
Tidak terasa,waktu untuk persiapan penugasan Angga dan prajurit yang lainnya tinggal menghitung jam.Mereka pun menerima Surat perintah dari komandannya.Pagi itu ketika apel selesai semu kembali ke mess masing-masing untuk mempersiapkan semuanya.Angga,Satria dan Tri kini telah selesai dengan semua kesibukan.Mereka bertiga segera keluar dari mess untuk mencari sarapan di kantin depan kantornya.Setelah sampai di kantin mereka pun memesan bubur ayam dan teh tawar hangat,sembari menunggu pesanannya Angga meraih ponselnya berniat menelepon Aulia,namun tak kinjung mendapatkan jawaban Angga segera memasukkan ponselnya kedalam saku kembali dan mulai menyantap bubur ayam yang masih panas itu.
***
Di Kantor Aulia
Aulia sedang memeriksa beberapa berkas perkara yang baru masuk,kemudian terdengar ketukan pintu dari luar
tok...
tok...
tok...
"iya masuk"sahut Aulia
"makasih"
mendengar suara yang tidak asing Aulia langsung menengok arah suara itu
"Ayuuuu???"dengan kaget dan segera memeluk Ayu
mereka berdua saling bertegur sapa dan Aulia kini mempersilakan Ayu untuk duduk.
"Ada angin apa yang membuatmu mencariku Yu?"
"Begini Aulia,Aku mau jujur saja dan langsung ke pokok permasalahannya,Kemarin aku mengalami musibah dan Keluarga korban yang ku tabrak telah melaporkan aku ke kantor polisi.Jadi aku mau kamu menjadi pengacara ku,bisa tidak?"
"Aku bisa saja Ayu,tapi aku tidak menjamin kamu bisa lolos.Tapi aku akan berusaha sebisaku.asal kamu mau ceritakan kronologi yang sebenarnya "
Ayu pun mulai menceritakan detail kecelakaan itu pada Aulia dengan sejujur-jujurnya
Setelah mendengar Pengakuan dan penjelasan Ayu,Kini Aulia mengerti dan Dia siap untuk mendampingi Ayu sebagai pengacaranya.
Mendengar hal itu,Ayu kini merasa sangat bahagia dan sangat berterima kasih Karena kalau mengingat perlakuan yang Di Lakukan ke Aulia dulu saat mereka masih kuliah,Ayu tidak pantas untuk mendapatkan bantuan Aulia.Namun Aulia tidak pernah menaruh dendam padanya dan malahan mau membantunya.
"Kalau begitu aku pamit Pergi ya Aulia,nanti akan aku hubungi lagi "
"iya Yu,kamu hati-hati ya kalau pulang"
Ayu segera berlalu dari pandangan Aulia meninggalkan ruangan itu.Aulia lamjut dengan pekerjaannya lagi.
__ADS_1
Hari sudah mulai sore,Aulia kini telah membereskan semua dokumen perkara yang ada di meja kerjanya dan bersiap untuk ke rumah.Terdengar dering ponselnya yang berada dalam tas kerjanya,Aulia segera meraih ponselnya dan melihat ke layar hand phone ada nama Angga ,Dia pun segera menjawab panggilan itu.
"Halo"jawab Aulia
"Ada di mana?"
"masih di kantor ,ada apa ?"
"nanti malam saya mau ajak kamu untuk acara perpisahan bisa tidak?"
"oh...boleh"
"ok,sampai bertemu nanti malam"ucap Angga di telepon dan mengakhiri panggilan tersebut.
Tak lama setelah itu masuk beberapa pesan dari Nara
Ting...
ting...
ting...
\=nanti malam kita ketemuan ya di cafe biasa
Setelah membalas pesan WhatsApp dari Nara Aulia menaruh kembali ponselnya ke dalam tas dan langsung menuju ke area parkiran mengambil mobil.
***
Di Kantor Nara
Nara terlihat sangat santai karena semua pekerjaan di kerjakan oleh sekertarisnya.Saat sedang asyik memainkan ponselnya,Nara tiba-tiba di kagetkan dengan keributan yang terjadi di depan Kantor,Nara segera keluar untuk mencari tahu tentang apa yang sedang terjadi.Sang sekertaris pun ikut bersamaan dengannya .Setelah sampai di luar,Nara dan si sekertaris pun mendekati area keributan itu,dan yang lebih mengagetkan lagi Sosok yang sedang di amuk oleh ibu-ibu adalah seorang kenalan Nara saat masih kuliah.Nara yang melihat hal itu langsung menengahi dan melerainya,namun Ibu-ibu masih tetap menjambak dan menarik wanita itu.
"STOPPPPPPPPPPPP"teriak Nara dan seketika ibu-ibu yang tadinya sangat bringas langsung terhenti dengan suara teriakannya.
"Ada apa ini kalian seenaknya ribut di depan kantornya orang?"ucap Nara lantang dan marah
"Tanya itu pelakor"sahut salah seorang wanita yang masih terlihat berumur 30an
Nara pun kaget dengan jawaban dari si ibu,Dia pun melihat Stela yang kini dalam keadaan kacau dan sangat kusut Karena di amuk oleh ibu-ibu dengan penuh tanda tanya.
Stela yang kini merasa sangat malu pun langsung menghampiri Nara untuk berlindung.
__ADS_1
"Nanda,Tolong bawa Wanita ini masuk ke kantor,nanti Aku yang bicara dengan Ibu-ibu ini"perintah Nara
"Baik bos"
Nanda pun segera mengajak Stela masuk ke dalam ,sedang Nara masih tetap tinggal karena harus berbicara dengan para wanita itu.Setelah membuang waktu beberapa menit dengan ibu-ibu itu, akhirnya Nara bisa menenangkan dan melunakkan hati mereka dan mereka pun pergi meninggalkan Nara.
Nara pun langsung kembali ke dalam kantor dan menemui Stela serta meminta penjelasan soal kejadian barusan.Stela juga langsung menceritakan semuanya ke Nara.
Nanda Yang kini telah bersiap untuk pulang,segera mendekati bosnya Nara untuk pamit duluan karena masih mau mampir ke Rumah Sakit untuk menjenguk adiknya.
"Bos,saya duluan ya?"
"iya Nanda,makasih yang untuk hari ini.Saya juga sudah mau pulang karena ada acara nanti malam"
"sama-sama bu,Nanda duluan ya.permisi,"Nanda juga berpamitan dengan Stela
Setelah di tinggalkan berdua oleh Nanda,Nara pun menawarkan dirinya untuk mengantar Stela pulang dan Stela langsung mengiyakannya....
***
Cafe Seven Eleven
Malampun kini telah tiba,Semuanya telah berkumpul di cafe sesuai dengan janji masing-masing dengan pasangannya juga.
Meja panjang pun telah tertatah rapi karena sudah di reservasi oleh Tri dan Angga dari pagi tadi.Mereka segera menempati meja itu dan menunggu Makan malam yang akan di hidangkan oleh para pelayan,Terdengar musik romantis juga mulai mengalun menambah keindahan suasana Cafe tersebut.
"ini ada apa ya sampai pakai acara perpisahan?" Ucap Nara
"Kan Besok kita semua akan berangkat penugasan di pulau terluar"Jawab Tri
"oh begitu ya,waduh...yang Aku tahu itukan lama sekali mau hampir setahun "sahut Nara dengan pandangan mata mengerling ke arah Aulia
"ya begitulah,namanya juga Tugas Negara untuk NKRI,jadi Kami sebagai prajurit jarus siap di tempatkan di mana saja dan kapan saja"sambung Angga
"Kasihan ya yang bakal di tinggalkan "Sambung Hana meledek
Aulia yang sudah tidak tahan dengan ejekan sahabatnya langsung pura-pura ke toilet Karena matanya sudah tidak bisa menahan air mata .Sampai di toilet Auliapun menangis dan membatin
"Kenapa disaat aku sudah mulai mencintai dan menyayangi seseorang ,aku harus mengalami perpisahan dengan jarak dan waktu? "
TIBA -TIBA ada sebuah tangan yang memberikan tisu untuk Aulia menyapuh air matanya.Aulia pun mengambil tisu itu dan menggunakannya,setalah itu Dia melihat ke arah depan ternyata Angga yang memberikan tisu itu.
__ADS_1
Anggapun mengusap kepala Aulia sbil berkata
"Kamu tenang saja,aku pasti pergi untuk kembali" sambil mengajak Aulia kembali ke tempat duduk untuk makan bersama.