
Setelah memperkenalkan dirinya Aulia ingin mengambil tas miliknya yang ada di dalam mobil karena ingin mengabari orang tuanya, namun ponselnya Aulia benar-benar mati total karena sudah tidak di cara dari kemarin. Dia pun meminta Nyonya Sofi untuk membantunya menunjukkan lokasi kontak colokan agar bisa mengisi daya ponsel miliknya.
"Sofi, tolong bawah ponsel itu dan tinggalkan kami" Ucap Lelaki Tua
"baiklah Ayah"
Sofi pun berlalu dari mereka sambil membawa kabel dan ponsel milik Aulia. Sedangkan di belakang Aulia Erlangga nampak kebingungan dengan sikap kakek dan neneknya yang tiba-tiba berubah.
" Entah ada apa, aku harus mencari tahu"kata Erlangga kepada bibi Karla yang sedang mengobatinya
"Tuan muda, jangan terlalu bepikir banyak dahulu ingatlah akan kesehatan Tuan besar dan Nyonya besar" Jawab Bibi Karla Sambil menatap ke arah Tuan dan nyonya besar. Setelah lukanya terobati Erlangga masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka semua dan menemui Sofi Ibunya.
"Mami, apa yang sedang terjadi? mengapa kalian kini tengah berbaik hati kepada gadis kampung itu? " tanya Erlangga kepada Sofi
Sofi pun hanya tersenyum menatap putra Sulungnya itu dan tidak memberikan jawaban apapun kepada Erlangga. Melihat perilaku Ibunya Erlangga pun dibuatnya semakin kesal dengan perubahan sikap keluarganya. Diapun langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi dari rumah tersebut. Sepanjang perjalanan Erlangga masih terpikirkan dengan sikap semua orang yang ada di rumahnya, namun Dia tidak bisa melakukan apa pun karena Kakek nya yang paling berkuasa dan yang maha pemberi keputusan. Jadi Dia tidak bisa melawannya. Lima belas menit berlalu Erlangga kini telah tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar ukurannya, namun nampak sangat mewah dari segi bangunannya seperti sebuah vila yang ada di tengah hutan. Erlangga kini masuk memarkirkan mobilnya di area parkiran, sedangkan yang keluar menyambut Erlangga adalah seorang wanita cantik dan berbodi sintal dan terlihat seperti seorang model wanita dengan menggunakan setelan lingrie merah sepertinya mau menyambut kedatangan Erlangga. Ketika Erlangga sampai di hadapan wanita itu, Diapun langsung menyapa wanita tersebut dengan sapaan yang romantis dan mengecup kening wanita itu juga.
"What's going on honey? " tanya wanita itu karena melihat raut wajah Erlangga yang penuh lebam
"Nothing baby, come on" Jawab Erlangga sambil mengajak wanita itu masuk ke dalam rumahnya
Miss Helen, Ya Itu nama wanita yang saat ini bersama Erlangga.
__ADS_1
Helen adalah seorang model Asia yang kini tengah berlibur di Indonesia, sembari menemui Erlangga juga karena ada beberapa bisnis yang akan Helen bicarakan dengan Erlangga. Selain itu juga Helen dan Erlangga sudah saling kenal semenjak mereka kuliah di luar negeri. Helen pun memerintahkan pelayan untuk membawakan beberapa jenis makanan untuk Dia dan Erlangga.
Mereka berduaan di depan ruang TV sambil menunggu makanan dan minuman yang di ambilkan oleh pelayan Helen. Erlangga pun bersandar di bahu Helen dan menceritakan kejadian yang barusan terjadi padanya. Helen yang mengerti dengan perasaan Erlangga pun memberikan jawaban agar bisa menghibur hati sang pujaan hatinya. Pelayan Helen pun tiba dengan nampan yang berisikan makanan dan minuman sesuai permintaan Helen. Setelah menata apa yang dari nampan, si pelayan kembali mengerjakan tugasnya di dapur. Helen menawarkan beberapa makanan kesukaan Erlangga agar bisa mengisi perutnya yang dari tadi pagi belum terisi, Erlangga pun mengikuti Helen dan memakan semuanya. Setelah terasa kenyang Erlangga meminta Helen untuk beristirahat di kamar Helen. Mereka berdua pun langsung menuju anak tangga yang tepat berada di bagian belakang ruang TV. Sesampainya di kamar Erlangga pun mulai menggoda Helen, Tidak tahan dengan godaan Erlangga akhirnya Helen memberikan balasan terhadap Erlangga. Keduanya menghabiskan waktu bersama sepanjang siang itu.
"Terimakasih karena selalu bersama dan mengikuti semua permintaanku" Ucap Erlangga sambil mengusap wajah Helen
"Sama-sama sayangku, apapun akan aku lakukan untukmu asalkan Kamu bahagia" jawab Helen sambil memberikan satu kecupan di bibir Erlangga
Erlangga yang kini menerima serangan Helen pun tak menyia-nyiakannya. Diapun langsung membalas dengan satu pagutan ke bibir Helen, mereka berdua nampaknya sangat menikmati permainan sore itu. Erlangga kembali menjelajahi setiap jengkal tubuh Helen, sedangkan Helen begitu menikmati permainan dan serangan yang Erlangga hantarkan ke setiap bagian tubuhnya.
"apa kamu menikmati nya sayang? " tanya Erlangga
"Sangat " jawab Helen singkat karena Dia merasakan begitu hebat permainan Erlangga sehingga membuat lutut dan kakinya bergetar
Sang pelayan yang kini sedang bersih-bersih tak sengaja mendegar suara gaib dari kamar Helen pun hanya bisa tersenyum karena suara tersebut hampir setiap hari di dengar olehnya.
***
Rumah Tuan Besar
"Kapan ayahmu kembali? " Tanya lelaki Tua itu ke Aulia
__ADS_1
"Sebulan lagi, memangnya urusan anda dengan papa saya apa ya? "
"Banyak hal yang akan aku bicarakan dengan ayahmu, namun harus kamu ketahui kalau aku adalah Kakekmu dan wanita di samping ku adalah nenekmu, sedang Sofi adalah tante mu. Sofi adalah saudara perempuan ayahmu" ujar Kakek tua itu
"Maaf, aku merasa tidak memiliki Kakek atau nenek dari sebelah papa, karena setahuku kalian sudah membuangnya jauh sebelum aku di lahirkan" Seru Aulia
Mendegar jawaban Aulia, Nenek Merry pun berkata
"Kamu anak kecil, hanya mendengarkan cerita omong kosong dari ibu mu pastinya"
Aulia yang mendegar perkataan nenek tua itupun bertanya
"Kalau memang benar semua yang di katakan Mamaku, lantas apa gak anda? bukannya anda yang menolak mamaku menjadi menantu karena Dia hanya keluarga miskin? Maaf sebelumnya Nyonya, aku mungkin tidak tahu jelas permasalahannya masa lalu kalian, namun aku di ajarkan oleh Papa dan mamaku untuk tidak berbohong dalam hal sekecil apapun. Jadi kecil kemungkinan jika orang tuaku menceritakan hal bohong kepadaku. "
"Kamu memang benar, kami yang membuang mereka dahulu, namun apakah salah jika kami mau bertemu dengan keluarga kami sendiri? " ucap Tuan Besar
"Tidak salah, namun cara kalianlah yang salah! mengapa kalian menculik ku? mengapa kalian tidak memanggilku secara bauk-baik? apakah kalian tidak pernah berpikir bahwa orang tuaku, Teman-teman ku semua pasti khawatir dengan kondisi ku.? "
Aulia pun mencoba menyembunyikan tangisannya dengan membelakangi kedua Orang tua itu. Hatinya seakan hancur berkeping-keping dengan perilaku mereka yang begitu licik. Sebab tanpa sengaja Aulia mendengarkan pembicaraan Sofi dengan seorang pria di dalam Dapur saat Aulia mau mengambil ponselnya. Ternyata mereka mau mengambil Aulia untuk di jodohkan dengan Cucu dari teman kakeknya itu. Namun Aulia belum menolaknya karena mereka belum membahas soal perjodohan tersebut.
"Istriku, sepertinya ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan" Ucap Romi ke Sofi
__ADS_1
"Kamu diam saja, Ada banyak cara untuk menghancurkan keluarga mereka jika Aulia tudak mau mengikuti perjodohan ini" jawab Sofi ke suaminya.