya acting?" tanya Clar sambil melototkan matanya tapi tampak menggemaskan.
"Hmm..Semua ini kejutan untukmu" Ucap Ken.
Ken menuntun Clar untuk duduk di kursi yang telah disediakan, bukan hanya hiasan dan makanan yang membuat ini semua tampak mengesankan tapi karena ada tambahan musik pengiring yang membuat suasana tampak romantis dan ternyata disudut restoran itu tampak Rendra yang sedang menatap kedua pasangan tersebut.
Ken dan Clar menikmati malam itu dengan perasaan yang penuh bahagia, tapi dari pancaran kebahagiaan tersebut ada 2 perasaan yang berbeda. Clar sangat senang dan sekaligus sedih karena ini adalah malam terakhir dirinya bersama Ken. Sedangkan Ken merasa senang tapi juga dia merasa gelisah tapi dia tidak tahu kenapa.
Hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, karena setelah makan malam romantis mereka sempat mendatangi taman dan itu adalah permintaan Clar karena dia tidak ingin membuang waktu yang tersisa bersama Ken.
Ken dan Clar sudah tiba di rumah dan langsung membersihkan diri dengan bergantian masuk ke kamar mandi. Ken suda memakai baju tidurnya sedangkan Clar memakai kaos dan celana panjang tidak seperti biasa saat dia akan tidur.
"Kenapa tidak memakai baju tidur?" tanya Ken yang sedikit mengantuk.
"Baju tidurku semuanya kotor Kak.." ucap Clar padahal itu cuma pengalihan saja.
"oo..kamu belum tidur" tanyan Ken karen waktu sudah menunjukkan Pkl. 11.30 .
"Sebentar lagi Kak.."
"Aku tidur dulu ya, ngantuk apalagi besok aku ada meeting".
"Iya Kak..mimpi yang indah" Ucap Clar yang menatap Ken dengan sendu.
Clar menulis disebuah kertas dan setelah selesai dia mendekati Ken yang sedang tertidur pulas karena pada saat Clar membelai rambutnya Ken tidak merasa terganggu.
Teng..teng..teng terdengar suara jam yang menunjukkan jam 12 malam dan lewat 1 menit hari sudah berubah dan pertanda 1 bulan kesepakatan telah berakhir.
"Aku pergi Kak..jaga dirimu dan temukan kebahagiaanmu. Aku bahagia menjadi istrimu, maafkan aku yang telah mencintaimu dan membuatmu menderita. Mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi ......hiks..hiks...hiks....hiksππ" Clar mencium kening Ken dan perlahan meninggalkan Clar dan pergi dari rumah tersebut dengan hati yang remuk redam.
__ADS_1
***bersambung ....
Jangan lupa like, komen dan vote ya ππ***