Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 78 Rindu Rumah rindu kalian


__ADS_3

Malam itu akhirnya mobil Rolls-Royce warna hitam berhenti tepat di Depan rumah Aulia, terlihat Mamanya Aulia bersama dengan Nara dan Hana sedang duduk di teras rumah Aulia seperti menunggu kedatangan seseorang. Melihat mobil mewah itu berhenti tepat di depan gerbang rumahnya, Namanya Aulia langsung pergi ke arah pintu gerbang tanpa menunggu satpam untuk membukakan gerbang itu. Aulia yang sudah melihat mamanya datang di balik gerbang rumahnya langsung keluar dari mobil dan memeluk mamanya karena sudah lebih dari tiga hari Aulia menghilang. Nara dan Hana pun terkejut melihat Aulia yang sudah kembali dan langsung menghampiri sahabatnya itu. Mereka juga saling pelukan karena rasa rindu dan khawatir yang sudah bercampur aduk selama beberapa hari.


"Akhirnya kamu pulang nak, kamu tidak apa-apa kan? "


"iya ma, aku baik-baik saja ma"


Supir dan Orang kepercayaan Kakeknya pun meninggalkan rumah tersebut setelah berpamitan dengan Aulia.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah dan Aulia juga langsung menceritakan semua yang sudah terjadi dan yang sudah Dia lalui selama tiga hari berturut-turut saat Dia di culik oleh Erlangga.


Nara dan Hana yang mendengar kisah Aulia masih belum bisa percaya kalau Aulia adalah cucu seorang Kakek Agung pemilik Perusahaan terbesar di negera mereka itu. Mamanya Aulia hanya diam, ya karena memang Dia tahu betul bahwa Mertuanya adalah Pengusaha terkaya di negaranya. Namun apalah daya, karena kesombongan dan keegoisan, mereka menjadi korban keserakahan keluarga suaminya sehingga harus hidup dengan penderitaan yang selama ini mereka rasakan dan lalui.


"Iya, begitulah. dan satu hal lagi yang harus kalian ketahui ternyata aku di culik untuk di jodohkan dengan salah satu cucu dari teman Kakek Agung. Namanya David, tetapi aku menolaknya"lanjut Aulia


" Wow,,, aku tidak pernah menyangkah kalau Sofi bisa selicik itu"sambung Mamanya


Rini sangat membenci Sofi, karena dulu hampir mencelakai kedua orang tuanya. Sofi katanya menyewah dua orang anak buah ayahnya untuk mencelakakan Orang tua Rani. Namun hal itu sudah menjadi masa lalu dan kini Rani mengingatnya kembali.


"mama yang sabar ya"


"iya tante sabar saja, semua ada hikmahnya" sambung Nara dan Hana


Setelah berbicara panjang lebar tentang kisahnya selama di rumah kakeknya. Aulia pun beranjak dari sofa dan mohon ijin untuk ke kamarnya karena merasa gerah. Waktu kini menunjukkan pukul sebelas malam, Haha dan Nara pun masuk mengikuti Aulia ke kamarnya. Sedangkan Rani mamanya Aulia masuk ke dalam kamarnya sendri. Niat hati Nara dan Hana untuk menghabiskan malam bersama Aulia pun terpenuhi karena kebetulan Aulia telah kembali . Ya mungkin mereka penasaran dengan kehidupan keluarga Aulia yang sungguh baru terkuak saat ini. Selama ini yang Nara tahu persis hanyalah Aulia seorang wanita dari keluarga menengah saja.


"Sungguh Aku merindukan rumah dan rindu kalian semua"teriak Aulia saat mereka bertiga sedang berbicara di dalam kamarnya


"kami juga sangat khawatir saat kamu hilang tiga hari yang lalu, papi aku saja sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari kamu beb" jelas Nara


"Terimakasih sudah menemani mamaku ya Nara, Hana" sambil memeluk kedua sahabatnya itu

__ADS_1


Ketiga gadis itupun merebahkan tubuh mungilnya di atas ranjang sembari memainkan ponselnya masing-masing... Saat keheningan di kamar tidur Aulia mulai tercipta, Tiba-tiba ponsel Nara berdering memecahkan suasana. Secepatnya Nara langsung menjawab panggilan dari Sekertaris Papinya


"Halo"


"Nona Nara, apakah malam ini anda masih mau menginap di rumah Nyonya Rini? "


"Iya, Pak Glend"


"Baiklah Nona, saya hanya mau memastikannya saja. Karena Tuan Akan kembali dari perjalanan kerjanya besok"


"Iya, pagi nanti saya kembali ke rumah"


Nara langsung menyudahi panggilan tersebut dan kembali dengan kegiatannya mengotak atik ponsel.


Hana senyam senyum sendiri berlainan dengan Aulia yang terlihat begitu tegang dengan layar ponselnya.


"Kok tiba-tiba aku merasa lapar sekali ya" Ucap Aulia


"Bagaimana kalau kita cari makan bakso saja? " Tegas Hana


"Wow, ide yang briliant"


Ketiganya langsung beranjak dari tempat tidur dan mengambil jaket masing-masing. Tak lupa juga mereka berpamitan dengan Mamanya Aulia, karena sudah pukul setengah satu malam. Tidak baik anak gadis untuk berkeliaran kalau sudah jam segini.


Namun mamanya Aulia percaya dengan Ketiga gadis itu, oleh sebab itu Diapun mengijinkan ketiganya untuk pergi. Mereka langsung keluar mengambil mobil dan menuju ke tempat makan yang sudah menjadi langganan mereka selama hidup di kota itu. Tak butuh waktu yang lama, hanya lima menit mobil Honda Civic itu akhirnya tiba di depan Gerobak Bakso milik Mas Haris.


"Wow... tumben nongol Mbak? " Sapa si Haris tukang Bakso


"Laper Mas"ucap Hana

__ADS_1


" Monggo mbak"


"Oke mas, seperti biasa ya pakai tetelan sama rusuk ya mas"


"Baik Mbak"


Sembari menunggu Bakso yang sudah di pesan, ketiganya berbincang-bincang di meja makan. Tidak lama kemudian pesanan Bakso nya muncul di hadapan mereka bertiga, dan Ketiga gadis itupun mulai meracik sesuai dengan selera masing-masing. Saat yang bersamaan pula, muncul Seorang pria Berbadan tinggi dengan menggandeng Wanita yang kelihatan sudah agak dewasa mendekati Gerobak Mas Haris.


"Mas Bakso nya dua ya, jangan pakai mi" ucap Pria itu


"Iya Mas, silakan duduk"


Pria dan wanita itu menempati meja yang berdampingan dengan Aulia, Nara dan Hana. Melihat Tiga gadis yang sedang makan, Si pria ganteng itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar ketiganya tanpa meminta ijin mereka. Nara yang merasa tidak nyaman langsung menegur pria itu. Tetapi hanya di tertawakan oleh pria tersebut. Awalnya Nara sudah emosi, namun di tenangkan oleh Aulia.


"Sudah Nar, jangan di ladeni"


"Aku tak bisa Li, enak saja main ambil gambar orang"


Wanita yang lebih dewasa dari pria itu mendengar perkataan Nara, langsung mendekati mereka dan meminta maaf atas perlakuan Pria yang bersama dengannya.


"Miss, maafin teman saya ya. Dia sudah mabuk soalnya"


"Iya Kakak, tidak mengapa. It's ok" jawab Aulia


Wanita dewasa itu tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada ketiga gadis itu dan langsung kembali menempati tempat duduknya. Sampai di tempat duduk Dia pun memarahi adiknya itu agar tidak membuat keonaran di tempat makan.Namun Sang adik yakni Pria ganteng itu, tidak mengindahkan teguran kakaknya.


"Apa sih kak, mau minta maaf sama gadis sombong seperti mereka"


"Alfian, cukup ya. kamu makan saja jangan banyak Bacot"sambil memarahi adiknya

__ADS_1


Melihat raut wajah Kakaknya yang sudah berubah, Alfian pun hanya Diam dan melanjutkan makannya.


Hana yang mendengarkan Nama Alfian langsung melirik ke arah nama yang di sebutkan oleh wanita dewasa yang ada di samping mereka. Ya benar itu Alfian Vandersen teman kuliahnya dahulu.Tapi melihat penampilan Alfian, Hana tidak berani menyapanya karena Alfian sudah mabuk. Jadi Dia pun memendam niatnya.


__ADS_2