Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 67 Di ruang sidang


__ADS_3

Malam kini berlalu , sinar surya kembali menyinari kota itu pertanda hari sudah pagi. Aulia kini terbangun dari tidur lelapnya. Dia pun bergegas ke kamar mandi karena akan menghadiri sidang jam sembilan nanti. Sedangakan di dapur mamanya disibukkan dengan membuat sarapan pagi untuk anaknya itu.Tiga puluh menit berlalu akhirnya Aulia menuruni anak Tangga untuk sarapan bersama mamanya.


"Ma, sarapan apa kita pagi ini? " Tanya Aulia basa basi


"Mama buatkan bubur ayam sama susu kedelai kesukaan kamu Nak"


Aulia segera duduk menempati tempat duduk nya.Setelah lima belas menit sarapannya pun selesai dan Aulia langsung berpamitan dengan mamanya untuk menghadiri sidang pagi ini.


"Ma Aulia pergi dulu"


"Iya anakku, kamu hati-hati ya. Semangat"


"Iya ma, makasih. Aulia tinggal dulu ya ma"


Diapun berlalu dari pandangan mamanya dan segera menaiki mobil dan menuju ke arah perkantoran.

__ADS_1


"Waduh kok macet" Seru Aulia di dalam mobil


Karena terburu-buru Aulia segera mencari jalan pintas menuju kantornya dengan memasuki sebuah gang dari komplek lampu merah. Setelah beberapa waktu menyusuri lorong akhirnya Aulia tiba di depan kantornya. Diapun langsung masuk ke area parkiran memarkir mobilnya. Turun pun langsung mengambil berkas dan tasnya dan masuk ke dalam kantornya. Sampai di dalam kantor ternyata sudah ada kliennya yang menunggu di depan Lobi kantor.


"Selamat pagi Bu Aulia" ucap beberapa staf yang ada di depan


"selamat pagi juga"Jawab Aulia


Diapun langsung menghampiri kliennya dan mengajak mereka masuk ke dalam ruangan nya. Sesampainya di dalam ruangan Aulia segera mempersiapkan semua berkas yang sudah Dia sediakan dari minggu kemarin dan langsung mengajak mereka menuju Ruang persidangan.


Bunyi pesan masuk di ponsel Aulia. Diapun meraih ponsel dan segera membaca isi pesan tersebut. \=Jangan lupa kamu itu hanya junior ku, jadi kamu tidak akan pernah menang untuk lawanku.


Karena melihat isi pesan seperti itu, Aulia pun mengabaikan dan tidak membalas pesannya.


Setelah berjalan dari lobi, akhirnya Aulia dan kliennya tiba di ruang persidangan. Disana sudah ada lawan dari kliennya dengan di dampingi oleh Pengacara Senior ternama Tuan Glend Johan. SH. MH. Sedikit ada rasa nervous di dalam hati Aulia, namun Diapun bertekad untuk menghilangkan rasa gugupnya itu dan meyakinkan dirinya untuk bisa menghadapi persidangan. Merekapun menempati tempat duduk masing-masing dan sidang pun belum di mulai karena Hakim masih di perjalanan terjebak macet. Senior Aulia pun mendekati Aulia dan mengucapkan kata-kata Kasar untuk maksud menghina dan membuat Aulia down, namun Aulia tidak memasukkan perkataan Seniornya itu ke hatinya. Jadi Dia hanya mendengar dan mengabaikan saja. Melihat respon Aulia, Tuan Glend Johan pun merasa kurang puas. Diapun berkata lagi

__ADS_1


"Kamu anak baru sudah berani mengabaikan Pesan yang saya kirimkan dan berani melawan ya" Ucap Glend Johan


"Maaf Tuan Glend Johan, saya tidak merespon pesan anda karena dalam perjalanan kesini" Jawab Aulia


"Kita Lihat saja nanti bagaimana, kamu pikir bisa menang dariku" Kata Glend dengan menyombongkan dirinya


Aulia hanya diam tanpa memerdulikan perkataan Tuan Glend Johan. Kliennya yang melihat Aulia di perlakukan oleh Pengacara lawannya sedikit ragu dan mulai takut, namun Aulia segera memberikan isyarat ke kliennya untuk tetap tenang. Diapun mendekati kliennya dan berkata


"Kalau Anda merasa takut, walaupun Anda benar Anda tidak akan bisa berkata jujur karena sudah kalah duluan dengan mental Anda "


"Tapi Bu, mereka adalah orang terpandang, apapun bisa mereka lakukan"Jawab Si klien


" Tidak mengapa , Kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Karena kalau kita benar kita tidak perlu takut dengan siapa lawan kita"ucap Aulia menyemangati Kliennya itu.


Setelah berbicara dengan kliennya, Aulia pun mengajak mereka untuk menempati tempat duduknya kembali karena Hakim sudah akan memasuki ruang persidangan. Semuanya yang ada di dalam ruangan akhirnya pun menempati tempatnya masing-masing sambil menunggu Hakim memasuki ruang persidangan pagi itu. Para Jaksa penuntut dan pembela pun mulai memasuki ruang persidangan dengan berkas-berkas yang sudah di siapkan oleh mereka.

__ADS_1


__ADS_2