Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 30 Penyamaran Angga


__ADS_3

Anggapun memesan tiket pesawat menuju desa Aulia karena mumpung hari libur.Selama 3jam menempuh perjalanan udara tersebut akhirnya Angga tiba di desa tersebut.


Dia segera mengambil semua barang keperluannya dan di jemput oleh seseorang.


Setiba Di Pos itu Angga dan temannya segera melacak lokasi Aulia dan menuju ke lokasi itu dengan beberapa persiapan.


Di kediaman Aulia...


Mama dan papanya mulai panik sehingga menelepon kekantor polisi untuk meminta bantuan.


Di perkebunan Jagung Aulia yang mulai sadarpun melihat keadaan disekitarnya mulai khawatir namun dia tak menunjukkan kekhawatirannya itu.Karena dalam posisi terikat Aulia tidak bisa menggunakan ponselnya,tak lama kemudian pria misterius itu datang membawa sepiring roti dan Air mineral dan memberikannya ke Aulia.Pria itu segera membuka ikatan tangan dan mulut Aulia agar Aulia bisa makan dan minum.Aulia yang merasa laparpun tanpa berkata apa-apa segera memakan roti tersebut.Sebuah kalimatpun keluar dari mulut pria misterius itu


"Coba kamu tidak mengganggu hubungan Bos Linda,beginikan kamu tak jadi seperti ini"


Mendengar ucapan pria itu Aulia segera berhenti mengunyah dan menatap ke pria itu dan menjawab


"Memangnya siapa yang mengganggu bos kamu?Saya tidak pernah mengganggu hubungan bos kamu si Linda itu"


Mendengar jawaban Aulia si pria itu segera melakukan Video call dengan Linda,dan dari panggilan video itu Linda mulai mengata-ngatai Aulia.Namun Aulia hanya tersenyum dan berkata "Kamu pikir dengan menculikku Prastyo akan mencintaimu?"


Ucapan Aulia membuat Linda semakin marah dan berkata kasar ke Aulia,tetapi Aulia tidak perduli dengan ucapan Linda dan kembali memakan rotinya itu.Panggilanpn di putuskan sepihak oleh Linda.


Hari sudah mulai gelap pencarian para polisi belum mendapatkan hasil karena perlengkapan seadanya,sedangkan dari sisi Angga dan temannya telah mendapatkan Lokasi Aulia,namun Angga dan Temannya Risky mengulur waktu sedikit agar bisa di lakukan di malam hari.


Di rumah Aulia


Papanya Aulia menghibur mamanya karena Anak semata wayangnya tak kunjung pulang.


"Nyonya dan Tuan ayo makan dulu"ucap bi Marwa


"Iya bi nanti"jawab papanya Aulia


"Kamu kemana nak"isak tangis mamanya Aulia


Papanya Auliapun menghibur hati istri tercintanya itu.Namun dalam hatinya "berani terjadi sesuatu ke anakku,aku tak akan memaafkan siapapun pelakunya"

__ADS_1


Hawa di desa itu sangat dingin,sehingga membuat Pria misterius itu untuk meminum sedikit alkohol untuk menghangatkan tubuhnya,Pria itu mulai mabuk dan melihat ke arah Aulia.


"Manis juga ya kamu cewek"Kata pria itu sambil mengusap wajah Aulia.


Aulia tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya yang terikat dan mulutnya yang di bungkam.


Si pria itu kembali memegang Wajah Aulia dan dia membukakan penutup mulutnya Aulia,setelah penutup mulutnya terbuka Auliapun berkata dengan marahnya


"Jangan berani kau sentuh aku"


Namun pria itu tak memperdulikan kata-kata Aulia,dia terus mengusap dan membelai rambut Aulia.Sesekali pria itu mulai mendekatkan wajahnya dengan Wajah Aulia namun Aulia menghindar dengan membuang wajahnya ke arah lain. Saat pria itu hampir melakukan gerakan-gerakan yang akan menodai Aulia,tiba-tiba Pria itu di kagetkan Dengan sebuah Pukulan dari arah belakang,pria itupun Jatuh dan segera di sekap oleh Risky temannya Angga,sedangkan Angga segera melepaskan ikatan Aulia.Auliapun belum menyadari kalau yang datang menyelamatkannya ada Angga,karena Angga menggunakan Masker dan Topi.


Riskypun mengikat Pria itu di sebuah kursi tak lupa juga dia menutup mulut pria itu dengan kain.


Setelah melepaskan ikatan Aulia,Angga segera mendekati Risky dan berbisik


"jangan biarkan dia tau kalau aku yang datang kesini ya"


Riskypun mengerti dengan ucapan Angga,diapun mengangguk.


Auliapun menatap Risky dengan penuh tanya. "iyakah Kak?memangnya dia siapa?"


"Dia adalah Jhon orang dari desa sebelah si penjudi ulung itu" sahut Risky


Angga yang tak ingin Aulia mengetahui dirinya saat itu kembali mengisyratkan ke Risky untuk menyudahi percakapannya.Riskypun mengerti dan segera mengajak Aulia keluar dari situ.Selama perjalanan dari Ladang jagung itu menuju ke Cafe untuk mengambil mobil Aulia,Aulia masih penasaran dengan Lelaki yang duduk di depan namun dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.Diapun mengucapkan terimakasih kepada dua pria itu,karena telah menolongnya.


"oh iya dek,kenalin Aku Risky"


"saya Aulia kak"


Merekapun berkenalan.


"Kak Risky memangnya tinggal dimana?"


"oh saya tinggal di POSAD dek yang dekat pelabuhan."

__ADS_1


"Bagaimana kakak dan teman kakak bisa tahu kalai saya ada di dalam rumah tua itu?"


"Kebetulan tadi saya dan teman saya melewati rumah itu dan kami melihat dari kaca sepertinya ada orang dalam rumah lalu kami mendekat dan masuk ke dalamnya."Jawab Risky sambil mengelabui Aulia.


Mereka telah sampai ke depan Cafe,terlihat mobil Aulia masih terparkir disana.Riskypun menghentikan mobil dan Segera turun bersama Aulia menuju mobil Aulia,sedangkan Angga hanya dia di dalam mobil Risky.Anggapun mengirimkan sebuah pesan ke Risky


"Kamu antar dia sampai ke rumah Nanti aku yang bawah mobilmu ke pos"


"Ok"


Riskypun menawarkan diri untuk mengantar Aulia dan Aulia menurutinya.Setengah jam perjalanan mereka berdua tiba di depan rumah Aulia,terlihat papa dan mamanya Aulia ada di depan sedang bi Marwa segera membuka gerbang.Mobil Auliapun masuk langsung ke Garasi,melihat Anaknya telah sampai Papa dan Mamanya Aulia segera menemui dan memeriksa kondisi Aulia,Auliapun segera menceritakan Kronologi kejadian yang telah menimpah dirinya.


"Nak Risky Ayo masuk Dulu"Seru papanya Aulia


"Oh iya Om."


Mereka berempatpun masuk ke dalam dan Bibi Marwa segera menyiapkan hidangan di atas meja makan.Riskypun diajak Makan oleh keluarga tersebut,selesai makan Risky langsung berniat untuk pulang,namun ditahan oleh Papanya Aulia.


"Sebentar Nak Risky"Papanya Aulia segera memberika sebuah Amplop coklat ke Risky


"ini apa Om?" tanya Risky


"itu ucapan terimakasih dari kami sekeluarga karena telah menyelamatkan Anak semata wayang kami Nak Risky"


"Maaf Om Saya tidak bisa menerimanya,saya ikhlas kok menolong sesama,kebetulan juga itu sudah kewajiban saya sebagai penjaga wilayah disini"


"Jangan menolak,mungkin nilainya tak seberapa,namu Om dan Tante mohon untuk Nak Risky menerimanya"pinta Papanya Aulia


Melihat wajah kedua orang tua tersebut Riskypun menerimanya dan pamit pulang.Aulia dan kedua orang tuanyapun mengantar Risky sampai ke depan Gerbang karena disana sudah ada Anggota pos yang menjemputnya.


"Mari om,tante,dek,bibi saya pamit dulu"


"iya Nak,hati-hati disana,jangan lupa untuk main ke rumah lagi ya"ucap mamanya Aulia.


Riskypun berlalu dari pandangan dan mereka juga langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2