Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 18 First Kiss


__ADS_3

Aulia dan Angga akhrinya menuju ke Apartemen milik Nara.


Sesampai di Apartemen Angga mengantarkan Aulia sampai ke dalam untuk memastikan keamanannya dan ketika sedang menaiki tangga,kaki Aulia terpeleset dan tak sengaja jatuh untungnya ada Angga di belakangnya Namun dengan jatuhnya Aulia tepat di wajah Angga,bibir merekapun bertemu dan terjadilah sebuah ciuman darurat.Anggapun karena tertindih dengan Aulia merasakan sedikit kesakitan untuk mengangkat Aulia.Ketika keduanya saling adu tatapan tiba-tiba bel pintu berbunyi,dan merekapun langsung menyudahinya.


Auliapun membukakan pintu dan ternyata yang datang Nara dan Tri,merekapun kaget melihat Angga masih disitu dan duduk dengan menahan sakit.


"Angga kamu kenapa?" tanya Tri


"Tanya sama Aulia saja"


"memangnya kenapa Aulia?" lanjut Tri


"ini kak,tadi pas mau naik aku terpeleset dan kak Angga yang nolongin aku jadinya dia yang jatuh saat nolong aku"jelas Aulia.


Narapun menyambung "oh jadi ada insiden barusan,wkwkwkwk ada kiss-kisskah?"


"apasih Nara,ga ada tau "Auliapun membantah.


"bercanda sayangku" ucap Nara.


Setelah itu Nara dan Tripun masuk menuju kamar Nara,sedangkan Aulia masih menemani Angga duduk dan menggosokan minyak urut ke belakang Angga.


Auliapun merasa sangat mengantuk,sampai dia tak sadarkan diri dan tertidur di sofa,begitupula Angga yang sudah tertidur pulas.


***Di kamar Nara***


Tri dan Narapun mulai memainkan permainannya,Nara yang begitu cantik dan seksi selalu membuat rudalnya Tri bak Listrik yang tegangannya tinggi terus.Di pagutnya Bibir Nara dan mulai turun ke leher yang panjang dan begitu indah di tambah dengan dua gunung kembar yang sangat montok berisi membuat Tri makin menelan salivanya,Tripun mulai menyentuh gunung tersebut dengan bibir seksinya yang membuat Nara semakin merontah.Setiap tubuh Nara tak ada yang terlewatkan oleh Tri,semuanya di jelajahinya.Tripun mulai memasukan dan mengeluarkan hotdognya di dalam goa Nara,semakin dimainkan semakin Nara memeluk kenikmatan itu,akhirnya merekapun tiba pada puncaknya.Tripun segera mandi dan meninggalkan Nara yang tertidur lelap.


Tripun keluar dari kamar dan mendapati Angga dan Aulia tertidur di sofa,di abadikannyala gaya mereka di album kameranya,dan diapun pergi tanpa membangungkan Angga.


"kukuruyukkk...


"kukuruyukkk...


"kukuruyukkk...


bunyi kotekan Ayampun membangungkan Angga,,,


setelah terbangun dia baru menyadari Aulia juga tertidur di sampingnya,diapun segera mengambil selimut dan menutupi Aulia.


Anggapun segera ke dapur untuk membuat kopi pahit.


Mataharipun bersinar dan menyinari kota itu,Auliapun terbangun dan tersadar kalau ada Angga di depannya.

__ADS_1


"sudah bangun? "sapa Angga


"eh ada kak Angga,kirain sudah pergi" Narapun menyambung dari arah kamarnya.


"belum Nar,Maaf sebelumnya Saya tadi masak bubur dan bikin kopi di dapurmu Nar"jelas Angga


"wih biasa saja Kak Angga,malah Nara senang melihat Kak Angga bisa masakin kita,makasih ya kak Angga!" ujar Nara


Auliapun bangkit dan menuju meja makan,mereka bertiga mulai sarapannya.Setelag sarapan,Anggapun berpamitan karena akan ke kantor,sedanf Nara dan Aulia kembali ke Asrama untuk membereskan barang-barang mereka.


Sampai di Asrama,mereka mulai membereskan barang masing-masing.Selesai membereskannya Auliapun di jemput oleh Kedua orang tuanya sedangkan Nara kembali ke Apartemennya,sebelum pergi mereka berpamitan kepada ibu asrama dan mengembalikan kuncinya.


"Akhirnya selesai sudah,sampai jumpa kalian ya,jang lupa main kesini kalau ada waktu luang"ucap ibu asrama.


"ia ibu ,makasih untuk semuanya selama kita disini" sahut Aulia dan Nara.


merekapun berpisah.


Aulia dan orang tuanya tiba di kediaman Rois,Pelayanpun menurunkan barang-barang Aulia.


sementara memasuki rumah Rois,tiba-tiba ponsel Aulia berdering dan itu adalah panggilan Angga,Auliapun mohon ijin untuk menjawab telepon sedangkan orang tuanya langsung masuk ke dalam.


Setelah selesai berbicaa di telepon Aulia menyusul kedua orang tuanya.


"oh iya ma."sahutnya.


"Terus rencana kamu selanjutnya apa dek?" tanya Rois ke Aulia.


"Aku mau ambil profesi avokad abang ke Jakarta,tapi nanti bulan depan." jawab Aulia.


"semoga lancar ya dek,sambung Sari .


"ia mbak Amin"


Percakapan merekapun di sudahi dengan ajakan Ibunya Rois untuk makan siang.


Sementara makan siang Rois mendapatkan telepon yang mana di undang komandannya untuk latihan menembak,diapun menyudahi makan siangnya dan pamitan kembali ke kantor.


Selesai makan semuanya kembali bercengkrama,para orang tua masih duduk di meja makan sedang Sari dan Aulia ke ruang Tv .


"Dek ngomong-ngomong gimana kamu sama Angga? " tanya Sari.


"ia begitulah mbak,aku menjalani apa yang dikehendaki oleh Sang Pencipta,Mas Angga kelihatannya orang baik juga" jawabnya

__ADS_1


"oh iya dek,jalani dan syukuri saja semuanya"


"ia mbak Sari,makasih."


Saripun tidak banyk menjelaskan karena dia tahu Aulia pernah di bertunangan dengan Seorang Prajurit jadi mungkin dia sudah paham situasi dan kondisinya.


Setelah berbicara Aulia ijin dari Sari untuk istirahat tidur siang,karena di Apartemen Nara dia tidurnya juga sudah mendekata subuh.


Di dalam kamar Aulia masih memikirkan hal yang terjadi semalam,dia mengingat terus kejadian yang menimpahnya sehingga membuat dia dan Angga berciuman untuk pertama kalinya walaupun tanpa sengaja.


"mimpi apa ya semalam sampai jatuh begitu,kurang hati-hati sih makanya aku jatub begitu." Aulia membatin.


Diapun merebahkan dirinya ke tempat tidur.


***Kantor Angga***


Angga dan Satri sedang mengerjakan Laporan untuk di berikan ke komandan,merekapun memprcepat tarian tangan mereka di atas komputer masing-masing.Tak lama kemudian Tri datang dengan anak buahnya membawa berkas lain juga,diapun mendekati Angga.


"cieeee yang semalam tidur berseblahan" ledek Tri ke Angga.


"Apaan si...!"


"hmmm...Sudahi candamu Tri,mana berkas kalian sudah di tunggu komandan di ruangannya "sambung Rois


"Ok sementara aku print" jawab Angga.


Selesai megerjakan laporannya merekapun langsung menuju ruangan komandan.Hari semakin sore,pertanda waktunya untuk pulang,namun mereka masih di minta sama komandan untuk menemaninya latihan menembak.


"huuuuu mengantuk aku"ucal satri tapi hanya di bisikan ke Angga.


"sabar leh,sudah begitu kita bawahan mau diapakan juga sama pimpinan kita harus nurut" jelas Angga.


Rombongan merekapun menuju Lapangan menembak.


"Jangan cuma tahu tembak perempuan saja Kau Tri" ucap salah seorang Perwira di sampingnya.


"Siap Salah Danton(Komandan Peleton)" Sahut Tri.


Haripun sudah mulai gelap dan merekapun di perbolehkan untuk pulang oleh pimpinan.


Angga,Satria,Tri dan Roispun mohon ijin untuk pulang.


Keempat Pria tersebut langsung menuju parkiran dan mengambil kendaraan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2