Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 32 Ancaman Linda demi pernikahan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Aulia kini akan kembali ke kota untuk melanjutkan studinya.Nampak papa dan mamanya sibuk sekali dengan semua bekal dan barang-barang bawaannya Aulia.Merekapun segera menuju Bandara untuk mengantar anak tercintanya.


"Hati-hati ya sayang sampai di sana"ucap mama dan papanya


"iya ma,makasih.mama,papa dan bibi juga jaga kesehatan"


Auliapun berlalu dari pandangan mereka.Tiga jampun berlalu akhirnya pesawat yang ditumpangi Aulia telah tiba di bandara kota tersebut.Diapun segera memesan taxi online untuk ke Apartemen milik Nara.


Di Kota Lain


Linda nampak sibuk dengan rencana busuknya,Dia segera menelepon orang suruhannya karena dia mengetahui bahwa yang mana Aulia telah kembali ke kota.Selesai berbicara di telepon diapun mengirimkan sebuah pesan ke seseorang


\=Jangan lupa sebentar malam


\=baik bos


Kembali ke Apartemen Nara


Auliapun segera membereskan barang-barangnya dan segera meraih ponsel untuk video call dengan temannya Nara.


tit...


tit...


tit...


Narapun segera menjawab panggilan tersebut


"Halo beb"sapa Nara


"Halo juga Nar,gimana suasana di singapore ?"


"Baik Li,kamu sudah sampai di apartemen?"


"ia sudah Nar,tapi aku belum sempat mampir ke rumah kamu buat antarin oleh-oleh dari papa dan mamaku"


"sudah tak mengapa,nanti malam saja kalau kami sudah tidak sibuk Li"

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan Nara,Auliapun memutuskan panggilan tersebut dan beristirahat karena kecapean selama perjalanannya dari desa ke kota.


Disisi lain


Angga nampak sibuk dengan pekerjaannya,dia meraih ponselnya untuk menghubungi Aulia namu tak ada jawaban dari pihak Aulia.


"Anak ini sudah sampai belum sih,masa tidak ada kabar sama sekali,di teleponpun tak ada jawaban"batin Angga


Tidak terasa waktupun sudah petang,Aulia terbangun dari tidurnya dan mengambil ponselnya yang sudah dipenuhi panggilan dan pesan teks dari Angga.Dia segera menghubungi Angga kembali,selesai berbicara dengan Angga,Aulia menghubungi kedua orang tuanya.Selang beberapa menit berbicara dengan papa dan mamanya Aulia segera menyudahi panggilanny karena akan bersiap kerumah Nara untuk mengantarkan buah tangan titipan orang tuanya.


Selesai mandi dan berpakaian Aulia segera mengambil tas dan ponselnya serta barang bawaan lainnya.Diapun langsung memesan taksi online sesuai titik tujuannya,tak lama kemudian Taksipun telah datang untuk menjemput Aulia.


Ketika sampai di kediaman utama Nara,Aulia segera turun dan membayar tagihan taksi tersebut.Satpam yang berdiripun segera membukakan gerbang dan menyapah Aulia


"Selamat malam Nona"


"malam juga pak satpam"jawab Aulia


"mari saya bawakan barang bawaannya nona"


"tidak apa-apa pak biar Aulia saja,om sama tante ada di dalam ya pak?"


Aulia dan pak satpampun memasuki pintu utama,terlihat bibipun menyambut Aulia.Suara langkahpun terdengar dari lantai dua,Papi dan Maminya Nara sedang menuruni tangga,melihat ada Aulia yang datang kedua pasutri itupun bergegas menyambut Aulia.Merekapun mengajak Aulia untuk makan malam bersama,namun sebelum mencapai meja makan Aulia segera memberikan titipan orang tuannya ke orang tua Nara.


"Aduh makasih nak"ucap Papi dan Maminya Nara.


"Sama-sama om dan tante"


"Ayo kita makan dulu"ajak mamanya Nara.


Merekapun ke meja makan dan menyantap hidangan yang telah di sediakan para pelayan,selesai makan mereka nampak masih berbicang-bincang.Melihat waktu telah menunjukkan pukul 20.30 Auliapun segera berpamitan dari rumah orang tuanya Nara.


"om tante Aulia pamit dulu ya,makasih atas jamuannya"


"ia nak,sama-sama.Nanti main-main kesini lagi ya besok Nak,terus anggap saja apartemen Nara apartemen kamu juga ya !"ucap papinya Nara


Setelah pamit Aulia segera memesan taksi online lagi dan menunggu taksi tersebut di depan gerbang rumahnya Nara,Sepuluh menit kemudian taksi yang di pesannyapun sampai.Aulia segera menaiki taksi tersebut dan berlalu dari rumah Nara.

__ADS_1


Selama di perjalanan Aulia merasa ada hal yang aneh dengan supir taksi,namun dia mengabaikan perasaannya.Pada saat memasuki area apartemen ,si supir membanting setir dan berbalik arah,sehingga membuat Aulia menjadi panik dan berteriak namun suasana di area tersebut sangat sunyi jadi tak ada satupun yang bisa membantunya.Mobil Taksi itupun melaju dengan sangat kencang hingga tiba di sebuah gudang tua yanh ada di dekat pelabuhan.Supir itu segera keluar dan mengikat Aulia di sebuah kursi dan membungkam mulut Aulia dengan kain,selesai mengikat Aulia dia segera menelepon seseorang.Tak lama kemudian orang yang dia hubungi tadipun tiba di lokasi itu dan ternyata itu adalah Linda.Sambil menepuk tangan dan senyum sinisnya Linda menatap Aulia


"Akhirnya kita ketemu lagi"


"apa si mau kamu Linda?"tanya Aulia


"Kamu mau tau mauku apa?Aku mau membuat kamu menderita sehingga Prastyo akan memilih aku sebagai kamu korbannya"


Aulia tidak habis pikir dengan pola pemikiran si Linda yang selalu menjadi-jadi dan tidak jelas apa tujuannya.Aulia merasa tidak berdaya karena tangan dan kakinya terikat,di sampingnya Ada Linda yang tengah menghubungi Prastyo lewat panggilan video.Setelah terhubung dengan Prastyo,Linda segera mengarahkan kameranya ke Aulia.Melihat Aulia dalam kondisi terikat,Prastyopun menjadi marah namun Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Dia tahu Linda licik orangnya.Pratsyo segera melemah dan memohon untuk melepaskan Aulia,namun Linda bersih keras untuk tidak melepaskan,malahan Linda mengancam akan membuang Aulia ke jurang jika Prastyo tidak menikahinya.Tidak ada pilihan lain Prastyopun segera menjawab ya ke Linda,namun Linda tidak percaya dengan ucapan Prastyo.


"Aku mau secepatnya kita menikah"ucap Linda


Mau tidak mau Prastyopun segera menjawabnya


"Baiklah selesai urusanku di Kodam aki akan segera menghadap komandan untuk pengajuan"


Mendengar jawaban Prastyo,Lindapun tertawa terbahak-bahak


"Tapi tunggu,kamu harus melepaskan Aulia dulu."ucap Prastyo ke Linda


Lindapun segera memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan Aulia.Setelah ikatannya terlepas Aulia segera mengambil ponsel dan tasnya dan pergi.Namun ponsel Aulia telah kehabisan baterai dan tidak ada tempat untuk mengecars ponselnya,Auliapun berjalan menyusuri lorong tersebut.Setelah berjalan sekitar 200meter Auliapun sampai di jalan raya dan segera menghentikan Taksi yang lewat,namun tak ada yang berhenti.Setengah jam sudah berlalu Aulia belum juga mendapatkan taksi,Diapun melihat ke sekeliling dan ada warung klontong,segera dia ke ara warung itu karena merasa sangat kehausan.Tiba-tiba pas sampai di warung Aulia melihat Satri dan Tri yang lagi Nongkrong sambil minum kopi


"Aulia?"sapa Satria


"kamu kenapa jalan sendirian Aulia?"tanya Tri


Auliapun segera menceritakan kejadian yang menimpahnya barusan.Mendengar hal itu Satri dan Tri menjadi murkah hingga ingin sekali memberi pelajaran ke Linda dan anak buahnya.Selesai mmebeli minuman dingin merekapun bergegas kembali ke arah gudang untuk memberikan pelajaran ke Linda dan anak buahnya.Namun Tri Kaget melihat kondisi Linda yang tengah hamil


"gila juga ya itu perempuan,lagi hamil malah tegah jahat sama orang lain"ucap Tri


"ia Leh,tapi mau bagaimana lagi namanya ambisi apapun pasti bakal dia lakukan.Sebenarnya aku tidak tegah namun dia harus di kasih pelajaran sedikit biar tidak jahat lagi"Sambung Satri


"Tapi jangan buat bayi di perutnya kenapa-kenapa ya Kak"seru Aulia


"Kami tenang saja dek"


Tri dan Satria segera mengempeskan ban mobil Linda dan supirnya ,setelah itu berpura-pura minta tolong.Mendengar hal itu Linda dan Anak buahnya keluar.Anak buah Lindapun mendekat ke arah Tri dan Satria , anak buahnya Linda tidak sadar kalau mereka hanya berpura-pura,diapun segeran menghampiri Tri dan Satria.

__ADS_1


"ada yang bisa di bantu pak?"tanya anak buah Linda


Saat anak buah Linda mendekat,Tripun segera mengunci tangan dari Anak buah Linda.dan mendorongnya masuk ke dalam mobil taksi miliknya.Linda yang melihat hal tersebut segera melarikan diri,namun sayangnya ban mobilnya kempis.Lindapun segera menelepon seseorang tapi dia tidak sadar kalau ponselnya sudah kehabisan baterai.Setelah Linda dan anak buahnya masuk dalam jebakan mereka,Merekapun segera meninggalkannya dan pergi dari situ.


__ADS_2