ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
BERUSAHA SEMAMPUKU


__ADS_3

"mengapa mimpi kita hampir sama sayang" gumam Intan dalam hati dan menatap nanar ke arah Clar.


Setelah berbicara dengan mamanya, Clar merasa sedikit lega apalagi sang mama memberi pengertian dengan caranya tersendiri. Waktu tak terasa sudah hampir malam dan Clar berencana untuk segera pulang karena sebagai seseorang yang sudah menikah dia harus tahu menempatkan dirinya, meskipun Ken tidak butuh dilayani olehnya tapi dia akan berusaha semampunya untuk merebut hati suaminya yang dingin.


"Ma..Clar pulang ya, karena sebentar lagi Kak Ken akan pulang kerja" ucapku.


"Ya sudah, tapi kamu diantarin supir ya" tanpa menunggu jawaban dariku mama sudah memerintahkan pelayannya agar menyuruh supir bersiap mengantarkan Clar pulang ke rumahnya.


" Ma..sekali lagi terimakasih sudah mau mendengarkan curhatan Clar" seru Clar sambil memeluk mamanya.


"Itulah salah satu gunanya seorang ibu untuk anaknya" balas Intan sambil mengusap pipi Clar.


"Setelah mama perhatikan kamu agak kurusan padahal baru beberapa hari kita berpisah" tanya mama penasaran.


"Perasaan mama saja tuh.." ucap Clar. sebenarnya Clar juga merasakan hal yang sama tapi dia tidak ingin mamanya khawatir akan keadaannya, apalagi kalau dia tahu bagaimana kehidupan rumah tangga anaknya yang paling disayanginya tidak seperti bayangannya selama ini yang penuh dengan kebahagiaan.


Sebenarnya Intan belum merasa puas dengan jawaban Clar tapi karena supir sudah siap untuk mengantar dan tampaknya Clar juga tak ingin terlambat sampai ke rumahnya, dia hanya bisa menyimpan semuanya didalam hatinya.


Didalam perjalanan pulang Clar menatap pemandangan dibalik kaca mobil, sekilas Clar memikirkan tentang pembicaraannya dengan mamanya tapi setelah dipikirkannya kembali lebih baik dia memendam hal tersebut di dalam hatinya.


Setelah tiba dihalaman rumahnya, supir yang mengantar Clar langsung pamit pulang dan meninggalkan Clar yang sedang berdiri dihalaman rumahnya. Ingin sekali Clar tidak memasuki lagi rumah tersebut tetapi dia tidak bisa lari dari keputusan yang telah dibuatnya dan ini masih awal perjuangannya untuk memenangkan hati Ken " Mulai saat ini aku harus kuat, ya .. harus berusaha terus cayooo " gumamnya dengan pelan.


Clar memasuki rumah tanpa harus memencet bel terlebih dahulu karena pintunya sudah terbuka lebar. Clar melangkahkan kakinya dan hendak memasuki kamarnya tetapi dari arah ruang tamu terdengar suara memanggil namanya dan suaranya yang tidak asing lagi di telinganya ya itu adalah suara ayah mertuanya lebih tepatnya Papi Andry (Papinya Ken).


" Clar..kamu sudah pulang nak " sapa Andry sambil tersenyum menyambut menantunya sekaligus anak sahabatnya.


"Papi disini..sudah lama pi?" tanya Clar sambil berjalan mendekati Andry sambil mencium punggung tangannya.


"Ya Clar tadi ada urusan dekat sini jadi Papi mampir untuk melihat keadaan kalian, baru 30 menit Papi disini sekalian mau minta makan malam " sahut mertuanya sedikit candaan tentang makan malam.


"Papi bisa aja, kapan pun Papi mau makan disini Clar pasti memberikan pelayanan yang terbaik" ucap Clar dengan sedikit candaan pula.

__ADS_1


Mertua dan menantu ini saling memberikan celotehan yang membuat suasan hidup, ternyata Andry bisa juga bersikap konyol padahal kalau dilihat Andry seorang yang berwibawa dan dingin, sebelas dua belas dengan anaknya yang sekarang sudah menjadi suami Clar.


Tetapi disatu sisi terlihat satu orang seperti makhluk asing yang bertamu ke bumi yang tidak bisa bicara manusia alias hanya diam sambil memainkan handphonenya.


"Karena sekarang jam makan malam, lebih kita ke ruang makan sekarang Pi" ajak Clar.


"Akhirnya diajak makan juga, Papai sudah lapar dari tadi, suamimu tidak ada menyajikan makana" guyon Papi sambil melirik Ken.


"Aduh kacian Papi.." ucap Clar sambil ketawa ringan.


" Kak Ken ayo makan malam " ajakku dengan senyuman selebar mungkin.


"hmm.."jawab singkat Ken dan sekaligus heran melihat senyuman Clar "Mengapa senyumannya selebar kuali" ucap Ken dalam hati.


Dimeja makan terasa sedikit hidup karena kedatangan Papi dan membuat nafsu makan Clar sedikit bertambah. Maklum beberapa hari ini meja makan ini seperti tidak ada penghuninya walaupun ada 2 orang yang sedang makan bersama.


Setelah selesai makan malam Clar, Ken dan Andry kembali ke ruang tamu. Sedangkan Bi Imah menyajikan teh hangat.


"Kasihan Mami jadi makan sendiri ya Pi.." ucap Clar memulai pembicaraan.


"Oh..Helen ke rumah Papi, ramai jadinya Pi kalau ada Helen" ucap Clar.


"Kamu benar Clar, Helen itu anaknya ceria. Oh iya Papi ke sini juga mau bicara sama kamu mungkin beberapa bulan ini Ken akan sering keluar kota untuk membantu mengurus anak perusahaan karena perusahaan Papi lagi berusaha untu bangkit. Jadi kamu maklumi ya kalau waktunya Ken akan tersita lebih banyak ke perusahaan". Ucao papi dengan tersenyum tipis.


"oo..gpp Pa, Clar maklun kok soal itu karena dulu Papa juga sering keluar kota untuk melihat anak perusahaannya" balas Clar dengan tampilan senyuman khas kualinya.


"Baguslah kalau kamu mengerti, Papi pulang dulu ya takutnya mami mencari Papi karena rindu " ucap Papi dengan sedikit candaan.


Clar dan Ken mengantar Andry keluar rumah sampai masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat kediaman mereka. Seperti biasa Ken langsung pergi meninggalkan Clar tanpa berkata apa-apa.


Clar menatap punggung Ken yang sampai tak terlihat " Sampai kapan kamu bersikap seperti ini Kak, aku takut waktuku tidak cukup "bathin Clar sambil memijit pelan keningnya yang terasa sidikit pusing.

__ADS_1


Di dalam kamar seperti biasa Clar berbaring di sofa sedangkan Ken berselonjor diatas kasurnya yang nyaman itu tapi tanpa diperhatikan Clar, Ken sesekali melirik ke arahnya.


"Kak Ken..". panggil Clar. Tapi tidak ada jawaban dari yang punya nama.


"Kak Ken..". panggil Clar sekali lagi.


"hmm.." gumam Ken.


"ternyata masih ada toh orangnya" ledek Clar.


Tapi Ken tidak menggubris ledekan Clar karena nanti jadi panjang ceritanya.


"Kapan kakak akan pergi keluar kota?" tanya Clar kini dengan tatapan serius.


"Apakah aku harus memberitahumu" ketua Ken.


"Bukannya begitu Kak..nanti kan aku bisa siap-siapin" ucap Clar.


"Siap-siap kemana? kamu pikir aku akan mengajakmu" ucap Ken dengan kening berkerut.


"Kakak mau Clar ikut?" tanya Clar sambil menahan tawa. "bagaimana mungkin aku diajak olehnya sedangkan bicara denganku saja irit" bathinku.


"Jangan mimpi kamu" celetuk Ken.


"Ha..ha..tenang kak..aku hanya mau siapin keperluan Kakak keluar kota" jelasku walapun sebenarnya kalau diajak dia akan senang sekali.


"Kamu ini tidak mengerti bahasa manusia ya Clar, jangan pernah urusin urusanku. Kamu paham tidak". Bentak Ken dan itu membuat Clar terkejut dan takut karena baru kali pertama Ken membentaknya.


"Me..mengerti Kak" ucap clar dengan suara bergetar.


Seketika suasana hening dan Clar langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa dan sedikit terisak karena kejadian tadi. Sedangkan Ken langsung membaringkan badannya dan memejamkan matanya.

__ADS_1


*******bersambung......(Bab berikutnya akan terlihat perjuangan Clar untuk mendapatkan perhatian Ken)


Jangan lupa dukungannya ya man teman semua dengan LIKE, KOMEN DAN VOTE, Terimakasih**....


__ADS_2