
Ketika mendengar kondisi Aulia sekarat,Linda sangat bahagia.
"Rasakan kamu Aulia,semoga kamu segera mati,hahaha"berkata sambil tertawa terbahk-bahak
Linda segera bangun dan bersiap untuk bertemu dengan anak buahnya yang dia utus untuk menabrak Aulia.
***
Di Kota Aulia
Aulia yang terbaring kaku dengan kondisi koma telah di kunjungi oleh Angga dan kawan-kawannya.Melihat kondisi Aulia yang sedang koma,Angga meneteskan air matanya dan berkata dalam hati
"aku janji akan cari siapa yang tegah melakukan ini padamu"
Satria dan Tri segera menghubungi seseorang untuk mencari tahu kecelakaan tersebut,sedangkan Nara dan Rois mencoba menghubungi Orang Tua Aulia namun tak kunjung terhubung karena kerusakan jaringan di desa Aulia.
Ting...
Suara pesan masuk di ponsel Nara
\=Selamat malam Nak Nara,ini saya papanya Aulia
membaca pesan tersebut Nara segera membalasnya.Ketika Nara sedang membalas pesan,tiba-tiba Papinya pun datang dan mengahampirinya.Kondisi Aulia yang koma,tengah membuat seluruh kerabatnya menjadi sangat panik.
__ADS_1
Di dalam ruangan Aulia,Dokter segera mengakatan akan melakukan operasi untuk Aulia karena pendarahan yang ada di kepala Aulia.Mendengar hal tersebut semua terngangah menatap dokter itu,karena orang tua Aulia belum juga tiba.
Nara dan papinya segera berbicara dengan dokter
"dok,apa bisa di tunda sampai besok operasinya?soalnya orang tua Aulia baru mau tiba besok pagi"
"Saya kurang yakin ,karena pendarahannya sudah sangat banyak.Takutnya dia akan kehabisan darah.oleh karena itu saya harus segera bertindak"ucap dokter itu
Tanpa berpikir panjang Papinya Nara segera menandatangani surat pernytaan itu sebgai wali Aulia.Operasi pun segera di lakukan.Semuanya menunggu di depan pintu ruangan operasi itu,Angga yang sedari tadi murung karena kekasih hatinya sedang koma,segera meraih ponselnya dan menghubungi salah seorang polisi kenalannya dan meminta bantuan.
Dua jam telah berlalu,Operasi belum juga selesai,waktu telah menunjukkan pukul 01.00 malam.Semuanya hanya bisa pasrah dan mendoakan agar supaya operasinya lancar .
Bunyi pintu dibuka pun terdengar,salah seorang perawat keluar dan menghampiri mereka.
Mendengar perkataan perawat itu,Angga segera mendekat dan memberitahukan bahwa yang mana dia bergolongan darah B juga.
"saya suster"jawab Angga
"ok ,kalau begitu ayo ikut say ke ruangan"
Angga dan suster itupun langsung bergegas ke ruangan.Setelah melalui beberpa tahap pemgeceka ,akhirnya Angga segera di ambil darahnya.Setengah jam sudah berlalu akhirnya Angga selesai juga,dan langsung keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruang operasi.
"Bagaimana kondisi Aulia sekarang?"
__ADS_1
"Belum selesai Angga,kita banyak sabar dan berdoa saja"jawab Nara
Hari sudah mulai terang,waktu telah menunjukkan pukul 05.00,Akhirnya Dokter dan beberapa crewnya keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dokter?"tanya Nara
"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar"
Mendengar ucapan dokter semuanya merasa sangat senang dan bahagia.
"Syukurlah dok, terimakasih banyak"ucap Papinya Nara
Aulia segera di pindahkan dari ruang operasi menuju ke ruangannya lagi,Namun dia belum sedarkan diri karena masih dalam pengaruh obat bius.
Angga mendekati Nara dan mengajaknya berbicara di luar ruangan.
"Nara apakah selama ini Aulia punya musuh?"
"Setahu aku,tidak ada kak"
"Tapi siapa yang tegah menabrak Aulia?"
"Nara juga tidak tahu kak,namun Nara sudah meminta Papi untuk mencari tahu siapa pelakunya"
__ADS_1
"Iya,tegah sekali yang menabrak Aulia."