ASALKAN ENGKAU BAHAGIA

ASALKAN ENGKAU BAHAGIA
PERTAMA KALI MERASAKAN


__ADS_3

" Aku masih punya akal dan permintaan ku itu tolong dipertimbangkan karena aku akan memberikan hadiah yang selalu kakak harapkan, hanya satu bulan..satu bulan Kak" Ucap Clar.


Ken memikirkan perkataan terakhir dari Clar .. "sebuah hadiah?" gumam Ken yang masih bisa terdengar oleh Clar walaupun pelan karena jarak antara Ken dan Clar tidak terlalu jauh apalagi mereka berada di dalam kamar.


"Benar Kak..sebuah hadiah dan pastinya akan membuat Kakak akan sangat bahagia" sahut Clar sambil tersenyum getir.


"Apa hadiah yang kamu maksud Clar" Ken bertanya sambil menatap Clar seakan-akan menaruh curiga dengan sikap Clar.


"Beri aku waktu 1 bulan untuk menjadi istrimu yang sesungguhnya dan setelah tepat satu bulan aku akan memberi hadiah yaitu sebuah perpisahan. Bagaimana Kak? dan untuk masalah Papi Andry aku akan memastikan Kakak tidak akan mendapat amarah dari beliau karena semua ini adalah keputusanku dan kalau ada yang perlu disalahkan semuanya akan diarahkan kepadaku. Jadi apa keputusan Kakak?" Ucap Clar.


Sejenak Ken terdiam, dia tidak menyangka bahwa Clar akan mengambil keputusan yang tidak bisa ditebak sebelumnya. Disisi lain dia senang karena akan bebas dari pernikahan ini tapi disisi lain ada sesuatu yang berbeda yang dirasakannya seakan-akan dia harus menolak permintaan Clar.


"Baiklah aku terima kesepakatan ini, tapi apa jaminan kamu tidak akan mengingkarinya" Tanya Ken untuk memastikan kembali kesungguhan Clar.


"Tenang Kak..aku tidak akan pernah mengingkari janjiku, walaupun tidak ada perjanjian hitam diatas putih. Tapi kalau Kakak tidak percaya aku bisa membuatkannya" Ujar Clar menatap serius ke arah Ken.


"Tidak perlu aku akan mempercayaimu."


"Baiklah, kesepakatan ini akan dimulai esok hari. Tapi ada yang harus Kakak penuhi dalam kesepakatan ini:


Kita akan sarapan dan makan malam bersama kecuali kalau ada sesuatu hal yang mendesak yang tidak memungkinkan kita hadir untuk makan bersama.


Aku akan selalu mengantarkan makan siang untuk Kakak.


Semua keperluan Kakak Ke kantor atau kemanapun aku yang harus melayani.


Sikap yang kita tampilkan baik di dalam dan luar rumah harus seperti sepasang suami istri.


Harus ada panggilan sayang.


Jangan pernah mendekati wanita lain selama menjalani kesepakatan ini kecuali hubungan kerja. Kakak pasti mengerti maksudku kan.


Aku tidak mau tidur di sofa lagi karena punggungku terasa sakit sudah hampir satu tahun aku tidur di sofa. Jadi kita harus satu ranjang.


Setiap weekend kita akan pergi berkencan.


Aku rasa ini sudah lebih dari cukup, apa ada yang mau kakak tanyakan?" Ucap Clar.


"Apa-apaan dia ini, banyak sekali permintaannya, apalagi point ke 4 dan 6. Benar-benar ambil kesempatan" batin Ken.


"Point ke 4 apa tidak bisa seperti panggilan biasa saja?"

__ADS_1


"Tidak bisa Kak, supaya ada sensasi-sensasi gimama gitu" Clar seperti tampak senang melihat raut wajah Ken yang tampak risih dengan permintaannya itu.


"Baiklah..kamu mau dipanggil apa" tanya Ken balik dengan sikap yang malas menunggu jawab Clar.


"mm..biar tidak ribet bagaimana kalau panggil sayang aja" Ucap Clar.


"Baiklah .. sekarang point ke 6, kalau kamu merasa badanmu sakit untuk tidur di sofa, aku yang akan tidur disana, kamu bisa tidur di ranjang." Pinta Ken.


"oh..tidak bisa kak, sebagai sepasang suami istri kita harus tidur satu ranjang jadi bukan karena tidak nyaman tidur disofa" tegas Clar.


"Ah..terserah kamu" Ken hanya bisa menggaruk kepalanya padahal tidak ada yang gatal.


Clar menahan tawanya melihat ekspresi Ken yang sangat frustasi.


"Maafkan atas keegoisan ku Kak, aku hanya ingin ada kenangan bersamamu sebelun kita benar-benar berpisah. Hanya satu bulan kak .. cobalah untuk bertahan" Clar.


"Tunggu Clar.." Sela Ken sebelum pembicaraan ini selesai.


"Walaupun kita tidur satu ranjang, kita tidak akan melakukan hubungan suami istri atau apapun itu yang berhubungan dengan kontak fisik" terang Ken.


"Tenang saja Kak, kesepakatan ini tidak akan sampai seperti hubungan itu karena yang rugi kan aku. Tapi soal kontak fisik yang lain harus ada yang Kakak lakukan" Ucap Clar.


"Setiap pergi ke kantor atau kemana saja, Kakak harus memberikanku kecupan dikening dan sewaktu kencan kita boleh berpegangan tangan" Clar.


"Baiklah..baiklah.." Ken pergi dari hadapan Clar menuju pintu dan keluar dari kamar.


Clar tersenyum melihat tingkah Ken yang begitu gusar seakan mendapat beban yang sangat berat.


******


Hari pertama ....


"Pagi sayang.." Sapaan Clar dipagi hari kepada suaminya.


Ken mengernyitkan dahi karena mendengar ucapan Clar dipagi hari. Seketika dia teringat pembicaraan mereka semalam.


"Se..la..mat pagi sa..yang" Ucap Ken yang masih agak risih mendengar dan mengucapkan kata 'sayang' tersebut.


Sekarang mereka sudah berada di meja makan karena Clar seperti biasanya membantu Bi Imah menyiapkan makanan. Bi Imah sebenarnya terkejut dengan sapaan pagi Tuan dan Nyonya nya tapi dia tidak ingin ikut campur dengan urusan majikannya.


Setelah siap sarapan Clar mengantarkan Ken sampai teras depan sambil membawa tas kerjanya. Setelah sampai di teras, Clar memberikan tas kerja suaminya dan tersenyum semanis mungkin.

__ADS_1


"Aku pergi dulu sayang" Ucap Ken dengan tanda penegasan di kata sayang.


"Hati-hati sayang" balas Clar lancar.


Ketika Clar berbalik dan mau menuju mobilnya tiba-tiba Clar berkata kepada Ken.


"Ada yang lupa sayang" Ucap Clar.


"Apa..?" tanya Clar sambil memikirkan maksud dari istrinya.


"Ini.." kata Clar sambil menunjuk keningnya.


"Haa...ada-ada saja dia ini, hal itupun diingatnya" gumam Ken.


Ken berbalik dan menghadap Clar, berjalan perlahan mendekati Clar dan secara perlahan pula mengecup kening istrinya. Sesudah melakukannya Ken langsung menuju mobilnya dan perlahan keluar dari gerbang rumahnya.


Lain halnya denga Ken yang sedikit kesal dengan apa yang terjadi di pagi ini, Clar malah sebaliknya dia merasa sangat senang dan tidak menyangka dia akan mendapat perlakuan seperti ini walaupun bisa dikatakan ini sebuah pemaksaan.


"Terimakasih Tuhan karena akhirnya aku bisa merasakan ini semua dan hari ini aku pertama kali merasakan sebagai seorang istri." Gumam Clar dan terlihat matanya yang berkaca-kaca.


Di sisi lain tanpa sepengetahuan Clar, Bi Imah melihat semuanya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh wanita paruh baya itu.


******


Clar sedang sibuk menyiapkan bekal makan siang untuk Ken, karena sudah hampir jam makan siang. Setelah selesai menyiapkan semuanya Clar berganti pakaian terlebih dahulu.


"Clar pergi ya Bi.." Pamit Clar.


"Hati-hati nyonya, Pak Budi sudah menunggu diluar" Bi Imah.


" Ya..Bi.." balas Clar dengan seutas senyuman yang merekah karena suasana hatinya hari ini sangat baik.


Didalam perjalanan menuju kantor Ken, Clar sedang memikirkan apa reaksi Ken melihat dirinya datang kekantornya. Clar memang tidak memberitahu Ken sebelumnya kalau dia akan ke kantor tetapi seharusnya Ken mengingat isi dari kesepakatannya semalam.


Sesampainya Clar di kantor Ken, dia langsung ke meja receptionis untuk menanyakan ruangan Ken karena selama ini dia tidak pernah datang ke kantor Ken. Ketika Clar sedang berbicara denga receptionis tiba-tiba ada yang memanggilnya dan suara itu tampak tidak asing ditelinganya.


"...."


**** ***bersambung ....


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya teman-teman..😊😊***

__ADS_1


__ADS_2