
Hana masih melanjutkan kisahnya dahulu saat bersama Alfian. Nara dan Aulia tetap menjadi pendengar yang setia karena mereka masih penasaran dengan kelanjutan kisahnya Hana.
"Lanjut lagi dong Hana"
"Baiklah"
"Sejak Alfian pergi, aku mulai memfokuskan diriku dengan kuliahku. Saat itu hatiku memang hancur karena Alfian pergi tanpa memberikan kabar padaku, Dia menghilang begitu saja setelah semua yang terjadi. Awalnya aku sangat membencinya karena dia meninggalkan diriku, namun lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan kondisi seperti itu dan memutuskan untuk bisa move on darinya. Setelah dua tahun akhirnya aku bisa meraih gelar Sarjana ku dengan nilai yang lumayan baguslah saat itu. Akupun mengenal beberapa kolega dari temanku dan akhirnya mendapatkan pekerjaan di kantor teman ayahku. Dan akhirnya aku mengenal juga Mr. Bram yaitu ayahnya Si Linda yang bukan lain adalah orang yang sudah menghancurkan perusahaan orang tuaku. Akupun mulai dekat dengan Pak Bram saat itu, Dan Dia memanggilku untuk menjadi sekertaris pribadinya. Awalnya aku menolak ajakannya, namun karena dendam akupun mengiyakan tawaran tersebut sambil memulai misi balas dendam ku.Tapi setelah tahun pertama aku bekerja dan menjalani hubungan dengan Bram, Tiba-tiba muncul kembali sosok seorang Alfian di depanku. Akupun merasa kurang nyaman karena kehadirannya saat itu sebagai seorang investor untuk Linda's Group. Mau tidak mau aku harus profesional dalam membedakan mana urusan pekerjaan dan mana urusan pribadi. Yang lebih anehnya lagi, Alfian seperti tidak mengenaliku saat kami bertemu. Malahan Dia melihatku seperti mengejekku. Dan lebih parahnya lagi saat kami sedang makan malam bersama di sebuah restoran, Dia di datangi oleh teman kuliah kami dahulu yang bernama Angela Bagaskara dan tampaknya mereka sangat akrab karena langsung berpelukan. Lebih mengagetkan lagi Alfian memperkenalkan Angela sebagai calon istrinya tepat di depanku. Seakan-akan Dia dengan mudahnya melupakan segala kenangan tentang diriku.Bahkan yang lebih gilanya, Saat Angela melihatku, Dia Langsung berkata " Alfian sayang, bukankah ini Hana mantan kekasihmu sewaktu kita kuliah? "
Namun Alfian melihat ke arahku dan berkata
" Oh aku tidak mengenalnya. Dan kalaupun dulu pernah bertemu mungkin hanya kebetulan saja saat aku sedang mabuk. Biasalah, kamu sendiri tahu kalau aku dulu adalah idaman para wanita-wanita di kampus kita. jadi wajar Dia termasuk salah satu kategorinya.. Hahahaha"
"Tapi kan kalian pernah memiliki skandal Alfian"
__ADS_1
"Upsss kalau hal itu, sudah lumrah Angela.!!! Aku kan sukanya main wanita jadi wajar kalau Dia sudah termakan rayuan ku"
Aku yang mendengar perkataan mereka mulai mendidih dalam hatiku. Namun karena mengingat Dia adalah investor utama dalam perusahaan Bram, akupun mengurungkan niatku untuk menampar Alfian.
Pak Bram yang tidak mengerti dengan pembicaraan tersebut langsung mengalihkan ke hal yang lain agar supaya tidak terjadi keributan yang lebih parah. Setelah makan malam selesai aku Buru-buru meninggalkan restoran tersebut dan langsung kembali ke dalam mobil milik Pak Bram di susul dengan Pak Bram yang masih sempat berbicara dengan seorang Pria di depan pintu restoran. Terlihat Pak Bram berbisik kepada pria tersebut. Namun yang lebih menyakitkan saat aku memalingkan wajah ke arah gerbang ke luar, aku melihat Alfian dan Angela saling bermesraan di depan mobil BMW Seri 8189 AV. Hatiku semakin mengeras, seperti ingin menghabisi mereka, namun aku tidak bisa menggerakkan kakiku. Jadi alhasil, aku hanya bisa dia di jok belakang sambil mengeluarkan air mata menyesali semua yang sudah terjadi"
Pak Bram pun masuk ke dalam mobil dan kami pun meninggalkan restoran itu dan pergi. Jalanan saat itu terlihat sangat sepi karena pada saat itu waktu juga sudah begitu larut jadi supir pak Bram melajukan mobilnya. Saat sampai di apartemen Aku langsung turun dan tidak lupa pamit sama Pak Bram. Akupun masuk ke dalam Lift menuju Lantai ke delapan belas. Setelah tiba di dalam apartemen Aku langsung menangis tanpa henti karena tidak tahu harus berbicara dengan siapa, mengingat semua perkataan Alfian tadi. Sampai Aku tertidur masih dalam keadaan menangis. Keesokan Paginya Akupun Merasa malas gerak, melihat mataku yang bengkak aku berniat untuk tidak ke kantor.
karena Aku susah terbiasa dengan tidak sembarangan menjawab panggilan apa bila nomornya tidak ada dalam daftar kontak. Tidak la kemudian masuk sebuah Pesan,
\= Tolong jawab telepon, ini Aku Alfian.
Setelah melihat pesan teks tersebut Aku terheran-heran sambil berkata dalam Hati " Mengapa Dia mendapatkan nomor ponselku, sedangkan kemarin kami belum sempat bertukar nomor ponsel"
__ADS_1
Aku pun tidak membalas pesan teks itu. Tiba-tiba bell apartemenku bebrunyi. Saat aku keluar dari kamar untuk melihat dari lubang pintu, sosok Alfian ternyata ada di depan pintu apartemen. Rasa sakit karena perkataannya semalam masih terasa, namun jauh di lubuk hatiku Aku masih mencintainya karena Dialah orang yang pertama masuk ke dalam hatiku. Aku menepiskan rasa sakit itu dan mencoba membukakan pintu. Saat pintu terbuka Alfian langsung menerobos masuk dan langsung memelukku sambil meminta Maaf. Aku merasa risih dengan prilakunya dan mencoba melepaskan pelukan Alfian, namun Dia memelukku begitu sangat kuat. sehingga Aku tidak bisa melepaskan diriku. Hanya Ada air mata yang keluar dari sudut mataku, karena Luka yang pernah Dia berikan dulu masih tersimpan dalam benakku"
***
"Ternyata pilu sekali masa lalumu Hana"
"Mau bagaimana lagi, semua memiliki masa lalu, kalau aku menceritakan semuanya, mungkin kita tidak akan tidur sampai seminggu" Ucap Hana
"Ayolah, lanjut lagi Hana. Kami msih penasaran dengan kelanjutannya. ini juga sudah subuh kok"
"Tidurlah sedikit, aku khawatir kalian akan Pingsan besok karena insomnia. Hahahaha"
Ketiga Gadis itupun merebahkan diri mereka untuk menutup mata sebentar saja karena dari semalam belum pada tidur.
__ADS_1