
Kala itu matahari telah bersinar menyinari jagat raya, Namanya Aulia tengah menyibukkan diri di dapur dengan Bibi Marwah.
"Nyonya, Hari ini menu sarapannya seperti biasakah? "tanya Bibi
"Iya Bi, Tapi di lebihkan ya karena ada Nara dan Hana"
"Baik Nyonya"
"Jangan lupa susu kedelai dan yogartnya ya Bi!!! "
"Iya Nya"
Saat itupun tiba-tiba bell pintu berbunyi, Mamanya Aulia segera menuju pintu utama rumahnya.Ketika Dia membukakan pintu, Matanya langsung melotot melihat sepasang suami istri yang sudah lanjut usia berdiri tepat di hadapannya. Diapun mulai mengenali keduanya karena biar bagaimana pun mereka adalah orang tua kandung dari suaminya. Sesegera mungkin Dia mengucapkan salam kepada kedua mertuanya itu, Dan menyambut dengan baik kedatangan mereka. Namun matanya masih mengarah ke arah gerbang karena ada beberapa buah mobil BMW hitam yang terparkir tepat di depan gerbang rumahnya dan ada juga beberapa orang pria berbadan kekar tengah berjaga. Sepertinya mereka adalah pengawal dari Tuan dan Nyonya Agung.
Mamanya Aulia segera mempersilakan Keduanya masuk di dalam ruang tamu.
"Tuan dan Nyonya silakan duduk"
"Baik terimakasih"
Enggan untuk menyapa menantunya Nyonya besar hanya diam dan langsung menempatkan dirinya di salah satu kursi sofa.
"Mana Suamimu? "
"Dia masih di luar daerah Tuan"
"Kira-Kira, kapan Dia kembali? "
"Mungkin sekitar jam sebelas, karena penerbangan dari tempat tugasnya membutuhkan waktu sekitaran 55menit" Jelas mamanya Aulia
Setelah berbicara Dia pun pamit ke belakang untuk menyiapkan Teh Cina dan Kue kering. Bibi Marwah yang melihat Nyonya begitu panik mulai bertanya
"Nyonya, apakah anda kedatangan tamu sepagi ini?"
__ADS_1
"Iya Bi... "
Mamanya Aulia pun membawa teh dan kue ke ruang tamu. Setelah menyajikan teh dan beberapa kue, Mamanya Aulia pun duduk bersama dengan mertuanya yang hampir 21tahun tidak bertemu.
"Dimana cucuku? " Tanya Tuan besar
"Dia masih di kamarnya" Jawabnya singkat
tidak lama kemudian terdengar suara langka kaki menuruni anak tangga. Nampaknya Aulia, Nara dan Hana sudah bangun dan menuju ke arah dapur. Mamanya Aulia pun segera permisi untuk memanggil Aulia. Diapun segera ke dapur untuk memberitahukan soal kedatangan Tuan dan Nyonya Besar. Aulia yang mendengar hal tersebut, merasa kaget dengan perkataan mamanya. Diapun langsung mengikuti mamanya menuju ruang tamu. Sampai di ruang tamu, Dia menyapa keduanya dan memberikan salam. Setelah berbincang-bincang sebentar, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Yang pastinya itu mobil Papanya Aulia.
Lelaki paruh baya itupun kaget dengan suasana di luar rumahnya ada beberapa pria berjas hitam dan ad beberapa mobil. Diapun merasa familiar dengan salah seorang laki-laki yang berdiri tepat di depan pintu utama, segera Dia menghampiri lelaki tersebut dan bertanya
"Paman Brian? "
"Ya, Bagaimana Tuan? "
"Mengapa paman bisa sampai kesini? "
"Saya mengantarkan Tuan dan Nyonya besar. Mereka sudah ada di dalam dari tadi"
Setelah itu Diapun segera masuk dan mendapati Kedua Orang tuanya tengah berbicara dengan Istri dan anaknya. Merasa aneh dengan kedatangan mereka, Dia segera bertanya soal maksud kedatangan mereka ke sini.Pembicaraan mereka pun berlanjut dengan masalah yang telah silam, Semakin mendengar hal itu semakin banyak hal masa lampau terkuak. Aulia dan Mamanya pun hanya menjadi pendengar yang setia karena mereka tidak tahu menahu dengan persoalan yang terjadi di keluarga Papanya. Banyak hal yang telah di bicarakan, Tuan dan Nyonya besar pun meminta maaf kepada Anaknya. Tetapi Anaknya yakni papanya Aulia Enggan untuk menjawab dan memberi maaf, namun Mamanya Aulia yang mendengar ucapan itu segera menasehati Suaminya. Akhirnya Dia pun luluh dan memeluk kedua orang tuanya. Merekapun kini telah bersatu kembali. Dan pada akhirnya, Kakek Agung menyatakan Niat dan tujuannya yang sebenarnya mencari dan menemui anak yang sudah berpuluh tahun Dia campakkan. Semakin mendengar hal itu, Papanya Aulia semakin tidak mengerti dengan kata-kata Kakek Agung.
"Ayah apa maksud semua ini? "
Kakek Agung pun memanggil Paman Brian, dan segera menunjukkan sebuah Surat serta mengeluarkan Notebook. Notebook pun di hadapkan ke hadapan Papanya Aulia. Dan saat itulah Dia baru mengerti setelah melihat dan membaca semuanya, apalagi ada video dan file rekaman suara kejadian 21 tahun yang silam. Ternyata Selama ini Dia sengaja di usir karena menjadi incaran dari musuh Kakek Agung. Karena merupakan Ahli waris dari kakek Agung. Demi menyelamatkan Putranya Dia rela membuang putranya agar tidak menjadi korban ketamakan Putrinya yang telah mengkhianatinya dan Para misih-musuhnya. Kesalah pahaman antara merekapun akhirnya terselesaikan walaupun bagi papanya Aulia masih belum percaya atas kejadian yang telah terjadi dua dekade itu.
Istri Kakek Agung yakni Nyonya Besar pun langsung memeluk anak, menantu dan cucu semata wayangnya. Aulia yang mulai mengerti dengan situasi tersebut pun membalas pelukan sangat nenek...
***
Di Kediaman Kakek Agung
Sofi dan Suaminya mulai menyusun rencana mereka untuk menikahkan Jonathan dan Aulia. Karena mereka sudah bekerjasama sejak lama dengan orang tua Jonathan untuk menghancurkan Kakek Agung. Makanya Mencoba menculik Aulia untuk di jadikan pengantin wanita. Namun Nasib baik masih berpihak kepada Aulia dan Diapun lolos dari rencana mereka.
__ADS_1
"Istriku... Apakah kamu tahu kemana Ayah dan Ibu mertua? "
"Aku mendengar mereka ke kota untuk mencari suasana baru"
"Jangan sampai mereka mencari Cucu dan anaknya" Jelas suaminya
"Aku sudah tahu itu, karena salah satu dari pengawal yang kesana adalah mata-mata yang sudah aku bayar"
"Lantas, apakah kamu tidak mencurigai mereka?? "
"Kamu tenang saja, semua pasti akan dilaporkan oleh Benikno"
"Baiklah"
Sofi pun berjalan menuju kamar Erlangga untuk memulai menjalankan misinya, Mengingat kekuatan Kakek Agung. Sofi sangat berhati-hati dalam menjalankan rencana yang telah Dia susun serapi mungkin.
kring....
kring....
Bunyi Telepon rumah, Secepatnya Sofi menjawab sebelum memasuki kamar Erlangga anaknya.
"Halo, dengan Kediaman Agung Sanjaya Putra"
"Ya Halo, selamat Siang Nyonya."
"Selamat Siang. " Balas Sofi
Si penelepon pun mulai menjelaskan maksud dan tujuannya. Setelah berbicara beberapa menit, Sofi pun langsung menutup telepon itu dan langsung ke kamar Erlangga.
***
Kediaman Aulia
__ADS_1
Paman Brian merasa ada hal yang aneh dengan salah satu pengawal yang bernama Benikno, gerak gerik mencurigakan itu secepatnya di ketahui olehnya. Namun Dia membiarkan semua itu, agar supaya Benikno tidak menyadari kalau yang mana Paman Brian mengetahui tingkahnya. Tetapi Dia tidak lupa mengirim sebuah pesan teks untuk Tuan Besar.
Membaca sebuah pesan masuk di dalam ponselnya, Kakek Agung langusng membacanya. Dan benar kecurigaan mereka selama ini Benikno lah yang selalu membocorkan rahasia di dalam Istana miliknya. Dan Semua itu sudah terjadi sejak 10 tahun Silam.